Nomor Perkara Pengadilan Pidana: Pid.B, Pid.Sus, Pid.C, Cara Membaca
Isi artikel
Apa itu nomor perkara dan siapa yang membutuhkannya
Nomor perkara adalah identitas perkara di pengadilan. Nomor itu diberikan panitera saat perkara didaftarkan dan tercatat dalam buku register. Selama perkara berjalan, semua dokumen mencantumkan nomor yang sama: surat panggilan, penetapan majelis hakim, berita acara sidang, sampai putusan.
Yang membutuhkannya adalah terdakwa dan keluarganya, korban, saksi, kuasa hukum, serta masyarakat yang mengikuti perkara. Nomor perkara berbeda dari nomor laporan polisi, nomor SPDP, atau kode P-xx Kejaksaan. Semua itu berada di tahap sebelumnya. Peta lengkapnya ada pada alur nomor dokumen dari laporan polisi sampai putusan.
Struktur nomor perkara tingkat pertama
Bentuk umumnya adalah sebagai berikut.
| Segmen | Contoh | Arti |
|---|---|---|
| Nomor urut | 123 | Urutan pendaftaran perkara jenis itu dalam tahun berjalan |
| Jenis perkara | Pid.B | Perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa |
| Tahun | 2026 | Tahun pendaftaran |
| Pengadilan | PN Mlg | Pengadilan Negeri (singkatan kota atau kabupaten) |
Maka "123/Pid.B/2026/PN Mlg" dapat dibaca: perkara pidana biasa nomor urut 123 yang didaftarkan pada 2026 di Pengadilan Negeri Malang. Nomor urut dihitung per jenis perkara, bukan per pengadilan secara keseluruhan. Nomor perkara pidana dan perdata di pengadilan yang sama dapat sama-sama bernomor 123, tetapi kodenya berbeda.
Singkatan pengadilan tidak selalu mudah ditebak. Gunakan nama lengkap yang tertulis di surat atau penetapan.
Arti kode jenis perkara yang umum
| Kode | Perkiraan arti | Catatan |
|---|---|---|
| Pid.B | Pidana, acara pemeriksaan biasa | Perkara pidana umum yang dilimpahkan jaksa dengan acara biasa |
| Pid.Sus | Pidana khusus | Perkara berdasarkan undang-undang di luar KUHP, misalnya narkotika, perlindungan anak, dan sejenisnya; pengelompokan dapat berbeda antarpengadilan |
| Pid.C | Pidana, tindak pidana ringan | Perkara ringan dengan acara cepat |
| Pid.Pra | Praperadilan | Permohonan menguji keabsahan tindakan tertentu aparat |
| Pid.Sus-TPK | Pidana khusus tindak pidana korupsi | Diadili di pengadilan tindak pidana korupsi |
| Pid.Sus-Anak | Pidana khusus anak | Perkara anak yang berhadapan dengan hukum |
Daftar kode bisa bertambah untuk jenis perkara lain, misalnya perkara lingkungan atau perikanan, serta acara pemeriksaan singkat. Mahkamah Agung memperbarui pedoman register dari waktu ke waktu. Jika kode pada surat Anda tidak ada di tabel, tanyakan kepada kepaniteraan pidana atau periksa teks resmi.
Praktik kode ini lahir dari KUHAP lama. Karena KUHAP baru telah berlaku, penamaan acara pemeriksaan dan istilah dapat disesuaikan. Bahasan tentang acara singkat dan cepat dalam KUHAP baru ada di sidang singkat dan sidang cepat bagi perkara sederhana, sedangkan praperadilan ada di praperadilan KUHAP baru.
Nomor perkara pada tingkat banding, kasasi, dan peninjauan kembali
Setiap tingkat memiliki nomor sendiri.
| Tingkat | Contoh bentuk | Keterangan |
|---|---|---|
| Banding | 45/PID/2026/PT SBY | Nomor perkara di pengadilan tinggi; nomor dan kode kota berbeda dari tingkat pertama |
| Kasasi | 1234 K/Pid/2026 | Perkara di Mahkamah Agung |
| Peninjauan kembali | 50 PK/Pid/2026 | Upaya hukum luar biasa |
Jadi satu perkara bisa memiliki beberapa nomor. Untuk mencari riwayat, ikuti rantai dari nomor tingkat pertama ke nomor banding dan kasasi. Informasi upaya hukum dibahas pada banding pidana, tenggang waktu, dan memori banding dan kasasi pidana.
Langkah praktis mencari perkara
- Ambil nomor perkara dari surat panggilan, surat dakwaan, atau salinan putusan. Salin persis, termasuk garis miring dan titik.
- Pisahkan segmen: nomor urut, kode jenis, tahun, dan pengadilan.
- Tentukan pengadilan yang tepat. Jika perkara dilimpahkan ke Pengadilan Negeri tertentu, cari di situs pengadilan itu.
- Buka Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) milik pengadilan tersebut. Alamat situs biasanya mengikuti pola nama pengadilan; pastikan Anda berada di situs resmi pengadilan atau Mahkamah Agung.
- Cari berdasarkan nomor perkara atau nama pihak. Pada hasil pencarian, perhatikan jenis perkara, tanggal pendaftaran, status, nama majelis, dan jadwal sidang.
- Cocokkan data pada layar dengan surat Anda. Perbedaan kecil, misalnya nama terdakwa atau pasal, tanyakan ke kepaniteraan.
- Untuk memantau jadwal, lihat tab jadwal sidang. Jadwal dapat berubah; pastikan lewat panggilan resmi.
- Setelah putusan, cari di direktori putusan Mahkamah Agung. Putusan ditayangkan dengan penyamaran identitas tertentu, dan tidak semua putusan langsung tersedia.
- Bila putusan belum tampil, ajukan permohonan salinan ke pengadilan. Lihat salinan putusan, cara memintanya.
- Bila perkara melibatkan anak atau kesusilaan, sebagian informasi dibatasi. Hargai pembatasan itu.
Perbedaan nomor perkara dengan nomor dokumen lain
| Nomor | Dikeluarkan oleh | Tahap |
|---|---|---|
| Nomor laporan polisi | Polisi | Awal, saat laporan diterima |
| Nomor sprin dan SPDP | Penyidik | Penyidikan |
| Kode P-xx | Kejaksaan | Penuntutan |
| Nomor register perkara | Pengadilan (panitera) | Sejak pelimpahan |
| Nomor putusan | Pengadilan | Saat putusan |
| Nomor eksekusi | Jaksa | Pelaksanaan |
Untuk melihat penomoran dokumen sebelum pelimpahan, lihat penomoran dokumen penyidikan dan kode surat Kejaksaan.
Perubahan aturan yang perlu Anda ketahui
Penomoran register pada dasarnya merupakan administrasi internal pengadilan, bukan bagian undang-undang. Karena itu, perubahan hukum acara tidak otomatis mengubah format nomor, tetapi dapat menyebabkan penyesuaian kode jenis perkara. KUHAP baru berlaku sejak 2 Januari 2026 dan KUHP baru berlaku pada tanggal yang sama. Belum dapat dipastikan dari sumber resmi yang tersedia apakah kode seperti Pid.B dan Pid.Sus tetap dipakai tanpa perubahan. Periksa teks resmi dan pengumuman Mahkamah Agung.
Satu hal yang terus berkembang adalah layanan elektronik pengadilan, termasuk pendaftaran dan penelusuran daring. Fitur dan alamat dapat berubah. Gunakan hanya kanal resmi.
Kesalahan umum
| Kesalahan | Akibat | Cara menghindari |
|---|---|---|
| Mencari di pengadilan yang salah | Perkara tidak ditemukan | Pastikan kota dan jenis pengadilan |
| Menukar kode jenis (misalnya Pid.B dengan Pid.Sus) | Tidak ketemu di SIPP | Salin kode persis dari surat |
| Mengira nomor laporan polisi sama dengan nomor perkara | Salah cari | Bedakan nomor penyidikan dan nomor pengadilan |
| Mengira jadwal di SIPP final | Datang pada hari yang salah | Cek panggilan resmi |
| Memakai situs tidak resmi | Data keliru atau penipuan | Gunakan situs pengadilan dan Mahkamah Agung |
| Membagikan nomor beserta identitas anak | Melanggar privasi | Lindungi data anak dan korban |
| Mengira putusan tersedia seketika | Salah menunggu | Ajukan permohonan salinan |
Contoh: Pak Joni, tokoh fiktif, menerima surat panggilan sidang sebagai saksi dengan nomor "88/Pid.Sus/2026/PN Mlg". Ia membuka SIPP Pengadilan Negeri Malang, memasukkan nomor itu, dan menemukan jadwal sidang serta nama majelis. Ia lalu mencocokkan jadwal dengan panggilan di tangannya dan hadir tepat waktu. Kisah ini fiktif dan tidak menjamin hasil perkara apa pun.
Jangan mengirim uang kepada orang yang mengaku dapat "mengatur nomor perkara" atau "mengubah majelis". Nomor dan majelis ditetapkan secara administratif dan melalui proses resmi.
Simpan tangkapan layar halaman SIPP beserta tanggalnya. Bila nanti jadwal berubah, catatan itu membantu Anda menanyakan perbedaan kepada kepaniteraan.
Latihan membaca beberapa nomor
Cobalah membaca tiga contoh fiktif berikut.
- "15/Pid.C/2026/PN Mlg": perkara pidana ringan nomor urut 15 tahun 2026 di Pengadilan Negeri Malang. Perkara ini biasanya diperiksa dengan acara cepat.
- "7/Pid.Pra/2026/PN Mlg": permohonan praperadilan nomor urut 7. Nomor urutnya terpisah dari perkara pokok, dan perkara ini diperiksa dengan jangka yang ringkas menurut hukum acara; periksa ketentuan terbaru.
- "210/PID/2026/PT SBY": perkara banding di pengadilan tinggi. Nomor ini bukan nomor perkara tingkat pertama, jadi cari nomor aslinya pada putusan banding.
Perhatikan juga bahwa pengadilan dapat memecah satu berkas menjadi beberapa perkara bila terdakwanya lebih dari satu. Dalam hal ini tiap terdakwa memperoleh nomor perkara sendiri, walaupun peristiwanya sama. Jadi, jangan heran bila nomor perkara rekan terdakwa berbeda dengan nomor Anda. Hal serupa terjadi bila beberapa dakwaan dilimpahkan terpisah.
Nomor putusan dan nomor perkara
Putusan dikenal dengan nomor perkara yang sama dengan nomor registernya. Pada direktori putusan, putusan juga diberi tanda sendiri. Karena itu pencarian paling andal memakai kombinasi: nomor perkara, nama pengadilan, tahun, dan jenis perkara. Bila nama terdakwa disamarkan, Anda mungkin hanya menemukan inisial. Hal ini wajar dan dimaksudkan menjaga privasi.
Putusan yang dibacakan hari ini belum tentu tayang hari ini. Penayangan bergantung pada proses penyuntingan dan pengunggahan. Bila Anda membutuhkan putusan sebagai bukti, ajukan permohonan salinan resmi, bukan hanya mengandalkan tangkapan layar direktori. Putusan yang telah berkekuatan hukum tetap diteruskan kepada jaksa untuk pelaksanaan; lihat eksekusi putusan pidana oleh jaksa.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah semua perkara pidana pasti ada di SIPP? Pada umumnya perkara yang terdaftar tercatat di sistem pengadilan. Detail yang tampil dapat dibatasi, terutama perkara anak.
Apa bedanya Pid.B dan Pid.Sus? Pid.B untuk perkara pidana umum, sedangkan Pid.Sus untuk perkara berdasarkan undang-undang khusus di luar KUHP. Pengelompokannya dapat berbeda sedikit antarpengadilan.
Mengapa satu perkara punya beberapa nomor? Karena setiap tingkat peradilan, yaitu pertama, banding, dan kasasi, mendaftarkan perkara dengan nomornya sendiri.
Bagaimana mencari putusan lama? Gunakan direktori putusan Mahkamah Agung, dengan memasukkan nomor putusan, nama pengadilan, atau kata kunci perkara.
Ringkasan
- Nomor perkara menunjukkan urutan, jenis perkara, tahun, dan pengadilan.
- Pid.B, Pid.Sus, Pid.C, dan Pid.Pra menandai jenis perkara; banding dan kasasi memiliki nomor tersendiri.
- Cari perkara lewat SIPP pengadilan terkait dan direktori putusan Mahkamah Agung.
- Nomor perkara berbeda dari nomor laporan polisi dan kode P-xx.
- Format dan istilah dapat disesuaikan setelah KUHAP baru; periksa teks resmi.
Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.
- Direktori Putusan Mahkamah Agung — putusan3.mahkamahagung.go.id
- Mahkamah Agung Republik Indonesia — www.mahkamahagung.go.id
Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.
Dasar hukum
- UU No. 20 Tahun 2025 tentang Hukum Acara Pidana
- UU No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman
Baca juga
- Alur Nomor Dokumen dari Laporan Polisi sampai Putusan: Peta Lengkap
- Salinan Putusan: Cara Memintanya dan Apa yang Perlu Disiapkan
- Praperadilan di KUHAP Baru 2026: Apa Saja yang Bisa Digugat
- Panduan Sidang Pidana Sesuai KUHAP Baru 2026: Dari Pembukaan sampai Penutup
- Kode Surat Kejaksaan P-16 sampai P-48: Artinya bagi Warga
Ada masukan atau pendapat lain? Kirim lewat WhatsApp atau telepon 0813-3040-8000.