Ketenagakerjaan

Pekerja Magang dan Fresh Graduate: Status Hukum dan Upah

Diperbarui

Isi artikel
    ALUR SINGKATMemastikan status magang1Tanyakan jenisprogram: magang ataubekerja2Minta perjanjiantertulis3Cek uang saku,jaminan, dansertifikat4Catat tugas dan jamkerja sehari-hari5Adukan bila sebenarnyahubungan kerja
    Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.
    Kabar terbaru

    DPR mengesahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan pada 6 Oktober 2026. Menurut Kementerian Ketenagakerjaan yang dikutip media, undang-undang itu baru berlaku satu tahun sejak ditetapkan dan diundangkan. Nomor dan naskah resminya belum kami temukan, sehingga uraian di bawah memakai aturan yang berlaku saat ini. Periksa teks resmi dan perkembangan terbaru sebelum bertindak.

    Magang, pelatihan, dan hubungan kerja: tiga hal berbeda

    Tiga istilah ini sering dicampur:

    • Pemagangan adalah bagian dari sistem pelatihan kerja yang memadukan pelatihan di lembaga dengan bekerja langsung di bawah bimbingan, dengan tujuan menguasai keterampilan tertentu. Pemagangan diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan dan peraturan menteri tentang penyelenggaraan pemagangan.
    • Praktik kerja lapangan (PKL) biasanya bagian dari kurikulum siswa SMK atau mahasiswa, dengan pembimbing dari sekolah atau kampus.
    • Hubungan kerja muncul ketika ada tiga unsur: pekerjaan, perintah, dan upah. Bila ketiganya ada, statusnya hubungan kerja, apa pun namanya.

    Hukum melihat kenyataan, bukan label. Seseorang yang disebut "magang", tetapi bekerja penuh waktu seperti karyawan, mengerjakan target produksi, dan tidak ada program belajar yang terstruktur, bisa dianggap sebagai pekerja. Dalam keadaan seperti itu, hak yang berlaku adalah hak pekerja, termasuk upah minimum.

    Ciri pemagangan yang sah

    Pemagangan yang sah biasanya memiliki:

    1. Perjanjian pemagangan tertulis antara peserta dan penyelenggara yang menyebut hak dan kewajiban kedua pihak.
    2. Program yang jelas: tujuan, materi, jadwal, dan pembimbing.
    3. Jangka waktu terbatas. Lazimnya tidak lama, dengan batas maksimum yang diatur peraturan. Periksa teks resmi terbaru.
    4. Hak peserta, misalnya uang saku, jaminan kecelakaan kerja dan kematian, serta sertifikat bila lulus.
    5. Pembimbing dan evaluasi. Ada orang yang membimbing dan menilai kemajuan peserta.

    Peraturan menteri tentang pemagangan di dalam negeri menyebut bahwa peserta berhak atas uang saku dan perlindungan jaminan sosial. Karena peraturan ini pernah diperbarui, cek versi terbaru di situs Kementerian Ketenagakerjaan. Bacaan terkait: pekerja magang dan status hukumnya.

    Dua perempuan muda melihat layar laptop bersama di kafe
    Foto oleh Ilyuza Mingazova di Unsplash

    Perbedaan hak: magang vs pekerja

    AspekMagang yang sahPekerja
    DasarPerjanjian pemaganganPerjanjian kerja
    ImbalanUang sakuUpah, tidak di bawah upah minimum
    Jaminan sosialPerlindungan kecelakaan dan kematian, sesuai ketentuanJaminan sosial lengkap sesuai ketentuan
    TujuanBelajar dan menguasai keterampilanMenjalankan pekerjaan
    SertifikatBerhak setelah lulusTidak ada, tetapi berhak surat keterangan kerja
    Jangka waktuTerbatasSesuai perjanjian

    Uang saku bukan upah. Besarnya tidak harus setinggi upah minimum, tetapi hendaknya memadai untuk transportasi dan makan. Jika peserta magang bekerja seperti pekerja, perusahaan wajib membayar upah, bukan sekadar uang saku.

    Fresh graduate: apa bedanya dengan magang

    Fresh graduate adalah lulusan baru, biasanya yang belum memiliki pengalaman kerja formal. Status "fresh graduate" tidak mengurangi hak atas upah minimum atau perlindungan lain. Perusahaan boleh menawarkan program pelatihan awal atau "management trainee", tetapi bila peserta sudah bekerja sebagai karyawan, haknya mengikuti ketentuan pekerja.

    Beberapa pola yang perlu dicermati:

    • Trainee dengan kontrak: pekerja kontrak (PKWT) dengan masa pelatihan. Hak upah dan jaminan berlaku sejak hari pertama. Lihat PKWT, kontrak kerja dan batasannya.
    • Masa percobaan: berlaku bagi pekerja tetap, paling lama tiga bulan. Lihat masa percobaan kerja, aturan dan hak pekerja.
    • Magang berulang: seseorang "magang" di perusahaan yang sama berkali-kali untuk menutup kebutuhan tenaga tetap. Pola ini patut dipertanyakan.

    Magang tanpa bayaran

    Magang tanpa uang saku sering ditawarkan sebagai "pengalaman". Dari sisi hukum, program pemagangan yang sah memuat hak uang saku. Magang yang tidak dibayar dan menggantikan fungsi karyawan rawan dianggap hubungan kerja terselubung. Namun ada kegiatan belajar yang berbeda, misalnya kunjungan industri singkat atau PKL dari sekolah dengan pengaturan antara sekolah dan perusahaan.

    Pertimbangan untuk menilai:

    • Apakah peserta menjalankan tugas yang menghasilkan keuntungan bagi perusahaan secara langsung?
    • Apakah peserta bekerja dengan jam yang sama seperti karyawan?
    • Apakah ada pembimbing dan program belajar?
    • Apakah ada kesepakatan tertulis tentang uang saku?

    Bila jawaban pertama dan kedua "ya" sedangkan ketiga dan keempat "tidak", status pekerja lebih mungkin. Lihat juga pekerja di bawah umur dan pelajar yang bekerja untuk peserta yang masih di bawah 18 tahun.

    Jaminan sosial peserta magang

    Peserta magang yang sah berhak atas perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan, biasanya didaftarkan oleh penyelenggara. Jika peserta mengalami kecelakaan saat magang dan belum terdaftar, perusahaan dapat menanggung risikonya. Karena itu tanyakan sejak awal: apakah saya didaftarkan? Mintalah bukti kepesertaan.

    Bila status peserta sebenarnya pekerja, jaminan sosial yang berlaku lebih lengkap. Bacaan: perusahaan tidak mendaftarkan BPJS karyawan.

    Sertifikat dan surat keterangan

    Peserta pemagangan yang dinyatakan lulus berhak atas sertifikat. Sertifikat itu bernilai karena dapat dipakai melamar kerja. Pekerja biasa juga dapat meminta surat keterangan kerja. Lihat surat keterangan kerja atau paklaring. Bila perusahaan menolak memberi sertifikat tanpa alasan, simpan bukti permintaan dan adukan ke penyelenggara atau dinas tenaga kerja.

    Langkah praktis bagi lulusan baru

    1. Tanyakan sejak awal: ini magang atau pekerjaan? Minta jawaban tertulis di surat penawaran.
    2. Minta perjanjian tertulis. Bacalah jangka waktu, uang saku atau upah, jam kerja, dan hak lain.
    3. Cek jaminan sosial. Minta nomor kepesertaan atau bukti pendaftaran.
    4. Catat tugas dan jam kerja harian dalam buku kecil. Catatan ini menunjukkan apakah kegiatan lebih menyerupai belajar atau bekerja.
    5. Simpan bukti pembayaran uang saku atau upah dan korespondensi.
    6. Bila terasa seperti pekerjaan penuh tanpa upah layak, sampaikan keberatan tertulis dan minta penjelasan.
    7. Bila perlu, adukan ke dinas tenaga kerja atau pengawas ketenagakerjaan. Lihat jalur Disnaker.

    Contoh: Ayu, lulusan baru, diterima "magang" selama enam bulan sebagai staf pemasaran tanpa bayaran. Ia bekerja dari pukul 08.00 sampai 17.00, memegang akun klien, dan memenuhi target penjualan. Tidak ada pembimbing maupun program belajar. Ayu menulis surat meminta kejelasan status. Perusahaan menyadari statusnya lebih mirip pekerja dan menawarkan perjanjian kerja dengan upah sesuai ketentuan.

    Peringatan

    Jangan menerima magang yang sebenarnya pekerjaan penuh waktu tanpa kejelasan tertulis. Tanpa perjanjian dan bukti, sulit menuntut upah atau jaminan di kemudian hari. Minta kejelasan sebelum mulai, dan simpan bukti kegiatan.

    Perusahaan yang ingin menyelenggarakan magang

    Bagi perusahaan, magang yang tertata menguntungkan kedua pihak. Beberapa praktik baik:

    • Buat perjanjian pemagangan tertulis dengan program dan jadwal.
    • Tunjuk pembimbing dan lakukan evaluasi.
    • Bayar uang saku yang wajar dan daftarkan jaminan sosial.
    • Jangan menaruh peserta magang pada posisi kerja tetap untuk menutup kekurangan tenaga.
    • Beri sertifikat bagi yang lulus.
    • Pisahkan magang dari proses rekrutmen pekerja tetap agar tidak membingungkan.

    Perusahaan yang menyalahgunakan magang berisiko menghadapi pengaduan dan sanksi administratif, serta kehilangan kepercayaan dari kampus dan calon pelamar.

    Kesalahan umum

    • Mengira magang pasti tidak dibayar dan tidak ada hak apa pun.
    • Menandatangani perjanjian tanpa membaca jangka waktu dan hak.
    • Tidak menyimpan bukti kegiatan dan jam kerja.
    • Menerima magang berulang tanpa kepastian status.
    • Mengira status fresh graduate boleh digaji di bawah upah minimum.
    • Tidak memeriksa kepesertaan jaminan sosial.

    Contoh: Bima magang tiga bulan di bengkel. Perjanjian menyebut uang saku bulanan, jaminan kecelakaan, dan sertifikat. Di bulan kedua Bima terluka ringan saat bekerja. Karena sudah terdaftar, biaya perawatan dapat diajukan melalui jaminan kecelakaan kerja. Setelah lulus, Bima menerima sertifikat yang membantunya melamar kerja di bengkel lain.

    Tips

    Saat wawancara, tanyakan tiga hal: berapa lama programnya, berapa uang saku atau upahnya, dan apakah ada jaminan sosial. Menanyakan hal ini wajar dan menunjukkan kesiapan, bukan sikap menuntut.

    Magang kampus, kerja praktik, dan program merdeka belajar

    Mahasiswa sering menjalani magang sebagai bagian kurikulum, misalnya kerja praktik atau program magang bersertifikat dari kampus. Dalam program ini, hubungan hukum utamanya antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan mitra industri, dan biasanya diatur dalam perjanjian kerja sama tiga pihak. Hak mahasiswa dapat berupa bimbingan, pengakuan satuan kredit semester, uang saku, dan jaminan perlindungan tertentu. Karena skemanya beragam, baca dokumen program dan tanyakan kepada dosen pembimbing atau bagian kemahasiswaan tentang hak dan batas tugas.

    Bila mahasiswa mengalami perlakuan yang tidak patut selama magang, seperti kerja berlebihan, pelecehan, atau penahanan sertifikat, laporkan kepada pembimbing kampus dan pihak yang berwenang. Bacaan: pelecehan di tempat kerja, pengaduan dan sengketa mahasiswa dengan kampus.

    Waspada penipuan berkedok magang

    Lowongan magang kadang dipakai untuk menarik biaya pendaftaran, biaya pelatihan, atau meminta data pribadi berlebihan. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai:

    • diminta membayar uang di muka untuk "mengamankan posisi";
    • penyelenggara tidak jelas alamat dan badan usahanya;
    • janji pasti diangkat menjadi karyawan tetap;
    • wawancara hanya lewat aplikasi pesan tanpa pertemuan resmi;
    • meminta dokumen asli atau foto kartu identitas lengkap sebelum ada perjanjian.

    Perusahaan yang sah tidak memungut biaya dari pelamar. Periksa keberadaan perusahaan, hubungi lewat kontak resmi, dan jangan transfer uang. Lihat penipuan online berkedok lowongan kerja.

    Setelah magang: pindah menjadi karyawan

    Banyak peserta magang diangkat menjadi karyawan setelah program selesai. Dalam hal ini, hubungan kerja baru dimulai pada saat perjanjian kerja ditandatangani. Perhatikan beberapa hal: apakah masa magang diperhitungkan sebagai masa kerja (biasanya tidak, kecuali dijanjikan), apakah ada masa percobaan, dan apakah perjanjian berbentuk kontrak atau tetap. Minta penegasan tertulis supaya tidak terjadi salah paham tentang cuti, masa kerja, dan pesangon di kemudian hari.

    Hak atas perlindungan selama magang

    Selama magang, peserta tetap berhak diperlakukan dengan hormat dan aman. Tempat magang wajib menjaga keselamatan peserta, menyediakan alat pelindung bila pekerjaannya berisiko, dan tidak memberi tugas berbahaya tanpa pengawasan. Peserta berhak melapor bila mengalami pelecehan, perundungan, atau perlakuan diskriminatif. Laporan dapat disampaikan kepada pembimbing, bagian kepegawaian, kampus atau sekolah asal, dan bila perlu pengawas ketenagakerjaan. Simpan bukti kejadian, termasuk pesan dan keterangan saksi. Peserta juga tidak boleh dipaksa lembur berlebihan atau bekerja pada jam yang mengganggu perkuliahan atau pendidikannya.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apakah peserta magang berhak atas upah minimum? Peserta pemagangan yang sah menerima uang saku, bukan upah. Namun jika kenyataannya ia bekerja sebagai pekerja, hak upah minimum dapat dituntut. Statusnya dinilai dari fakta.

    Apakah magang bisa diperpanjang terus? Pemagangan punya batas waktu menurut peraturan. Magang berulang untuk pekerjaan yang sama patut dipertanyakan. Periksa teks resmi terbaru tentang batas waktunya.

    Apakah magang dihitung sebagai masa kerja? Magang yang sah bukan hubungan kerja, sehingga umumnya tidak dihitung sebagai masa kerja. Bila ternyata hubungan kerja, masa kerja dihitung sejak mulai bekerja.

    Ringkasan

    Magang yang sah bertujuan belajar, memiliki perjanjian, program, pembimbing, uang saku, jaminan kecelakaan dan kematian, serta sertifikat. Hubungan kerja ditentukan oleh fakta: pekerjaan, perintah, dan upah. Fresh graduate tetap berhak atas upah minimum dan perlindungan jika bekerja sebagai pekerja. Minta kejelasan tertulis, simpan bukti, dan adukan bila magang dipakai untuk menutup hubungan kerja.

    📌 Catatan

    Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.

    Dasar hukum

    Baca juga

    WhatsApp