Hukum Perdata & Litigasi

Tanggung Jawab Orang Tua, Majikan, dan Guru atas Kerugian oleh Anak atau Bawahan

Diperbarui

Isi artikel
    ALUR SINGKATMenentukan siapa yang menanggung kerugian1Catat kejadian danbuktikan kerugian2Identifikasi pelakudan hubungannya3Cek apakah adahubungan tanggungan4Bicarakan penggantiansecara baik-baik5Kirim tuntutantertulis ke pihak yangbertanggung jawab6Gugat bila tidak adapenyelesaian
    Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.

    Apa itu tanggung jawab atas perbuatan orang lain

    Dalam keadaan biasa, orang bertanggung jawab atas kerugian yang ia timbulkan sendiri. Itu prinsip dasar perbuatan melawan hukum dalam Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata). Lihat perbuatan melawan hukum: unsur dan contoh. Tetapi hukum perdata juga mengatur tanggung jawab atas perbuatan orang lain dalam keadaan tertentu, yaitu bila ada hubungan pengawasan atau tanggungan.

    Alasannya sederhana. Anak kecil biasanya tidak punya harta untuk mengganti kerugian, dan karyawan bekerja untuk kepentingan majikannya. Orang yang berada dalam posisi mengawasi atau mengambil manfaat dianggap lebih patut menanggung risiko. Aturan ini berguna bagi orang tua, wali, pemilik usaha, pengelola sekolah dan lembaga pendidikan, serta pihak yang dirugikan yang perlu tahu kepada siapa menuntut.

    Aturan dalam bahasa sehari-hari: Pasal 1367

    Pasal 1367 KUH Perdata menyatakan bahwa seseorang tidak hanya bertanggung jawab atas kerugian karena perbuatannya sendiri, tetapi juga atas kerugian yang disebabkan oleh perbuatan orang-orang yang menjadi tanggungannya, atau oleh barang-barang yang berada di bawah pengawasannya. Pasal ini kemudian merinci beberapa hubungan.

    • Orang tua dan wali. Mereka bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh anak yang belum dewasa dan tinggal bersama mereka serta berada di bawah kekuasaan mereka.
    • Majikan dan pihak yang mewakilkan urusan. Majikan dan orang yang mengangkat orang lain untuk mewakili urusannya bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan pelayan atau bawahannya dalam melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepada mereka.
    • Guru sekolah dan kepala tukang. Mereka bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan murid atau tukang selama berada di bawah pengawasan mereka.

    Tanggung jawab tersebut gugur bila orang tua, wali, guru, atau kepala tukang dapat membuktikan bahwa mereka tidak dapat mencegah perbuatan yang menimbulkan tanggung jawab itu. Artinya, beban membuktikan ada pada mereka, bukan pada korban.

    Bahasa pasal itu memakai istilah lama seperti pelayan dan tukang. Dalam praktik, ketentuan majikan meluas ke hubungan kerja modern: perusahaan terhadap karyawan, pemilik usaha terhadap pekerja, bahkan pengelola aplikasi terhadap mitra pengemudi dalam kondisi tertentu, sesuai fakta hubungan hukumnya. Penilaian atas hubungan kerja atau kemitraan dilakukan kasus demi kasus.

    Anak perempuan kecil menggandeng tangan ibunya
    Foto oleh Kateryna Hliznitsova di Unsplash

    Orang tua dan anak: syarat dan batasnya

    Agar orang tua dapat dimintai tanggung jawab, biasanya beberapa syarat harus terpenuhi.

    1. Anak belum dewasa. Penentuan dewasa mengikuti KUH Perdata dan aturan lain yang relevan. Lihat kecakapan membuat perjanjian: anak dan pengampuan.
    2. Tinggal bersama dan di bawah kekuasaan orang tua. Anak yang tinggal dengan nenek karena orang tuanya merantau menimbulkan pertanyaan siapa yang mengawasi. Kekuasaan orang tua tidak otomatis hilang, tetapi pengawasan nyata menjadi pertimbangan.
    3. Perbuatan anak adalah perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian. Perbuatan yang tidak melawan hukum tidak menimbulkan tanggung jawab.
    4. Orang tua gagal membuktikan bahwa mereka tidak dapat mencegah. Misalnya, orang tua yang sudah memberi pengawasan wajar dan peringatan, dan kejadian terjadi tiba-tiba.

    Perlu dibedakan dua jalur. Anak yang masih sangat kecil dianggap belum mampu bertanggung jawab atas kesalahannya, sehingga gugatan lebih diarahkan kepada orang tua. Anak yang sudah remaja dapat dinilai memiliki kesalahan sendiri, sementara orang tua tetap dapat dimintai tanggung jawab selama syarat terpenuhi.

    Bila anak melakukan perbuatan yang juga merupakan tindak pidana, proses pidana anak mengikuti sistem peradilan pidana anak, dengan upaya diversi (penyelesaian di luar pengadilan) dan batasan usia tertentu. Pembahasan ada pada anak berhadapan dengan hukum dan diversi. Tanggung jawab ganti rugi perdata tetap dapat berjalan terpisah.

    Majikan dan pekerja

    Bagi pemilik usaha, bagian ini sering paling berdampak. Majikan bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan pekerjanya dalam menjalankan pekerjaan yang ditugaskan. Beberapa pertimbangan:

    • Dalam lingkup pekerjaan. Kerugian harus timbul saat pekerja melakukan tugas atau terkait erat dengannya. Kurir yang menabrak orang saat mengantar barang berbeda dengan karyawan yang berkelahi di luar jam kerja karena urusan pribadi.
    • Hubungan kerja. Perlu ada hubungan kerja atau hubungan sejenis yang memberi kewenangan memberi perintah.
    • Pekerja tetap dapat digugat. Majikan yang membayar ganti rugi dapat meminta pekerja mengganti sebagian bila pekerja bersalah, sesuai perjanjian dan aturan ketenagakerjaan. Namun, pemotongan upah untuk menutup kerugian dibatasi, sehingga periksa aturan ketenagakerjaan sebelum melakukannya.
    • Perusahaan. Pemilik perusahaan, pengurus, dan badan hukum dapat digugat bersama sesuai kedudukannya.

    Pada praktiknya, asuransi tanggung gugat dan asuransi kendaraan sering menutup sebagian risiko ini. Periksa polis Anda.

    Guru dan sekolah

    Guru dan pengelola sekolah bertanggung jawab selama murid berada di bawah pengawasan mereka. Kejadian saat jam sekolah, kegiatan resmi, atau tamasya sekolah memunculkan pertanyaan pengawasan yang memadai. Sekolah yang menyediakan pengawasan wajar, aturan jelas, dan penanganan cepat berada pada posisi lebih kuat bila digugat. Sekolah juga memiliki kewajiban melindungi murid dari kekerasan, sehingga kerugian akibat kekerasan antar murid dapat memunculkan tanggung jawab sekolah selain orang tua pelaku.

    Perubahan aturan yang perlu Anda ketahui

    Pasal 1367 KUH Perdata tidak berubah, tetapi sekelilingnya bergerak.

    • Perlindungan anak. Undang-undang perlindungan anak dan peraturan pelaksananya memperkuat kewajiban orang tua mengasuh dan mengawasi. Periksa teks resmi terbaru.
    • Sistem peradilan pidana anak. Penanganan anak yang berhadapan dengan hukum mengutamakan diversi dan pembinaan. Tanggung jawab perdata orang tua tetap berjalan sesuai KUH Perdata. Lihat pidana anak: batas maksimum dan jenisnya.
    • KUHP baru (UU 1/2023) berlaku sejak 2 Januari 2026. Ketentuan pidana yang menyangkut anak dan orang dewasa dapat berubah nomor dan rumusan. Periksa teks resmi terbaru.
    • Pekerjaan berbasis platform. Hubungan antara perusahaan platform dan mitra terus diperdebatkan. Penilaian tanggung jawab majikan tergantung hubungan hukum yang nyata.
    • Bukti digital. Rekaman kamera pengawas dan percakapan dapat dipakai sebagai bukti.

    Langkah praktis bagi korban

    1. Dokumentasikan kejadian. Foto, video kamera pengawas, saksi, dan catatan waktu.
    2. Hitung kerugian. Biaya perbaikan atau pengobatan, dengan nota dan keterangan. Lihat ganti rugi materiil.
    3. Identifikasi pihak yang bertanggung jawab. Pelaku langsung, orang tua atau wali, majikan, sekolah, atau lebih dari satu.
    4. Hubungi secara baik. Banyak kerugian kecil selesai lewat pembicaraan dan penggantian wajar.
    5. Buat kesepakatan tertulis. Tuliskan jumlah, tenggat, dan pernyataan tidak menuntut lagi bila lunas. Lihat pencabutan gugatan, perdamaian, dan akta van dading.
    6. Kirim somasi kepada pihak yang bertanggung jawab bila tidak ada tanggapan.
    7. Gugat. Cantumkan pelaku dan pihak yang bertanggung jawab sebagai tergugat bila patut, dengan dasar Pasal 1365 dan 1367.
    8. Pertimbangkan jalur lain. Misalnya klaim asuransi, atau laporan pidana bila ada tindak pidana.

    Langkah praktis bagi yang dimintai tanggung jawab

    1. Jangan reaktif. Dengar pihak lain dan dengarkan juga anak atau pekerja Anda.
    2. Kumpulkan fakta. Apa yang terjadi, siapa saksi, apakah ada pengawasan.
    3. Nilai tuntutan. Mintalah rincian dan bukti kerugian. Tuntutan yang berlebihan dapat ditawar.
    4. Bukti pencegahan. Kumpulkan bukti bahwa Anda sudah mengawasi dan memberi aturan, misalnya pelatihan keselamatan bagi pekerja atau peringatan kepada anak.
    5. Periksa asuransi. Beberapa polis menanggung kerugian kepada pihak ketiga.
    6. Selesaikan secara damai bila wajar. Penyelesaian cepat sering lebih murah daripada gugatan.
    7. Siapkan pembelaan. Bila digugat, sampaikan jawaban dengan bukti bahwa Anda tidak dapat mencegah, atau bahwa perbuatan itu di luar lingkup tanggung jawab. Lihat eksepsi, jawaban, dan gugatan rekonvensi.

    Tabel: siapa bertanggung jawab atas siapa

    PelakuPihak yang dapat dimintai tanggung jawabSyarat pokok
    Anak belum dewasaOrang tua atau waliTinggal bersama dan di bawah kekuasaan
    Pekerja atau bawahanMajikan atau pemberi tugasDalam menjalankan pekerjaan yang ditugaskan
    MuridGuru atau sekolahSelama di bawah pengawasan
    TukangKepala tukangSelama di bawah pengawasan
    Orang di bawah pengampuanPengampuSesuai hubungan pengampuan dan fakta

    Contoh: Rendi, sebelas tahun, bermain layang-layang di depan rumah dan melemparkan batu sehingga memecahkan kaca mobil tetangga. Orang tuanya awalnya menyatakan itu bukan urusan mereka. Pemilik mobil menunjukkan foto kerusakan dan nota bengkel. Orang tua Rendi menerima bahwa Rendi tinggal bersama mereka dan berada di bawah pengawasan mereka, lalu membayar penggantian setelah menawar jumlahnya. Keduanya menandatangani surat kesepakatan singkat bahwa perkara selesai.

    Contoh: Pak Beni mempekerjakan seorang pengantar barang untuk tokonya. Saat mengantar pesanan dengan sepeda motor, pengantar itu menyerempet seorang pejalan kaki hingga luka ringan. Korban menuntut biaya pengobatan kepada Pak Beni. Pak Beni sempat menolak karena pelanggaran lalu lintas dilakukan pekerja. Setelah penjelasan, ia memahami bahwa kecelakaan terjadi saat menjalankan tugas, sehingga ia ikut bertanggung jawab. Ia menanggung biaya pengobatan dan berdiskusi dengan pekerjanya tentang aturan keselamatan. Lihat juga ganti rugi kecelakaan lalu lintas.

    Peringatan

    Jangan memberi tahu korban bahwa Anda tidak bertanggung jawab hanya karena yang berbuat adalah anak atau pekerja Anda. Hukum perdata menempatkan tanggung jawab pada pihak yang mengawasi, kecuali Anda dapat membuktikan tidak dapat mencegahnya.

    Tips

    Orang tua dan pemilik usaha sebaiknya mendokumentasikan upaya pengawasan dan pencegahan, seperti aturan tertulis, pelatihan, dan peringatan. Dokumen itu menjadi bukti bahwa Anda berusaha mencegah.

    Kesalahan umum

    • Mengira anak yang melakukan sendiri selalu membebaskan orang tua. Orang tua tetap dapat dimintai tanggung jawab.
    • Menggugat hanya pekerja yang tidak mampu membayar. Pertimbangkan majikan atau perusahaan yang bertanggung jawab.
    • Tidak mendokumentasikan kerugian. Tanpa nota dan foto, tuntutan lemah.
    • Menyelesaikan secara lisan. Kesepakatan lisan mudah dibantah. Buat tulisan.
    • Melapor pidana untuk menekan perdata. Gunakan jalur sesuai fakta.
    • Menganggap pasal ini hanya berlaku bagi anak kecil. Berlaku bagi anak yang belum dewasa dan hubungan lain yang disebut pasal.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apakah orang tua tetap bertanggung jawab bila anak tinggal di sekolah berasrama? Selama anak berada di bawah pengawasan sekolah, tanggung jawab pengawasan berada pada sekolah. Hubungannya dinilai menurut fakta, tetapi orang tua tidak serta-merta bebas dari kewajiban.

    Apakah majikan bertanggung jawab atas pekerja harian lepas? Bergantung pada hubungan nyata. Jika pekerja menjalankan tugas atas perintah dan di bawah pengarahan pemberi kerja, majikan dapat dimintai tanggung jawab.

    Apakah anak berusia di atas delapan belas tahun tetapi belum dua puluh satu tetap membuat orang tua bertanggung jawab? Batas dewasa berbeda pada beberapa aturan. Pasal 1367 mengacu kepada anak yang belum dewasa menurut KUH Perdata. Penerapannya bergantung fakta, sehingga konsultasikan bila nilainya besar.

    Apakah korban harus membuktikan kesalahan orang tua? Tidak sepenuhnya. Korban membuktikan perbuatan melawan hukum dan hubungan tanggungan, sedangkan orang tua yang harus membuktikan mereka tidak dapat mencegah.

    Ringkasan

    • Pasal 1367 KUH Perdata menetapkan tanggung jawab atas perbuatan orang yang berada di bawah tanggungan.
    • Orang tua dan wali bertanggung jawab atas anak belum dewasa yang tinggal bersama mereka.
    • Majikan bertanggung jawab atas pekerja dalam menjalankan tugas; guru dan kepala tukang atas murid dan tukang yang diawasi.
    • Tanggung jawab gugur bila pihak yang mengawasi membuktikan ia tidak dapat mencegah.
    • Dokumentasikan kerugian dan upaya pencegahan, lalu selesaikan lewat perundingan atau gugatan.
    📌 Catatan

    Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.

    Dasar hukum

    • Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata), antara lain Pasal 1365, Pasal 1366, dan Pasal 1367
    • UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

    Baca juga

    WhatsApp