Bisnis, UMKM & Start-Up

Contoh Perjanjian Endorsement Influencer dan Cara Mengisinya

Diperbarui

Isi artikel
    ALUR SINGKATMenyusun perjanjian endorsement1Tentukan produk,platform, dan jeniskonten2Tetapkan jadwal,imbalan, dan hak pakaikonten3Atur klaim yang bolehdan tidak bolehdisampaikan4Atur persetujuankonten, revisi, danpembatalan5Tandatangani dansimpan bukti tayang
    Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.

    Apa itu perjanjian endorsement influencer

    Endorsement adalah dukungan atau rekomendasi atas suatu produk oleh seseorang yang dikenal publik. Influencer adalah orang yang memiliki pengikut di media sosial dan mampu memengaruhi keputusan mereka. Merek yang ingin dikenal membayar influencer untuk membuat konten, misalnya video ulasan, foto, atau cerita singkat.

    Tanpa perjanjian, banyak hal rawan menjadi sengketa: berapa kali konten tayang, apakah boleh dihapus, siapa pemilik video, bolehkah merek memakai ulang konten di iklan berbayar, dan bagaimana jika produk ternyata bermasalah. Perjanjian tertulis menjawab semua itu. Pembahasan umum ada di influencer endorse produk dan tanggung jawab hukum serta influencer endorse dan iklan menyesatkan.

    Aturan dalam bahasa sehari-hari

    • Dasarnya hukum perjanjian dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Perjanjian dapat dibuat dan ditandatangani secara elektronik. Lihat syarat sah perjanjian.
    • Promosi tidak boleh menyesatkan. UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen melarang pelaku usaha menawarkan atau mengiklankan barang dan jasa secara tidak benar. Influencer yang menyampaikan klaim palsu bisa ikut dipersoalkan, bersama merek. Lihat diskon palsu dan harga coret.
    • Produk tertentu, seperti obat, kosmetik, dan pangan olahan, berada dalam pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Klaim khasiat harus sesuai izin edar. Periksa ketentuan terkini.
    • Media periklanan juga mengenal pedoman etika periklanan yang bersifat swaatur. Periksa pedoman terbaru bila hendak dipakai.
    • Promosi layanan terlarang, misalnya perjudian daring, melanggar hukum. Influencer yang mempromosikannya dapat berhadapan dengan akibat pidana dan perdata. Periksa teks resmi, termasuk UU ITE yang telah diubah melalui UU No. 1 Tahun 2024 dan KUHP baru yang berlaku sejak 2 Januari 2026.
    • Konten yang memuat foto, musik, atau karya orang lain memerlukan izin. Lihat hak cipta foto dan musik di media sosial.
    • Foto atau video yang menampilkan wajah orang lain memerlukan persetujuan karena menyangkut data pribadi.
    • Platform media sosial memiliki aturan tersendiri, termasuk label kerja sama berbayar. Ikuti aturan platform selain hukum.
    CONTOH SURAT & PERJANJIANPerjanjianendorsementinfluencerInfoHukum.com
    Ilustrasi oleh InfoHukum.com

    Kerangka perjanjian endorsement yang dapat disesuaikan

    Berikut kerangka umum. Tanda [....] harus diganti dengan data Anda.

    • PERJANJIAN ENDORSEMENT Nomor: [....]
    • Pada hari ini, [hari], tanggal [....], bertempat di [kota], yang bertanda tangan di bawah ini:
    • 1. [Nama Merek/Perusahaan], NIB [....], alamat [....], diwakili [Nama Lengkap], jabatan [....], selanjutnya disebut Pihak Pertama (Merek).
    • 2. [Nama Lengkap], NIK [....], akun [....] pada [platform], alamat [....], selanjutnya disebut Pihak Kedua (Influencer). [Bila influencer diwakili agensi, cantumkan agensi.]
    • Pasal 1 Lingkup. Influencer membuat dan menayangkan konten promosi untuk produk [....] dengan rincian: [jumlah, jenis, platform, durasi konten] sebagaimana Lampiran.
    • Pasal 2 Jadwal tayang. Konten tayang pada [tanggal/periode]. Konten tetap tayang minimal [....] hari dan tidak dihapus tanpa persetujuan.
    • Pasal 3 Persetujuan konten. Influencer mengirim rancangan konten [....] hari sebelum tayang. Merek memberi persetujuan atau masukan dalam [....] hari. Revisi maksimal [....] kali.
    • Pasal 4 Imbalan. Imbalan Rp [....] dan/atau produk senilai [....], dibayar [uang muka ....%, sisanya setelah tayang] paling lambat [....] hari setelah faktur.
    • Pasal 5 Klaim produk. Influencer hanya menyampaikan klaim yang disediakan dan dapat dibuktikan oleh Merek. Merek menjamin produk memiliki izin yang diperlukan dan klaimnya benar. Influencer tidak membuat klaim kesehatan, khasiat, atau hasil yang tidak didukung.
    • Pasal 6 Keterbukaan. Konten diberi tanda yang jelas bahwa merupakan kerja sama berbayar atau iklan, sesuai aturan platform.
    • Pasal 7 Pengalaman nyata. Bila konten berupa ulasan, Influencer menyampaikan pengalaman yang sebenarnya. Influencer berhak menolak mempromosikan produk yang tidak ia pakai atau yang menurutnya tidak aman.
    • Pasal 8 Hak atas konten. Hak cipta atas konten [tetap pada Influencer, Merek mendapat lisensi memakai di .... selama ....] / [dialihkan kepada Merek]. Penggunaan sebagai iklan berbayar memerlukan [persetujuan dan biaya tambahan].
    • Pasal 9 Materi pihak ketiga. Influencer tidak memakai musik, foto, atau merek pihak ketiga tanpa izin. Merek menyediakan aset resmi yang dibolehkan.
    • Pasal 10 Larangan. Influencer tidak mempromosikan produk pesaing langsung selama [....] hari sebelum dan sesudah tayang [bila diperlukan, dan dengan batas yang wajar].
    • Pasal 11 Nama baik. Para pihak tidak membuat pernyataan yang merugikan nama baik pihak lain di ruang publik terkait kerja sama ini.
    • Pasal 12 Kinerja. [Tidak ada jaminan jumlah penjualan / Target jangkauan ....]. Metrik yang dilaporkan: [....].
    • Pasal 13 Pembatalan. Bila Merek membatalkan setelah konten dibuat, imbalan [dibayar penuh/sebagian]. Bila Influencer tidak menayangkan tanpa alasan sah, ia mengembalikan imbalan yang sudah diterima.
    • Pasal 14 Keadaan memaksa. Keterlambatan karena keadaan di luar kendali tidak dianggap pelanggaran.
    • Pasal 15 Penyelesaian perselisihan. Musyawarah; bila gagal, [mediasi/arbitrase/pengadilan negeri ....].
    • Pasal 16 Penutup. Dibuat rangkap dua bermeterai cukup atau dalam bentuk elektronik dengan tanda tangan yang sah.
    • Pihak Pertama: [meterai] [tanda tangan] [nama]. Pihak Kedua: [tanda tangan] [nama].

    Penjelasan tiap pasal

    Lingkup. Sebut platform, jumlah konten, format, dan durasi. "Satu video 30 detik dan tiga cerita 24 jam" jauh lebih jelas daripada "promosi produk".

    Jadwal dan masa tayang. Konten yang dihapus terlalu cepat merugikan merek. Sebaliknya, influencer perlu batas tayang yang wajar.

    Persetujuan konten. Alur persetujuan mencegah konten salah. Tetapkan tenggat agar tidak menghambat jadwal tayang.

    Imbalan. Pembayaran uang dan/atau barang harus tertulis. Uang muka melindungi influencer yang sudah mengeluarkan biaya produksi.

    Klaim produk. Inti keamanan hukum. Merek menanggung kebenaran klaim dan izin produk. Influencer wajib tidak mengarang klaim.

    Keterbukaan. Penanda iklan menjaga kejujuran kepada pengikut dan sesuai aturan platform.

    Pengalaman nyata. Hak menolak produk yang tidak aman melindungi kredibilitas dan keselamatan.

    Hak atas konten. Pilih lisensi atau pengalihan. Pemakaian ulang untuk iklan berbayar bernilai ekonomi, sehingga lazim diperjanjikan terpisah.

    Materi pihak ketiga. Musik populer dalam video promosi sering menimbulkan keberatan hak cipta. Gunakan musik berlisensi.

    Larangan promosi pesaing. Eksklusivitas harus dibatasi waktu dan jenis produk agar tidak mengekang berlebihan.

    Nama baik. Mencegah saling serang di media sosial.

    Kinerja. Influencer biasanya tidak menjamin penjualan. Jika ada target jangkauan, tulis metrik dan cara mengukurnya.

    Pembatalan. Atur imbalan bila batal setelah konten dibuat.

    Daftar lampiran yang lazim

    • Brief kreatif: pesan utama, hal yang harus dan tidak boleh disebut.
    • Daftar konten dan jadwal tayang.
    • Data produk, izin edar, dan bukti klaim.
    • Pedoman penggunaan merek dan aset.
    • Identitas dan data akun influencer.
    • Format laporan kinerja.

    Langkah praktis

    1. Pilih influencer yang sesuai. Periksa kecocokan audiens dan rekam jejak.
    2. Siapkan brief dan bukti klaim.
    3. Sepakati lingkup, jadwal, dan imbalan.
    4. Atur hak atas konten dan pemakaian ulang.
    5. Tandatangani sebelum produksi.
    6. Proses persetujuan konten.
    7. Tayang dengan penanda iklan, lalu simpan bukti tayang.
    8. Laporkan kinerja dan selesaikan pembayaran.

    Kesalahan umum

    KesalahanAkibatCara menghindari
    Klaim berlebihan, misalnya khasiatPelanggaran aturan iklan dan pengawasan produkHanya klaim yang terbukti dan berizin
    Tidak memberi tanda iklanMenyesatkan pengikut, melanggar aturan platformBeri label kerja sama
    Hak atas konten tidak diaturSengketa pemakaian ulangTulis lisensi atau pengalihan
    Musik atau foto tanpa izinKonten diturunkan, tuntutanPakai aset berlisensi
    Memuat pernyataan jaminan hasil penjualanHarapan palsuHindari jaminan
    Tidak ada alur persetujuanKonten salah tayangAtur persetujuan dan revisi
    Hanya lewat pesan singkatSulit dibuktikanBuat perjanjian tertulis

    Kapan perlu advokat

    Gunakan advokat bila:

    • nilai kerja sama besar atau eksklusivitas ketat;
    • produk berisiko, seperti kesehatan, kosmetik, makanan, atau keuangan;
    • influencer ditawari mempromosikan layanan yang meragukan, seperti investasi atau permainan berhadiah;
    • ada sengketa pembayaran atau konten dihapus sepihak. Kirim somasi terlebih dahulu, lihat somasi dan wanprestasi;
    • influencer diwakili agensi. Lihat kontrak kerja dengan agensi talenta dan kreator konten;
    • ada dugaan penipuan atau pelanggaran pidana. KUHP baru dan hukum acara pidana baru (UU No. 20 Tahun 2025) berlaku sejak 2 Januari 2026, dan format resmi dokumen perkara mengikuti ketentuan pengadilan dan hukum acara yang berlaku.

    Contoh penerapan

    Contoh: Sebuah merek pakaian bekerja sama dengan seorang kreator konten. Perjanjian menyebut satu video 45 detik dan lima cerita, jadwal tayang, imbalan yang dibayar dua tahap, persetujuan konten dalam tiga hari, dan penanda kerja sama berbayar. Hak cipta video tetap pada kreator, sedangkan merek memperoleh lisensi memakai di akun resminya selama enam bulan. Pemakaian untuk iklan berbayar diperjanjikan terpisah.

    Contoh: Seorang influencer menerima tawaran mempromosikan suplemen dengan naskah yang menyebut produk "menyembuhkan" penyakit tertentu. Perjanjian tidak mengatur klaim dan izin produk. Setelah konten tayang, ada keberatan dari pengikut dan pihak berwenang. Pelajarannya, influencer berhak menolak naskah yang tidak dapat dibuktikan, dan perjanjian perlu mewajibkan merek menjamin kebenaran klaim serta izin produk.

    Peringatan

    Contoh dalam artikel ini harus disesuaikan dengan produk, platform, dan hukum yang berlaku. Jangan menyampaikan klaim yang tidak terbukti, terutama untuk produk kesehatan, dan jangan mempromosikan layanan terlarang. Influencer dan merek dapat sama-sama bertanggung jawab atas iklan yang menyesatkan.

    Tips

    Simpan tangkapan layar tayang, tautan, dan laporan statistik pada tanggal tayang dan sesudahnya. Bukti ini berguna bila terjadi perbedaan pendapat tentang apakah kewajiban sudah dipenuhi.

    Perubahan aturan yang perlu diketahui

    UU ITE telah diubah beberapa kali, terakhir melalui UU No. 1 Tahun 2024, dan KUHP baru berlaku sejak 2 Januari 2026, sehingga rujukan pasal pidana lama perlu diperiksa ulang. Ketentuan pidana di luar KUHP dapat disesuaikan melalui UU No. 1 Tahun 2026. Aturan pelindungan data pribadi (UU No. 27 Tahun 2022) relevan bila konten memuat data atau wajah orang. Aturan perdagangan melalui sistem elektronik dan pengawasan periklanan terus berkembang, sehingga periksa ketentuan terbaru. Aturan inti bahwa iklan tidak boleh menyesatkan relatif stabil.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Siapa yang bertanggung jawab bila iklan menyesatkan, merek atau influencer? Keduanya dapat dipersoalkan, tergantung peran dan fakta. Perjanjian sebaiknya membebankan kebenaran klaim dan izin produk kepada merek, serta melarang influencer membuat klaim sendiri.

    Apakah konten harus diberi tanda iklan? Praktik yang baik dan aturan platform mengharuskan keterbukaan bahwa konten adalah kerja sama berbayar. Periksa aturan platform dan pedoman terbaru.

    Siapa pemilik video endorsement? Tergantung perjanjian. Tanpa pengaturan, umumnya pembuat konten tetap pemegang hak cipta, dan merek hanya memiliki izin terbatas.

    Bolehkah influencer dilarang mempromosikan produk pesaing? Boleh dengan batas yang wajar dalam waktu dan jenis produk. Larangan yang terlalu luas dapat dipersoalkan.

    Ringkasan

    • Perjanjian endorsement mengatur konten, jadwal, imbalan, klaim produk, hak atas konten, dan pembatalan.
    • Merek menjamin kebenaran klaim dan izin produk. Influencer tidak mengarang klaim.
    • Beri tanda jelas bahwa konten adalah kerja sama berbayar.
    • Atur hak cipta, pemakaian ulang, dan musik atau aset pihak ketiga.
    • Gunakan advokat untuk nilai besar, produk berisiko, atau sengketa.
    • Contoh dalam artikel harus disesuaikan dengan fakta dan hukum yang berlaku.
    📌 Catatan

    Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.

    Dasar hukum

    Baca juga

    WhatsApp