Hukum Perdata & Litigasi

Contoh Pencabutan Gugatan dan Cara Mengisinya

Diperbarui

Isi artikel
    ALUR SINGKATMencabut gugatan1Tentukan tahap perkara2Tulis surat pencabutandan alasan3Dapatkan persetujuantergugat bila perlu4Serahkan ke pengadilan5Terima penetapanpencabutan
    Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.

    Apa itu pencabutan gugatan

    Setelah gugatan didaftarkan, penggugat kadang ingin menariknya kembali. Alasannya beragam: sudah berdamai, ingin memperbaiki gugatan yang cacat, tidak mau melanjutkan, atau ada perkembangan baru. Menarik gugatan secara resmi disebut pencabutan gugatan.

    Pencabutan bukan sekadar tidak datang ke sidang. Penggugat yang tidak hadir tanpa alasan dapat menghadapi gugatan dinyatakan gugur. Pencabutan resmi dilakukan lewat surat atau pernyataan di persidangan, dan pengadilan mengeluarkan penetapan. Bacaan terkait ada di pencabutan gugatan, perdamaian, dan akta van dading dan berdamai setelah putusan atau saat banding.

    Aturan dalam bahasa sehari-hari

    Pencabutan gugatan dikenal dalam hukum acara perdata. Rinciannya diatur dalam ketentuan hukum acara dan praktik pengadilan. Pegangan praktisnya:

    • Sebelum tergugat menjawab, penggugat umumnya dapat mencabut gugatan tanpa persetujuan tergugat.
    • Setelah tergugat menjawab, pencabutan biasanya memerlukan persetujuan tergugat, karena tergugat sudah mengeluarkan upaya membela diri dan mungkin ingin perkara diputus.
    • Setelah putusan, yang dimohonkan bukan pencabutan gugatan melainkan pencabutan upaya hukum seperti banding, atau perdamaian.
    • Hakim mengeluarkan penetapan yang menyatakan pencabutan dikabulkan dan perkara dicoret dari daftar. Periksa teks resmi dan panduan pengadilan.
    • Setelah dicabut, gugatan dianggap tidak pernah diajukan, sehingga penggugat pada dasarnya dapat mengajukan lagi bila belum daluwarsa dan tidak ada larangan. Namun alasannya harus sah, dan tergugat dapat berkeberatan.
    • Biaya perkara yang sudah dibayar belum tentu dikembalikan seluruhnya. Tanyakan pada kepaniteraan.
    • Pendaftaran dan penyampaian surat memakai cara pengadilan, termasuk elektronik.

    Mencabut gugatan tidak menyelesaikan sengketa sendiri. Jika hubungan masih bermasalah, selesaikan lewat perdamaian. Lihat contoh perjanjian perdamaian.

    CONTOH SURAT & PERJANJIANPencabutan gugatanInfoHukum.com
    Ilustrasi oleh InfoHukum.com

    Kerangka surat pencabutan yang dapat disesuaikan

    Ganti tanda [....] dengan data Anda.

    • [Kota], [tanggal] [bulan] [tahun]
    • Kepada Yth. Ketua Pengadilan Negeri [....] / Majelis Hakim yang memeriksa perkara Nomor [....]
    • Perihal: Pencabutan Gugatan dalam Perkara Nomor [....]
    • Yang bertanda tangan di bawah ini [Nama Lengkap], [Advokat pada ... berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal ... / Penggugat sendiri], untuk dan atas nama PENGGUGAT [Nama Lengkap], dalam perkara melawan TERGUGAT [Nama Lengkap], dengan ini mengajukan pencabutan gugatan.
    • 1. Bahwa Penggugat telah mengajukan gugatan [wanprestasi/perbuatan melawan hukum/lainnya] terdaftar dengan Nomor [....] pada tanggal [....].
    • 2. Bahwa perkara berada pada tahap [belum ada jawaban / telah ada jawaban Tergugat tanggal ... / mediasi].
    • 3. Bahwa Penggugat memutuskan mencabut gugatan tersebut dengan alasan [Para Pihak telah mencapai kesepakatan penyelesaian tanggal ... / Penggugat akan memperbaiki gugatan / alasan lain yang sah].
    • 4. Bahwa [Tergugat telah menyatakan persetujuannya atas pencabutan ini sebagaimana surat persetujuan terlampir / pencabutan dilakukan sebelum Tergugat menjawab].
    • 5. Bahwa pencabutan ini dilakukan dengan sukarela dan tanpa paksaan.
    • 6. Mohon Majelis Hakim menetapkan pencabutan gugatan dikabulkan, menyatakan perkara dicabut dan dicoret dari daftar perkara, serta menentukan biaya perkara sesuai ketentuan.
    • Demikian surat pencabutan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
    • Hormat kami, Penggugat / Kuasa Hukum Penggugat [tanda tangan dan nama].
    • Menyetujui, Tergugat / Kuasa Hukum Tergugat [tanda tangan dan nama], bila diperlukan.

    Penjelasan tiap bagian

    Identitas perkara. Cantumkan nomor perkara, nama majelis, dan para pihak persis seperti dalam surat panggilan.

    Tahap perkara. Sebutkan tahap saat ini, karena tahap menentukan perlu tidaknya persetujuan tergugat.

    Alasan. Jelaskan alasan dengan jujur dan singkat. Jika karena perdamaian, rujuk perdamaian itu. Alasan yang jelas membantu hakim dan tergugat.

    Persetujuan tergugat. Bila diperlukan, lampirkan surat persetujuan yang ditandatangani tergugat atau kuasanya. Persetujuan lisan di sidang dicatat dalam berita acara, tetapi surat tertulis lebih aman.

    Pernyataan sukarela. Hakim akan menanyakan hal ini. Pencabutan yang dipaksa dapat dipersoalkan.

    Permohonan penetapan. Sebut permintaan kepada hakim agar mengeluarkan penetapan pencabutan, mencoret perkara, dan menentukan biaya.

    Langkah praktis

    1. Pastikan alasan pencabutan. Berdamai? Memperbaiki gugatan? Tidak lagi mau melanjutkan?
    2. Periksa tahap perkara. Apakah tergugat sudah menjawab?
    3. Rundingkan dengan tergugat. Jika perlu persetujuan, mintalah secara tertulis.
    4. Siapkan surat pencabutan. Gunakan kerangka di atas.
    5. Tulis perdamaian terlebih dahulu bila ada. Pencabutan sebaiknya selaras dengan isi perdamaian.
    6. Serahkan ke pengadilan. Ikuti cara pengajuan pengadilan.
    7. Hadiri sidang bila diminta. Hakim dapat menanyakan langsung kepada penggugat.
    8. Terima penetapan. Simpan penetapan pencabutan sebagai bukti.

    Lampiran yang disarankan

    • Surat kuasa khusus.
    • Surat persetujuan tergugat, bila diperlukan.
    • Salinan perjanjian perdamaian, bila pencabutan karena perdamaian.
    • Bukti pembayaran biaya perkara.

    Kapan perlu advokat

    Pertimbangkan advokat bila:

    • tergugat telah menjawab dan perlu persetujuan;
    • pencabutan terkait perdamaian dengan syarat pelaksanaan;
    • Anda ingin mengajukan gugatan baru kemudian dan perlu memahami akibatnya;
    • masa daluwarsa hampir tiba;
    • ada sita jaminan yang harus diangkat.

    Kesalahan umum

    KesalahanAkibatCara menghindari
    Tidak hadir sidang tanpa mencabutGugatan gugurCabut resmi dan tertulis
    Mencabut tanpa persetujuan setelah jawabanPencabutan ditolakMinta persetujuan tertulis
    Mencabut sebelum perdamaian dilaksanakanHak tagih melemahTunda sampai pelaksanaan atau atur dalam perdamaian
    Lupa mengangkat sitaTergugat dirugikanAjukan pengangkatan sita
    Mengira bisa menggugat ulang tanpa batasTerkendala daluwarsa atau penolakanPeriksa waktu dan alasan
    Tidak menyimpan penetapanSulit membuktikan pencabutanSimpan salinan penetapan

    Contoh: Penggugat dan tergugat sepakat berdamai: tergugat membayar tiga kali angsuran. Perjanjian perdamaian menyatakan penggugat akan mencabut gugatan setelah angsuran pertama dibayar. Setelah dana masuk, penggugat mengirim surat pencabutan dengan lampiran persetujuan tergugat. Pengadilan mengeluarkan penetapan pencabutan, dan perkara dicoret dari daftar.

    Contoh: Seorang penggugat mencabut gugatan lisan di sidang tanpa mengurus penetapan, lalu mengajukan gugatan baru dua tahun kemudian. Tergugat mempersoalkan dengan alasan gugatan lama belum jelas penyelesaiannya. Majelis memerlukan bukti penetapan pencabutan, sehingga proses tertunda.

    Peringatan

    Contoh ini hanya kerangka. Format resmi mengikuti ketentuan pengadilan dan hukum acara yang berlaku, dan harus disesuaikan dengan fakta serta hukum yang berlaku. Jangan mencabut gugatan sebelum perdamaian dilaksanakan atau terjamin, dan jangan mencabut di bawah tekanan.

    Tips

    Bila pencabutan karena perdamaian, tulis dalam perjanjian perdamaian kapan dan atas dasar apa gugatan dicabut. Dengan begitu kedua pihak tahu langkah berikutnya tanpa perdebatan.

    Pencabutan gugatan dan perdamaian yang dikuatkan

    Ada dua cara menyelesaikan perkara yang sudah berjalan lewat perdamaian. Cara pertama, penggugat mencabut gugatan dan perdamaian dilaksanakan di luar pengadilan. Cara kedua, para pihak meminta hakim menuangkan perdamaian dalam akta perdamaian yang dikuatkan putusan. Cara kedua memberi kekuatan eksekusi, sehingga pelanggaran dapat langsung dimintakan eksekusi. Cara pertama lebih sederhana, tetapi bila perdamaian dilanggar, pihak yang dirugikan harus menggugat lagi. Baca akta perdamaian dan kekuatannya. Pilih cara yang sesuai dengan tingkat kepercayaan kedua pihak dan nilai sengketa.

    Mencabut gugatan di tingkat banding dan kasasi

    Di tingkat banding atau kasasi, yang dicabut adalah permohonan banding atau kasasi. Pencabutan ini mengakibatkan putusan sebelumnya berkekuatan hukum tetap. Kepada siapa surat diajukan, dan apakah memerlukan persetujuan, mengikuti ketentuan pengadilan terkait. Dampaknya besar, sehingga pertimbangkan dengan hati-hati dan bicarakan dengan advokat. Lihat banding perdata, memori, kontra memori, dan tenggat dan kasasi perdata, alasan, syarat, dan tenggat.

    Perubahan aturan yang perlu diketahui

    Prinsip pencabutan gugatan dalam hukum acara perdata relatif stabil. Perubahan terjadi pada tata cara pengajuan karena pengadilan makin memakai sistem elektronik. KUHAP baru (UU No. 20 Tahun 2025) berlaku sejak 2 Januari 2026 untuk perkara pidana dan tidak mengatur pencabutan gugatan perdata. Periksa panduan terbaru pengadilan.

    Alasan umum mencabut gugatan

    Ada beberapa alasan yang lazim mendorong penggugat mencabut gugatan. Pertama, tercapai perdamaian, baik di luar maupun di dalam proses mediasi. Kedua, gugatan memiliki cacat bentuk, misalnya salah menulis identitas tergugat, kurang pihak, atau objek tidak jelas, sehingga lebih baik dicabut dan diperbaiki daripada menunggu putusan tidak dapat diterima. Ketiga, bukti yang dibutuhkan belum lengkap, dan penggugat memilih menunda. Keempat, biaya dan waktu dirasa tidak sebanding. Kelima, ada perkembangan di luar perkara, seperti tergugat membayar sebagian atau seluruhnya. Apa pun alasannya, tuliskan secara jujur dan netral dalam surat. Alasan yang tidak benar dapat dipersoalkan, dan hakim dapat menanyakannya di persidangan.

    Satu pertimbangan penting adalah akibat pencabutan terhadap sita jaminan yang mungkin sudah diletakkan. Bila gugatan dicabut, sita ikut tidak bertahan, dan harta tergugat bebas kembali. Jika perdamaian belum dilaksanakan, penggugat kehilangan sarana pengamanan. Karena itu, pertimbangkan menunda pencabutan sampai perdamaian terlaksana, atau atur dalam perjanjian perdamaian bahwa jaminan lain diberikan.

    Perbandingan: dicabut, gugur, dan ditolak

    Tiga istilah ini sering tertukar. Gugatan dicabut karena kehendak penggugat dan ada penetapan hakim. Gugatan gugur karena penggugat tidak hadir pada sidang yang ditentukan tanpa alasan sah, setelah dipanggil dengan patut. Gugatan ditolak atau tidak dapat diterima adalah hasil putusan setelah hakim memeriksa. Akibat hukumnya berbeda. Gugatan yang gugur atau dicabut pada dasarnya dapat diajukan lagi, sedangkan gugatan yang ditolak pada pokok perkara dan telah berkekuatan hukum tetap umumnya tidak dapat diajukan lagi dengan dasar dan pihak yang sama. Putusan tidak dapat diterima karena cacat bentuk membuka kemungkinan mengajukan gugatan baru yang sudah diperbaiki. Lihat gugatan kabur dan tidak dapat diterima.

    KeadaanSiapa yang menentukanDapat diajukan lagi
    DicabutPenggugat, dengan penetapan hakimUmumnya dapat, selama belum daluwarsa
    GugurHakim karena penggugat tidak hadirUmumnya dapat
    Tidak dapat diterimaHakim, karena cacat formalDapat setelah diperbaiki
    Ditolak pada pokok perkaraHakim, setelah memeriksaUmumnya tidak, bila berkekuatan hukum tetap

    Pencabutan dan biaya, serta komunikasi dengan klien

    Bagi penggugat yang memakai advokat, pencabutan perlu dikomunikasikan terlebih dahulu: apa alasannya, apa dampaknya terhadap hak, dan bagaimana biaya yang sudah dikeluarkan. Perjanjian jasa hukum sebaiknya mengatur hal ini sejak awal. Lihat kuasa hukum, honorarium dan hak klien. Tergugat yang menyetujui pencabutan sebaiknya mengetahui apakah penggugat mungkin mengajukan lagi gugatan yang sama. Bila tergugat menghendaki kepastian, ia dapat meminta perdamaian yang memuat pelepasan tuntutan, sehingga penggugat tidak dapat menggugat ulang untuk hal yang sama. Pelepasan seperti itu perlu dirumuskan hati-hati, sebagaimana dijelaskan dalam contoh surat pernyataan tidak menuntut.

    Contoh kalimat persetujuan tergugat

    Bila pencabutan memerlukan persetujuan, tergugat dapat menandatangani pernyataan singkat. Contoh: "Saya, [Nama Lengkap], Tergugat dalam perkara Nomor [....], menyatakan menyetujui pencabutan gugatan oleh Penggugat sebagaimana surat tanggal [....]. Persetujuan ini saya berikan dengan sukarela dan tanpa paksaan." Bila perdamaian menjadi dasar pencabutan, tambahkan rujukan: "Persetujuan ini diberikan berdasarkan Perjanjian Perdamaian tanggal [....]." Kalimat sederhana ini membantu hakim memastikan kedua pihak memahami akibatnya. Jika tergugat memakai kuasa, pastikan kuasanya mencakup wewenang menyetujui pencabutan, bukan hanya membela diri.

    Memeriksa batas waktu dan akibat bagi pihak ketiga

    Sebelum mencabut, periksa batas waktu hak yang digugat. Jika masa daluwarsa hampir habis dan gugatan dicabut, mengajukan gugatan baru bisa terlambat. Lihat daluwarsa tagihan utang. Pertimbangkan pula pihak ketiga yang terkait perkara, seperti pembeli yang bergantung pada sita atau penjamin yang terikat pada utang. Pencabutan dapat mengubah posisi mereka. Bila ada pihak yang sudah masuk sebagai penggugat intervensi atau turut tergugat, dengarkan sikap mereka. Terakhir, simpan salinan seluruh berkas perkara hingga penetapan pencabutan diterima, untuk jaga-jaga bila diperlukan di kemudian hari.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apakah gugatan yang dicabut bisa diajukan lagi? Pada dasarnya bisa, selama belum daluwarsa dan tidak ada larangan. Namun tergugat dapat berkeberatan, dan hakim akan menilai.

    Apakah biaya perkara dikembalikan? Belum tentu seluruhnya. Tanyakan kepada kepaniteraan.

    Apakah harus ke pengadilan untuk mencabut? Biasanya diajukan secara tertulis, dan hakim dapat memanggil para pihak. Ikuti panduan pengadilan.

    Ringkasan

    • Pencabutan gugatan adalah penarikan resmi gugatan yang sudah didaftarkan.
    • Sebelum jawaban umumnya boleh sendiri; setelah jawaban perlu persetujuan tergugat.
    • Isi dengan nomor perkara, tahap, alasan, dan permohonan penetapan.
    • Hindari mencabut sebelum perdamaian terjamin.
    • Format resmi mengikuti ketentuan pengadilan dan hukum acara yang berlaku.
    • Sesuaikan contoh dengan keadaan Anda.
    📌 Catatan

    Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.

    Dasar hukum

    • Het Herziene Indonesisch Reglement (HIR) dan Rechtsreglement voor de Buitengewesten (RBg), hukum acara perdata
    • Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek), bagian perdamaian

    Baca juga

    WhatsApp