Perjanjian Kerahasiaan (NDA): Isi, Ruang Lingkup, dan Akibat Pelanggaran
Sebelum membahas kerja sama, calon mitra sering meminta Anda menandatangani NDA. Singkatan dari non-disclosure agreement, atau perjanjian kerahasiaan, dokumen ini dimaksudkan menjaga informasi usaha tidak bocor. Banyak orang menandatanganinya tanpa membaca. Artikel ini menjelaskan isi yang perlu diperhatikan dan akibat bila perjanjian dilanggar.
Isi artikel
Apa itu NDA
NDA adalah perjanjian ketika satu pihak atau kedua pihak berjanji tidak membuka informasi rahasia yang mereka terima kepada orang lain, dan tidak memakainya untuk tujuan lain. Dalam bahasa Indonesia disebut perjanjian kerahasiaan. NDA dipakai dalam banyak situasi:
- Pembicaraan awal kerja sama bisnis atau investasi.
- Pengembangan produk atau perangkat lunak.
- Hubungan kerja, ketika karyawan memegang informasi penting.
- Pemberian akses ke data pelanggan, rumus, atau desain.
- Proses jual beli usaha atau penelaahan keuangan (due diligence).
NDA bukan dokumen ajaib. Ia hanya kuat bila isinya jelas, dibuat dengan itikad baik, dan dapat dibuktikan. Perjanjian yang kabur atau melarang segalanya dapat sulit ditegakkan.
Dasar hukumnya
NDA adalah perjanjian, sehingga tunduk pada Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata). Dua dasar utamanya:
- Syarat sah perjanjian dalam Pasal 1320 KUH Perdata: ada kesepakatan, kecakapan, objek tertentu, dan sebab yang halal. Penjelasan lengkapnya ada di syarat sah perjanjian.
- Asas kebebasan berkontrak dan kekuatan mengikat perjanjian, dalam Pasal 1338 KUH Perdata. Perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi pihak yang membuatnya.
Selain itu ada UU No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang. Undang-undang ini melindungi informasi di bidang teknologi atau bisnis yang tidak diketahui umum, memiliki nilai ekonomi karena kerahasiaannya, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemiliknya. NDA membantu membuktikan bahwa pemilik sudah berupaya menjaga kerahasiaan itu. Pembahasan terkait ada di rahasia dagang dan NDA.
Jika informasi yang dilindungi mencakup data pribadi, UU Pelindungan Data Pribadi juga berlaku. NDA tidak dapat menghalangi kewajiban hukum, misalnya kewajiban melapor kepada aparat bila diminta secara sah.
Bagian penting dalam NDA
Berikut komponen yang umum, dan hal yang perlu diperiksa pada tiap komponen.
| Komponen | Hal yang perlu diperiksa |
|---|---|
| Para pihak | Siapa yang membuka dan menerima informasi; apakah satu arah atau timbal balik (mutual) |
| Definisi informasi rahasia | Jelas dan terukur, bukan "semua informasi apa pun" |
| Tujuan | Informasi hanya boleh dipakai untuk tujuan yang disebut |
| Kewajiban penerima | Menjaga, membatasi akses, tidak menyalin tanpa izin |
| Pengecualian | Informasi publik, sudah diketahui sebelumnya, atau diperoleh sah dari pihak lain |
| Jangka waktu | Lama kewajiban rahasia berlaku, termasuk setelah kerja sama berakhir |
| Pengembalian atau penghancuran | Kewajiban mengembalikan dokumen dan menghapus salinan |
| Akibat pelanggaran | Ganti rugi, denda, atau tindakan lain |
| Hukum dan forum | Hukum yang berlaku, pengadilan atau arbitrase, serta tempatnya |
Menentukan informasi yang dilindungi
Salah satu sumber sengketa NDA adalah definisi informasi rahasia yang terlalu luas atau terlalu sempit. Pendekatan yang baik:
- Sebut jenis informasi: data keuangan, daftar pelanggan, rencana pemasaran, kode program, formula, dan desain.
- Gunakan penanda, misalnya dokumen diberi label "rahasia", atau informasi lisan dikonfirmasi tertulis dalam jangka waktu tertentu.
- Bedakan informasi rahasia dengan informasi umum yang sudah beredar.
- Hindari kalimat "semua informasi yang diterima dianggap rahasia". Rumusan itu mudah dipersoalkan karena terlalu umum, meski sering dipakai.
Informasi yang biasanya dikecualikan:
- Sudah menjadi pengetahuan umum bukan karena pelanggaran penerima.
- Sudah diketahui penerima secara sah sebelum menerima informasi itu.
- Diperoleh secara sah dari pihak ketiga yang tidak terikat kewajiban rahasia.
- Dikembangkan sendiri oleh penerima tanpa memakai informasi rahasia.
- Harus diungkapkan karena perintah hukum, pengadilan, atau otoritas berwenang.
Pengecualian kelima penting. NDA tidak boleh dipakai untuk menutupi tindak pidana atau menghalangi pelaporan kepada pihak berwenang.
Jangka waktu dan wilayah berlaku
NDA yang berlaku selamanya sering dipersoalkan. Praktik yang lazim: kewajiban rahasia berlaku selama kerja sama dan sejumlah tahun sesudahnya. Untuk rahasia dagang yang bernilai terus-menerus, seperti formula, jangka waktu bisa lebih lama atau selama informasi itu tetap rahasia.
Tulis kapan jangka waktu mulai dihitung, apakah dari tanggal tanda tangan, dari tanggal pengungkapan, atau dari berakhirnya kerja sama. Selain itu, jelaskan apakah NDA berlaku di wilayah tertentu atau tidak, terutama jika para pihak berada di negara berbeda.
NDA dalam hubungan kerja
Banyak perusahaan meminta karyawan menandatangani NDA atau klausul kerahasiaan dalam perjanjian kerja. Hal ini wajar untuk informasi yang benar-benar rahasia. Namun ada batas.
- Kewajiban menjaga rahasia tidak boleh dipakai untuk mencegah pekerja melaporkan pelanggaran hukum.
- Keterampilan umum dan pengalaman kerja yang dimiliki pekerja bukan rahasia perusahaan.
- NDA berbeda dari larangan bekerja di pesaing (non-kompetisi). Klausul non-kompetisi yang terlalu luas dapat dipersoalkan karena membatasi hak seseorang mencari nafkah. Baca magang, PKL, dan perjanjian non-kompetisi.
- Pekerja yang membawa data pelanggan saat keluar dapat dipersoalkan. Baca karyawan membawa data pelanggan.
Perjanjian kerja itu sendiri sebaiknya tertulis dan jelas, sebagaimana dibahas di perjanjian kerja harus tertulis, isi, dan bahasa.
Akibat pelanggaran NDA
Jika pihak penerima membocorkan atau memakai informasi di luar izin, ada beberapa jalur.
Perdata. Pelanggaran NDA adalah wanprestasi, yaitu ingkar janji. Pihak yang dirugikan dapat meminta ganti rugi atas kerugian yang terbukti, dan meminta pengadilan menghentikan perbuatan itu. Jika NDA mencantumkan denda tertentu, pengadilan menilai kewajarannya. Baca klausul denda dan ganti rugi wanprestasi dan somasi dan wanprestasi.
Berdasarkan UU Rahasia Dagang. Bila informasi memenuhi syarat rahasia dagang, pemiliknya dapat menggugat ganti rugi dan meminta penghentian pemanfaatan. Undang-undang tersebut juga memuat ketentuan pidana. Untuk besar ancamannya, periksa teks resmi terbaru karena dapat berubah.
Pidana lain. Bila pembocoran disertai pencurian data atau akses ilegal, aturan tentang informasi dan transaksi elektronik serta pelindungan data pribadi dapat ikut berlaku.
Untuk menang dalam sengketa, pemilik informasi harus membuktikan tiga hal: informasi itu benar rahasia, penerima terikat kewajiban, dan penerima melanggarnya serta menimbulkan kerugian. Karena itu, pencatatan pengungkapan informasi menjadi penting.
Contoh: PT Cahaya menjajaki kerja sama dengan pengembang aplikasi. Sebelum menyerahkan data pelanggan dan rancangan fitur, kedua pihak menandatangani NDA timbal balik berjangka tiga tahun. NDA menyebut informasi rahasia dalam daftar, pengecualian, kewajiban mengembalikan dokumen, dan penyelesaian lewat musyawarah lalu pengadilan. Kerja sama batal. Dua tahun kemudian PT Cahaya mendapati pengembang menawarkan fitur serupa kepada pesaing dengan memakai rancangan mereka. PT Cahaya mengirim somasi dengan melampirkan NDA dan bukti pengungkapan. Perselisihan lanjutan bergantung pada pembuktian kerugian.
Langkah praktis menyusun atau menandatangani NDA
- Tentukan tujuan pembukaan informasi dan siapa yang benar-benar perlu mengetahuinya.
- Pilih tipe NDA: satu arah atau timbal balik. Bila kedua pihak saling membuka informasi, gunakan timbal balik.
- Tulis definisi dan contoh informasi rahasia.
- Tulis pengecualian yang wajar.
- Tetapkan jangka waktu dan kewajiban setelahnya.
- Tetapkan sanksi yang proporsional, bukan angka yang tidak masuk akal.
- Tentukan hukum dan forum penyelesaian sengketa.
- Tandatangani oleh pihak yang berwenang. Untuk perusahaan, cek siapa yang berhak mewakili. Lihat tanggung jawab direksi dan komisaris.
- Simpan arsip, termasuk tanggal, daftar dokumen yang diserahkan, dan bukti penerimaan.
NDA dapat ditandatangani secara elektronik. Pastikan keabsahan tanda tangannya. Baca perjanjian elektronik dan tanda tangan.
Jangan menandatangani NDA yang memberi denda sangat besar, berlaku selamanya, atau melarang Anda melapor pelanggaran hukum. Minta revisi sebelum tanda tangan. Setelah ditandatangani, Anda terikat pada isinya.
Gunakan prinsip "perlu tahu". Bagikan informasi rahasia secara bertahap, hanya kepada orang yang membutuhkannya, dan catat apa yang diberikan serta kapan. Cara ini mengurangi risiko dan memperkuat bukti bila terjadi sengketa.
NDA dan kerja sama dengan pihak luar negeri
Jika salah satu pihak berada di luar negeri, ada pertanyaan tambahan: hukum negara mana yang berlaku, pengadilan mana yang berwenang, dan bagaimana putusan dijalankan. Banyak perusahaan asing mengajukan draf NDA dalam bahasa Inggris dengan hukum asing. Untuk perjanjian yang melibatkan pihak Indonesia, pertimbangkan hal berikut.
- Perjanjian yang dibuat di Indonesia dengan pihak Indonesia sebaiknya memakai bahasa Indonesia. Kewajiban memakai bahasa Indonesia dalam perjanjian tertentu dibahas di perjanjian kerja harus tertulis, isi, dan bahasa.
- Pilihan arbitrase dapat memudahkan penyelesaian lintas negara. Lihat arbitrase dan klausul arbitrase.
- Tanyakan apakah informasi yang diberikan akan disimpan di server luar negeri, karena menyangkut data pribadi.
- Pastikan siapa pihak yang menandatangani: perusahaan induk, anak perusahaan, atau perorangan.
Bagaimana membuktikan pembocoran
Membuktikan pembocoran rahasia memang sulit. Beberapa upaya yang membantu:
- Kontrol akses. Siapa yang menerima dokumen dan kapan. Catatan ini menjadi bukti terjadinya pengungkapan.
- Tanda khusus. Dokumen diberi nomor atau watermark yang berbeda untuk tiap penerima.
- Jejak elektronik. Surel dan catatan sistem. Bukti elektronik dapat sah bila diperoleh dengan benar. Lihat pembuktian bukti elektronik: chat dan rekaman.
- Perbandingan. Bandingkan produk atau dokumen pihak lain dengan rancangan Anda, termasuk waktunya.
- Saksi dan ahli. Dalam sengketa teknis, keterangan ahli sering diperlukan.
Perlu diingat, kemiripan saja tidak selalu bukti pembocoran. Ide umum tidak dilindungi. Yang dilindungi adalah informasi spesifik yang dijaga kerahasiaannya.
NDA dan karya kreatif atau gagasan
Banyak pelaku usaha kreatif bertanya, apakah NDA melindungi ide. Jawabannya terbatas. Hukum pada umumnya tidak melindungi ide mentah, tetapi melindungi bentuk pengungkapannya, misalnya karya tertulis, desain, atau kode, serta informasi rahasia yang dijaga. Karena itu, menjelaskan ide secara terlalu umum membuat NDA kurang bermanfaat, sementara menjelaskan secara spesifik tanpa NDA berisiko. Pertimbangkan juga pendaftaran hak kekayaan intelektual untuk karya yang dapat didaftarkan. Lihat hak kekayaan intelektual dan logo usaha.
Menolak atau menegosiasikan NDA
Anda berhak meminta perubahan atas draf NDA. Hal yang lazim dinegosiasikan adalah mengubah NDA sepihak menjadi timbal balik, mempersingkat jangka waktu, menambah pengecualian, dan menurunkan denda. Sampaikan permintaan secara tertulis dan jelaskan alasannya dengan tenang. Pihak yang beritikad baik biasanya terbuka pada perubahan yang masuk akal. Jika pihak lain menolak seluruh perubahan dan Anda ragu, pertimbangkan kembali apakah informasi yang diminta benar-benar harus Anda terima.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menandatangani NDA tanpa membaca definisi dan jangka waktunya.
- Mengirim informasi penting sebelum NDA ditandatangani.
- Mendefinisikan "semua informasi" sebagai rahasia tanpa kecuali.
- Tidak menulis siapa yang boleh mengakses informasi, sehingga bocor ke karyawan atau konsultan.
- Menggunakan NDA untuk menutupi pelanggaran hukum.
- Tidak mencatat informasi apa yang telah dibuka.
- Lupa meminta pengembalian atau penghancuran dokumen setelah kerja sama berakhir.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah NDA harus dibuat di depan notaris? Tidak wajib. NDA yang ditandatangani para pihak sudah mengikat bila memenuhi syarat sah perjanjian. Akta notaris memberi bukti yang lebih kuat tentang tanggal dan isi, tetapi tidak menambah kewajiban rahasia itu sendiri.
Apakah NDA berlaku jika tidak ada meterai? Meterai berkaitan dengan fungsi dokumen sebagai alat bukti di pengadilan, bukan sah atau tidaknya perjanjian. Dokumen yang akan dijadikan bukti sebaiknya bermeterai sesuai ketentuan yang berlaku.
Apakah NDA bisa mencegah saya bekerja di perusahaan pesaing? NDA melarang membuka dan memakai informasi rahasia, bukan melarang bekerja. Larangan bekerja di pesaing diatur dalam klausul non-kompetisi, yang dinilai terpisah dan dapat dipersoalkan bila terlalu luas.
Ringkasan
NDA adalah perjanjian untuk menjaga informasi rahasia, dengan dasar KUH Perdata dan, untuk rahasia dagang, UU Rahasia Dagang. NDA yang baik mendefinisikan informasi dengan jelas, memuat pengecualian wajar, menetapkan jangka waktu, dan mengatur akibat pelanggaran. Pelanggarannya dapat digugat sebagai wanprestasi dan, bila memenuhi syarat, berdasarkan UU Rahasia Dagang. Baca sebelum tanda tangan, catat informasi yang dibuka, dan konsultasikan dengan advokat untuk dokumen bernilai besar.
Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.
- Peraturan perundang-undangan (BPK) — peraturan.bpk.go.id
- Hukumonline — www.hukumonline.com
Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.
Dasar hukum
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata), Pasal 1320 dan Pasal 1338.
- UU No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.
- UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Baca juga
- Syarat Sah Perjanjian Menurut KUH Perdata
- Klausul Denda dan Ganti Rugi Wanprestasi: Batas, Cara Menghitung, dan Peran Hakim
- Karyawan Membawa Data Pelanggan Saat Pindah Kerja: Batas Hukumnya
- Magang, PKL, dan Perjanjian Non-Kompetisi: Batas Hukum bagi Peserta dan Perusahaan
Ada masukan atau pendapat lain? Kirim lewat WhatsApp atau telepon 0813-3040-8000.