Contoh Surat Pernyataan Bermaterai dan Cara Mengisinya
Isi artikel
Apa itu surat pernyataan bermaterai
Surat pernyataan adalah tulisan di mana seseorang menyatakan suatu keadaan atau janji. Contohnya pernyataan belum menikah, pernyataan tidak memiliki tanggungan, atau janji tidak mengulangi perbuatan. Pembuatnya disebut pihak yang menyatakan. Surat ini sepihak. Orang lain tidak ikut berjanji, kecuali ia ikut menandatangani sebagai saksi atau pihak.
Meterai adalah tanda bea yang ditempelkan pada dokumen tertentu. Untuk dokumen yang digunakan sebagai alat bukti di pengadilan, atau yang dibuat untuk menerangkan perbuatan perdata, meterai umumnya dibutuhkan. Aturan umumnya dapat dibaca di bea meterai Rp10 ribu dan dokumen yang wajib bermeterai.
Surat pernyataan sering disalahpahami. Banyak orang mengira surat bermaterai otomatis sah dan kuat. Itu keliru. Meterai hanya membuat dokumen memenuhi kewajiban bea. Meterai tidak menentukan benar atau tidaknya isi surat.
Aturan dalam bahasa sehari-hari
Dasar umum perjanjian di Indonesia ada di Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Perjanjian sah bila ada kesepakatan, para pihak cakap, ada hal tertentu yang diperjanjikan, dan sebabnya halal. Surat pernyataan sepihak bukan perjanjian dua pihak, tetapi prinsip kejujuran dan kecakapan tetap berlaku.
Beberapa pegangan praktis berikut membantu.
- Bea meterai diatur dalam UU No. 10 Tahun 2020. Tarif dan jenis dokumen yang terkena dapat berubah, sehingga periksa teks resmi terbaru.
- Meterai boleh berupa meterai tempel atau meterai elektronik. Caranya ada di meterai elektronik.
- Surat yang dibuat di bawah tangan, yaitu tanpa pejabat umum, tetap bisa menjadi alat bukti. Hakim menilainya bersama bukti lain.
- Isi surat yang tidak benar bisa berakibat pidana. Memberi keterangan palsu atau memalsukan surat adalah perbuatan yang dapat dipidana menurut KUHP baru (UU No. 1 Tahun 2023), yang berlaku sejak 2 Januari 2026. Nomor pasalnya dapat diperiksa di teks resmi.
- Surat pernyataan tidak dapat mengalahkan aturan wajib. Misalnya pernyataan melepas hak yang dilindungi undang-undang bisa dinilai tidak berlaku.
Kerangka surat pernyataan yang dapat disesuaikan
Berikut kerangka umum. Tanda [....] harus diganti dengan data Anda. Hapus bagian yang tidak perlu dan tambahkan bagian yang dibutuhkan.
- SURAT PERNYATAAN
- Yang bertanda tangan di bawah ini:
- Nama lengkap : [....]
- Nomor KTP : [....]
- Tempat dan tanggal lahir : [....]
- Pekerjaan : [....]
- Alamat : [....]
- Dengan ini menyatakan dengan sebenarnya bahwa: [uraikan pernyataan nomor 1].
- [uraikan pernyataan nomor 2].
- [uraikan pernyataan nomor 3, bila ada].
- Surat pernyataan ini dibuat untuk keperluan [....] dan digunakan sebagaimana mestinya.
- Saya bersedia menerima akibat hukum apabila pernyataan ini tidak benar.
- [Kota], [tanggal] [bulan] [tahun]
- Yang menyatakan, [meterai] [tanda tangan] [nama terang]
- Saksi 1: [nama dan tanda tangan]. Saksi 2: [nama dan tanda tangan], bila diperlukan.
Penjelasan tiap bagian
Judul. Cukup tertulis "Surat Pernyataan". Bila perlu, tambahkan pokok isi, misalnya "Surat Pernyataan Belum Menikah".
Identitas. Tulis sesuai KTP. Nama yang berbeda ejaan dengan KTP sering ditolak oleh instansi penerima. Cantumkan nomor induk kependudukan dan alamat lengkap.
Isi pernyataan. Ini inti surat. Tulis fakta, bukan kesimpulan atau perasaan. Satu hal satu butir. Hindari kata yang bisa ditafsirkan ganda, seperti "kira-kira" atau "sekitar", kecuali memang demikian faktanya.
Tujuan. Kalimat tujuan mencegah surat dipakai untuk keperluan lain. Misalnya, surat dibuat "untuk melengkapi berkas pendaftaran di [nama instansi]".
Pertanggungjawaban. Kalimat kesediaan menerima akibat hukum menegaskan bahwa Anda bertanggung jawab atas isi. Jangan menulisnya bila Anda tidak yakin akan kebenaran isi.
Tempat, tanggal, dan tanda tangan. Tanggal harus tanggal sebenarnya. Tanda tangan sama dengan tanda tangan di KTP. Meterai tidak boleh menutupi seluruh nama, dan tanda tangan sebaiknya mengenai sebagian meterai dan kertas. Rincian pemeteraian kemudian ada di meterai kurang atau terlambat.
Saksi. Saksi tidak selalu wajib. Namun saksi menambah kuat, terutama pada pernyataan tentang kejadian yang mereka ketahui sendiri.
Langkah praktis membuat surat pernyataan
- Tentukan tujuan. Siapa yang akan membaca surat, dan apa yang mereka butuhkan? Tanyakan format yang diminta instansi.
- Kumpulkan data. Siapkan KTP dan dokumen pendukung, seperti akta, kuitansi, atau surat keterangan.
- Tulis draf. Gunakan kalimat pendek. Tulis hanya fakta yang Anda ketahui.
- Periksa ulang. Baca keras-keras. Pastikan nama, angka, dan tanggal cocok dengan dokumen.
- Cetak di kertas yang baik. Gunakan kertas putih biasa. Satu surat dapat lebih dari satu halaman; beri nomor halaman.
- Tempel atau bubuhkan meterai. Tanda tangan di atas meterai, dengan tinta yang sama pada seluruh dokumen.
- Hadirkan saksi bila perlu. Saksi menandatangani pada saat yang sama.
- Buat rangkap. Satu asli untuk penerima dan satu asli untuk arsip pribadi.
- Lampirkan bukti. Fotokopi KTP dan dokumen yang dirujuk dalam isi.
Contoh isi pernyataan untuk situasi umum
Isi pernyataan berbeda menurut keperluan. Berikut gambaran butir-butir yang lazim, tanpa nama nyata. Sesuaikan dengan kenyataan Anda.
- Pernyataan domisili. "Saya tinggal di alamat [....] sejak [bulan dan tahun]. Alamat itu berbeda dengan alamat pada KTP karena [....]." Alasan perbedaan perlu ditulis agar tidak menimbulkan pertanyaan.
- Pernyataan penghasilan. "Penghasilan saya rata-rata [....] per bulan dari [sumber]." Sebutkan sumber, dan lampirkan bukti seperti slip atau catatan usaha bila ada.
- Pernyataan kehilangan barang. "Pada [tanggal], [barang] milik saya hilang di [tempat]. Saya telah/belum melapor kepada [....]." Untuk kehilangan dokumen penting, biasanya instansi meminta surat keterangan dari kepolisian, bukan sekadar pernyataan sendiri.
- Pernyataan tidak sedang dalam sengketa. "Sepengetahuan saya, [objek] tidak sedang dalam sengketa dengan pihak mana pun." Gunakan kata "sepengetahuan saya" hanya bila memang tidak bisa memastikan.
- Pernyataan persetujuan. "Saya menyetujui [tindakan] yang dilakukan oleh [pihak]." Pernyataan persetujuan sering diminta bank atau instansi untuk keperluan pasangan atau keluarga.
Perhatikan bahwa pernyataan tentang kejadian yang tidak Anda lihat atau alami sendiri berisiko. Bila ragu, minta orang yang mengetahuinya membuat pernyataan sendiri.
Meterai, tanda tangan, dan penyimpanan
Meterai ditempel pada bagian yang ditandatangani. Bila surat lebih dari satu halaman, satu meterai pada halaman tanda tangan umumnya cukup untuk satu dokumen, tetapi tiap halaman sebaiknya diparaf agar tidak ada yang disisipkan. Gunakan tinta yang tidak mudah luntur. Jangan memakai pensil.
Tanggal meterai dan tanggal surat harus selaras. Bila meterai baru ditempel di kemudian hari, ada prosedur pemeteraian kemudian yang dijelaskan dalam artikel terkait. Menyimpan salinan digital juga baik, tetapi dokumen asli bertinta basah tetap yang paling dicari.
Untuk meterai elektronik, dokumen berupa berkas digital. Berkas itu tidak boleh diubah setelah dimeterai. Jika ada perubahan, buat dokumen baru dan meterai baru.
Surat pernyataan yang diminta pihak lain
Sering surat pernyataan dibuat bukan atas keinginan sendiri, melainkan diminta pihak lain, misalnya bank, sekolah, perusahaan, atau pihak lawan dalam sengketa. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, minta contoh formatnya secara tertulis. Dengan begitu Anda tahu apa yang diharapkan dan dapat memeriksa apakah permintaan itu masuk akal. Kedua, jangan merasa terdesak. Tenggat yang terlalu pendek untuk surat yang berdampak besar patut dicurigai. Ketiga, bila isi yang diminta bertentangan dengan kenyataan, Anda berhak menolak atau mengubah isinya. Anda tidak wajib menyatakan hal yang tidak benar.
Surat pernyataan juga tidak dapat dipakai untuk memaksa seseorang melepas hak yang dilindungi hukum. Misalnya pernyataan tidak akan menuntut upah yang menjadi hak pekerja, atau pernyataan menyerahkan tanah tanpa akta yang sah. Pernyataan seperti itu bisa dinilai tidak berlaku, tetapi pembuktiannya merepotkan. Lebih aman bila Anda berkonsultasi sebelum menandatangani.
Terakhir, bila surat berisi uang atau barang, tuliskan jumlah dalam angka dan huruf, cara serah terima, dan tanggalnya. Surat yang menyebut nilai uang lebih mudah dipersoalkan bila tidak jelas, sehingga kuitansi terpisah dapat melengkapinya.
Kapan perlu notaris atau advokat
Surat pernyataan di bawah tangan cocok untuk urusan administratif ringan. Beberapa perbuatan memerlukan akta notaris atau akta pejabat tertentu, misalnya pendirian perseroan, wasiat tertentu, atau jual beli tanah yang dilakukan di hadapan pejabat pembuat akta tanah. Pernyataan tidak dapat menggantikan akta itu.
Pertimbangkan advokat atau notaris bila:
- nilai yang dipertaruhkan besar;
- menyangkut tanah, warisan, atau utang;
- ada kemungkinan sengketa dengan pihak lain;
- isi pernyataan akan dipakai di kepolisian atau pengadilan;
- Anda diminta menandatangani surat yang dibuat orang lain dan tidak Anda pahami.
Untuk pernyataan ahli waris, baca juga surat pernyataan ahli waris bermeterai dan batasnya.
Kesalahan umum
| Kesalahan | Akibat | Cara menghindari |
|---|---|---|
| Menganggap meterai membuat surat pasti sah | Surat tetap bisa dibantah isinya | Isi dengan fakta dan lampirkan bukti |
| Identitas tidak sesuai KTP | Ditolak instansi | Salin persis dari KTP |
| Pernyataan terlalu umum | Tidak jelas apa yang dinyatakan | Satu butir satu fakta |
| Menandatangani surat kosong | Isi bisa ditambah pihak lain | Jangan tanda tangan sebelum isi lengkap |
| Meterai tidak ditempel di tempat yang benar | Bea dianggap belum dilunasi | Tempel di bagian tanda tangan |
| Menyatakan hal yang tidak diketahui sendiri | Risiko dituduh keterangan palsu | Hanya menyatakan yang benar-benar diketahui |
Contoh: Seorang pegawai swasta diminta bank melampirkan pernyataan bahwa alamat tinggalnya sama dengan alamat di KTP. Ia menulis nama, nomor KTP, alamat, satu butir pernyataan, tujuan untuk pengajuan di bank, dan menandatangani di atas meterai. Dua hari kemudian bank meminta ia menambahkan lama tinggal. Ia mengubah surat dan menandatangani ulang. Surat lama tidak dibuang, tetapi diberi catatan tanggal agar tidak tertukar.
Contoh: Seseorang menandatangani surat pernyataan "tidak akan menuntut" setelah sengketa kecil dengan tetangga. Ia tidak membaca isi lengkapnya. Belakangan terlihat bahwa surat itu memuat pengakuan yang tidak pernah ia maksud. Pelajarannya, baca setiap kalimat sebelum menandatangani.
Jangan pernah menandatangani surat pernyataan di atas meterai bila isinya belum lengkap atau belum Anda pahami. Surat yang tidak benar dapat berakibat pidana bagi pembuatnya.
Simpan fotokopi surat yang sudah ditandatangani bersama bukti penyerahannya, misalnya tanda terima atau pesan elektronik. Bukti ini berguna bila isi surat dipersoalkan.
Perubahan aturan yang perlu diketahui
Aturan bea meterai berpindah dari undang-undang lama ke UU No. 10 Tahun 2020. Meterai elektronik kini dikenal selain meterai tempel. KUHP baru berlaku sejak 2 Januari 2026 dan menggantikan KUHP lama, sehingga rujukan pasal pidana dalam contoh-contoh lama perlu diperiksa ulang. Aturan inti tentang syarat sahnya perjanjian dalam KUHPerdata relatif stabil.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah surat pernyataan bermaterai bisa dipakai di pengadilan? Bisa diajukan sebagai bukti tertulis. Hakim akan menilainya bersama bukti lain. Bila pihak lawan membantah, surat saja belum tentu cukup.
Apakah harus ada saksi? Tidak selalu. Syarat saksi bergantung pada instansi atau tujuan surat. Saksi membantu bila peristiwa yang dinyatakan diketahui oleh orang lain.
Apakah surat pernyataan bisa dicabut? Pembuat dapat menyatakan perubahan dengan surat baru, tetapi pihak yang sudah bergantung pada surat lama mungkin dirugikan. Pencabutan tidak menghapus akibat yang sudah terjadi.
Bolehkah surat diketik tanpa tulisan tangan? Boleh. Yang penting tanda tangan asli pembuat dan meterai yang benar. Teks yang diketik lazim digunakan.
Ringkasan
- Surat pernyataan bermaterai dibuat sendiri tanpa notaris, tetapi tidak otomatis kuat.
- Isi dengan fakta yang benar dan diketahui sendiri.
- Gunakan identitas persis sesuai KTP, tujuan jelas, dan tanggal sebenarnya.
- Meterai memenuhi kewajiban bea dan tidak menentukan benar tidaknya isi.
- Untuk tanah, warisan, utang, atau nilai besar, konsultasikan ke advokat atau notaris.
- Contoh dalam artikel harus disesuaikan dengan keadaan Anda.
Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.
- Peraturan BPK: UU 10/2020 tentang Bea Meterai — peraturan.bpk.go.id/Details/149748
- Peraturan BPK: pusat data peraturan — peraturan.bpk.go.id/
Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.
Dasar hukum
- UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek), bagian perikatan
- UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
Baca juga
- Bea Meterai Rp10.000: Kapan Dokumen Perlu Ditempel Meterai
- Bea Meterai UU 10/2020: Dokumen yang Wajib Bermeterai, Tarif, Batas Nilai, dan Pengecualian
- Meterai Elektronik: Cara Membeli dan Membubuhkan pada Dokumen Digital
- Surat Pernyataan Ahli Waris Bermeterai di Desa atau Kelurahan: Isi, Saksi, dan Batasnya
- Kwitansi sebagai Alat Bukti dan Meterai yang Diperlukan: Cara Menulis yang Benar
Ada masukan atau pendapat lain? Kirim lewat WhatsApp atau telepon 0813-3040-8000.