Contoh Perjanjian Magang dan Cara Mengisinya
Isi artikel
DPR mengesahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan pada 6 Oktober 2026. Menurut Kementerian Ketenagakerjaan yang dikutip media, undang-undang itu baru berlaku satu tahun sejak ditetapkan dan diundangkan. Nomor dan naskah resminya belum kami temukan, sehingga uraian di bawah memakai aturan yang berlaku saat ini. Periksa teks resmi dan perkembangan terbaru sebelum bertindak.
Apa itu magang
Magang atau pemagangan adalah proses belajar yang menggabungkan teori dan praktik langsung di tempat usaha, di bawah bimbingan pembimbing atau instruktur. Tujuannya agar peserta menguasai keterampilan kerja tertentu. Peserta dapat berasal dari mahasiswa, siswa, lulusan baru, atau pencari kerja.
Magang berbeda dari bekerja. Pekerja bekerja untuk menghasilkan produk atau jasa dan menerima upah. Peserta magang belajar, dan menerima uang saku atau tunjangan. Meski begitu, batas keduanya kadang kabur. Pembahasan status ada di pekerja magang dan status hukumnya serta pekerja magang dan fresh graduate.
Aturan dalam bahasa sehari-hari
- Pemagangan dalam negeri diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri. Pada pemeriksaan Oktober 2026, basis data peraturan.bpk.go.id masih mencatatnya berlaku dan tidak mencatat perubahan, tetapi periksa kembali status terbarunya sebelum memakainya sebagai acuan.
- Menurut pengaturan yang dikenal, pemagangan dilakukan berdasarkan perjanjian tertulis antara peserta dan penyelenggara. Penyelenggara juga diminta menyediakan pembimbing dan program yang jelas.
- Peserta pemagangan tidak otomatis berstatus pekerja. Namun bila ada unsur pekerjaan, upah, dan perintah yang kuat, hubungan itu dapat dinilai sebagai hubungan kerja. Lihat studi kasus magang tanpa upah berubah jadi pekerja penuh.
- Peserta berhak atas uang saku. Rincian besarnya mengikuti kesepakatan dan peraturan yang berlaku. Periksa teks resmi.
- Magang dari lembaga pendidikan, termasuk program kampus, memiliki pengaturan sendiri. Lihat magang kampus merdeka dan hak mahasiswa peserta.
- Peserta tetap berhak atas keselamatan dan kesehatan kerja di tempat magang. Pemberi tempat magang tidak boleh membiarkan peserta bekerja dalam kondisi berbahaya.
- Magang tidak boleh dijadikan cara menghindari kewajiban pengusaha terhadap pekerja. Memakai peserta magang untuk menggantikan pekerja tetap secara terus-menerus berisiko dipersoalkan.
Kerangka perjanjian magang yang dapat disesuaikan
Berikut kerangka umum. Tanda [....] harus diganti dengan data Anda.
- PERJANJIAN MAGANG Nomor: [....]
- Pada hari ini, [hari], tanggal [....], bertempat di [kota], yang bertanda tangan di bawah ini:
- 1. [Nama Perusahaan], berkedudukan di [alamat], diwakili [Nama Lengkap], jabatan [....], selanjutnya disebut Penyelenggara.
- 2. [Nama Lengkap], NIK [....], [mahasiswa/siswa/lulusan] dari [institusi], alamat [....], selanjutnya disebut Peserta.
- 3. [Opsional: nama lembaga pendidikan atau pelatihan, diwakili ...., selanjutnya disebut Lembaga.]
- Pasal 1 Tujuan dan program. Magang bertujuan melatih Peserta pada bidang [....]. Program, sasaran belajar, dan penilaian tercantum dalam Lampiran.
- Pasal 2 Jangka waktu. Magang berlangsung [....] bulan, dari [tanggal] sampai [tanggal], dengan jam [....] hari per minggu.
- Pasal 3 Pembimbing. Penyelenggara menunjuk [Nama Lengkap], jabatan [....], sebagai pembimbing.
- Pasal 4 Uang saku. Penyelenggara memberi uang saku Rp [....] per [bulan/minggu], dibayar paling lambat [....]. Penyelenggara menanggung [transportasi/makan/lainnya] sebagaimana [....].
- Pasal 5 Hak Peserta. Peserta berhak atas bimbingan, keselamatan dan kesehatan kerja, perlakuan manusiawi, serta sertifikat atau surat keterangan setelah selesai.
- Pasal 6 Kewajiban Peserta. Peserta menaati tata tertib, hadir sesuai jadwal, dan menjaga kerahasiaan informasi penyelenggara.
- Pasal 7 Kewajiban Penyelenggara. Penyelenggara menyediakan program, tempat, pembimbing, dan peralatan yang aman serta menilai kemajuan Peserta.
- Pasal 8 Status. Para pihak menyatakan bahwa Peserta bukan pekerja Penyelenggara selama program berjalan, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan.
- Pasal 9 Hasil karya. Hak atas karya yang dihasilkan Peserta [tetap pada Peserta/diatur sebagai berikut ....].
- Pasal 10 Kerahasiaan. Peserta tidak mengungkapkan informasi rahasia Penyelenggara selama dan sesudah magang.
- Pasal 11 Berakhirnya magang. Magang berakhir karena jangka waktu selesai, pengunduran diri Peserta dengan pemberitahuan [....] hari, atau pelanggaran berat tata tertib.
- Pasal 12 Penyelesaian perselisihan. Musyawarah; bila gagal, [mekanisme ....].
- Pasal 13 Penutup. Dibuat rangkap [....] bermeterai cukup.
- Penyelenggara: [meterai] [tanda tangan] [nama]. Peserta: [tanda tangan] [nama]. Lembaga: [tanda tangan] [nama].
Penjelasan tiap pasal
Identitas dan lembaga pendidikan. Bila peserta masih mahasiswa atau siswa, libatkan sekolah atau kampus. Mereka biasanya punya format dan syarat sendiri. Bila peserta di bawah umur, orang tua atau wali ikut menandatangani.
Tujuan dan program. Ini pembeda magang dari bekerja. Tulis target belajar yang jelas, misalnya menguasai alur kerja tertentu, bukan sekadar membantu pekerjaan harian.
Jangka waktu dan jam. Batasi dengan wajar agar tidak menyerupai kerja penuh. Cantumkan hari dan jam.
Pembimbing. Menunjukkan magang bersifat belajar. Tanpa pembimbing, magang mudah dinilai sebagai kerja biasa.
Uang saku. Tulis jumlah dan jadwal bayar. Uang saku bukan sekadar sukarela. Perjanjian yang menyatakan magang sepenuhnya tanpa imbalan perlu diperiksa kesesuaiannya dengan aturan.
Hak dan kewajiban. Pastikan keseimbangan. Hak atas keselamatan kerja dan sertifikat jangan dihilangkan.
Status. Pernyataan "bukan pekerja" tidak otomatis mengikat bila praktiknya menunjukkan hubungan kerja. Hukum menilai kenyataan.
Hasil karya. Atur hak cipta atau hak atas karya peserta. Lihat hak cipta karya karyawan dan hubungan dinas sebagai bahan perbandingan.
Kerahasiaan. Peserta sering mengakses data internal. Redaksi ringkas dapat meminjam dari contoh perjanjian kerahasiaan karyawan.
Berakhirnya magang. Atur cara berhenti lebih awal dan akibatnya pada sertifikat.
Daftar lampiran yang lazim
- Program dan sasaran belajar.
- Jadwal dan tata tertib.
- Fotokopi KTP atau kartu pelajar atau kartu mahasiswa.
- Surat pengantar dari lembaga pendidikan.
- Persetujuan orang tua atau wali bila peserta di bawah umur.
- Format penilaian dan sertifikat.
- Ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja.
Langkah praktis
- Tentukan tujuan dan bidang magang.
- Susun program belajar. Sertakan kegiatan dan penilaian.
- Tunjuk pembimbing.
- Tetapkan jam, jangka waktu, dan uang saku.
- Libatkan lembaga pendidikan bila peserta masih berstatus pelajar.
- Tandatangani perjanjian. Berikan salinan kepada peserta.
- Pantau dan nilai. Catat kemajuan secara berkala.
- Terbitkan sertifikat atau surat keterangan.
Magang dari sudut pandang peserta
Sebagai peserta, Anda berhak bertanya sebelum menandatangani. Pertanyaan berikut membantu menilai apakah tawaran itu benar-benar magang.
- Apa tujuan belajarnya, dan siapa pembimbing saya?
- Berapa jam dan hari saya diharapkan hadir?
- Apakah ada uang saku, dan kapan dibayar?
- Apakah ada perlindungan bila terjadi kecelakaan selama kegiatan?
- Apakah ada sertifikat atau surat keterangan di akhir?
- Bagaimana bila saya perlu berhenti lebih awal, misalnya karena ujian?
Jika jawabannya tidak jelas atau tugas yang dijanjikan hanya pekerjaan rutin, pertimbangkan kembali. Peserta yang merasa diperlakukan tidak wajar dapat berkonsultasi dengan bagian kemahasiswaan kampus atau dengan dinas tenaga kerja setempat.
Magang dari sudut pandang penyelenggara
Perusahaan perlu memastikan program benar-benar bersifat belajar. Buat rencana kegiatan, tunjuk pembimbing yang memiliki waktu, dan catat kehadiran serta penilaian. Hindari menaruh peserta pada posisi yang seharusnya diisi pekerja tetap. Sediakan perlengkapan keselamatan yang sama seperti untuk pekerja. Bila peserta menghasilkan karya yang akan dipakai perusahaan, bahas hak atas karya itu secara tertulis. Perhatikan pula aturan perlindungan data pribadi bila peserta mengakses data pelanggan.
Kesalahan umum
| Kesalahan | Akibat | Cara menghindari |
|---|---|---|
| Peserta magang diberi beban kerja penuh | Dinilai hubungan kerja | Batasi tugas sesuai program belajar |
| Tanpa uang saku | Dapat dipersoalkan | Periksa aturan dan sepakati tunjangan |
| Tidak ada pembimbing | Sulit disebut pembelajaran | Tunjuk pembimbing tetap |
| Jangka waktu panjang tanpa batas | Berubah menjadi pekerja terselubung | Tetapkan batas yang wajar |
| Tidak melibatkan lembaga pendidikan | Konflik dengan aturan kampus atau sekolah | Libatkan sejak awal |
| Tidak ada sertifikat | Peserta dirugikan | Terbitkan surat keterangan |
Kapan perlu advokat
Perjanjian magang sederhana dapat disusun sendiri. Gunakan advokat bila:
- perusahaan menjalankan program magang berskala besar dan berulang;
- peserta bekerja penuh waktu dan diminta menggantikan pekerja;
- terjadi kecelakaan atau pelecehan di tempat magang. Lihat pelecehan di tempat kerja dan pengaduan;
- ada persoalan upah, hak cipta karya, atau kerahasiaan;
- peserta ingin menuntut agar statusnya diakui sebagai pekerja.
Contoh penerapan
Contoh: Sebuah perusahaan penerbitan menerima dua mahasiswa magang selama tiga bulan. Perjanjian tiga pihak dengan kampus mencantumkan program belajar penyuntingan, pembimbing, jam kerja empat hari seminggu, uang saku bulanan, dan sertifikat di akhir program. Peserta mendapat bimbingan mingguan dan mengerjakan tugas yang sesuai tujuan belajar.
Contoh: Seorang lulusan baru "magang" selama setahun di sebuah toko, bekerja enam hari seminggu menggantikan kasir, tanpa pembimbing dan tanpa uang saku. Ketika ia berhenti, ia menuntut upah. Praktik ini menyerupai hubungan kerja. Pelajarannya, kenyataan pekerjaan lebih menentukan daripada nama perjanjian.
Contoh dalam artikel ini harus disesuaikan dengan fakta, aturan pemagangan terbaru, dan hukum yang berlaku. Jangan memakai magang untuk menghindari kewajiban terhadap pekerja. Peserta magang yang sebenarnya bekerja penuh dapat menuntut haknya sebagai pekerja.
Peserta sebaiknya meminta rencana belajar tertulis sebelum mulai. Pemberi tempat magang sebaiknya menyimpan catatan kehadiran dan penilaian sebagai bukti bahwa kegiatan benar-benar bersifat pembelajaran.
Perubahan aturan yang perlu diketahui
Pengaturan pemagangan dan ketenagakerjaan berubah melalui UU No. 6 Tahun 2023 serta peraturan pelaksananya, dan kebijakan magang berkembang pesat, termasuk program yang terkait pendidikan tinggi. Status Permenaker No. 6 Tahun 2020 (per Oktober 2026 masih tercatat berlaku di BPK) dan penggantinya, bila ada, perlu diperiksa di peraturan.bpk.go.id. DPR mengesahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan pada 6 Oktober 2026, yang baru berlaku satu tahun sejak ditetapkan dan diundangkan. Pantau apakah undang-undang itu menyentuh pemagangan. Aturan inti bahwa magang adalah pembelajaran dan bukan pengganti pekerja relatif stabil.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah peserta magang wajib dibayar? Peserta berhak atas uang saku menurut pengaturan pemagangan yang dikenal. Besarnya mengikuti kesepakatan dan aturan yang berlaku. Periksa teks resmi.
Apakah peserta magang mendapat BPJS? Itu bergantung status dan program. Tanyakan kepada penyelenggara, dan pastikan ada perlindungan terhadap kecelakaan selama kegiatan.
Berapa lama magang boleh berlangsung? Ada batas dalam aturan pemagangan yang dikenal, tetapi periksa teks resmi terbaru. Jangka waktu yang terlalu panjang meningkatkan risiko dinilai sebagai hubungan kerja.
Bisakah magang menjadi karyawan tetap? Bisa, bila kedua pihak sepakat dan dibuat perjanjian kerja baru. Magang yang sebenarnya hubungan kerja dapat dinilai berstatus pekerja sejak awal.
Ringkasan
- Magang adalah pembelajaran terprogram di tempat usaha, bukan pengganti pekerja.
- Perjanjian magang memuat program, jangka waktu, pembimbing, uang saku, hak dan kewajiban.
- Libatkan lembaga pendidikan bila peserta pelajar atau mahasiswa.
- Nama perjanjian tidak menentukan status. Kenyataan kerja yang menentukan.
- Periksa aturan pemagangan terbaru dan gunakan advokat untuk program besar atau sengketa.
- Contoh dalam artikel harus disesuaikan dengan fakta dan hukum yang berlaku.
Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.
- Peraturan BPK: Permenaker No. 6 Tahun 2020 — peraturan.bpk.go.id/Details/145067/permenaker-no-6-tahun-2020
- Peraturan BPK: pusat data peraturan perundang-undangan — peraturan.bpk.go.id/
- Peraturan.go.id: Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional — peraturan.go.id/
Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.
Dasar hukum
- Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri (periksa status terbaru)
- UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
- UU No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang
Baca juga
- Pekerja Magang dan Status Hukumnya: Hak, Uang Saku, dan Perlindungan
- Pekerja Magang dan Fresh Graduate: Status Hukum dan Upah
- Magang Mahasiswa (Kampus Merdeka): Hak Peserta, Perjanjian Tiga Pihak, dan Perlindungan K3
- Studi Kasus: Magang Tanpa Upah yang Bekerja Penuh, Apakah Berubah Menjadi Pekerja?
- Magang, PKL, dan Perjanjian Non-Kompetisi: Batas Hukum bagi Peserta dan Perusahaan
Ada masukan atau pendapat lain? Kirim lewat WhatsApp atau telepon 0813-3040-8000.