Hukum Keluarga

Utang Suami atau Istri: Kapan Ditanggung Harta Bersama?

Diperbarui

Isi artikel
    ALUR SINGKATMenyikapi utang pasangan1Pastikan siapa yangberutang dan untuk apa2Kumpulkan dokumenperjanjian utang3Tentukan utang pribadiatau untuk kepentingankeluarga4Beri tanggapantertulis kepadapenagih5Cari penyelesaian atauajukan perlawanan bilaada sita6Pertimbangkanperjanjian kawin kedepan
    Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.

    Apa persoalannya dan siapa yang terkena

    Utang adalah kewajiban membayar sejumlah uang yang timbul dari perjanjian pinjam-meminjam atau perbuatan lain. Dalam perkawinan, utang dapat dibuat oleh suami, istri, atau keduanya. Persoalan muncul ketika satu pihak berutang tanpa pasangan mengetahui. Pihak yang bisa terkena: pasangan yang tidak berutang, kreditur seperti bank, koperasi, perorangan, atau penyedia pinjaman daring, serta ahli waris bila yang berutang meninggal. Untuk utang peninggalan, baca menolak warisan dan utang pewaris.

    Aturan dalam bahasa sehari-hari

    Ada dua pintu masuk.

    Pertama, hukum perkawinan. UU No. 1 Tahun 1974 menyatakan harta bersama diperoleh selama perkawinan, dan harta bawaan tetap di bawah penguasaan masing-masing. Kompilasi Hukum Islam (KHI) memberi aturan lebih konkret mengenai utang. Intinya:

    • Pertanggungjawaban terhadap utang suami atau istri dibebankan pada hartanya masing-masing.
    • Pertanggungjawaban terhadap utang yang dilakukan untuk kepentingan keluarga dibebankan kepada harta bersama.
    • Bila harta bersama tidak mencukupi, utang untuk kepentingan keluarga dibebankan kepada harta suami.
    • Bila harta suami tidak ada, dibebankan kepada harta istri.

    Ketentuan itu ada pada Pasal 93 KHI. Periksa teks resmi untuk redaksi lengkap.

    Kedua, hukum perdata umum. KUH Perdata menyatakan seluruh harta debitur (orang yang berutang), baik yang sekarang maupun nanti, menjadi jaminan bagi seluruh utangnya. Tanpa perjanjian kawin, harta bersama dapat dilihat kreditur sebagai bagian dari harta yang menjamin. Karena itu kreditur sering meminta persetujuan pasangan ketika memberi pinjaman besar. Persetujuan itu menjadi bukti bahwa utang dibuat untuk kepentingan keluarga.

    Perbedaan penting ada pada tujuan utang:

    • Utang untuk kepentingan keluarga: biaya rumah tangga, pendidikan anak, pengobatan, cicilan rumah, atau modal usaha keluarga. Ditanggung harta bersama.
    • Utang pribadi: judi, pinjaman untuk kepentingan pribadi yang tidak diketahui pasangan, atau menjamin utang orang lain tanpa persetujuan. Ditanggung harta pribadi pengutang terlebih dahulu.

    Pembuktian tujuan utang sering menjadi inti sengketa. Siapa yang menyatakan utang itu untuk keluarga atau bukan keluarga harus membuktikannya.

    Koin emas di atas meja kayu cokelat
    Foto oleh Matthew Lancaster di Unsplash

    Pinjaman daring dan utang tersembunyi

    Pinjaman daring (pinjol) menambah masalah baru. Pinjaman dapat dibuat lewat ponsel dalam hitungan menit tanpa tanda tangan pasangan. Penagihan yang dilakukan dengan ancaman atau penyebaran data pribadi dilarang. Pihak yang menyalurkan pinjaman daring yang berizin diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sedangkan yang tidak berizin tidak sah beroperasi. Bila Anda didatangi penagih dengan ancaman, simpan buktinya dan laporkan ke OJK atau kepolisian. Pembahasan lebih lanjut ada pada ancaman debt collector pinjol: langkah lapor dan bukti.

    Untuk utang daring yang dibuat pasangan secara sepihak, pertanyaan intinya tetap: untuk apa uangnya? Bila dipakai kebutuhan keluarga, kreditur dapat mengarah ke harta bersama. Bila dipakai kebutuhan pribadi pengutang, kreditur seharusnya mengarah ke harta pribadinya.

    Langkah praktis

    1. Minta salinan perjanjian. Mintalah perjanjian utang dan rincian dana. Anda berhak mengetahui isinya bila akan dibebani.
    2. Cari tahu penggunaan dana. Tanyakan kepada pasangan dan periksa rekening. Kumpulkan bukti bahwa dana dipakai untuk keluarga atau untuk keperluan pribadi.
    3. Periksa apakah Anda menandatangani. Persetujuan tertulis Anda dapat membuat Anda ikut terikat sebagai penjamin atau pihak.
    4. Tanggapi tertulis. Kirim surat kepada kreditur yang menjelaskan bahwa Anda tidak mengetahui utang itu dan minta rincian. Jangan hanya berdebat lisan.
    5. Bicarakan penyelesaian. Restrukturisasi atau penjadwalan ulang dapat dibicarakan, terutama dengan bank dan koperasi.
    6. Lindungi harta pribadi. Pisahkan harta bawaan dan warisan dari harta bersama dengan bukti. Lihat warisan dan hibah sebagai harta bawaan.
    7. Hadapi sita dengan prosedur. Jika kreditur memperoleh putusan dan hendak menyita harta bersama, Anda dapat mengajukan perlawanan sesuai hukum acara. Lihat sita eksekusi barang milik pihak ketiga.
    8. Konsultasi bila nilai besar. Utang besar dan sengketa jaminan perlu bantuan penasihat hukum.

    Tabel: jenis utang dan penanggungnya

    Jenis utangContohLazimnya ditanggung
    Kepentingan keluargaBiaya rumah sakit anak, KPRHarta bersama
    PribadiTaruhan, kebutuhan pribadiHarta pribadi pengutang
    Dibuat bersamaKedua menandatanganiKeduanya, harta bersama
    Menjamin utang orang lainJaminan tanpa persetujuan pasanganRentan dipersoalkan
    Sebelum menikahUtang bawaanHarta pribadi pengutang

    Perubahan aturan yang perlu Anda ketahui

    Aturan tentang tanggung jawab utang dalam perkawinan relatif stabil. Yang berubah adalah dunia pembiayaan. Pinjaman daring berkembang pesat dan OJK memperkuat pengaturannya, sehingga pemberi pinjaman berizin kini diwajibkan menjalankan penagihan secara etis dan menjaga data pribadi. Selain itu, perjanjian kawin semakin umum dipakai untuk memisahkan tanggung jawab utang. Lihat perjanjian kawin setelah menikah. Pihak yang ingin mengetahui kewajiban terkini sebaiknya memeriksa ketentuan OJK dan teks undang-undang yang berlaku.

    Kesalahan umum

    KesalahanAkibatCara menghindari
    Menandatangani persetujuan tanpa membacaIkut menanggungBaca dan minta salinan
    Menyembunyikan utang dari pasanganKonflik dan sengketaTerbuka tentang utang
    Mengabaikan surat peringatanPerkara berlanjutTanggapi tertulis
    Menganggap semua utang pasangan otomatis utang bersamaSalah bayarPeriksa tujuan dan dokumen
    Mengakui utang lisan di bawah tekananJadi buktiMinta waktu dan konsultasi

    Contoh kasus fiktif

    Contoh: Pak Wahyu meminjam uang dari seorang kenalan dengan jaminan sertifikat rumah yang dibeli bersama istrinya, Bu Mira. Bu Mira tidak tahu dan tidak menandatangani apa pun. Pak Wahyu memakai uang itu untuk bermain judi. Ketika gagal bayar, kreditur menagih dan hendak menyita rumah. Bu Mira membuktikan bahwa ia tidak menyetujui dan bahwa dana tidak dipakai untuk keluarga, antara lain dengan mutasi rekening dan keterangan saksi. Ia mengajukan perlawanan. Hakim menilai hubungan utang itu bersifat pribadi bagi Pak Wahyu, dan mempertimbangkan perlindungan bagian Bu Mira. Cerita ini fiktif dan hasil nyata bergantung pada bukti.

    Peringatan

    Jangan menandatangani dokumen utang, penjamin, atau persetujuan sebagai "formalitas". Tanda tangan Anda dapat mengikat harta bersama dan harta pribadi Anda.

    Tips

    Simpan bukti bahwa Anda tidak mengetahui utang: tidak ada tanda tangan, tidak ada dana masuk ke rekening keluarga, dan tidak ada manfaat bagi rumah tangga. Bukti negatif seperti ini sering menentukan.

    Utang dan perceraian

    Saat bercerai, utang diperhitungkan bersama aset. Pembagian harta bersama dilakukan setelah utang bersama dilunasi atau diperhitungkan. Utang pribadi tidak dibebankan kepada pasangan. Karena itu, daftar harta sebaiknya disertai daftar utang. Baca pembagian harta bersama setelah cerai. Putusan cerai tidak mengikat kreditur yang bukan pihak dalam perkara. Kreditur tetap dapat menagih sesuai perjanjian aslinya, sehingga persetujuan kreditur diperlukan bila pasangan ingin memindahkan beban utang dari satu pihak kepada pihak lain.

    Peran persetujuan pasangan pada pinjaman bank

    Bank dan lembaga pembiayaan umumnya meminta persetujuan pasangan bila debitur sudah menikah dan jaminan berupa harta bersama. Persetujuan itu biasanya berupa tanda tangan di perjanjian kredit atau surat persetujuan terpisah. Alasannya bukan sekadar formalitas. Persetujuan membuktikan bahwa pasangan mengetahui utang dan mengizinkan harta bersama dijadikan jaminan. Bila Anda diminta menandatangani, bacalah apa yang Anda setujui. Ada tiga kemungkinan peran Anda. Anda dapat menjadi sekadar pihak yang menyetujui jaminan, penjamin pribadi yang ikut bertanggung jawab atas utang, atau debitur bersama. Akibat hukumnya berbeda. Sebagai penjamin pribadi, harta pribadi Anda pun dapat ditagih.

    Jika Anda tidak diminta persetujuan padahal jaminannya harta bersama, itu patut dipertanyakan. Bank yang mengabaikan persetujuan pasangan menghadapi risiko bahwa pengikatan jaminannya digugat. Untuk jaminan tanah, pengikatannya dilakukan dengan hak tanggungan yang dibuat di hadapan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) dan didaftarkan di kantor pertanahan. Bila Anda merasa jaminan dibebankan tanpa persetujuan Anda, simpan bukti dan segera konsultasikan.

    Utang yang timbul dari usaha salah satu pasangan

    Usaha adalah sumber utang yang paling sering. Suami membuka bengkel dengan modal pinjaman, atau istri berjualan dengan pinjaman koperasi. Jika usaha itu menopang keluarga, kreditur dapat berargumen bahwa utangnya untuk kepentingan keluarga, sehingga harta bersama ikut menjamin. Pasangan sebaiknya mencatat hubungan antara utang dan hasil usaha: apakah keuntungan masuk rekening keluarga, apakah keluarga hidup dari usaha tersebut. Bila usaha berbentuk badan hukum seperti perseroan terbatas, tanggung jawab pemilik pada dasarnya terbatas pada modal yang disetor, kecuali ada penjaminan pribadi atau pelanggaran tertentu. Lihat direksi bertanggung jawab pribadi: kapan harta pribadi bisa disita.

    Karena itu pisahkan keuangan usaha dari keuangan keluarga sedini mungkin, dan simpan dokumen penggunaan dana pinjaman.

    Bukti bahwa utang untuk kepentingan keluarga

    Karena tujuan utang menentukan penanggung, pembuktian tujuan penting. Bukti bahwa utang untuk keluarga dapat berupa kuitansi pembayaran sekolah anak, tagihan rumah sakit, bukti pelunasan cicilan rumah, atau nota pembelian bahan usaha keluarga. Bukti sebaliknya, yaitu utang pribadi, dapat berupa penggunaan dana untuk kepentingan yang tidak diketahui keluarga, misalnya transfer ke pihak lain yang tidak terkait. Mutasi rekening menjadi sumber bukti utama. Karena itu pasangan sebaiknya menyimpan salinan mutasi secara berkala.

    Utang yang timbul dari perbuatan melawan hukum

    Berbeda dari utang perjanjian, ada kewajiban ganti rugi yang timbul dari perbuatan melawan hukum, misalnya menimbulkan kecelakaan atau kerugian. Kewajiban itu melekat pada pelaku. Pasangan tidak otomatis menanggungnya, tetapi harta bersama dapat menjadi sasaran penagihan karena harta pelaku sebagian berada dalam harta bersama. Dalam sengketa semacam ini, pembuktian pembagian harta penting. Konsultasikan dengan penasihat hukum bila nilainya besar.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apakah saya wajib membayar utang pasangan? Tidak otomatis. Bergantung pada tujuan utang, persetujuan Anda, dan ada atau tidaknya perjanjian kawin.

    Bisakah rumah yang atas nama saya disita karena utang suami? Jika rumah harta bawaan Anda, risikonya kecil. Jika harta bersama, kreditur dapat mengincarnya, dan Anda dapat membela diri dengan membuktikan bahwa utang bersifat pribadi.

    Bagaimana kalau utang dibuat sebelum menikah? Itu utang pribadi pengutang. Kreditur lebih berhak atas harta pribadinya.

    Apakah pinjol ilegal wajib dibayar? Pertanyaan ini kompleks. Pinjaman dari pihak tidak berizin dapat dilaporkan. Jangan membayar di bawah ancaman, dan hubungi OJK serta konsultasikan hukum.

    Ringkasan

    • Utang untuk kepentingan keluarga ditanggung harta bersama; utang pribadi ditanggung harta pribadi.
    • Tujuan utang dan persetujuan pasangan menjadi inti pembuktian.
    • Tanggapi penagihan secara tertulis dan jangan menandatangani tanpa membaca.
    • Pisahkan harta bawaan dengan bukti.
    • Perjanjian kawin dapat memisahkan tanggung jawab utang.
    • Periksa teks resmi KHI, ketentuan OJK, dan aturan terbaru.
    📌 Catatan

    Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.

    Dasar hukum

    • UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan
    • Instruksi Presiden No. 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam

    Baca juga

    WhatsApp