Bisnis, UMKM & Start-Up

Mendirikan PT Perorangan Tanpa Notaris: Surat Pernyataan dan Langkah di AHU Online

Diperbarui

Isi artikel
    ALUR SINGKATPendirian PT perorangan1Pastikan memenuhisyarat pendiri2Siapkan data dan namaperseroan3Isi pernyataanpendirian di AHUOnline4Tandatangani secaraelektronik5Terima sertifikatpendaftaran6Urus NIB, rekening,dan izin
    Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.

    Apa itu PT perorangan dan siapa yang bisa mendirikannya

    PT perorangan adalah perseroan terbatas yang didirikan oleh satu orang untuk usaha mikro dan kecil. Ia tetap badan hukum, artinya harta pribadi pemilik terpisah dari harta PT dan tanggung jawab pemilik pada prinsipnya terbatas pada saham yang dimiliki. Perbedaannya dengan PT biasa: pendiriannya tidak memerlukan akta notaris, tetapi surat pernyataan pendirian yang didaftarkan secara elektronik kepada Menteri Hukum.

    Dasar hukumnya adalah Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT) sebagaimana diubah oleh Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 (UU Cipta Kerja), serta Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2021 yang mengatur modal dasar serta pendaftaran pendirian, perubahan, dan pembubaran perseroan yang memenuhi kriteria untuk usaha mikro dan kecil.

    Siapa yang dapat mendirikan? Secara ringkas:

    • orang perseorangan warga negara Indonesia;
    • berumur paling sedikit 17 tahun dan cakap melakukan perbuatan hukum;
    • mendirikan PT yang kegiatan usahanya memenuhi kriteria usaha mikro dan kecil.

    Karena detail batasan, misalnya jumlah PT yang boleh dimiliki satu orang atau pembatasan lain, dapat diatur lebih lanjut dalam peraturan, periksa teks resmi PP 8/2021 dan peraturan pelaksananya sebelum memutuskan. Untuk perbandingan dengan bentuk usaha lain, lihat memilih bentuk usaha CV, PT, atau perorangan untuk pemula dan PT perorangan untuk UMKM. Kisah penerapan ada pada studi kasus pendirian PT perorangan UMKM.

    Aturan yang berlaku dalam bahasa sehari-hari

    Beberapa ciri pendirian PT perorangan menurut aturan:

    • Surat pernyataan pendirian, bukan akta notaris. Surat ini dibuat dalam bahasa Indonesia dan memuat data pendiri, nama dan tempat kedudukan, maksud dan tujuan, kegiatan usaha, modal dasar, serta modal ditempatkan dan disetor.
    • Pendaftaran elektronik. Surat pernyataan diisi dan didaftarkan melalui sistem AHU (Administrasi Hukum Umum) Online Kementerian Hukum. Bukti yang diperoleh berupa sertifikat pendaftaran dalam bentuk elektronik. Pendirian PT perorangan dinyatakan sah sejak diterbitkannya bukti pendaftaran itu. Periksa teks resmi untuk redaksi persisnya.
    • Modal. Modal dasar ditentukan berdasarkan keputusan pendiri. Hal ini sejalan dengan perubahan UU PT yang tidak lagi menetapkan batas minimum yang kaku. Lihat modal dasar dan modal disetor PT.
    • Satu pemegang saham. Pendiri sekaligus pemegang saham. Struktur organ lebih sederhana: pendiri biasanya merangkap direksi.
    • Pernyataan dan tanggung jawab. Pendiri menyatakan bahwa data benar dan bertanggung jawab atas kebenarannya. Pernyataan palsu dapat berakibat hukum.
    • Pendaftaran tidak sama dengan izin usaha. Setelah PT berdiri, masih perlu NIB dan izin sektor bila diwajibkan.

    Karena tidak ada notaris yang memeriksa dan memberi nasihat, tanggung jawab memahami akibat hukum berada pada pendiri sendiri. Itu sebabnya banyak orang tetap berkonsultasi dengan notaris atau advokat, walau tidak diwajibkan.

    Laptop dan ponsel di meja kayu untuk pengurusan usaha secara daring
    Foto oleh Clay Banks di Unsplash

    Perubahan aturan yang perlu Anda ketahui

    Dulu, UU PT mensyaratkan PT didirikan minimal dua orang dengan akta notaris dan modal dasar minimum. Sekarang, melalui UU Cipta Kerja, ada jalur khusus bagi usaha mikro dan kecil: satu pendiri, surat pernyataan pendirian, dan modal dasar sesuai keputusan pendiri. Dampaknya: biaya awal turun, proses lebih cepat, dan usaha kecil memperoleh status badan hukum yang membantu memisahkan harta pribadi dan harta usaha.

    Namun beberapa konsekuensi sering luput:

    • Bila pemegang saham bertambah atau kriteria usaha terlewati, PT wajib berubah menjadi PT biasa. Lihat PT perorangan bubar dan berubah menjadi PT biasa.
    • Ketentuan teknis di AHU Online, termasuk formulir, penggunaan tanda tangan dan sertifikat elektronik, dapat diperbarui. Periksa pengumuman terbaru.
    • Kerangka perizinan berusaha berbasis risiko berubah setelah PP 5/2021 dicabut oleh PP 28/2025. Dampaknya terasa pada NIB dan izin sektor, sehingga setelah berdiri, periksa kembali persyaratan terbaru. Lihat tingkat risiko usaha rendah, menengah, tinggi di OSS.

    Langkah praktis mendirikan PT perorangan

    1. Pastikan syarat. Anda WNI, minimal 17 tahun, cakap hukum, dan usaha termasuk mikro atau kecil.
    2. Tentukan nama dan bidang usaha. Nama perseroan harus memenuhi ketentuan nama PT dan belum dipakai pihak lain. Pilih kode bidang usaha (KBLI, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang sesuai kegiatan nyata. Lihat memilih kode KBLI di NIB.
    3. Siapkan data. KTP, alamat tempat kedudukan, rencana modal dasar, modal ditempatkan dan disetor, serta uraian kegiatan.
    4. Akses AHU Online dan pilih layanan pendirian perseroan perorangan. Isi formulir pernyataan pendirian dengan teliti.
    5. Tandatangani secara elektronik sesuai tata cara sistem. Periksa cara memperoleh tanda tangan atau sertifikat elektronik yang diminta.
    6. Bayar biaya negara yang berlaku, bila ada, mengikuti ketentuan pemerintah saat Anda mendaftar.
    7. Terima sertifikat pendaftaran. Simpan salinan digital dan cetak.
    8. Daftarkan usaha di sistem perizinan (OSS). Urus NIB berdasarkan data PT. Lihat NIB dan izin usaha UMKM.
    9. Buka rekening atas nama PT dan setorkan modal sesuai pernyataan.
    10. Simpan dokumen. Sertifikat pendaftaran, bukti setoran, NIB, dan izin sektor.

    Biaya terdiri atas biaya layanan pemerintah yang berlaku dan, bila memakai bantuan, jasa konsultan. Besarnya dapat berubah, jadi periksa informasi resmi.

    Perbandingan dengan PT biasa dan CV

    HalPT peroranganPT biasaCV
    Jumlah pendiriSatuMinimal duaMinimal dua
    Akta notarisTidakYaYa, umumnya
    Badan hukumYaYaTidak
    Tanggung jawab pemilikTerbatasTerbatasSekutu aktif tidak terbatas
    Cocok untukUsaha mikro dan kecil dengan satu pemilikUsaha dengan beberapa pemilik atau investorUsaha kemitraan sederhana

    Contoh: Seorang penjahit rumahan yang menerima pesanan seragam dari beberapa sekolah ingin memisahkan harta pribadinya dari usaha. Ia membaca bahwa PT perorangan dapat didirikan sendiri tanpa notaris. Ia memastikan usahanya masuk kategori mikro atau kecil, memilih nama PT, menetapkan modal dasar sesuai kemampuan, lalu mengisi pernyataan pendirian di AHU Online. Setelah sertifikat pendaftaran terbit, ia membuat NIB dan membuka rekening atas nama PT. Dua tahun kemudian, sepupunya ingin ikut menanam modal. Ia mengetahui bahwa dengan pemegang saham kedua, PT harus berubah menjadi PT biasa, sehingga ia merencanakan akta perubahan dengan notaris lebih dulu agar usahanya tidak berada dalam posisi tidak sah.

    Peringatan

    Pendirian tanpa notaris tidak berarti tanpa tanggung jawab. Data yang tidak benar, nama yang menyerupai merek pihak lain, atau bidang usaha yang di luar kriteria dapat menimbulkan sengketa. Periksa data sebelum menandatangani.

    Tips

    Pisahkan keuangan sejak hari pertama: rekening PT untuk transaksi usaha, rekening pribadi untuk pengeluaran pribadi. Pemisahan inilah yang menjaga manfaat badan hukum.

    Kesalahan umum

    • Mengira PT perorangan boleh untuk semua skala usaha. Ia hanya untuk usaha mikro dan kecil.
    • Mengira sertifikat pendaftaran sama dengan izin usaha. Izin tetap diurus lewat sistem perizinan.
    • Memakai nama atau alamat sembarangan. Alamat tempat kedudukan harus jelas dan sah.
    • Tidak menyetor modal. Pernyataan modal harus sesuai kenyataan.
    • Mencampur harta pribadi dan harta PT. Dapat membuka jalan untuk menembus tanggung jawab terbatas.
    • Tidak memikirkan masuknya investor atau mitra. Itu memicu kewajiban berubah bentuk.

    Hal yang perlu disiapkan sebelum mengisi pernyataan pendirian

    Kualitas pernyataan pendirian menentukan kelancaran seluruh proses selanjutnya. Siapkan hal-hal berikut agar tidak harus mengulang.

    Nama perseroan. Pilih nama yang unik, tidak menyerupai nama pihak lain, dan sesuai ketentuan penamaan PT. Siapkan beberapa alternatif karena sistem dapat menolak nama yang sudah terpakai. Lihat ganti nama perusahaan PT dan persetujuan nama untuk gambaran aturan nama.

    Tempat kedudukan dan alamat. Gunakan alamat yang jelas. Jika menggunakan rumah tinggal, pastikan tidak bertentangan dengan peraturan lingkungan atau perjanjian sewa.

    Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha. Tulis dengan bahasa yang sesuai KBLI yang akan Anda gunakan di OSS. Kesesuaian memudahkan penerbitan NIB.

    Modal. Tentukan modal dasar, ditempatkan, dan disetor secara realistis. Siapkan bukti setoran. Ingat bahwa kriteria usaha mikro dan kecil juga berkaitan dengan modal usaha, sehingga perhatikan batasnya menurut peraturan yang berlaku.

    Identitas dan tanda tangan elektronik. Pastikan data KTP sesuai dengan data kependudukan. Pelajari persyaratan tanda tangan elektronik yang diminta sistem.

    Surel dan nomor telepon aktif. Notifikasi dan bukti pendaftaran dikirim melalui saluran ini.

    Rencana setelah pendirian. NIB, rekening bank, dan izin sektor. Siapkan dokumen sehingga langkah berikutnya dapat dilakukan segera.

    Seusai pendaftaran, periksa semua isi sertifikat pendaftaran: ejaan nama, alamat, kegiatan, dan modal. Kesalahan kecil lebih mudah diperbaiki segera daripada setelah dipakai untuk kontrak atau pengajuan kredit. Simpan salinan digital di dua tempat dan satu salinan cetak.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apakah PT perorangan perlu NPWP dan NIB? NIB diurus lewat sistem perizinan berusaha untuk menjalankan usaha. Ketentuan administrasi lain mengikuti peraturan yang berlaku dan dapat diperiksa pada sumber resmi.

    Bolehkah orang asing mendirikan PT perorangan? Syarat pendiri adalah warga negara Indonesia. Untuk orang asing, jalur yang tersedia adalah PT penanaman modal. Lihat WNA mendirikan PT dan memiliki saham.

    Apakah bank menerima PT perorangan? Banyak bank menerima badan hukum jenis ini, tetapi syarat dokumen dan kebijakan kredit berbeda-beda. Tanyakan langsung kepada bank.

    Apa bedanya dengan Usaha Dagang (UD)? UD bukan badan hukum, sedangkan PT perorangan adalah badan hukum dengan harta terpisah. Lihat usaha dagang UD dan badan usaha perorangan, izin.

    Ringkasan

    • PT perorangan didirikan satu WNI berusia minimal 17 tahun untuk usaha mikro dan kecil.
    • Pendirian memakai surat pernyataan pendirian yang didaftarkan elektronik di AHU Online, tanpa akta notaris.
    • Modal dasar ditentukan pendiri, tetapi modal harus nyata dan dikelola terpisah dari harta pribadi.
    • Pendaftaran tidak menggantikan NIB dan izin usaha.
    • Jika pemegang saham bertambah atau kriteria terlewati, PT wajib berubah menjadi PT biasa.
    📌 Catatan

    Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.

    Dasar hukum

    Baca juga

    WhatsApp