Hukum Pidana

Praperadilan Menurut KUHAP Lama dan KUHAP Baru: Objek, Tenggat, dan Acara

Diperbarui

Isi artikel
    ALUR SINGKATMengajukan praperadilan1Tentukan tindakan yangdiuji2Kumpulkan surat danbukti3Susun permohonantertulis4Daftarkan kepengadilan negeri5Hadiri sidang singkat6Pantau putusan dantindak lanjut
    Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.

    Apa itu praperadilan dan siapa yang terkena

    Praperadilan adalah wewenang pengadilan negeri untuk memeriksa dan memutus sah atau tidaknya tindakan tertentu dalam proses pidana sebelum perkara pokok diperiksa. Ia bukan sidang untuk menentukan bersalah atau tidak. Ia hanya menguji prosedur dan dasar tindakan.

    Pemohonnya bisa tersangka, keluarganya, kuasa hukumnya, pihak ketiga yang berkepentingan, dan dalam hal tertentu pelapor atau korban. Sementara pihak yang digugat atau termohon biasanya penyidik atau penuntut umum. Karena itu praperadilan berguna bagi tersangka yang merasa ditahan tidak sah, bagi pelapor yang perkaranya dihentikan, dan bagi pemilik barang yang disita.

    Objek praperadilan menurut KUHAP lama

    KUHAP lama menyebut objek praperadilan pada Pasal 77: sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, penghentian penyidikan, atau penghentian penuntutan, serta ganti kerugian dan atau rehabilitasi bagi seseorang yang perkaranya dihentikan pada tingkat penyidikan atau penuntutan. Pasal 80 memberi hak pihak ketiga yang berkepentingan untuk meminta pemeriksaan sah tidaknya penghentian.

    Daftar itu kemudian diperluas. Putusan Mahkamah Konstitusi nomor 21/PUU-XII/2014 memasukkan penetapan tersangka, penggeledahan, dan penyitaan sebagai objek praperadilan, serta menegaskan bahwa bukti permulaan yang cukup berarti sekurang-kurangnya dua alat bukti. Putusan Mahkamah Konstitusi nomor 102/PUU-XIII/2015 menjelaskan bahwa perkara pokok dianggap "mulai diperiksa" saat sidang pertama dengan pembacaan surat dakwaan, yang penting untuk saat gugurnya praperadilan.

    Patung hukum memegang pedang
    Foto oleh Andre Pfeifer di Unsplash

    Tenggat dan acara menurut KUHAP lama

    Acara praperadilan dirancang cepat. Pasal 82 ayat 1 menentukan kerangka waktu yang ketat:

    • Hakim yang ditunjuk menetapkan hari sidang dalam tiga hari setelah permintaan diterima.
    • Pemeriksaan dan putusan diselesaikan dalam tujuh hari.
    • Bila perkara pokok sudah mulai diperiksa oleh pengadilan negeri sedangkan pemeriksaan praperadilan belum selesai, permintaan praperadilan gugur.
    • Praperadilan diperiksa oleh hakim tunggal (Pasal 78).
    • Putusan praperadilan tidak dapat dimintakan banding (Pasal 83 ayat 1). Putusan Mahkamah Konstitusi nomor 65/PUU-IX/2011 menutup kemungkinan banding atas putusan penghentian penyidikan atau penuntutan yang sebelumnya diatur pada ayat 2.

    Isi putusan antara lain menyatakan sah atau tidaknya tindakan, memerintahkan pembebasan tersangka bila penangkapan atau penahanan tidak sah, memerintahkan dilanjutkannya penyidikan bila penghentian tidak sah, atau menetapkan ganti kerugian dan rehabilitasi.

    Aturan menurut KUHAP baru

    Pemberitaan hukum menyebut KUHAP baru mengatur praperadilan dengan cakupan yang lebih luas dibandingkan teks KUHAP lama, mengikuti perkembangan putusan Mahkamah Konstitusi. Daftar objek yang tepat, tenggat penetapan sidang dan putusan, saat gugurnya permohonan, dan kemungkinan upaya hukum adalah hal yang wajib diperiksa pada teks resmi. Ringkasan praktis ada di praperadilan menurut KUHAP baru, sedangkan nasib permohonan yang sedang berjalan dibahas pada praperadilan yang diajukan sebelum KUHAP baru berlaku.

    Tabel perbandingan

    AspekKUHAP lama (UU 8/1981) dan putusan MKKUHAP baru (UU 20/2025)
    Objek dasarPenangkapan, penahanan, penghentian penyidikan atau penuntutan, ganti rugi, rehabilitasiDilaporkan lebih luas; periksa teks resmi
    TambahanPenetapan tersangka, penggeledahan, penyitaan (putusan MK)Periksa apakah masuk dalam teks undang-undang
    HakimHakim tunggalPeriksa teks resmi
    Penetapan sidangTiga hariPeriksa teks resmi
    PutusanTujuh hariPeriksa teks resmi
    GugurSaat perkara pokok mulai diperiksa (sidang pertama dakwaan menurut putusan MK)Periksa teks resmi
    BandingTidak dapatPeriksa teks resmi

    Langkah praktis mengajukan praperadilan

    1. Tentukan tindakan yang digugat. Penangkapan, penahanan, penghentian penyidikan, penetapan tersangka, penggeledahan, atau penyitaan.
    2. Kumpulkan surat dan fakta. Surat perintah, berita acara, surat penetapan, kronologi, dan bukti yang menunjukkan pelanggaran.
    3. Susun permohonan. Memuat identitas pemohon dan termohon, uraian fakta, alasan hukum, dan tuntutan (petitum), misalnya menyatakan tindakan tidak sah dan memerintahkan pembebasan.
    4. Daftarkan di pengadilan negeri yang wilayahnya meliputi tempat tindakan itu. Bayar biaya sesuai ketentuan pengadilan. Besaran biaya periksa pengumuman resmi pengadilan.
    5. Hadiri panggilan sidang. Sidang cepat; siapkan saksi dan surat sejak awal.
    6. Ajukan bukti dan saksi. Surat, saksi, dan keterangan ahli dapat diajukan dalam waktu terbatas.
    7. Sampaikan kesimpulan. Ringkas dan fokus pada pelanggaran prosedur.
    8. Tunggu putusan. Salinan putusan diminta dan dipelajari bersama advokat.
    9. Tindak lanjuti. Bila dikabulkan, mintakan pelaksanaan, misalnya pembebasan atau ganti rugi. Lihat praperadilan ganti rugi dan rehabilitasi.

    Rincian cara mendaftar dan jadwal ada di praperadilan: tata cara mengajukan dan jadwal sidang.

    Dokumen yang perlu disiapkan

    • Surat permohonan praperadilan dan salinan untuk termohon.
    • Identitas pemohon dan surat kuasa bila diwakili advokat.
    • Surat perintah penangkapan, penahanan, penetapan tersangka, atau surat penghentian penyidikan.
    • Berita acara yang relevan dan bukti pelanggaran prosedur.
    • Bukti kerugian bila menuntut ganti rugi.
    • Daftar saksi dan keterangan ahli yang akan dihadirkan.
    • Kalender waktu, terutama tanggal sidang pokok bila sudah ditetapkan.

    Kesalahan umum

    KesalahanAkibatYang lebih tepat
    Mengajukan terlambatGugur saat sidang pokok dimulaiAjukan sedini mungkin
    Menggugat soal bersalah atau tidakDi luar kewenangan praperadilanFokus pada prosedur dan syarat
    Permohonan tidak menyebut petitum jelasPutusan tidak operasionalRumuskan permintaan konkret
    Tidak menyiapkan bukti suratKalah di sidang cepatSiapkan sejak awal
    Menganggap putusan bisa dibandingWaktu terbuangPahami sifat putusan; periksa aturan terkini
    Mengira menang praperadilan membuat perkara berhentiPenyidik dapat memulai ulang secara benarSiapkan strategi lanjutan

    Contoh: Seorang tersangka ditetapkan tanpa pernah diperiksa sebagai calon tersangka. Penasihat hukumnya menilai prosedur tidak terpenuhi dan mengajukan praperadilan ke pengadilan negeri. Ia melampirkan surat penetapan, surat panggilan, dan kronologi. Sidang digelar singkat, termohon membawa bukti, dan hakim memutus. Pengajuan dilakukan sebelum berkas dilimpahkan sehingga permohonan tidak gugur. Putusan dibacakan dalam waktu singkat, lalu salinan diambil untuk bahan lanjutan.

    Peringatan

    Praperadilan dapat gugur bila perkara pokok sudah mulai disidangkan. Jangan menunggu sampai dakwaan dibacakan. Hitung waktu dan koordinasikan dengan advokat.

    Tips

    Pelajari dulu surat-surat Anda dan tulis daftar pelanggaran dalam satu halaman sebelum bertemu advokat. Ringkasan ini mempercepat penyusunan permohonan.

    Perubahan aturan yang perlu Anda ketahui

    Perubahan terpenting adalah pemindahan hasil perkembangan putusan Mahkamah Konstitusi ke dalam undang-undang, serta kemungkinan penyesuaian tenggat dan acara. KUHAP lama dicabut sejak 2 Januari 2026. Permohonan yang diajukan sesudah tanggal itu memakai KUHAP baru; yang sudah berjalan tunduk pada ketentuan peralihan. Dampaknya bagi Anda: jangan menyalin permohonan lama begitu saja. Pastikan dasar hukum, objek, dan tenggat sesuai KUHAP baru.

    Penting juga: objek praperadilan yang diperluas tidak menghapus syarat bahwa praperadilan menguji aspek formal. Penilaian pokok perkara tetap di sidang biasa. Pidana di undang-undang lain dapat disesuaikan oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026; periksa teks resmi terbaru bila praperadilan menyangkut perkara di luar KUHP.

    Praperadilan atas penghentian penyidikan

    Salah satu fungsi praperadilan yang berguna bagi pelapor adalah menguji penghentian penyidikan, yang biasa dikenal sebagai SP3 (surat perintah penghentian penyidikan). Pelapor atau korban yang laporannya dihentikan tanpa dasar jelas dapat meminta pengadilan menilainya. Dasar penghentian yang diatur KUHAP lama: tidak cukup bukti, bukan tindak pidana, atau dihentikan demi hukum. Bila hakim menyatakan penghentian tidak sah, penyidikan harus dilanjutkan. Lihat praperadilan sah tidaknya penghentian penyidikan dan perbandingan penghentian penyidikan.

    Praperadilan dan ganti rugi

    Praperadilan juga menjadi pintu ganti kerugian dan rehabilitasi bagi orang yang ditangkap atau ditahan tanpa dasar hukum. Pemohon perlu menyiapkan bukti kerugian: penghasilan yang hilang, biaya berobat, dan biaya lain yang dapat dibuktikan. Besaran dan tata cara pembayaran diatur peraturan pelaksana, sehingga periksa teks resmi terbaru. Pembahasan terkait: perbandingan ganti rugi dan rehabilitasi.

    Istilah penting seputar praperadilan

    • Pemohon: pihak yang meminta pengadilan menguji tindakan aparat.
    • Termohon: aparat yang tindakannya diuji, biasanya penyidik atau penuntut umum.
    • Petitum: bagian permohonan yang memuat apa yang diminta dari hakim.
    • Hakim tunggal: praperadilan diperiksa satu hakim, bukan majelis.
    • Gugur: permohonan berakhir karena perkara pokok sudah mulai disidangkan.

    Daftar periksa sebelum mengajukan

    Tulis dalam satu halaman tindakan apa yang dipersoalkan, tanggalnya, dan surat yang menjadi dasarnya. Pastikan perkara pokok belum dilimpahkan atau belum disidangkan. Cek pengadilan negeri mana yang berwenang. Siapkan saksi yang dapat hadir cepat karena sidang berjalan singkat. Tentukan hasil yang diharapkan: pembebasan, dilanjutkannya penyidikan, atau ganti rugi. Tanyakan kepada advokat apa yang terjadi bila permohonan ditolak, termasuk kemungkinan mengajukan kembali dengan alasan baru. Praperadilan yang disiapkan matang lebih mungkin diputus berdasarkan substansi.

    Kasus ilustrasi: permohonan yang gugur

    Contoh: Seorang tersangka menunda berkonsultasi karena berharap kasusnya mereda. Berkas dilimpahkan, dan sidang pertama dengan pembacaan dakwaan digelar sebelum praperadilan diputus. Permohonannya gugur. Ia kehilangan kesempatan menguji sah tidaknya penetapan tersangka. Bandingkan dengan tersangka lain yang mengajukan lebih awal dan memperoleh putusan sebelum sidang pokok. Perbedaannya hanya soal waktu. Pelajaran praktisnya: hitung kalender perkara sejak awal, dan jika ada keraguan tentang sahnya suatu tindakan, konsultasikan segera.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apakah praperadilan bisa membatalkan status tersangka? Menurut perkembangan putusan Mahkamah Konstitusi pada masa KUHAP lama, penetapan tersangka dapat diuji. Hakim dapat menyatakan penetapan tidak sah bila syarat tidak terpenuhi. Bagaimana pada KUHAP baru, periksa teks resmi.

    Apakah ada biaya? Ada biaya perkara sesuai ketentuan pengadilan. Besarnya periksa pengumuman pengadilan negeri setempat.

    Berapa lama proses praperadilan? KUHAP lama menargetkan penetapan sidang dalam tiga hari dan putusan dalam tujuh hari. Untuk KUHAP baru periksa teks resmi.

    Apakah korban dapat mengajukan praperadilan? Pelapor atau korban dapat bertindak sebagai pihak yang berkepentingan terutama untuk penghentian penyidikan atau penuntutan. Lihat korban perkara 2025 dan hak baru di KUHAP baru.

    Ringkasan

    • Praperadilan menguji prosedur dan dasar tindakan, bukan bersalah atau tidaknya seseorang.
    • KUHAP lama: objek dasar ditambah penetapan tersangka, penggeledahan, dan penyitaan lewat putusan Mahkamah Konstitusi; acara cepat dengan tenggat tiga dan tujuh hari serta gugur saat sidang pokok dimulai.
    • KUHAP baru berlaku sejak 2 Januari 2026; objek dan tenggat wajib dicek pada teks resmi.
    • Ajukan sedini mungkin, siapkan bukti surat, dan fokus pada pelanggaran prosedur.
    📌 Catatan

    Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.

    Dasar hukum

    Baca juga

    WhatsApp