Hukum Keluarga

Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak Menurut UU Perlindungan Anak: Asuh, Didik, dan Cegah Perkawinan Anak

Diperbarui

Isi artikel
    ALUR SINGKATMenunaikan kewajiban sebagai orang tua1Pahami kewajiban dasarterhadap anak2Penuhi kebutuhanpokok: makan, tempattinggal, kesehatan3Urus dokumen danpendidikan anak4Lindungi anak darikekerasan danperkawinan dini5Cari bantuan bilakesulitan
    Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.

    Apa itu kewajiban orang tua dan siapa yang terkena

    Kewajiban orang tua adalah rangkaian tanggung jawab hukum terhadap anak yang belum dewasa. Anak dalam UU Perlindungan Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak dalam kandungan. Kewajiban ini berlaku bagi ayah dan ibu, baik masih menikah maupun sudah bercerai, dan bagi wali atau pengasuh yang ditunjuk.

    UU Perlindungan Anak (UU No. 23 Tahun 2002 yang diubah dengan UU No. 35 Tahun 2014 dan UU No. 17 Tahun 2016) menyebut orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk, antara lain:

    • Mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak.
    • Menumbuhkembangkan anak sesuai kemampuan, bakat, dan minatnya.
    • Mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak.
    • Memberikan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti pada anak.

    Bila orang tua tidak ada, tidak diketahui keberadaannya, atau tidak mampu, kewajiban itu dapat beralih kepada keluarga sesuai peraturan. UU juga menegaskan bahwa negara, pemerintah, masyarakat, dan keluarga ikut bertanggung jawab. Namun beban pertama tetap pada orang tua.

    Kewajiban dalam bahasa sehari-hari

    Mengasuh dan memelihara. Memberi makanan, pakaian, tempat tinggal yang layak, kebersihan, serta perawatan saat sakit. Pemeliharaan juga berarti kehadiran: menemani dan memberi kasih sayang, bukan sekadar mengirim uang.

    Mendidik. Menyekolahkan anak sesuai hak atas pendidikan, membimbing perilaku, dan menanamkan nilai. Pendidikan dasar adalah hak setiap anak, sehingga membiarkan anak tidak bersekolah tanpa alasan sah merupakan kelalaian.

    Melindungi. Menjaga anak dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran, penyalahgunaan narkotika, dan konten berbahaya. Perlindungan juga mencakup lingkungan digital. Pada era media sosial, orang tua perlu mengawasi aktivitas daring anak.

    Menumbuhkembangkan sesuai bakat dan minat. Orang tua tidak boleh memaksakan pilihan hidup yang merugikan anak, terutama pada hal-hal besar seperti pendidikan dan pekerjaan. Dukungan disesuaikan dengan kemampuan keluarga.

    Mencegah perkawinan anak. Sejak UU No. 16 Tahun 2019, batas usia menikah adalah 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan. Orang tua wajib mencegah pernikahan di bawah usia itu. Pembahasan ada pada dispensasi kawin usia anak dan perkawinan anak: sanksi dan pencegahan.

    Mengurus identitas. Setiap anak berhak atas nama dan status kewarganegaraan, dimulai dari akta kelahiran. Baca akta kelahiran dan pengakuan anak.

    Memberi nafkah. Kewajiban biaya tetap ada setelah perceraian, dan tetap ada walau kuasa asuh dicabut. Bacaan lanjut: nafkah anak yang dicatat.

    Tangan bayi menggenggam jari orang dewasa.
    Foto oleh Liv Bruce di Unsplash

    Hak anak sebagai cermin kewajiban

    Kewajiban orang tua adalah sisi lain dari hak anak. Beberapa hak yang sering terkait:

    Hak anakKewajiban orang tua
    Hidup dan tumbuh kembangGizi, kesehatan, imunisasi
    Identitas dan kewarganegaraanAkta kelahiran, kartu identitas anak
    PendidikanMenyekolahkan, menyediakan sarana
    Perlindungan dari kekerasanTidak melakukan dan mencegah kekerasan
    Berpendapat dan didengarMendengar anak sesuai usia
    Diasuh orang tua sendiriTidak memisahkan tanpa alasan sah
    Bertemu kedua orang tuaMemfasilitasi hak kunjung setelah bercerai

    UU Perlindungan Anak antara lain menyatakan setiap anak berhak menyatakan dan didengar pendapatnya, serta berhak diasuh orang tuanya sendiri kecuali ada alasan atau aturan hukum yang menunjukkan pemisahan itu demi kepentingan terbaik anak. Kewajiban mendengar anak dibahas pada anak korban perceraian: hak didengar pendapat anak.

    Langkah praktis menunaikan kewajiban

    1. Pastikan identitas anak lengkap. Akta kelahiran, kartu keluarga, dan kartu identitas anak. Baca KIA: fungsi dan cara membuat.
    2. Daftarkan jaminan kesehatan. Pastikan anak tercatat dalam jaminan kesehatan nasional dan lakukan imunisasi sesuai jadwal.
    3. Daftarkan sekolah. Cari informasi sekolah negeri terdekat dan program bantuan pendidikan bila keluarga kurang mampu.
    4. Buat kesepakatan pengasuhan bila bercerai: siapa yang mengasuh, jadwal bertemu, nafkah, dan pendidikan. Tuangkan tertulis, bila mungkin disahkan pengadilan.
    5. Awasi kegiatan daring. Atur batas waktu layar, kenali aplikasi yang dipakai, dan bicarakan risiko.
    6. Cari bantuan bila kesulitan. Dinas sosial, puskesmas, sekolah, dan lembaga perlindungan anak menyediakan layanan konsultasi dan bantuan.
    7. Dokumentasikan. Simpan rapor, catatan kesehatan, dan bukti pengeluaran. Catatan ini berguna bila kelak ada sengketa hak asuh.

    Pemenuhan kewajiban tidak menuntut orang tua kaya. Hukum menilai kesungguhan dan kemampuan. Orang tua yang miskin tetapi berusaha memenuhi kebutuhan anak berbeda dengan orang tua yang mampu tetapi sengaja melalaikan.

    Perubahan aturan yang perlu Anda ketahui

    Rumusan kewajiban orang tua berkembang bersama perubahan UU Perlindungan Anak. Kewajiban mencegah perkawinan pada usia anak sudah ada sejak UU No. 23 Tahun 2002. UU No. 35 Tahun 2014 menambahkan kewajiban memberikan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti, serta memperberat sanksi bagi pelaku kekerasan terhadap anak. UU No. 17 Tahun 2016 menambah ancaman bagi kejahatan seksual terhadap anak. UU No. 16 Tahun 2019 menaikkan batas usia menikah perempuan menjadi 19 tahun. Terakhir, KUHP baru (UU No. 1 Tahun 2023) berlaku sejak 2 Januari 2026 dan memuat ketentuan pidana yang berkaitan dengan penelantaran dan kekerasan terhadap anak, sehingga rincian pasal dan ancamannya perlu dibaca dari teks resmi terbaru. UU No. 3 Tahun 2026 tentang pelindungan saksi dan korban menggantikan UU No. 13 Tahun 2006 dan relevan bagi anak korban yang bersaksi.

    Kesalahan umum

    KesalahanAkibatCara menghindari
    Menganggap kewajiban selesai setelah berceraiNafkah tertunggak, digugatPahami kewajiban tetap berjalan
    Memukul sebagai "pendidikan"Dapat menjadi tindak pidanaPelajari mendisiplinkan anak dan batas kekerasan
    Menikahkan anak karena alasan ekonomiMelanggar batas usia, merugikan anakCari bantuan sosial
    Membiarkan anak bekerja di jalanEksploitasi ekonomiLihat eksploitasi ekonomi anak
    Membiarkan anak tanpa akta kelahiranAnak sulit akses layananUrus segera
    Memutus hubungan anak dengan pasangan mantanDapat memengaruhi hak asuhJaga hak kunjung

    Contoh: Pak Hendra dan Bu Siti bercerai dengan satu anak berusia tujuh tahun. Anak tinggal bersama Bu Siti. Pak Hendra tidak lagi mengirim uang setelah merasa anaknya "sudah diurus ibunya". Bu Siti mencatat pengeluaran, lalu mengajukan permohonan nafkah ke pengadilan. Hakim menegaskan bahwa kewajiban ayah tetap ada dan menetapkan jumlah nafkah sesuai kemampuannya. Kisah ini fiktif.

    Peringatan

    Menelantarkan anak, melakukan kekerasan, atau membiarkan anak dieksploitasi dapat berujung pada pidana dan pencabutan kuasa asuh. Jangan menunggu sampai ada laporan. Bila Anda kewalahan, minta bantuan dinas sosial lebih dulu.

    Tips

    Gunakan catatan bulanan sederhana: biaya sekolah, kesehatan, kebutuhan. Catatan itu membantu menghitung nafkah yang wajar, dan menunjukkan itikad baik jika kelak diperiksa pengadilan.

    Bila orang tua tidak mampu atau tidak ada

    Tidak semua orang tua dapat memenuhi kewajiban penuh karena sakit, miskin, atau bekerja jauh. Hukum menyediakan jaring pengaman:

    Dalam semua keadaan, anak adalah pusat pertimbangan.

    Kewajiban yang berbeda pada tiap tahap usia

    Kewajiban orang tua tidak sama sepanjang waktu. Kebutuhan bayi berbeda dari remaja. Gambaran umum berikut membantu orang tua menyesuaikan:

    Masa kehamilan dan bayi. Menjaga kesehatan ibu, mengurus pencatatan kelahiran, memberikan ASI atau gizi yang layak, dan imunisasi. Pencatatan kelahiran sebaiknya dilakukan sesegera mungkin.

    Masa balita dan prasekolah. Pengasuhan penuh perhatian, stimulasi, perlindungan dari kecelakaan, dan pemantauan tumbuh kembang di layanan kesehatan.

    Masa sekolah. Menyekolahkan, mendampingi belajar, mengenal teman dan lingkungan, serta mengajarkan nilai. Kekerasan di sekolah dan di rumah harus dicegah; lihat perundungan di sekolah.

    Masa remaja. Mendengar pendapat, mengarahkan pergaulan, melindungi dari narkotika, kekerasan seksual, dan perkawinan dini. Remaja berhak atas informasi kesehatan yang sesuai usia.

    Menjelang dewasa. Mempersiapkan kemandirian, termasuk pendidikan lanjutan dan keterampilan. Kewajiban nafkah dapat berlanjut sampai anak mampu mandiri.

    Kewajiban bila orang tua bercerai, bekerja jauh, atau berhalangan

    Bercerai tidak mengakhiri kewajiban. Orang tua yang tidak memegang hak asuh tetap wajib membiayai dan berhak mempertahankan hubungan dengan anak. Orang tua yang bekerja jauh, termasuk sebagai pekerja migran, tetap bertanggung jawab; pengasuhan sehari-hari dapat didelegasikan kepada keluarga, tetapi tanggung jawab hukum tetap melekat. Orang tua yang sakit atau dipenjara dapat meminta kerabat membantu, dan negara menyediakan jaring pengaman.

    Beberapa langkah yang bijak:

    1. Buat surat kuasa pengasuhan sementara kepada kerabat tepercaya bila bepergian lama.
    2. Tinggalkan dokumen penting, seperti akta kelahiran dan kartu jaminan kesehatan, kepada pengasuh.
    3. Pastikan sekolah mengetahui siapa yang berwenang mengambil keputusan.
    4. Tetap berkomunikasi dengan anak secara rutin.
    5. Kirim biaya hidup melalui rekening yang tercatat agar ada bukti.

    Pasal dalam KUHP baru tentang penelantaran dan pelanggaran kewajiban pengasuhan perlu dibaca dari teks resmi terbaru; ancaman pidana tidak disebut di sini.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apakah kewajiban ayah dan ibu sama? Keduanya bertanggung jawab. Pembagian peran dalam rumah tangga dapat berbeda, tetapi kewajiban hukum tidak gugur bagi salah satu pihak. Setelah bercerai, biaya pemeliharaan pada dasarnya menjadi tanggung jawab ayah, dan bila ayah tidak mampu pengadilan dapat menentukan ibu ikut menanggung.

    Sampai usia berapa kewajiban berlangsung? Pada dasarnya sampai anak dewasa atau dapat berdiri sendiri, tidak persis berhenti pada usia 18 tahun. Untuk anak yang masih kuliah, baca nafkah anak yang sudah dewasa masih kuliah.

    Apakah orang tua boleh menghukum anak? Pendisiplinan yang mendidik dibolehkan, tetapi kekerasan fisik atau psikis yang melukai tidak dibenarkan dan dapat dipidana.

    Ke mana melapor bila ada orang tua yang melalaikan anak? Ke kepolisian, dinas sosial, lembaga perlindungan anak setempat, atau layanan pengaduan perempuan dan anak. Identitas pelapor dapat dilindungi.

    Ringkasan

    • UU Perlindungan Anak menegaskan orang tua wajib mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak.
    • Kewajiban juga mencakup menumbuhkembangkan anak sesuai bakat, mencegah perkawinan anak, dan menanamkan budi pekerti.
    • Kewajiban nafkah tetap ada setelah bercerai atau bahkan setelah kuasa asuh dicabut.
    • Pelalaian berat dapat berujung pengawasan, pencabutan kuasa asuh, atau pidana.
    • Simpan catatan dan dokumen untuk menunjukkan itikad baik.
    • Bila kesulitan, minta bantuan dinas sosial atau lembaga perlindungan anak lebih dulu.
    📌 Catatan

    Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.

    Dasar hukum

    Baca juga

    WhatsApp