Beranda · Direktori · Hukum Keluarga

Hukum Keluarga

Hak asuh: pertanyaan yang diajukan, bukan tebakan pemenang

✏️ Diperbarui 10 Oktober 2026 · Tim Redaksi InfoHukum

Hak asuh sering dibicarakan seperti lomba. Pemeriksaan yang biasa dilihat adalah kepentingan anak, bukan siapa yang lebih marah.

ARTIKELHak asuh: pertanyaan yang diajukan,bukan tebakan pemenang
Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.
Catatan edukatif, Oktober 2026. Bukan nasihat untuk berkas, angka, atau nama pihak tertentu. Peraturan dan tenggat dibaca dari teks resmi dan dari surat yang Anda pegang.

Yang dinilai adalah kepentingan anak

Dalam perkara hak asuh, pertanyaan utamanya adalah apa yang terbaik bagi anak. UU Perlindungan Anak menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai salah satu asas. Hakim biasanya melihat kedekatan anak dengan masing-masing orang tua, kondisi tempat tinggal, sekolah, kesehatan, serta kemampuan mengasuh sehari-hari.

Contoh: Seorang anak berusia sembilan tahun sudah bersekolah dekat rumah ibunya sejak kelas satu, dan ibunya menyiapkan jadwal antar-jemput. Ayahnya tinggal di kota lain dengan jadwal kerja yang padat. Hakim dapat menimbang kestabilan lingkungan anak, bukan hanya siapa yang lebih lama bersama anak.

Anak yang masih kecil

Kompilasi Hukum Islam mengatur bahwa pemeliharaan anak yang belum berumur 12 tahun menjadi hak ibunya (Pasal 105 huruf a). Ketentuan ini bukan jaminan mutlak. Jika ada alasan kuat bahwa ibu tidak layak atau tidak mampu mengasuh, hakim dapat mempertimbangkan hal lain. Dalam praktik, kondisi nyata anak tetap menjadi pusat penilaian.

Bukan soal siapa pemenang

Hak asuh sering dibayangkan seperti lomba. Padahal, pihak yang paling keras bicara belum tentu lebih siap merawat anak. Hakim juga tidak menilai kesalahan rumah tangga semata. Yang lebih berguna adalah menunjukkan rutinitas anak, komitmen pengasuhan, dan kesediaan bekerja sama dengan mantan pasangan.

Yang bisa disiapkan

Bagi yang tidak mendapat hak asuh

Pihak yang tidak mendapat hak asuh tetap memiliki kewajiban dan hubungan dengan anak. UU Perkawinan mengatur akibat perceraian terhadap anak, termasuk peran pengadilan dalam memutuskan pemeliharaan anak (Pasal 41). Akses bertemu anak biasanya dituangkan dalam putusan atau kesepakatan. Ikuti ketentuan itu dengan baik, dan jangan memakai anak sebagai alat.

Hak asuh: pertanyaan yang diajukan, bukan tebakan pemenang
Photo by Hu Chen on Unsplash

Peran pendapat anak

Pendapat anak dapat diperhatikan sesuai usia dan kematangannya, tetapi anak tidak boleh ditempatkan di tengah konflik orang tua. Hindari meminta anak memilih antara ayah dan ibu, atau membawa anak ke dalam pertengkaran.

Contoh: Seorang ibu meminta anaknya membuat pernyataan tentang ayahnya di media sosial. Tindakan seperti ini justru dapat merugikan anak dan melemahkan posisi orang tua di mata hakim. Lebih baik bantu anak merasa aman dan tetap dekat dengan kedua orang tuanya.

Jika kondisi berubah setelah putusan

Putusan hak asuh tidak selalu berlaku selamanya. Jika kondisi anak atau kemampuan orang tua berubah secara signifikan, perubahan dapat diajukan melalui pengadilan. Simpan bukti perubahan itu, dan konsultasikan langkahnya sebelum bertindak sendiri.

Peran orang tua yang kooperatif

Orang tua yang bersedia berkomunikasi tentang jadwal sekolah, kesehatan, dan kegiatan anak sering dinilai lebih siap bekerja sama. Kemampuan ini tidak diukur dari seberapa banyak pertengkaran yang terjadi, melainkan dari seberapa konsisten Anda menjaga kebutuhan anak.

Contoh: Dua orang tua sepakat memakai satu buku catatan bersama untuk jadwal sekolah dan obat anak. Catatan itu bisa diperiksa siapa pun yang membutuhkannya, dan membantu mengurangi perselisihan kecil yang sering muncul sehari-hari.

Dasar hukum

Dalam kategori yang sama

Yang sudah tayang lebih lengkap

Ada masukan atau pendapat lain? Kirim lewat WhatsApp atau email [email protected].