Menaikkan atau Menurunkan Nafkah Anak yang Sudah Ditetapkan
Isi artikel
Dasar kewajiban nafkah anak
Kewajiban orang tua memelihara dan mendidik anak berlaku sampai anak kawin atau dapat berdiri sendiri, dan tetap berlaku setelah orang tua bercerai. UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan bapak bertanggung jawab atas semua biaya pemeliharaan dan pendidikan anak. Jika bapak tidak dapat memenuhi kewajiban itu, pengadilan dapat menentukan bahwa ibu ikut memikul biaya tersebut. Bagi pasangan Muslim, Kompilasi Hukum Islam (KHI) memuat ketentuan serupa dan menyebut biaya pemeliharaan anak ditanggung ayah sampai anak dewasa atau mandiri.
Nafkah anak bukan hadiah dari ayah kepada ibu, melainkan hak anak. Karena itu, nilainya harus sesuai kebutuhan anak dan kemampuan orang tua, tidak boleh dijadikan alat tawar-menawar dalam perselisihan antar orang tua. Pembahasan tentang menagih nafkah yang tidak dibayar ada di nafkah anak tidak dibayar, cara menagih.
Mengapa nilai nafkah bisa berubah
Nafkah anak dihitung dari dua hal: kebutuhan anak dan kemampuan orang tua yang wajib membayar. Keduanya berubah seiring waktu.
| Perubahan | Contoh | Kecenderungan |
|---|---|---|
| Kebutuhan anak bertambah | Masuk sekolah, biaya les, makan lebih banyak, biaya kesehatan | Naik |
| Kebutuhan anak berkurang | Anak mendapat beasiswa atau mulai mandiri | Turun |
| Penghasilan pembayar naik | Naik jabatan atau usaha membaik | Naik |
| Penghasilan pembayar turun | Pemutusan hubungan kerja, sakit, usaha merugi | Turun |
| Biaya hidup naik | Kenaikan harga umum | Naik |
| Pembayar punya tanggungan baru | Anak dari pernikahan lain | Dipertimbangkan hakim |
Hakim biasanya menimbang semua faktor bersama-sama. Perubahan kecil yang bersifat sementara jarang cukup untuk mengubah putusan.
Penambahan berkala menurut pedoman Mahkamah Agung
Mahkamah Agung pernah merumuskan lewat Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No. 3 Tahun 2015 bahwa hakim dapat menambahkan nafkah anak sebesar 10 persen sampai 20 persen setiap tahun dari nilai yang ditetapkan. Menurut tulisan ilmiah yang membahasnya, tambahan itu tidak mencakup biaya pendidikan dan kesehatan anak. Rumusan ini membantu agar nilai nafkah tidak tertinggal oleh inflasi dan kebutuhan anak.
Penting dipahami: rumusan tersebut menjadi pedoman bagi hakim, bukan angka yang otomatis terpasang di semua putusan. Agar penambahan berkala berlaku, sebaiknya dimintakan dalam gugatan atau tercantum jelas dalam amar putusan atau akta perdamaian. Periksa teks resmi SEMA dan putusan Anda untuk memastikan.
Memeriksa isi putusan atau kesepakatan
Langkah pertama adalah membaca dokumen yang menetapkan nafkah. Perhatikan:
- Jumlah per bulan dan tanggal jatuh tempo.
- Apakah ada klausul kenaikan berkala.
- Apakah biaya sekolah dan kesehatan terpisah.
- Sampai kapan nafkah berlaku (usia anak atau kondisi tertentu).
- Siapa penerima dan rekening pembayaran.
Jika nafkah ditetapkan dalam putusan, perubahan perlu melalui pengadilan. Jika berasal dari kesepakatan pribadi tanpa putusan, para pihak dapat menyepakati perubahan secara tertulis, dan lebih baik dikuatkan dengan akta perdamaian. Lihat pencabutan gugatan, perdamaian, dan akta van dading. Akta van dading adalah akta perdamaian yang dikuatkan hakim.
Bukti untuk menaikkan nafkah
Pihak yang meminta kenaikan, biasanya orang tua pengasuh, perlu menunjukkan bahwa kebutuhan anak bertambah dan pembayar mampu. Siapkan:
- Rincian biaya anak: sekolah, transportasi, makan, kesehatan, les, dan pakaian, dengan kuitansi atau catatan.
- Bukti kenaikan biaya, misalnya surat dari sekolah tentang uang pangkal atau SPP baru.
- Bukti penghasilan pembayar: slip gaji, rekening koran, usaha, atau gaya hidup yang menunjukkan kemampuan.
- Putusan atau perjanjian lama sebagai pembanding.
- Surat keterangan dokter bila anak memiliki kebutuhan kesehatan khusus.
Contoh: seorang ibu mengasuh anak yang kini masuk SMP. Biaya sekolah dan transportasi naik dua kali lipat dibanding saat putusan ditetapkan lima tahun lalu. Ayah mendapat promosi jabatan. Ibu menyusun tabel biaya bulanan dengan kuitansi dan melampirkan slip gaji ayah yang ia peroleh secara sah dari dokumen perkara sebelumnya. Dengan bukti itu, permohonan kenaikan lebih mudah dinilai hakim.
Bukti untuk menurunkan nafkah
Pembayar yang meminta penurunan harus membuktikan kemampuannya benar-benar berkurang dan bukan sekadar mengelak. Bukti yang berguna:
- Surat pemutusan hubungan kerja atau surat keterangan perusahaan.
- Surat dokter dan biaya pengobatan bila sakit.
- Laporan keuangan usaha yang merugi.
- Bukti usaha mencari pekerjaan.
- Bukti tanggungan baru, bila ada, seperti anak lain yang sah ditanggungnya.
Hakim akan membandingkan klaim dengan gaya hidup. Pembayar yang mengaku tidak mampu tetapi masih berlibur atau membeli barang mahal akan sulit dipercaya. Selain itu, menurunkan nafkah tidak berarti menghapusnya. Hakim biasanya menyesuaikan nilai sesuai kemampuan nyata.
Langkah mengajukan perubahan
- Rundingkan dahulu. Bicarakan dengan orang tua lain dan buat kesepakatan tertulis bila setuju. Mediasi bisa dibantu pihak ketiga.
- Hitung dan dokumentasikan. Susun tabel kebutuhan anak dan kemampuan orang tua.
- Ajukan ke pengadilan yang memutus atau berwenang. Perkara pasangan Muslim di pengadilan agama, non-Muslim di pengadilan negeri. Bentuknya biasanya gugatan baru berdasarkan perubahan keadaan.
- Ikuti mediasi dan pembuktian. Hadirkan bukti dan saksi.
- Pelaksanaan. Mintalah nilai baru dibayar melalui rekening agar mudah dibuktikan. Bila tidak dibayar, ajukan eksekusi.
Bila Anda belum yakin pengadilan mana yang berwenang, baca pengadilan mana untuk gugatan cerai sebagai gambaran prinsip penentuan wilayah.
Jangan mengurangi pembayaran nafkah sendiri sebelum ada kesepakatan tertulis atau putusan baru. Pengurangan sepihak dapat dianggap menunggak dan dapat ditagih melalui eksekusi.
Cara menghitung kebutuhan anak secara wajar
Hakim lebih mudah menilai tuntutan yang dihitung rinci. Gunakan pos-pos berikut sebagai kerangka:
- Pangan dan kebutuhan harian: makan, minum, susu, dan perlengkapan mandi.
- Pendidikan: uang sekolah, buku, seragam, transportasi, dan kegiatan sekolah.
- Kesehatan: kontrol rutin, obat, imunisasi, dan asuransi kesehatan.
- Tempat tinggal: bagian anak dari sewa, listrik, dan air.
- Kebutuhan lain: pakaian, pulsa, rekreasi, dan kegiatan pengembangan bakat.
Jumlahkan kebutuhan itu lalu bagi menurut kemampuan masing-masing orang tua. Jangan memasukkan kebutuhan pribadi pengasuh ke dalam hitungan nafkah anak. Hakim biasanya mencoret pos yang tidak berkaitan langsung dengan anak. Jika ada biaya yang bersifat tahunan, seperti uang pangkal, tuliskan terpisah supaya jelas dan tidak membingungkan dengan biaya bulanan.
Cara pembayaran yang aman
Setelah nilai ditetapkan, atur cara bayar agar tidak muncul sengketa baru. Gunakan transfer ke rekening yang sama setiap bulan dengan keterangan jelas, misalnya "nafkah anak bulan tertentu". Hindari pembayaran tunai tanpa bukti. Bila ada pembayaran tambahan di luar jumlah tetap, minta tanda terima. Simpan tangkapan layar bukti transfer. Bukti ini penting bagi pembayar untuk menunjukkan ia memenuhi kewajiban, dan bagi penerima untuk menghitung tunggakan.
Jika pembayar bekerja di instansi atau perusahaan, kesepakatan kadang memuat pemotongan langsung dari gaji. Cara ini praktis, tetapi perlu persetujuan dan prosedur dari pemberi kerja. Tanyakan kepada bagian kepegawaian tentang kemungkinannya.
Kapan sebaiknya tidak menggugat
Tidak semua ketidakcocokan perlu pengadilan. Bila selisih kecil dan hubungan kedua orang tua baik, kesepakatan tertulis sudah cukup. Menggugat memerlukan waktu dan biaya, dan bisa memperburuk hubungan yang justru penting bagi anak. Namun jika orang tua lain menolak berunding, tidak transparan soal penghasilan, atau terus menunggak, jalur hukum adalah cara yang sah.
Contoh: seorang ayah kehilangan pekerjaan karena perusahaan tutup. Alih-alih berhenti membayar, ia mengirim surat kepada mantan istri berisi bukti pemutusan hubungan kerja dan mengusulkan nilai sementara yang lebih kecil selama tiga bulan sambil mencari pekerjaan. Kedua pihak menandatangani kesepakatan dan mencatat bahwa nilai akan dikembalikan bila ayah sudah bekerja. Cara ini menjaga kepercayaan, lebih murah, dan dapat dikuatkan hakim bila diperlukan.
Nafkah anak yang sudah dewasa atau kuliah
Kewajiban nafkah tidak otomatis berhenti pada usia tertentu. KHI menggunakan konsep anak dewasa atau mampu berdiri sendiri. Pembahasan lebih lanjut ada pada nafkah anak yang sudah dewasa masih kuliah dan biaya pendidikan anak setelah cerai, siapa menanggung. Jika putusan menyebut nafkah berlaku sampai usia tertentu, periksa kembali apakah ada alasan untuk memperpanjang.
Kesalahan umum
- Menaikkan atau menurunkan nominal sendiri tanpa dasar tertulis.
- Mengajukan perubahan tanpa rincian biaya dan bukti.
- Menyembunyikan penghasilan sebenarnya.
- Memakai nafkah anak sebagai alat balas dendam atau tawar-menawar hak kunjungan.
- Melupakan klausul kenaikan berkala yang sudah ada.
- Menyamakan nafkah anak dengan nafkah mantan istri. Keduanya berbeda dan perlu dibedakan dalam tuntutan.
Biasakan membuat catatan biaya anak bulanan sejak sekarang. Tabel sederhana dengan tanggal dan kuitansi dapat menjadi bukti kuat bila suatu saat perlu mengajukan kenaikan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah ibu juga wajib ikut membiayai anak? Ayah memikul tanggung jawab utama. Bila ayah tidak mampu, pengadilan dapat menentukan ibu ikut memikul. Selain itu, ibu yang bekerja biasanya mencukupi kebutuhan sehari-hari dari penghasilannya sendiri.
Apakah saya harus menunggu beberapa tahun untuk mengubah nafkah? Tidak ada masa tunggu yang pasti. Yang penting ada perubahan keadaan nyata dan dapat dibuktikan.
Apakah nafkah yang sudah menunggak ikut naik? Tunggakan mengikuti nilai yang berlaku pada saat itu. Kenaikan berlaku untuk masa sesudah putusan baru, kecuali ditentukan lain oleh hakim.
Ringkasan
Nafkah anak dapat dinaikkan atau diturunkan bila kebutuhan anak atau kemampuan orang tua berubah secara nyata. Mahkamah Agung pernah merumuskan penambahan berkala 10 sampai 20 persen per tahun dalam SEMA 3/2015 sebagai pedoman, dengan biaya pendidikan dan kesehatan dihitung terpisah. Mulailah dengan membaca putusan dan merundingkan perubahan secara tertulis. Bila tidak sepakat, ajukan ke pengadilan dengan bukti rinci. Jangan mengubah pembayaran sepihak, dan konsultasikan dengan advokat.
Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.
- Peraturan perundang-undangan (JDIH BPK) — peraturan.bpk.go.id
- Hukumonline, Evolusi Hak Asuh Anak dalam Putusan Hakim — www.hukumonline.com/berita/a/evolusi-hak-asuh-anak-dalam-putusan-putusan-hakim-lt65846d0fb2985/
Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.
Dasar hukum
- UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
- Instruksi Presiden No. 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam.
- UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
- SEMA No. 3 Tahun 2015 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2015.
Baca juga
- Nafkah Anak Tidak Dibayar Setelah Cerai: Cara Menagih Secara Hukum
- Nafkah anak: yang dicatat sebelum angka dibicarakan
- Mengubah Putusan Hak Asuh Anak yang Sudah Berkekuatan Tetap
Ada masukan atau pendapat lain? Kirim lewat WhatsApp atau telepon 0813-3040-8000.