Bisnis, UMKM & Start-Up

Contoh Perjanjian Reseller dan Cara Mengisinya

Diperbarui

Isi artikel
    ALUR SINGKATMenyusun perjanjian reseller1Tentukan produk, hargabeli, dan target2Atur wilayah, kanal,dan penggunaan merek3Tetapkan pembayaran,garansi, dan retur4Atur pengakhiran dansisa stok5Tandatangani dansimpan dokumenpendukung
    Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.

    Apa itu perjanjian reseller

    Reseller adalah pihak yang membeli produk dari pemasok lalu menjualnya kembali kepada konsumen atas nama dan risiko sendiri. Contohnya pemilik toko daring yang membeli kosmetik dari produsen lalu menjualnya di lapak sendiri. Pemasok adalah produsen atau distributor yang menyediakan barang.

    Perjanjian reseller mengatur hubungan dagang itu secara tertulis. Tanpa perjanjian, kedua pihak hanya terikat oleh jual-beli tiap transaksi. Itu cukup untuk urusan sederhana, tetapi tidak menjawab pertanyaan seperti: siapa menanggung barang cacat, apakah reseller boleh memakai logo, atau apa yang terjadi pada stok bila kerja sama berhenti.

    Perbedaan reseller dengan agen dan distributor dibahas di perjanjian agen, distributor, dan reseller. Berbeda dengan dropshipper, reseller biasanya menyimpan stok. Lihat reseller dan dropship, tanggung jawab kepada pembeli.

    Aturan dalam bahasa sehari-hari

    • Dasarnya hukum jual-beli dan perjanjian dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Para pihak bebas menyusun isi sepanjang tidak melanggar undang-undang. Lihat syarat sah perjanjian.
    • Reseller yang menjual kepada konsumen menjadi pelaku usaha menurut UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ia ikut bertanggung jawab atas informasi dan kualitas barang yang dijual.
    • Penggunaan merek dan logo pemasok memerlukan izin. Merek dilindungi oleh UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Reseller tidak boleh mendaftarkan merek pemasok atas namanya.
    • Klausul yang menetapkan harga jual kembali, wilayah eksklusif, atau melarang menjual produk pesaing dapat dinilai dari sisi hukum persaingan usaha, yaitu UU No. 5 Tahun 1999. Periksa teks resmi dan konsultasikan bila klausulnya ketat.
    • Pendaftaran agen atau distributor pada instansi perdagangan mungkin dibutuhkan untuk bentuk kerja sama tertentu. Lihat surat tanda pendaftaran agen dan distributor. Reseller biasa umumnya tidak identik dengan agen, tetapi periksa ketentuan terbaru.
    • Bila perjanjian berbentuk elektronik atau klik setuju, tetap dapat mengikat. Lihat kontrak elektronik, klik setuju, dan klausul yang wajib ada.
    • Jika kerja sama berubah menjadi sistem dengan biaya awal, merek, dan pelatihan, pertimbangkan apakah itu sudah masuk waralaba (franchise). Aturannya berbeda dan lebih ketat.
    CONTOH SURAT & PERJANJIANPerjanjian resellerInfoHukum.com
    Ilustrasi oleh InfoHukum.com

    Kerangka perjanjian reseller yang dapat disesuaikan

    Berikut kerangka umum. Tanda [....] harus diganti dengan data Anda.

    • PERJANJIAN RESELLER Nomor: [....]
    • Pada hari ini, [hari], tanggal [....], bertempat di [kota], yang bertanda tangan di bawah ini:
    • 1. [Nama Perusahaan/Perorangan], NIB [....], alamat [....], diwakili [Nama Lengkap], jabatan [....], selanjutnya disebut Pihak Pertama (Pemasok).
    • 2. [Nama Perusahaan/Perorangan], NIB/NIK [....], alamat [....], diwakili [Nama Lengkap], selanjutnya disebut Pihak Kedua (Reseller).
    • Pasal 1 Produk. Pemasok menjual kepada Reseller produk [nama dan spesifikasi] sebagaimana daftar pada Lampiran.
    • Pasal 2 Harga dan pembayaran. Harga beli Reseller adalah [daftar harga/diskon ....% dari harga katalog]. Pembayaran dilakukan [di muka/dalam .... hari setelah faktur] melalui [rekening].
    • Pasal 3 Pemesanan dan pengiriman. Pemesanan minimum [....]. Pengiriman dilakukan dalam [....] hari kerja, ongkos ditanggung [....], risiko berpindah [saat barang diterima/dikirim].
    • Pasal 4 Wilayah dan kanal. Reseller menjual melalui [toko fisik/marketplace/media sosial/situs sendiri] di wilayah [....]. Hak ini [eksklusif/tidak eksklusif].
    • Pasal 5 Harga jual. Reseller menentukan harga jual sendiri. [Pemasok dapat memberi harga rekomendasi, tidak mengikat.]
    • Pasal 6 Merek dan materi promosi. Reseller boleh memakai nama, logo, dan foto produk hanya untuk menjual produk ini dan sesuai pedoman Pemasok. Reseller tidak boleh mengklaim sebagai produsen.
    • Pasal 7 Mutu, garansi, dan retur. Pemasok menjamin produk sesuai spesifikasi. Produk cacat dapat diretur dalam [....] hari dengan bukti. Garansi konsumen diselenggarakan [....].
    • Pasal 8 Tanggung jawab kepada konsumen. Reseller memberi informasi yang benar kepada konsumen dan melayani keluhan. Cacat produksi diteruskan kepada Pemasok.
    • Pasal 9 Target dan pelaporan. Target minimal [....] per [bulan/kuartal]. Reseller melaporkan penjualan setiap [....].
    • Pasal 10 Kerahasiaan. Harga beli dan data pelanggan Pemasok dijaga kerahasiaannya.
    • Pasal 11 Jangka waktu dan perpanjangan. Perjanjian berlaku [....] bulan sejak [tanggal] dan dapat diperpanjang dengan kesepakatan tertulis.
    • Pasal 12 Pengakhiran. Salah satu pihak dapat mengakhiri dengan pemberitahuan tertulis [....] hari. Stok yang tersisa [dibeli kembali oleh Pemasok pada harga ....% / dijual habis dalam .... hari].
    • Pasal 13 Larangan. Reseller tidak mengalihkan perjanjian dan tidak menjual produk palsu atau di luar kanal yang disepakati.
    • Pasal 14 Penyelesaian perselisihan. Musyawarah; bila gagal, [mediasi/arbitrase/pengadilan negeri ....].
    • Pasal 15 Penutup. Dibuat rangkap dua bermeterai cukup.
    • Pihak Pertama: [meterai] [tanda tangan] [nama]. Pihak Kedua: [tanda tangan] [nama].

    Penjelasan tiap pasal

    Identitas. Pastikan kedua pihak adalah subjek hukum yang benar. Untuk badan usaha, periksa siapa yang berwenang menandatangani.

    Produk. Rinci jenis dan spesifikasi. Produk baru yang ditambahkan kelak dimasukkan melalui addendum.

    Harga dan pembayaran. Sebut harga atau rumus diskon, tenggat bayar, dan akibat keterlambatan. Hindari frasa "harga menyesuaikan" tanpa mekanisme.

    Pemesanan dan pengiriman. Tentukan pemesanan minimum, waktu kirim, dan kapan risiko kerusakan berpindah. Ini sering menjadi sumber sengketa barang rusak di jalan.

    Wilayah dan kanal. Eksklusif atau tidak eksklusif harus tertulis. Eksklusif berarti pemasok tidak menunjuk reseller lain di wilayah itu. Kanal penting karena sebagian pemasok membatasi penjualan di marketplace tertentu.

    Harga jual. Reseller umumnya bebas menentukan harga. Harga rekomendasi boleh, tetapi mewajibkan harga tertentu dapat dipersoalkan dari sisi persaingan usaha.

    Merek. Izin pakai merek bersifat terbatas dan dapat dicabut. Pedoman penggunaan melindungi citra produk.

    Mutu dan garansi. Tentukan siapa melayani klaim konsumen dan siapa menanggung biayanya. Lihat hak konsumen dan BPSK.

    Tanggung jawab kepada konsumen. Reseller berhadapan dengan konsumen sehingga ia tidak boleh lepas tangan.

    Target dan pelaporan. Target harus realistis dan akibat tidak tercapai harus jelas.

    Jangka waktu dan pengakhiran. Tentukan nasib stok. Ini bagian yang paling sering dilupakan.

    Larangan. Melarang pengalihan perjanjian dan penjualan produk palsu.

    Penyelesaian perselisihan. Pilih forum yang praktis dan terjangkau. Arbitrase dapat dipilih bila kedua pihak sepakat. Lihat arbitrase BANI dan klausul arbitrase kontrak.

    Daftar lampiran yang lazim

    • Daftar produk dan harga beli.
    • Pedoman penggunaan merek dan materi promosi.
    • Prosedur retur dan klaim garansi.
    • Salinan identitas dan legalitas usaha kedua pihak (KTP, NIB, akta).
    • Contoh faktur dan dokumen pengiriman.
    • Daftar target penjualan.

    Langkah praktis

    1. Tentukan model. Reseller, agen, distributor, atau dropshipper.
    2. Tetapkan produk dan harga. Sertakan skema diskon berjenjang bila ada.
    3. Periksa legalitas pemasok. Izin edar, merek, dan keaslian produk.
    4. Susun perjanjian. Gunakan kerangka di atas.
    5. Negosiasikan pasal sensitif. Eksklusivitas, target, retur, dan sisa stok.
    6. Tandatangani dan simpan salinan.
    7. Jalankan dengan tertib. Simpan faktur, bukti bayar, dan korespondensi.
    8. Tinjau berkala. Perbarui harga, produk, dan target.

    Kesalahan umum

    KesalahanAkibatCara menghindari
    Tidak mengatur retur dan barang cacatSengketa biayaAtur batas waktu dan bukti
    Tidak mengatur sisa stok saat berakhirReseller menanggung stok matiTentukan pembelian kembali atau masa jual habis
    Eksklusivitas tidak jelasKonflik antar resellerTulis eksklusif atau tidak
    Memakai merek tanpa izin tertulisSengketa merekMinta izin dan ikuti pedoman
    Menjual di kanal terlarangPelanggaran perjanjianDaftar kanal yang boleh
    Tidak memeriksa keaslian produkRisiko menjual barang palsuMinta bukti izin edar dan distribusi resmi
    Hanya lewat chatSulit dibuktikanBuat dokumen tertulis

    Kapan perlu advokat

    Perjanjian reseller sederhana bisa disusun sendiri. Gunakan advokat bila:

    • nilai pembelian besar, wilayah luas, atau eksklusivitas ketat;
    • ada pemakaian merek, hak cipta, atau rahasia dagang;
    • reseller diwajibkan membayar biaya awal, pelatihan, atau sistem bisnis yang mirip waralaba;
    • terjadi pemutusan sepihak atau stok menumpuk. Lihat pemutusan kerja sama dealer atau agen sepihak;
    • pemasok atau reseller berada di luar negeri;
    • perselisihan sudah berlanjut ke pengadilan. Format resmi dokumen perkara mengikuti ketentuan pengadilan dan hukum acara yang berlaku, dan hukum acara pidana baru (UU No. 20 Tahun 2025) berlaku sejak 2 Januari 2026 bila ada unsur pidana seperti penipuan atau penggelapan menurut KUHP baru.

    Contoh penerapan

    Contoh: Seorang pemilik toko daring menandatangani perjanjian reseller dengan produsen makanan ringan. Perjanjian mencantumkan harga beli berjenjang, pengiriman dua kali sebulan, penjualan melalui marketplace dan media sosial, hak non-eksklusif, izin memakai foto produk, retur untuk produk cacat dalam tujuh hari, dan pembelian kembali stok yang belum kedaluwarsa bila kerja sama berakhir. Setelah enam bulan, reseller berhenti dan stok diselesaikan sesuai perjanjian.

    Contoh: Dua reseller di kota yang sama mengira masing-masing eksklusif, karena pemasok berjanji lisan kepada keduanya. Keduanya merasa dirugikan ketika yang lain berjualan. Pelajarannya, eksklusivitas harus tertulis dan jelas wilayahnya.

    Peringatan

    Contoh dalam artikel ini harus disesuaikan dengan produk, wilayah, merek, dan hukum yang berlaku. Jangan menyalin mentah-mentah. Klausul harga, eksklusivitas, dan izin edar dapat membawa konsekuensi hukum tersendiri. Pastikan produk yang dijual sah dan memiliki izin yang diperlukan.

    Tips

    Simpan setiap faktur, bukti transfer, dan korespondensi perubahan harga. Saat terjadi sengketa, catatan transaksi yang rapi sering lebih menentukan daripada klausul yang panjang.

    Perubahan aturan yang perlu diketahui

    Aturan pokok jual-beli dalam KUHPerdata relatif stabil. Ketentuan perizinan usaha berbasis risiko dan perdagangan melalui sistem elektronik terus berubah, termasuk pasca UU No. 6 Tahun 2023. Periksa ketentuan terbaru tentang perizinan berusaha, pendaftaran agen atau distributor, dan perdagangan daring. Pelanggaran seperti penjualan barang palsu atau penipuan diatur dalam KUHP baru (UU No. 1 Tahun 2023) yang berlaku sejak 2 Januari 2026; nomor pasal dapat diperiksa di teks resmi. Ketentuan pidana di luar KUHP dapat disesuaikan oleh UU No. 1 Tahun 2026, sehingga periksa teks resmi terbaru.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apa bedanya reseller dan agen? Reseller membeli lalu menjual atas nama sendiri. Agen biasanya bertindak untuk pemasok dan menerima komisi, tanpa memiliki stok.

    Apakah reseller bertanggung jawab atas barang cacat? Reseller sebagai pelaku usaha ikut bertanggung jawab kepada konsumen, tetapi dapat meneruskan klaim cacat produksi kepada pemasok sesuai perjanjian.

    Bolehkah pemasok melarang reseller menjual di marketplace tertentu? Boleh dituangkan dalam perjanjian sebagai pembatasan kanal, selama wajar. Pembatasan yang sangat ketat dapat dinilai dari sisi persaingan usaha.

    Apakah perjanjian reseller harus dibuat notaris? Tidak wajib. Namun untuk nilai besar atau jangka panjang, akta notaris dapat memperkuat pembuktian.

    Ringkasan

    • Reseller membeli dan menjual kembali atas nama dan risiko sendiri.
    • Perjanjian mengatur produk, harga, kanal, merek, retur, target, dan pengakhiran.
    • Atur nasib stok saat kerja sama berakhir.
    • Eksklusivitas dan harga jual perlu dirumuskan hati-hati.
    • Gunakan advokat untuk nilai besar, merek, atau bentuk menyerupai waralaba.
    • Contoh dalam artikel harus disesuaikan dengan fakta dan hukum yang berlaku.
    📌 Catatan

    Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.

    Dasar hukum

    Baca juga

    WhatsApp