Hukum Perdata & Litigasi

Contoh Surat Penagihan Utang dan Cara Mengisinya

Diperbarui

Isi artikel
    ALUR SINGKATMenyusun surat penagihan1Kumpulkan bukti utangdan hitung sisa2Tentukan jumlah,tenggat, dan carabayar3Tulis surat yang sopandan jelas4Kirim dengan buktiterima5Tentukan langkah bilatidak dibayar
    Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.

    Apa itu surat penagihan utang

    Surat penagihan adalah pemberitahuan tertulis dari pihak yang berpiutang (kreditur) kepada pihak yang berutang (debitur) bahwa ada kewajiban bayar yang sudah atau akan jatuh tempo. Tujuannya meminta pembayaran dengan cara baik. Surat ini umum dipakai oleh penjual barang, pemberi pinjaman pribadi, pemilik kontrakan, pengelola usaha, dan freelancer.

    Surat penagihan tidak mengubah status utang. Utang sudah ada sejak perjanjian terjadi. Surat hanya membuktikan bahwa kreditur telah menagih. Bukti ini berguna bila perkara dibawa ke gugatan. Karena itu, simpan surat dan bukti pengirimannya.

    Bedanya dengan somasi: somasi adalah teguran resmi yang biasanya menyebut akibat hukum bila tenggat lewat. Surat penagihan sering lebih ringan. Bacaan pendamping: somasi dan wanprestasi dan panduan menyusun somasi pertama, kedua, dan ketiga.

    Aturan dalam bahasa sehari-hari

    • Utang-piutang tunduk pada KUHPerdata tentang perikatan. Perjanjian yang sah mengikat pihak yang membuatnya.
    • Penagihan boleh dilakukan, tetapi cara harus patut. Mengancam, mempermalukan di depan umum, atau menyebarkan data pribadi dapat menimbulkan masalah hukum bagi penagih. Lihat etika penagihan utang, jam dan cara yang boleh.
    • Bunga atau denda hanya boleh ditagih bila ada dasarnya, misalnya dalam perjanjian, dan wajar. Baca bunga pinjaman dan batasnya.
    • Hak menagih tidak berlaku selamanya. Ada ketentuan daluwarsa. Lihat daluwarsa tagihan utang.
    • Utang yang tidak jelas buktinya sulit ditagih lewat pengadilan. Lihat utang-piutang dan bukti tertulis.
    • Persoalan utang pada dasarnya perdata. Laporan pidana tidak otomatis tepat. KUHP baru (UU No. 1 Tahun 2023) berlaku sejak 2 Januari 2026, sehingga rujukan pasal pidana lama perlu diperiksa ulang.
    CONTOH SURAT & PERJANJIANSurat penagihanutangInfoHukum.com
    Ilustrasi oleh InfoHukum.com

    Kerangka surat penagihan

    Isi tanda [....]. Pilih bagian yang sesuai.

    • [Kota], [tanggal] [bulan] [tahun]
    • Nomor : [....]
    • Lampiran : [jumlah] berkas
    • Perihal : Penagihan [pembayaran / pelunasan] atas [nama transaksi]
    • Kepada Yth. [Nama Lengkap atau Nama Badan] di [alamat]
    • Dengan hormat,
    • Kami [Pihak Pertama / Kreditur], [Nama Lengkap], beralamat di [....], bermaksud mengingatkan kewajiban Bapak/Ibu [Pihak Kedua / Debitur].
    • 1. Dasar kewajiban: [perjanjian / faktur / kuitansi] tanggal [....] mengenai [barang/jasa/pinjaman].
    • 2. Rincian: nilai awal Rp [....]; pembayaran diterima Rp [....] pada [tanggal]; sisa Rp [....]. [Bunga/denda sebesar ... sesuai perjanjian, bila ada.]
    • 3. Jatuh tempo : [tanggal]. Sampai surat ini dibuat, pembayaran belum kami terima.
    • 4. Permintaan: mohon pembayaran dilakukan paling lambat [tanggal] ke rekening [nama bank] nomor [....] atas nama [....].
    • 5. Bila ada kendala, mohon menghubungi kami di [nomor telepon] sebelum tanggal tersebut untuk membicarakan jadwal pembayaran.
    • 6. Bila sampai tenggat belum ada pembayaran maupun tanggapan, kami akan mempertimbangkan langkah lain sesuai hukum yang berlaku.
    • Demikian kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.
    • Hormat kami, [tanda tangan dan nama terang]

    Penjelasan tiap bagian

    Perihal dan nomor. Perihal yang jelas membantu penerima mengenali transaksi. Nomor surat membantu arsip, terutama untuk badan usaha.

    Dasar kewajiban. Tulis apa yang menjadi sumber utang. Sebut tanggal dan jenis dokumen. Tanpa dasar, penerima bisa menjawab bahwa ia tidak paham.

    Rincian. Tabel kecil lebih jelas daripada kalimat panjang. Pisahkan pokok, bunga, dan denda. Jangan menggabungkannya menjadi satu angka tanpa penjelasan.

    Jatuh tempo. Cantumkan tanggal. Jika perjanjian menyebut tanggal berbeda dengan kebiasaan, ikuti perjanjian.

    Permintaan. Sebut batas tanggal pembayaran, nama rekening, dan nomor kontak. Satu rekening saja agar tidak membingungkan.

    Kalimat tindak lanjut. Cukup menyebut "langkah lain sesuai hukum". Hindari ancaman yang tidak jelas, seperti "akan dipenjarakan". Persoalan utang bukan semata pidana.

    Lampiran yang lazim

    • Salinan perjanjian, faktur, atau kuitansi.
    • Rekapitulasi pembayaran (tanggal dan jumlah).
    • Bukti transfer yang sudah masuk.
    • Percakapan yang mengakui utang, bila ada.
    • Salinan surat penagihan sebelumnya.

    Langkah praktis

    1. Pastikan utang benar. Cocokkan dengan catatan Anda.
    2. Hitung sisa. Kurangi pembayaran. Pisahkan bunga.
    3. Tulis surat pertama. Nada sopan dan fakta.
    4. Kirim dengan bukti. Surat tercatat, kurir, atau pesan yang terbaca.
    5. Beri jeda wajar. Biasanya beberapa hari sampai dua minggu, sesuai keadaan.
    6. Tulis pengingat kedua bila belum ada respons.
    7. Tingkatkan menjadi somasi bila tetap diam. Pertimbangkan advokat.
    8. Pertimbangkan jalur lain, seperti gugatan sederhana. Lihat gugatan sederhana untuk utang kecil.

    Kesalahan umum

    KesalahanAkibatCara menghindari
    Menagih tanpa rincianPenerima sulit menerimaSertakan tabel
    MengancamBerisiko hukum bagi penagihGunakan bahasa netral
    Menagih via keluarga atau atasanPelanggaran privasiTagih langsung ke debitur
    Bunga tanpa dasarDitolakRujuk perjanjian
    Tidak menyimpan bukti kirimSulit membuktikan sudah menagihSimpan resi
    Menagih terlalu sering dan larut malamDianggap menggangguPatuhi jam wajar

    Contoh: Seorang pemilik toko bahan bangunan menjual semen dengan faktur dan pembayaran tempo. Pembeli belum membayar setelah jatuh tempo. Pemilik toko mengirim surat penagihan dengan faktur terlampir, tabel sisa utang, dan nomor rekening. Dua minggu kemudian pembeli menghubungi dan meminta cicilan. Keduanya membuat jadwal tertulis.

    Contoh: Seseorang meminjamkan uang kepada teman tanpa bunga. Setelah jatuh tempo, ia menulis surat singkat berisi jumlah, tanggal pinjam, dan bukti transfer, lalu meminta pelunasan atau jadwal. Ia tidak menyebut ancaman, hanya menyatakan akan mencari penyelesaian lain bila tidak ada tanggapan.

    Peringatan

    Jangan menagih dengan ancaman, penyebaran foto atau data pribadi, atau tekanan kepada keluarga dan rekan kerja debitur. Cara itu dapat menjadi masalah hukum bagi Anda sendiri.

    Tips

    Simpan satu berkas berisi surat, bukti kirim, dan bukti transfer dalam urutan tanggal. Berkas ini sangat membantu bila perkara akhirnya ke somasi atau gugatan.

    Kapan perlu advokat atau notaris

    Surat penagihan pertama dapat dibuat sendiri. Pertimbangkan advokat bila:

    • nilai besar atau debitur berupa badan usaha;
    • ada jaminan seperti tanah, kendaraan, atau BPKB;
    • debitur membantah ada utang;
    • Anda khawatir terhadap daluwarsa;
    • sudah ada ancaman dari kedua pihak.

    Notaris diperlukan bila ingin mengubah kesepakatan cicilan menjadi akta, misalnya akta pengakuan utang notariil. Untuk tanah sebagai jaminan, baca studi kasus jaminan tanah tanpa hak tanggungan.

    Perubahan aturan yang perlu diketahui

    Aturan inti perikatan dalam KUHPerdata relatif stabil. Yang perlu diperhatikan: KUHP baru berlaku sejak 2 Januari 2026 dan KUHAP baru (UU No. 20 Tahun 2025) juga berlaku sejak tanggal itu. Penagih yang dulu terbiasa menyebut pasal pidana lama dalam surat sebaiknya tidak lagi mengutip nomor pasal tanpa memeriksa teks resmi. Untuk penagihan oleh lembaga keuangan, ada aturan tersendiri dari otoritas keuangan, sehingga periksa ketentuan terbaru.

    Contoh pengisian dengan data fiktif

    Gambaran berikut menunjukkan tingkat kerincian yang cukup, dengan data rekaan.

    • Perihal : Penagihan sisa pembayaran bahan bangunan sesuai Faktur 045 tanggal 2 Mei.
    • Dasar : Faktur 045 dan kesepakatan pembayaran tempo 30 hari.
    • Rincian : nilai faktur Rp [....]; pembayaran 15 Mei Rp [....]; sisa Rp [....].
    • Jatuh tempo : 1 Juni.
    • Permintaan : pelunasan paling lambat 15 Juni ke rekening atas nama [Nama Lengkap].
    • Lampiran : faktur, bukti transfer 15 Mei.

    Contoh lain untuk pinjaman pribadi memerlukan tambahan penjelasan, misalnya tanggal pinjam, tujuan, dan kesepakatan tanggal kembali. Jika ada perjanjian utang tertulis, rujuk nomor dan tanggalnya. Jika tidak ada, sebutkan bukti transfer dan percakapan yang menyebut pinjaman.:

    Tiga tingkat surat penagihan

    Penagihan yang tertib biasanya naik tingkat. Tidak ada aturan baku, tetapi urutan ini umum dipakai.

    TingkatNadaIsi tambahanWaktu kirim
    PengingatRamahMengingatkan tanggal jatuh tempoBeberapa hari sebelum atau sesudah jatuh tempo
    PenagihanTegas dan sopanRincian, tenggat, rekeningSetelah jatuh tempo lewat
    SomasiResmiAkibat hukum bila tenggat lewatSetelah penagihan tidak dijawab

    Pengingat dapat berupa pesan singkat. Penagihan sebaiknya berupa surat yang bisa dicetak. Somasi lebih baik disusun dengan bantuan advokat bila nilai besar. Jangan melompat langsung ke somasi keras bila hubungan masih ingin dijaga.

    Cara menghitung dan menuliskan sisa utang

    Kesalahan hitung adalah sumber sengketa yang paling sering. Gunakan urutan sederhana.

    1. Tulis nilai awal sesuai perjanjian atau faktur.
    2. Tulis setiap pembayaran: tanggal dan jumlah.
    3. Hitung sisa pokok dengan mengurangi pembayaran.
    4. Hitung bunga atau denda hanya bila ada dasarnya, dan tulis rumusnya.
    5. Jumlahkan sisa pokok dan tambahan.
    6. Bulatkan sesuai kebiasaan, tetapi jelaskan.

    Jika pembayaran dilakukan tanpa catatan alokasi, tanyakan kepada debitur bagian mana yang dibayar. Jika ada potongan karena barang cacat, tuliskan potongan itu secara terbuka agar tidak terlihat menyembunyikan.

    Menagih bila debitur tidak bisa dihubungi

    Debitur kadang berpindah alamat atau mengganti nomor. Beberapa langkah yang wajar:

    • kirim ke alamat dalam perjanjian dan alamat terakhir yang diketahui;
    • kirim ke surel atau akun pesan yang terakhir dipakai berkomunikasi, dan simpan bukti terkirim;
    • minta bantuan ketua lingkungan hanya untuk meneruskan surat, bukan untuk membuka utang kepada orang lain;
    • simpan semua upaya sebagai catatan.

    Jangan mencari-cari data pribadi debitur lewat cara yang tidak sah. Perlindungan data pribadi diatur dalam UU Pelindungan Data Pribadi. Hal itu penting terutama bagi penagih yang mengumpulkan informasi di luar yang dibagikan debitur.

    Bila utang sebagian dibayar atau diakui

    Ketika debitur membayar sebagian atau mengakui utang secara tertulis, posisi penagihan menguat. Catat pembayaran, kirim tanda terima, dan sepakati jadwal sisa. Pengakuan tertulis dapat mempengaruhi perhitungan daluwarsa, sehingga simpan dokumennya. Namun jangan menekan debitur untuk mengakui jumlah yang belum disepakati. Bila kesepakatan dibuat, tulis bahwa pembayaran sebagian tidak menghapus sisa dan bahwa hak menagih tetap ada. Bacaan terkait: bukti pelunasan utang, kuitansi dan surat lunas.

    Contoh kalimat yang sopan namun tegas

    Banyak orang bingung memilih kata. Berikut contoh kalimat yang dapat dipakai sebagai bahan, lalu disesuaikan dengan keadaan Anda.

    • Pembuka: "Kami menulis untuk mengingatkan pembayaran atas [transaksi] yang telah jatuh tempo pada [tanggal]."
    • Rincian: "Sampai tanggal surat ini, kami mencatat sisa kewajiban sebesar Rp [....], dengan rincian terlampir."
    • Permintaan: "Mohon pembayaran dilakukan paling lambat [tanggal], atau jika ada kendala, mohon menghubungi kami untuk membahas jadwal."
    • Penutup: "Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara baik-baik."
    • Tindak lanjut: "Apabila tidak ada tanggapan, kami akan mempertimbangkan langkah sesuai hukum yang berlaku."

    Hindari kalimat seperti "kami akan menyebarkan data Anda" atau "kami akan datang ke tempat kerja Anda". Kalimat tersebut dapat berbalik menjadi masalah hukum bagi penagih. Hindari juga bahasa menghina. Surat penagihan yang baik terbaca seperti pengingat profesional. Bila hubungan dekat, tambahkan satu kalimat yang menghargai hubungan, misalnya "kami memahami mungkin ada kesulitan". Satu kalimat ini sering membuat debitur lebih terbuka bernegosiasi. Untuk kasus penagihan oleh lembaga, baca kartu kredit dan penagihan debt collector.

    Menyimpan bukti penagihan

    Setiap penagihan sebaiknya meninggalkan jejak. Simpan salinan surat, bukti kirim, tangkapan layar pesan, dan catatan tanggal serta isi percakapan telepon. Beri nama berkas dengan tanggal agar mudah ditelusuri. Tulis ringkasan satu halaman berisi kronologi: tanggal transaksi, jatuh tempo, penagihan pertama, kedua, tanggapan debitur, dan pembayaran sebagian. Ringkasan ini mempermudah advokat bila perkara berlanjut, dan membantu Anda sendiri menjaga konsistensi pernyataan.

    Daftar periksa akhir sebelum mengirim

    • Jumlah dan tanggal jatuh tempo sudah dicocokkan dengan catatan.
    • Bunga atau denda hanya yang ada dasarnya.
    • Nomor rekening dan nama penerima sudah benar.
    • Tenggat wajar dan tegas.
    • Nada surat sopan dan bebas ancaman.
    • Lampiran bernomor dan lengkap.
    • Bukti pengiriman akan disimpan.

    Surat penagihan yang rapi sulit dibantah dan lebih mungkin mendapat tanggapan. Surat yang ceroboh justru memberi alasan bagi debitur untuk menunda.

    Ingat pula bahwa kesabaran dan konsistensi sama pentingnya dengan ketegasan. Penagihan yang dilakukan berkala, tertib, dan terdokumentasi lebih efektif daripada penagihan yang keras tetapi sporadis. Bila debitur menunjukkan itikad baik, pertimbangkan kesepakatan cicilan tertulis.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apakah surat penagihan wajib sebelum menggugat? Tidak selalu, tetapi teguran tertulis membantu membuktikan kelalaian. Banyak pengadilan menyukai bukti penagihan.

    Boleh menagih lewat media sosial? Tidak disarankan. Mempermalukan debitur dapat menimbulkan masalah hukum.

    Bagaimana jika debitur tidak menerima surat? Simpan bukti pengiriman. Jika alamat salah, gunakan alamat dalam perjanjian.

    Bolehkah menambahkan bunga sendiri? Hanya bila ada dasarnya dan wajar. Periksa perjanjian.

    Ringkasan

    • Surat penagihan mengingatkan kewajiban dengan cara baik dan menjadi bukti penagihan.
    • Berisi dasar utang, rincian, tenggat, dan cara bayar.
    • Bahasa netral; jangan mengancam atau mempermalukan.
    • Kirim dengan bukti, tingkatkan menjadi somasi bila perlu.
    • Pada nilai besar atau ada jaminan, konsultasikan ke advokat.
    • Sesuaikan contoh dengan fakta dan hukum yang berlaku.
    📌 Catatan

    Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.

    Dasar hukum

    • Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek), bagian perikatan
    • UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

    Baca juga

    WhatsApp