Bisnis, UMKM & Start-Up

Memilih Kelas Barang dan Jasa untuk Pendaftaran Merek: Panduan bagi Pelaku Usaha

Diperbarui

Isi artikel
    ALUR SINGKATMemilih kelas merek1Daftar semua barangdan jasa yang dijualatau akan dijual2Cocokkan dengan daftarkelas resmi3Tentukan kelas utamadan kelas pendukung4Susun uraian barangatau jasa yangspesifik5Cek kemiripan dipangkalan data merek6Ajukan permohonan danpantau prosesnya
    Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.

    Apa itu kelas merek dan siapa yang perlu memahaminya

    Kelas merek adalah pengelompokan barang dan jasa yang dipakai dalam pendaftaran merek. Indonesia memakai sistem klasifikasi internasional yang dikenal sebagai Klasifikasi Nice. Sistem ini membagi barang dan jasa ke dalam 45 kelas: kelas 1 sampai 34 untuk barang, kelas 35 sampai 45 untuk jasa. Pembagian ini dipakai banyak negara sehingga memudahkan pendaftaran di luar negeri.

    Mengapa penting? Karena perlindungan merek terdaftar terikat pada kelas dan jenis barang atau jasa yang tercantum dalam permohonan. Pemilik toko roti yang mendaftarkan mereknya di kelas pakaian tidak memperoleh perlindungan untuk roti. Pelaku usaha yang perlu memahami hal ini mencakup:

    • pemilik usaha makanan, minuman, kerajinan, pakaian, dan kosmetik;
    • penyedia jasa seperti salon, bengkel, restoran, bimbingan belajar, dan aplikasi;
    • pelaku usaha daring yang menjual beragam produk;
    • siapa pun yang berencana memperluas jenis usaha.

    Dasar hukumnya UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, bersama peraturan menteri hukum tentang pendaftaran merek. Pengantar mengenai pendaftaran merek ada pada pendaftaran merek dagang dan nama usaha dan merek.

    Aturan yang berlaku dalam bahasa sehari-hari

    Beberapa prinsip pokok:

    • Indonesia menganut sistem pendaftaran pertama (first to file). Hak atas merek diperoleh setelah merek terdaftar, bukan sekadar karena dipakai lebih dulu. Karena itu pendaftaran penting.
    • Merek terdaftar mendapat perlindungan untuk jangka waktu sepuluh tahun sejak tanggal penerimaan permohonan, dan dapat diperpanjang.
    • Permohonan diajukan dengan menyebut kelas dan uraian barang atau jasa. Satu permohonan dapat mencakup lebih dari satu kelas, dengan syarat uraian jelas. Biaya dihitung per kelas.
    • Merek yang mirip dengan merek terdaftar milik pihak lain untuk barang atau jasa sejenis dapat ditolak. Kemiripan dinilai pada barang atau jasa sejenis, bukan hanya kelas yang sama. Barang berbeda kelas dapat dinilai sejenis, dan barang sekelas bisa dinilai tidak sejenis.
    • Permohonan yang diajukan dengan itikad tidak baik dapat ditolak atau dibatalkan.

    Alur pemeriksaan secara umum: pemeriksaan formalitas, pengumuman selama masa tertentu agar pihak lain dapat mengajukan keberatan, kemudian pemeriksaan substantif oleh pemeriksa merek. Bila lolos, merek didaftar dan sertifikat diterbitkan. Menurut UU 20/2016, pemeriksaan substantif dilakukan dalam jangka waktu yang dibatasi; periksa teks resmi untuk angka hari terbarunya.

    Sketsa tata letak desain berwarna air di atas kertas.
    Foto oleh Hal Gatewood di Unsplash

    Cara memilih kelas langkah demi langkah

    1. Daftar semua produk dan jasa. Tulis apa yang dijual sekarang dan yang direncanakan dalam dua sampai tiga tahun. Contoh toko kue: roti, kue kering, minuman kemasan, jasa katering, dan kemasan hadiah.
    2. Cari kelas yang sesuai. Gunakan alat pencarian klasifikasi pada situs resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Ketik nama barang, lalu lihat kelasnya. Bila sulit, tanya konsultan kekayaan intelektual.
    3. Pisahkan kelas utama dan pendukung. Kelas utama untuk produk inti. Kelas pendukung untuk produk yang berkaitan atau berpotensi ditiru orang.
    4. Susun uraian spesifik. Uraian yang terlalu luas dapat ditolak atau bentrok dengan merek lain. Uraian terlalu sempit membuat perlindungan tipis. Pilih rumusan yang mencerminkan usaha sebenarnya.
    5. Periksa kemiripan. Cari merek yang serupa pada pangkalan data merek DJKI di kelas yang sama dan kelas terkait. Pertimbangkan bunyi, tulisan, dan makna.
    6. Hitung anggaran. Biaya berlaku per kelas. Pelaku usaha mikro dan kecil dapat memperoleh tarif keringanan dengan syarat tertentu, misalnya surat keterangan usaha mikro atau kecil. Periksa ketentuan tarif terbaru.
    7. Ajukan permohonan secara daring. Lengkapi data pemohon, contoh merek, kelas, dan uraian. Simpan bukti pengajuan.
    8. Pantau pengumuman dan surat resmi. Tanggapan terhadap penolakan atau keberatan memiliki tenggat. Lihat merek ditolak DJKI, alasan dan cara menanggapi.

    Contoh pembagian kelas untuk usaha umum

    Jenis usahaKelas yang sering relevanCatatan
    Kopi bubuk atau teh kemasanKelas 30 (kopi, teh, roti)Minuman siap saji dapat berada di kelas lain
    Minuman kemasanKelas 32 (minuman tak beralkohol)Pastikan uraian sesuai
    Pakaian dan kaosKelas 25Tas dan aksesori di kelas lain
    Kafe atau restoranKelas 43 (jasa penyediaan makanan dan minuman)Berbeda dari kelas produk makanan
    Toko daringKelas 35 (jasa penjualan)Jasa perdagangan eceran masuk kelas jasa
    Aplikasi dan perangkat lunakKelas 9 dan 42Sesuai fungsi dan bentuknya
    Salon dan kecantikanKelas 44 dan 3Jasa salon dan produk kosmetik berbeda kelas

    Tabel ini hanya contoh. Penempatan barang atau jasa tertentu ke dalam kelas harus dicek pada daftar resmi, karena setiap barang memiliki penempatan spesifik dan daftar diperbarui berkala.

    Kelas barang dan kelas jasa: kesalahan yang paling sering

    Kesalahan yang sering terjadi adalah mengira satu kelas cukup untuk seluruh bisnis. Padahal, usaha kuliner misalnya menjual produk kemasan (barang) dan melayani makan di tempat (jasa). Keduanya berada di kelas berbeda. Pemilik yang hanya mendaftar kelas barang tidak otomatis terlindungi untuk jasa restoran.

    Kesalahan lain: menggunakan uraian yang terlalu umum, seperti "makanan". Uraian demikian dapat diminta diperbaiki oleh pemeriksa, atau malah terlalu dekat dengan merek orang lain sehingga ditolak. Sebaliknya, mendaftar kelas yang sama sekali tidak digunakan hanya demi "berjaga-jaga" menambah biaya dan, dalam jangka panjang, dapat menimbulkan risiko penghapusan karena merek tidak digunakan. Aturan penghapusan dibahas pada perpanjangan merek dan merek terdaftar dihapus.

    Perubahan aturan yang perlu Anda ketahui

    UU 20/2016 menggantikan UU 15/2001. Dibandingkan aturan lama, pendaftaran dipermudah dengan sistem daring, cakupan merek diperluas termasuk merek tiga dimensi, suara, dan hologram, dan pengaturan penolakan serta itikad tidak baik diperjelas. Aturan lain, seperti UU Cipta Kerja (kini UU 6/2023) dan peraturan tarif, juga dapat memengaruhi kemudahan bagi usaha mikro dan kecil; periksa teks resmi. Rincian teknis seperti tarif dan format permohonan diatur dalam peraturan pelaksana yang diperbarui berkala.

    Karena itu, jangan memakai cerita teman beberapa tahun lalu sebagai patokan. Biaya, prosedur daring, dan alat pencarian di situs DJKI bisa berubah. Periksa informasi terbaru langsung dari situs resmi sebelum mengajukan. Sistem klasifikasi Nice juga diperbarui secara berkala, sehingga edisi yang dipakai pada saat Anda mendaftar bisa berbeda.

    Kesalahan umum

    KesalahanAkibatCara menghindari
    Hanya mendaftar satu kelas padahal bisnis beragamProduk lain tak terlindungiPeta semua produk dan jasa
    Uraian terlalu luasDitolak atau bentrok dengan merek lainRumuskan spesifik
    Tidak mengecek merek serupaBiaya terbuang karena ditolakLakukan penelusuran dulu
    Mendaftar kelas yang tidak dipakaiBiaya sia-sia, risiko penghapusanFokus pada yang dipakai atau segera dipakai
    Menunggu terlalu lamaMerek didaftar pihak lain lebih duluDaftar sebelum meluncurkan produk
    Menganggap pendaftaran nama PT sama dengan merekTidak ada perlindungan merekDaftarkan merek sendiri

    Perbedaan nama PT dan merek dibahas pada nama usaha dan merek. Pengesahan nama perseroan di Kementerian Hukum tidak memberi hak merek.

    Contoh: usaha keripik yang berkembang ke kafe

    Contoh: Ibu Rina (fiktif) menjual keripik tempe kemasan dengan merek "Renyah Ria". Ia mendaftarkan merek hanya di kelas makanan. Dua tahun kemudian ia membuka kafe dengan nama yang sama. Saat hendak mendaftarkan untuk jasa kafe, ia menemukan pihak lain telah mendaftarkan "Renyah Ria" untuk jasa penyediaan makanan dan minuman. Ibu Rina harus menempuh jalur keberatan dan negosiasi. Seandainya sejak awal ia mendaftar kelas barang dan kelas jasa yang direncanakan, posisinya lebih kuat. Cerita ini fiktif sebagai ilustrasi.

    Peringatan

    Jangan mengandalkan perantara yang menjanjikan "pasti lolos" atau meminta biaya jauh di atas tarif resmi. Tidak ada pihak yang dapat menjamin hasil pemeriksaan. Pendaftaran dilakukan melalui sistem resmi DJKI, dan biaya resmi dibayar melalui kode billing negara.

    Tips

    Buat tabel sederhana berisi nama produk, kelas, dan alasan memilihnya. Tabel itu memudahkan konsultasi dengan konsultan kekayaan intelektual dan menjadi arsip saat memperpanjang merek.

    Mendaftar sendiri atau memakai konsultan

    Pelaku usaha dapat mendaftar sendiri secara daring, atau memakai jasa konsultan kekayaan intelektual terdaftar. Mendaftar sendiri menghemat jasa, tetapi memerlukan ketelitian dalam memilih kelas dan menyusun uraian. Konsultan membantu penelusuran kemiripan, strategi kelas, dan menanggapi penolakan. Pilihlah konsultan yang terdaftar dan mintalah rincian biaya tertulis. Peran dan batas kuasa dibahas pada kuasa pendaftaran HKI dan konsultan kekayaan intelektual.

    Apa pun pilihannya, pastikan pemohon yang tercantum adalah pemilik usaha yang sebenarnya, bukan pihak lain. Merek yang didaftarkan atas nama karyawan, teman, atau pembuat logo bisa menimbulkan sengketa kepemilikan. Pembuat logo yang menerima bayaran tanpa perjanjian penyerahan hak cipta juga dapat memunculkan masalah. Lihat hak cipta desain, logo, dan kekayaan intelektual usaha.

    Daftar periksa sebelum menekan tombol kirim

    Sebelum permohonan dikirim, lakukan pemeriksaan terakhir berikut.

    • Apakah nama pemohon sama dengan pemilik usaha yang sebenarnya, lengkap dengan alamat dan identitas?
    • Apakah contoh merek yang diunggah sama persis dengan yang akan dipakai di kemasan, termasuk warna jika warna diklaim?
    • Apakah setiap kelas yang dipilih benar-benar dipakai atau akan segera dipakai?
    • Apakah uraian barang atau jasa memakai istilah yang lazim sehingga tidak perlu diperbaiki pemeriksa?
    • Apakah sudah dicek bahwa nama itu tidak dipakai merek terkenal, nama orang, atau nama lembaga tertentu?
    • Apakah dokumen pendukung bagi usaha mikro dan kecil, bila ingin mengambil tarif keringanan, sudah siap?
    • Apakah ada rencana ekspor? Jika ya, pertimbangkan pendaftaran di negara tujuan lebih awal, karena hak merek bersifat teritorial, yaitu hanya berlaku di negara tempat merek didaftarkan.

    Satu hal lagi: simpan semua bukti pembayaran dan surat elektronik dari sistem. Bila ada sengketa tentang tanggal pengajuan, bukti itu menunjukkan siapa yang mengajukan lebih dulu.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Berapa kelas yang sebaiknya didaftarkan? Tidak ada angka ideal. Daftarkan kelas untuk produk dan jasa yang dijual atau segera dijual, ditambah kelas pendukung yang berisiko ditiru. Pertimbangkan anggaran dan rencana usaha.

    Apakah merek di kelas A melindungi di kelas B? Pada dasarnya tidak. Namun merek terkenal dapat mendapat perlindungan lebih luas. Lihat merek terkenal dan perlindungan lintas kelas.

    Bisakah kelas ditambah setelah merek terdaftar? Penambahan kelas umumnya memerlukan permohonan baru untuk kelas itu, bukan sekadar perubahan pada sertifikat. Tanyakan prosedur terbaru kepada DJKI.

    Apakah nama dagang di marketplace sama dengan merek terdaftar? Tidak. Nama toko tidak memberikan hak merek. Hak diperoleh dari pendaftaran.

    Ringkasan

    • Merek dilindungi hanya untuk barang dan jasa yang tercantum dalam permohonan.
    • Klasifikasi Nice memiliki 45 kelas: 1 sampai 34 barang, 35 sampai 45 jasa.
    • Pilih kelas utama dan pendukung, dan buat uraian yang spesifik.
    • Biaya dihitung per kelas; usaha mikro dan kecil dapat memperoleh keringanan dengan syarat.
    • Cek merek serupa sebelum mendaftar dan daftarkan sebelum meluncurkan produk.
    📌 Catatan

    Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.

    Dasar hukum

    Baca juga

    WhatsApp