Bisnis, UMKM & Start-Up

Piutang Macet Usaha Kecil: Langkah Penagihan Bertahap

Diperbarui

Isi artikel
    ALUR SINGKATTangga penagihan piutang1Pengingat ramah danfaktur ulang2Teguran tertulis3Somasi dengan bataswaktu4Mediasi atauperjanjian cicilan5Gugatan sederhana ataugugatan biasa
    Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.

    Apa itu piutang macet

    Piutang adalah hak menagih uang kepada pihak lain, misalnya dari penjualan barang secara kredit atau jasa yang belum dibayar. Piutang disebut macet bila lewat jatuh tempo dan pihak yang berutang tidak membayar tanpa kepastian kapan akan membayar. Dalam hukum, ini adalah wanprestasi, yaitu tidak memenuhi janji yang telah disepakati.

    Dasar penagihan ada pada perjanjian. Ingat bahwa perjanjian tidak harus tertulis, tetapi bukti tertulis jauh lebih kuat. Jika hanya ada chat atau pesanan lisan, kumpulkan bukti lain: faktur, surat jalan, bukti transfer sebagian, dan percakapan yang mengakui utang. Hal ini dibahas pada artikel Perjanjian lisan dan chat.

    Sebelum menagih: periksa pondasinya

    Banyak penagihan gagal bukan karena debitur kuat, melainkan karena pondasi data lemah. Pastikan Anda dapat menjawab:

    • siapa pihak yang berutang, dan apakah itu pribadi atau badan usaha;
    • berapa jumlah utang pokok, dan berapa yang sudah dibayar;
    • kapan jatuh tempo menurut kesepakatan;
    • apakah barang atau jasa telah diterima dengan baik;
    • apakah ada keluhan atau sengketa mutu yang bisa dipakai debitur untuk menolak membayar;
    • apakah piutang masih dalam batas waktu menagih.

    Soal batas waktu, hak menagih tunduk pada ketentuan kedaluwarsa. Pembahasan lengkap ada di artikel Daluwarsa tagihan utang. Jangan menunda terlalu lama.

    Kalkulator di atas selembar kertas
    Foto oleh Joachim Schnürle di Unsplash

    Langkah penagihan bertahap

    1. Pengingat ramah. Kirim pesan atau faktur ulang beberapa hari sebelum dan sesudah jatuh tempo. Sering kali debitur hanya lupa.
    2. Teguran tertulis. Setelah jatuh tempo lewat, kirim surat atau pesan resmi yang menyebut jumlah, tanggal jatuh tempo, dan permintaan membayar.
    3. Telepon dan pertemuan. Dengarkan alasan debitur. Catat janji bayar beserta tanggalnya, lalu kirim ringkasan tertulis agar ada bukti.
    4. Tawarkan cicilan. Debitur yang mau bayar sebagian lebih baik daripada yang tidak membayar sama sekali. Buat kesepakatan tertulis dengan jadwal jelas dan konsekuensi bila terlambat.
    5. Somasi. Surat peringatan formal dengan batas waktu, biasanya beberapa hari, dan pemberitahuan langkah hukum berikutnya. Format somasi ada di Somasi yang jelas.
    6. Mediasi atau perundingan dengan perantara. Pihak netral kadang membantu mencapai kesepakatan.
    7. Gugatan. Bila semua gagal, pilih gugatan sederhana atau gugatan biasa sesuai nilai dan kerumitan.

    Setiap tahap sebaiknya dilengkapi bukti: tangkapan layar, tanda terima, dan salinan surat.

    Menimbang pilihan hukum

    PilihanCocok untukCatatan
    Penagihan dan perundinganHampir semua kasusMurah, menjaga hubungan
    Gugatan sederhanaUtang nilai kecil hingga batas yang diatur Mahkamah AgungProses singkat, tanpa kewajiban pengacara
    Gugatan biasaNilai besar atau perkara rumitLebih lama dan lebih mahal
    PKPU atau kepailitanDebitur punya banyak kreditur dan tidak mampu membayarSyarat khusus, bukan sekadar alat menagih satu tagihan
    Laporan pidanaAda unsur penipuan atau penggelapanBukan pengganti penagihan utang biasa

    Utang piutang murni adalah perkara perdata. Seseorang tidak dapat dipidana hanya karena tidak membayar utang. Pidana relevan bila ada unsur lain, misalnya penipuan sejak awal. Karena KUHP baru (UU No. 1 Tahun 2023) berlaku sejak 2 Januari 2026, periksa pasal penipuan dan penggelapan pada teks resmi sebelum melapor.

    Gugatan sederhana untuk usaha kecil

    Gugatan sederhana adalah prosedur penyelesaian perkara perdata dengan nilai kecil yang dibuat lebih cepat dan murah. Aturannya ada pada PERMA No. 2 Tahun 2015 sebagaimana diubah PERMA No. 4 Tahun 2019. Menurut perubahan itu, batas nilai gugatan Rp500 juta, perkara diperiksa hakim tunggal, dan diupayakan selesai dalam waktu singkat. Periksa apakah ada perubahan batas nilai terbaru di Mahkamah Agung sebelum mengajukan.

    Hal yang perlu diingat: gugatan sederhana mensyaratkan perkara berupa wanprestasi atau perbuatan melawan hukum, bukan sengketa tanah, dan para pihak umumnya perlu hadir sendiri. Pembahasan lengkap ada pada artikel gugatan sederhana.

    PKPU dan kepailitan: kapan dipertimbangkan

    PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) dan kepailitan diatur dalam UU No. 37 Tahun 2004. Prosedur ini umumnya mensyaratkan debitur memiliki dua atau lebih kreditur dan sedikitnya satu utang yang sudah jatuh waktu dan dapat ditagih. Tujuannya mengatur penyelesaian bersama antara debitur dan seluruh krediturnya, bukan sekadar menagih satu faktur.

    Bagi usaha kecil, jalur ini jarang menjadi pilihan pertama karena memerlukan biaya, advokat, dan pembuktian khusus di Pengadilan Niaga. Namun bila debitur diketahui banyak berutang dan tidak mampu membayar, PKPU dapat menjadi opsi untuk berunding dalam kerangka hukum. Konsultasikan dengan advokat sebelum menempuhnya.

    Contoh: Ibu J menjual perlengkapan kantor kepada sebuah toko. Tagihan sebagian belum dibayar selama tiga bulan. Ibu J mengirim pengingat, lalu surat teguran, dan toko berjanji membayar cicilan tetapi tidak menepati. Ibu J mengirim somasi dengan lampiran faktur, surat jalan, dan bukti serah terima. Karena nilai tagihan masih di bawah batas gugatan sederhana, ia menyiapkan dokumen untuk mendaftarkannya. Sambil menunggu, ia tetap membuka pintu perundingan.

    Hal yang boleh dan tidak boleh dalam menagih

    Menagih adalah hak, tetapi caranya diatur oleh kepatutan dan hukum.

    Yang boleh:

    • menghubungi debitur secara sopan pada waktu wajar;
    • mengirim surat dan somasi;
    • menawarkan keringanan atau cicilan;
    • mengajukan gugatan.

    Yang sebaiknya dihindari:

    • mengancam, mengintimidasi, atau mendatangi dengan kelompok;
    • menyebarkan data atau foto debitur di media sosial;
    • menghubungi keluarga atau rekan kerja untuk mempermalukan;
    • menyita barang sendiri tanpa putusan atau dasar hukum;
    • menahan dokumen penting, seperti KTP atau ijazah, sebagai tekanan.

    Tindakan seperti itu dapat berbalik menjadi laporan pencemaran nama baik, pengancaman, atau pelanggaran data pribadi terhadap Anda.

    Peringatan

    Jangan mengambil barang debitur secara paksa atau mengancam. Penagihan harus lewat jalur yang sah. Tindakan main hakim sendiri dapat membuat Anda yang menjadi pihak bersalah.

    Tips

    Cegah piutang macet sejak awal: minta uang muka, batasi plafon kredit pelanggan baru, tuliskan jatuh tempo di faktur, dan minta persetujuan tertulis atas syarat pembayaran. Catat setiap janji bayar debitur.

    Menyusun catatan piutang yang rapi

    Penagihan yang berhasil dimulai dari pembukuan sederhana. Buat daftar piutang yang memuat nama pelanggan, nomor faktur, tanggal, jumlah, tanggal jatuh tempo, pembayaran yang sudah masuk, dan catatan penagihan. Perbarui daftar itu setiap minggu. Dengan catatan seperti ini, Anda dapat melihat piutang mana yang sudah lewat tempo satu minggu, satu bulan, dan lebih dari tiga bulan, lalu menentukan prioritas.

    Piutang yang lebih lama biasanya lebih sulit ditagih. Karena itu, makin cepat Anda bertindak, makin besar peluang dibayar. Tetapkan aturan internal: pengingat pada hari pertama lewat tempo, teguran tertulis pada minggu kedua, dan somasi sebelum bulan kedua berakhir. Aturan yang konsisten membuat penagihan tidak bergantung pada suasana hati.

    Perjanjian pengakuan utang

    Jika debitur mengakui utang tetapi belum bisa membayar penuh, buatlah surat pengakuan utang atau perjanjian cicilan. Dokumen ini sebaiknya memuat:

    • identitas kedua pihak;
    • jumlah utang pokok yang diakui dan asal utangnya;
    • jadwal cicilan dengan tanggal dan nominal;
    • konsekuensi bila satu cicilan terlambat, misalnya seluruh sisa utang jatuh tempo;
    • tanda tangan kedua pihak dan, bila perlu, saksi.

    Pengakuan utang yang jelas memperkuat pembuktian dan, menurut hukum perdata, pengakuan dapat memengaruhi perhitungan batas waktu menagih. Untuk jumlah besar, pertimbangkan membuatnya dengan akta notaris. Pembahasan jaminan pribadi dan jaminan perusahaan ada pada artikel terkait bila utang disertai jaminan.

    Kapan sebaiknya merelakan sebagian

    Tidak semua piutang layak digugat. Pertimbangkan biaya, waktu, dan kemampuan debitur. Jika debitur jelas tidak memiliki harta yang dapat dieksekusi, putusan yang menang pun sulit dilaksanakan. Dalam situasi itu, kesepakatan potongan sebagian dengan pelunasan cepat bisa lebih menguntungkan daripada menunggu bertahun-tahun. Pastikan kesepakatan potongan dituangkan tertulis dan menyatakan bahwa pembayaran itu menyelesaikan seluruh tagihan, supaya tidak ada tuntutan susulan.

    Penagihan melalui pihak ketiga

    Usaha kecil kadang menyerahkan penagihan kepada pihak lain. Hal ini sah selama dilakukan dengan cara patut. Beberapa catatan: buat perjanjian tertulis dengan penagih yang mengatur wewenang, imbalan, dan larangan cara kekerasan atau intimidasi. Penagih tidak berhak menyita barang, memasuki rumah tanpa izin, atau menyebarkan data debitur. Pemilik piutang tetap bertanggung jawab atas tindakan penagih yang bertindak atas namanya. Untuk piutang di sektor jasa keuangan, aturan OJK tentang penagihan oleh pihak ketiga berlaku dan perlu diperiksa pada teks resmi terbaru.

    Kesalahan yang sering terjadi

    • Menjual tanpa dokumen apa pun, hanya mengandalkan kepercayaan.
    • Menunda penagihan berbulan-bulan.
    • Menerima janji bayar lisan tanpa dicatat.
    • Mengancam atau mempermalukan debitur di media sosial.
    • Langsung melapor pidana padahal perkaranya perdata.
    • Tidak menghitung biaya dan waktu sebelum menggugat.
    • Melupakan batas kedaluwarsa tagihan.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apakah tagihan tanpa kontrak tertulis bisa digugat? Bisa, asalkan Anda dapat membuktikan adanya hubungan utang piutang melalui bukti lain, misalnya faktur, bukti transfer, atau percakapan. Semakin lengkap bukti, semakin baik.

    Bagaimana bila debitur hanya membayar sebagian? Terima dengan bukti tertulis bahwa itu pembayaran sebagian dan sisa utang tetap ada. Catat tanggal, jumlah, dan jadwal pelunasan.

    Berapa lama saya punya waktu untuk menagih? Ada ketentuan kedaluwarsa dalam hukum perdata, dan jangka waktunya dapat berbeda tergantung jenis tagihan. Periksa artikel tentang daluwarsa atau tanyakan kepada advokat, dan jangan menunggu.

    Ringkasan

    Tagih piutang secara bertahap: pengingat, teguran, somasi, perundingan, lalu gugatan. Siapkan bukti dasar utang, jangan menggunakan ancaman, dan jangan menjadikan pidana sebagai jalan pintas. Gugatan sederhana cocok untuk nilai kecil, sedangkan PKPU hanya dalam keadaan khusus. Cegah masalah dengan dokumen yang rapi sejak penjualan pertama.

    📌 Catatan

    Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.

    Dasar hukum

    Baca juga

    WhatsApp