Hukum Pidana

Perbuatan yang Tidak Lagi Dipidana di KUHP Baru: Nasib Perkara Berjalan dan Terpidana

Diperbarui

Isi artikel
    ALUR SINGKATMemeriksa apakah perbuatan masih dipidana1Catat perbuatan yangdituduhkan ataudihukum2Cari rumusan lama danpadanan baru3Periksa undang-undangkhusus terkait4Pastikan benar-benartidak ada rumusanpadanan5Sampaikan permohonansesuai tahap perkara6Tunggu penetapan resmi
    Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.

    Apa artinya perbuatan tidak lagi dipidana

    Suatu perbuatan dikatakan tidak lagi dipidana bila setelah aturan berubah, tidak ada lagi rumusan yang mengancam perbuatan itu dengan pidana. Ada beberapa wujud keadaan ini. Bisa jadi pasalnya dihapus tanpa pengganti. Bisa jadi rumusan baru begitu berbeda sehingga perbuatan lama tidak memenuhi unsurnya. Bisa juga perbuatan itu dipindahkan menjadi pelanggaran administratif atau perdata, bukan pidana.

    Yang menentukan bukan kabar atau anggapan, tetapi teks aturan. Karena itu, istilah "dihapus" di media sosial perlu diperiksa dengan hati-hati. Banyak perbuatan hanya berpindah nomor atau diubah rumusannya, sehingga tetap dipidana. Perubahan nomor pasal, misalnya penipuan dari Pasal 378 menjadi Pasal 492 dan penggelapan dari Pasal 372 menjadi Pasal 486, adalah contoh perpindahan, bukan penghapusan. Gambaran besar perpindahan itu ada di Perbedaan KUHP dan KUHAP Lama vs Baru: Apa yang Berubah Sejak 2 Januari 2026.

    Aturan pokok dalam bahasa sehari-hari

    • Perkara yang belum diputus. Bila perbuatan tidak lagi dipidana menurut aturan baru, menurut kutipan teks KUHP baru yang kami temukan proses hukum terhadap tersangka atau terdakwa dihentikan demi hukum. Bila ia sedang ditahan, ia dibebaskan oleh pejabat yang berwenang sesuai tingkat pemeriksaan, dan pembebasan itu tidak melahirkan hak menuntut ganti rugi. Rumusan lengkapnya perlu dibaca pada teks resmi. Hal ini lahir dari asas aturan yang lebih menguntungkan; lihat Asas Legalitas dan Aturan yang Lebih Menguntungkan Terdakwa dalam KUHP Baru.
    • Perkara yang sudah inkrah. Pelaksanaan putusan pemidanaan dihapuskan bila perbuatan tidak lagi merupakan tindak pidana. Tata cara dan lembaga berwenang perlu dibaca pada teks resmi.
    • Akibat sampingan. Barang bukti, denda yang telah dibayar, dan pidana tambahan mengikuti ketentuan terkait; tanyakan secara khusus.
    • Tanggung jawab perdata atau administratif. Perbuatan yang tidak lagi dipidana tidak otomatis bebas dari gugatan perdata atau sanksi administratif.
    • Bukan semua perbuatan sejenis. Bila ada rumusan padanan yang masih mencakup perbuatan Anda, aturan tidak berlaku sebagai penghapusan.

    Prinsip ini bukan berarti perbuatan tersebut dianggap baik. Ia berarti negara tidak lagi menjatuhkan pidana atas perbuatan itu menurut aturan yang kini berlaku.

    Pintu kayu dengan pencahayaan hangat
    Foto oleh Eyosias G di Unsplash

    Cara memeriksa dengan teliti

    Memeriksa apakah suatu perbuatan benar-benar tidak lagi dipidana memerlukan ketelitian karena banyak jebakan.

    1. Mulai dari perbuatan konkret. Tulis apa yang dilakukan, kapan, di mana, dan dengan akibat apa.
    2. Baca rumusan lama. Pahami unsur-unsur yang dahulu menjerat perbuatan itu.
    3. Telusuri KUHP baru. Cari pasal yang mengatur hal sejenis. Gunakan daftar isi dan kata kunci pada teks resmi.
    4. Telusuri undang-undang khusus. Perbuatan mungkin masih diatur undang-undang lain, misalnya di bidang lingkungan, konsumen, atau ketenagakerjaan, yang pidananya disesuaikan oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026.
    5. Periksa tindak pidana yang lebih umum. Kadang perbuatan tidak lagi dirumuskan secara spesifik tetapi masih termasuk rumusan umum lain.
    6. Konsultasikan. Penafsiran aturan memerlukan keahlian; penasihat hukum dapat membantu menilai.

    Pembaca juga perlu memperhatikan putusan Mahkamah Konstitusi. Beberapa pasal pernah dibatalkan atau ditafsirkan ulang sebelum KUHP baru berlaku, sehingga keadaan hukum yang Anda hadapi bisa dipengaruhi lebih dari satu sumber.

    Perubahan aturan yang perlu Anda ketahui

    AspekKeadaan
    Dasar hukum perubahanKUHP baru (Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023) berlaku 2 Januari 2026; UU 1/2026 menyesuaikan pidana di undang-undang lain
    Perkara yang berjalanDinilai dengan asas aturan lebih menguntungkan
    Putusan tetapPelaksanaan putusan dapat dihapuskan bila perbuatan tidak lagi dipidana
    Hukum acaraKUHAP baru (Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025) mengatur tata cara; periksa ketentuan peralihan

    Dampaknya bagi tersangka dan terdakwa: argumen ini bisa menjadi dasar permohonan penghentian penyidikan, penghentian penuntutan, atau putusan lepas dari segala tuntutan hukum, bergantung tahapnya. Bagi korban: perubahan ini bisa mengecewakan, tetapi jalur perdata tetap terbuka. Bagi terpidana: lihat Putusan Berkekuatan Tetap Sebelum 2026: Apakah Bisa Berubah karena KUHP Baru?.

    Langkah praktis menurut tahap perkara

    TahapLangkah yang lazim
    PenyelidikanPenasihat hukum menyampaikan analisis tertulis kepada penyelidik bahwa perbuatan tidak lagi dipidana
    PenyidikanSampaikan permohonan penghentian penyidikan berdasarkan analisis aturan; pelapor dapat menanggapi
    PenuntutanSampaikan analisis kepada jaksa; jaksa menimbang dakwaan
    SidangSampaikan dalam eksepsi atau pembelaan; hakim memutus
    Banding atau kasasiSampaikan dalam memori sebagai persoalan penerapan hukum
    Setelah inkrahAjukan permohonan penghapusan pelaksanaan putusan melalui jalur resmi

    Tabel ini umum; bentuk putusan atau penetapan yang dihasilkan di tiap tahap bergantung KUHAP baru dan harus dicek pada teks resmi. Jangan menunggu keputusan pihak lain bila Anda berhak mengajukan analisis sendiri.

    Bagaimana dengan pelapor dan korban

    Pelapor dan korban sering kaget bila perkara dihentikan karena perbuatan tidak lagi dipidana. Mereka perlu tahu bahwa penghentian dengan alasan ini bukan penilaian bahwa kerugiannya tidak nyata. Yang berubah hanya jalur pidana. Korban dapat menempuh gugatan perdata, penyelesaian kekeluargaan, atau mekanisme administratif bila tersedia. Misalnya, bila kerugian berupa uang, gugatan wanprestasi atau perbuatan melawan hukum dapat dipertimbangkan; bandingkan dengan Perkara pidana dan perdata: kerugian uang tidak otomatis satu pintu. Korban juga berhak meminta penjelasan tertulis mengapa perkara dihentikan dan, bila ada dugaan keliru, menempuh upaya sesuai aturan.

    Kesalahan umum

    KesalahanAkibatCara yang lebih baik
    Mengira semua pasal lama "dihapus"Salah strategi dan harapanPeriksa padanan rumusan baru
    Hanya membaca beritaInformasi tidak akuratBaca teks resmi
    Melupakan undang-undang khususPerbuatan masih dipidana di sanaTelusuri semua sumber
    Mengira bebas dari tanggung jawab perdataTerkena gugatanSiapkan jalur penyelesaian perdata
    Menghentikan kewajiban sebelum ada penetapanDapat dinilai melanggarPatuhi hingga ada penetapan

    Contoh: Seorang warga diperiksa karena perbuatan tertentu pada 2025 yang, menurut kabar, "sudah dihapus" dalam KUHP baru. Penasihat hukumnya menelusuri teks dan menemukan bahwa rumusan lama memang tidak ada padanannya dalam KUHP baru, dan undang-undang khusus pun tidak memuat larangan serupa. Ia menyusun analisis tertulis dan menyampaikannya kepada penyidik dengan permohonan penghentian penyidikan. Sementara itu, pelapor yang kecewa diberi tahu bahwa ia dapat menempuh jalur perdata bila ada kerugian. Contoh ini fiktif dan hasil nyata bergantung pada teks aturan dan pertimbangan pejabat berwenang.

    Peringatan

    Jangan menganggap perbuatan aman hanya karena ada kabar bahwa pasalnya dihapus. Sebelum bertindak atau menghentikan kewajiban, pastikan melalui teks resmi dan nasihat penasihat hukum.

    Tips

    Gunakan fitur pencarian pada teks resmi dengan beberapa kata kunci perbuatan. Bila tidak menemukan padanan, minta penasihat hukum memastikan, karena rumusan baru kadang memakai istilah berbeda.

    Mengapa negara menghentikan pemidanaan suatu perbuatan

    Ada beberapa alasan pembentuk undang-undang tidak lagi memidana suatu perbuatan. Nilai masyarakat dapat bergeser, sehingga perbuatan itu dianggap cukup diatur oleh hukum perdata, administratif, atau norma sosial. Pidana juga dipandang sebagai upaya terakhir, jadi perbuatan ringan yang dapat diselesaikan dengan cara lain tidak dipidana. Alasan lain: rumusan lama dianggap tidak jelas atau melanggar konstitusi. Memahami alasan ini membantu menjelaskan kepada keluarga mengapa perubahan terjadi, tanpa mengesankan bahwa putusan terdahulu keliru pada masanya.

    Perbedaan dihapus, diubah, dan dipindahkan

    Tiga istilah ini sering dicampuradukkan. Dihapus berarti tidak ada lagi larangan pidana atas perbuatan itu, baik dalam KUHP baru maupun undang-undang lain. Diubah berarti larangannya masih ada tetapi unsur, ancaman, atau syaratnya berbeda; di sini asas aturan yang lebih menguntungkan bekerja menurut perbandingan konkret. Dipindahkan berarti rumusannya berpindah tempat, misalnya dari KUHP lama ke undang-undang khusus atau sebaliknya, atau berganti nomor pasal tanpa perubahan berarti. Dari tiga keadaan ini, hanya yang pertama yang membuka penghapusan pemidanaan secara penuh. Karena itu, langkah pertama pada setiap perkara adalah menentukan perbuatan Anda termasuk keadaan yang mana, dan jangan berhenti sebelum yakin.

    Peran putusan Mahkamah Konstitusi dan hukum yang hidup

    Selain perubahan oleh pembentuk undang-undang, ada putusan Mahkamah Konstitusi yang dapat membatalkan atau menafsirkan ulang pasal pidana. Putusan semacam itu berlaku sejak diucapkan dan dapat mempengaruhi perkara yang berjalan. Pada masa peralihan KUHP baru, penasihat hukum perlu memeriksa kedua sumber: perubahan undang-undang dan putusan Mahkamah Konstitusi. Selain itu, KUHP baru mengakui hukum yang hidup dalam masyarakat dengan batasan tertentu; hal ini dapat mempengaruhi penilaian atas perbuatan yang dahulu dipidana menurut KUHP lama, tetapi tidak boleh dipakai untuk menjerat perbuatan sebelum aturan itu berlaku. Pembahasan lebih lanjut ada di Hukum yang Hidup dalam Masyarakat dan Pidana Adat dalam KUHP Baru.

    Daftar periksa sebelum mengajukan permohonan

    • Perbuatan telah ditulis jelas dengan tanggal.
    • Rumusan lama telah dibaca dari teks resmi, bukan dari kutipan berita.
    • Padanan dalam KUHP baru telah dicari pada bagian umum dan khusus.
    • Undang-undang khusus telah ditelusuri, termasuk penyesuaian oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026.
    • Putusan Mahkamah Konstitusi yang relevan telah diperiksa.
    • Tahap perkara dan jalur permohonan telah dipastikan.
    • Dokumen pendukung telah disiapkan dan disalin.
    • Penasihat hukum telah menilai peluang secara realistis.

    Dengan daftar ini, permohonan akan lebih rapi dan kemungkinan salah langkah berkurang. Pada akhirnya, keputusan tetap ada pada pejabat atau hakim yang berwenang, sehingga hasilnya tidak dapat dijanjikan.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Jika perbuatan tidak lagi dipidana, apakah saya otomatis bebas dari tahanan? Tidak otomatis; perlu keputusan resmi pejabat atau hakim sesuai tahap. Penasihat hukum dapat mengajukan permohonan.

    Apakah denda yang sudah saya bayar dikembalikan? Hal ini bergantung ketentuan peralihan dan putusan. Tanyakan kepada penasihat hukum dan periksa teks resmi.

    Apakah catatan kriminal saya hilang? Tidak otomatis. Bagaimana penyesuaian catatan dilakukan perlu ditanyakan secara khusus kepada lembaga berwenang.

    Apakah gugatan perdata tetap bisa diajukan terhadap saya? Ya, jika ada dasar perdata, penghapusan pidana tidak menghilangkannya.

    Ringkasan

    • Perbuatan dianggap tidak lagi dipidana hanya bila memang tidak ada rumusan padanan dalam KUHP baru maupun undang-undang khusus.
    • Bagi perkara berjalan, asas aturan yang lebih menguntungkan berlaku; bagi putusan tetap, pelaksanaan putusan dapat dihapuskan melalui prosedur resmi.
    • Banyak perbuatan hanya berpindah nomor atau berubah rumusan, jadi periksa teks resmi.
    • Tanggung jawab perdata atau administratif tidak otomatis hilang.
    • Konsultasikan dengan penasihat hukum dan patuhi kewajiban hingga ada penetapan.
    📌 Catatan

    Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.

    Dasar hukum

    Baca juga

    WhatsApp