Hukum Perdata & Litigasi

Panduan Menyusun Memori Kasasi Perkara Perdata: Alasan Kasasi

Diperbarui

Isi artikel
    ALUR SINGKATMengajukan kasasi perdata1Hitung tenggat daripemberitahuan putusanbanding2Nyatakan kasasi dipengadilan negeri3Susun memori kasasiberdasarkan alasankasasi4Serahkan memori danbayar biaya5Tanggapi kontra memoridan tunggu putusan
    Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.

    Apa itu kasasi dan siapa yang membutuhkannya

    Kasasi adalah upaya hukum terhadap putusan pengadilan tingkat banding yang diajukan ke Mahkamah Agung. Kata kasasi berasal dari kata Prancis yang berarti membatalkan. Mahkamah Agung pada tingkat kasasi disebut judex juris, yaitu pengadilan yang menilai soal hukum, berbeda dari pengadilan tingkat pertama dan banding (judex facti) yang menilai fakta dan hukum.

    Kasasi dibutuhkan oleh pihak yang menilai putusan banding keliru dalam menerapkan hukum, melampaui kewenangan, atau melanggar syarat yang diwajibkan. Pemohon disebut pemohon kasasi dan lawan disebut termohon kasasi. Perkara tertentu mempunyai jalur khusus atau pembatasan upaya hukum, sehingga periksa teks resmi sebelum memutuskan. Misalnya gugatan sederhana memiliki aturan sendiri, lihat gugatan sederhana.

    Gambaran umum ada di banding, kasasi, dan peninjauan kembali. Panduan ini melanjutkan dari panduan memori banding.

    Aturan yang berlaku dalam bahasa sehari-hari

    Dasar kasasi ada dalam undang-undang tentang Mahkamah Agung, yaitu UU 14/1985 sebagaimana diubah dengan UU 5/2004 dan UU 3/2009. Menurut ketentuan tersebut, alasan yang dapat diajukan dalam kasasi terbatas pada:

    1. Tidak berwenang atau melampaui batas wewenang.
    2. Salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku.
    3. Lalai memenuhi syarat yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan yang mengancam kelalaian itu dengan batalnya putusan yang bersangkutan.

    Karena alasan ini terbatas, memori kasasi yang sekadar menyatakan "hakim salah menilai bukti" biasanya tidak memadai. Penilaian hasil pembuktian pada prinsipnya adalah wewenang hakim tingkat pertama dan banding, kecuali ada kekeliruan hukum dalam cara menilainya. Periksa teks resmi undang-undang tersebut untuk rumusan yang tepat.

    Aturan penting lainnya:

    • Tenggat. Permohonan kasasi diajukan dalam jangka waktu tertentu sejak putusan banding diberitahukan, dan memori kasasi diserahkan dalam jangka waktu tertentu sesudahnya. Menurut UU Mahkamah Agung (Pasal 46 dan 47 UU 14/1985 beserta perubahannya), tenggatnya empat belas hari untuk permohonan kasasi sejak putusan diberitahukan, dan empat belas hari untuk memori kasasi sejak permohonan dicatat. Tetap periksa teks resmi dan tanyakan kepada kepaniteraan karena kelalaian dapat menggugurkan hak.
    • Permohonan kasasi diajukan melalui panitera pengadilan negeri yang memutus perkara tingkat pertama.
    • Pemohon membayar biaya kasasi dan menerima tanda terima.
    • Pihak lawan dapat menyerahkan kontra memori kasasi.
    • Berkas dikirim ke Mahkamah Agung, yang memutus berdasarkan berkas.
    Gedung tinggi dengan deretan balkon bertingkat
    Foto oleh Diogo Cardoso di Unsplash

    Perbedaan banding dan kasasi

    AspekBandingKasasi
    PengadilanPengadilan tinggiMahkamah Agung
    FokusFakta dan hukumPenerapan hukum
    BuktiPada prinsipnya berkas yang adaTidak menilai ulang bukti
    AlasanBebas, asal ada keberatanTerbatas pada alasan undang-undang
    MemoriSangat dianjurkanPada praktiknya penting dan memuat alasan kasasi
    PembatasanUmumnya terbukaDapat dibatasi untuk perkara tertentu

    Dokumen yang perlu disiapkan

    1. Salinan putusan banding dan putusan tingkat pertama.
    2. Bukti pemberitahuan putusan banding, untuk menghitung tenggat.
    3. Surat kuasa khusus untuk kasasi bila memakai advokat. Kuasa tingkat sebelumnya tidak otomatis berlaku.
    4. Bukti pembayaran biaya kasasi.
    5. Memori kasasi yang ditandatangani.
    6. Berita acara dan dokumen lain yang menunjukkan kekeliruan hukum, bila perlu dirujuk.

    Langkah praktis mengajukan kasasi

    1. Segera setelah menerima pemberitahuan putusan banding, catat tanggal dan hitung tenggat. Tanyakan kepada kepaniteraan batas terakhir yang berlaku.
    2. Pelajari putusan banding dan putusan pertama. Tandai pertimbangan yang menurut Anda keliru secara hukum, bukan sekadar tidak menguntungkan.
    3. Cocokkan setiap keberatan dengan salah satu dari tiga alasan kasasi. Jika tidak cocok, pertimbangkan apakah keberatan tersebut layak diajukan.
    4. Nyatakan kasasi di kepaniteraan pengadilan negeri atau melalui layanan elektronik yang tersedia, lalu bayar biaya yang ditetapkan.
    5. Susun memori kasasi dengan struktur jelas (lihat di bawah). Memori disusun fokus pada kesalahan penerapan hukum.
    6. Serahkan memori dalam tenggat yang berlaku dan minta tanda terima.
    7. Pihak lawan akan diberi salinan dan dapat menjawab dengan kontra memori. Pelajari dan tanggapi bila ada kesempatan.
    8. Berkas dikirim ke Mahkamah Agung. Pantau melalui sistem informasi perkara.
    9. Bila putusan kasasi sudah berkekuatan hukum tetap, pertimbangkan eksekusi atau, dalam keadaan sangat terbatas, peninjauan kembali. Lihat panduan eksekusi putusan perdata.

    Struktur memori kasasi

    Bagian awal memuat identitas dan ringkasan perkara singkat. Bagian inti memuat keberatan, masing-masing diberi judul yang menyebut alasan kasasi yang dipakai. Uraikan: bagian putusan yang dikeberatkan, ketentuan hukum yang diyakini dilanggar, dan penjelasan mengapa penerapan itu keliru. Tutup dengan petitum: membatalkan putusan banding, mengadili sendiri atau memerintahkan pemeriksaan ulang, dan membebankan biaya kepada termohon kasasi.

    Gunakan bahasa lugas dan kalimat pendek. Hindari mengulang seluruh gugatan. Sebut hanya bagian yang diperlukan untuk memahami kekeliruan hukum. Istilah judex facti berarti pengadilan yang menilai fakta, sementara judex juris menilai penerapan hukum. Pemahaman ini membantu menjaga fokus.

    Perubahan aturan yang perlu Anda ketahui

    Dasar kasasi dalam undang-undang Mahkamah Agung relatif stabil. Perkembangan yang perlu diperhatikan adalah penataan perkara di Mahkamah Agung, penggunaan sistem elektronik untuk administrasi, serta pedoman Mahkamah Agung mengenai kriteria perkara kasasi dan pembatasan upaya hukum pada perkara tertentu. Rumusan terbaru dapat berubah melalui peraturan atau surat edaran, sehingga periksa teks resmi dan situs Mahkamah Agung. Tanyakan pula kepada kepaniteraan mengenai tata cara unggah memori secara elektronik.

    Kesalahan umum

    KesalahanAkibatCara menghindari
    Memori hanya mengulang perkaraDianggap tidak memenuhi alasan kasasiFokus pada kekeliruan hukum
    Menyoal penilaian bukti semataDinilai di luar wewenang kasasiTunjukkan kekeliruan hukum dalam cara menilai
    Terlambat menyerahkan memoriKasasi dapat dinyatakan tidak diterimaCatat tenggat
    Tidak menunjuk ketentuan yang dilanggarKeberatan tidak jelasSebut ketentuan yang diyakini
    Tidak membayar biayaBerkas tidak diprosesBayar dan simpan tanda terima
    Memakai surat kuasa lamaKuasa dipersoalkanBuat surat kuasa kasasi

    Contoh: Pengadilan tinggi memutus perkara tanah dengan pertimbangan bahwa gugatan kurang pihak, padahal pihak yang dimaksud tidak pernah disebut dalam perkara. Pemohon kasasi menyusun memori yang menunjukkan bahwa pertimbangan itu merupakan kekeliruan penerapan hukum acara dan merugikan hak pemohon. Ia menutup dengan permintaan agar putusan banding dibatalkan.

    Contoh lain: Pemohon kasasi menulis lima puluh halaman yang mengulang kronologi, tetapi tidak menyebut satu pun alasan kasasi. Permohonan itu mudah dinilai tidak memenuhi syarat. Pelajaran: bukan panjang yang menentukan, tetapi ketepatan alasan.

    Peringatan

    Jangan mengajukan kasasi hanya untuk menunda pelaksanaan putusan. Selain membuang biaya dan waktu, hal itu dapat berdampak pada penilaian perkara. Pertimbangkan secara jujur apakah ada kekeliruan hukum yang nyata.

    Tips

    Sebelum menulis memori, buat tabel: bagian putusan yang dikeberatkan, alasan kasasi yang dipakai, dan ketentuan hukum yang dilanggar. Jika satu baris tabel tidak dapat diisi, keberatan itu belum siap dipakai.

    Peninjauan kembali sebagai upaya luar biasa

    Kasasi adalah upaya hukum biasa. Setelah putusan berkekuatan hukum tetap, ada upaya luar biasa bernama peninjauan kembali dengan alasan yang sangat terbatas, misalnya ditemukannya bukti baru yang menentukan atau adanya kekhilafan hakim yang nyata. Upaya ini tidak menunda pelaksanaan putusan secara otomatis. Syarat dan tenggatnya diatur khusus, sehingga periksa teks resmi dan konsultasikan sebelum memutuskan. Gambaran ringkasnya tersedia di banding, kasasi, dan peninjauan kembali.

    Contoh rumusan satu keberatan kasasi

    Satu keberatan yang baik dapat ditulis dengan pola berikut. Judul: "Judex facti salah menerapkan hukum." Isi: pertama, kutipan singkat pertimbangan putusan banding pada halaman tertentu yang menyatakan sesuatu. Kedua, penjelasan ketentuan hukum yang menurut pemohon seharusnya diterapkan, disertai bunyi pokoknya bila diyakini. Ketiga, uraian mengapa pertimbangan itu bertentangan dengan ketentuan tersebut. Keempat, akibatnya bagi putusan: bagian amar yang seharusnya berbeda.

    Dengan pola ini, hakim agung dapat langsung memahami letak masalah tanpa membaca seluruh berkas dari awal. Hindari kalimat emosional seperti "putusan ini sangat tidak adil." Ketidakadilan yang dirasakan harus diterjemahkan menjadi kekeliruan hukum yang spesifik.

    Soal biaya dan kuasa

    Biaya kasasi ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku dan diumumkan pengadilan; tanyakan rinciannya kepada kepaniteraan dan minta tanda terima. Bagi pihak yang tidak mampu, ada mekanisme berperkara secara cuma-cuma (prodeo) yang syaratnya perlu dicek. Jika memakai advokat, pastikan surat kuasa memuat kewenangan untuk kasasi secara tegas, serta tanyakan apakah perlu pembaruan. Kuasa yang tidak sah dapat dipersoalkan dan membahayakan permohonan.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apakah semua perkara dapat dikasasi? Tidak. Ada perkara yang upaya hukumnya dibatasi atau diatur khusus. Periksa ketentuan untuk jenis perkara Anda.

    Bolehkah menambah bukti baru di kasasi? Pada prinsipnya tidak. Kasasi tidak menilai ulang fakta. Bukti baru dipertimbangkan di jalur lain, seperti peninjauan kembali, dengan syarat ketat.

    Apakah kasasi menunda eksekusi? Pada umumnya putusan belum berkekuatan hukum tetap selama upaya hukum biasa berjalan, tetapi ada keadaan khusus. Periksa teks resmi dan konsultasikan.

    Berapa lama kasasi berlangsung? Tidak dapat dipastikan. Lamanya bergantung pada beban perkara dan kompleksitas. Hindari janji dari pihak mana pun.

    Ringkasan

    • Kasasi menilai penerapan hukum, bukan mengulang pemeriksaan fakta.
    • Alasan kasasi terbatas: tidak berwenang atau melampaui wewenang, salah menerapkan hukum, dan lalai memenuhi syarat yang diancam batal.
    • Ikuti tenggat permohonan dan memori; periksa teks resmi dan kepaniteraan.
    • Susun memori per keberatan, kaitkan dengan alasan kasasi, dan sebut ketentuan yang dilanggar.
    • Siapkan surat kuasa khusus kasasi bila memakai advokat.
    • Hasil tidak dapat dijanjikan.
    📌 Catatan

    Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.

    Dasar hukum

    Baca juga

    WhatsApp