Hukum Perdata & Litigasi

Panduan Menyusun Gugatan Perbuatan Melawan Hukum: Unsur dan Bukti

Diperbarui

Isi artikel
    ALUR SINGKATMenyusun gugatan PMH1Identifikasi perbuatanyang dipersoalkan2Cocokkan dengan empatunsur PMH3Uraikan fakta dankerugian dalam posita4Siapkan alat bukti perunsur5Rumuskan petitum dandaftarkan
    Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.

    Apa itu gugatan PMH dan siapa yang membutuhkannya

    Perbuatan melawan hukum, disingkat PMH, diatur dalam Pasal 1365 KUHPerdata: perbuatan yang melawan hukum dan membawa kerugian kepada orang lain mewajibkan orang yang karena salahnya menimbulkan kerugian itu untuk mengganti kerugian. Pasal 1366 KUHPerdata menambahkan bahwa seseorang bertanggung jawab tidak hanya karena perbuatan, tetapi juga karena kelalaian atau kurang hati-hatian. Gugatan PMH diajukan ke pengadilan negeri.

    Gugatan ini dibutuhkan oleh orang atau badan yang dirugikan tanpa adanya perjanjian dengan pelaku, atau yang dirugikan di luar isi perjanjian. Contohnya: tetangga yang rumahnya rusak karena galian, konsumen yang dirugikan oleh produk berbahaya, pemilik tanah yang tanahnya dikuasai orang lain, atau pelaku usaha yang nama baiknya dirusak.

    Gambaran umum ada di perbuatan melawan hukum dan gugatannya. Untuk tuntutan ganti ruginya, lihat panduan menuntut ganti rugi akibat PMH.

    Empat unsur yang harus dibuktikan

    UnsurArti sehari-hariContoh bukti
    Ada perbuatan melawan hukumPerbuatan melanggar hak orang lain, kewajiban hukum pelaku, kesusilaan, atau kehati-hatian yang patutFoto, video, saksi, laporan resmi, dokumen
    Ada kesalahanPerbuatan dilakukan dengan sengaja atau lalaiPesan, riwayat peringatan, bukti pengabaian
    Ada kerugianRugi materiil atau immateriil yang nyataFaktur, laporan keuangan, rekam medis
    Ada hubungan sebab akibatKerugian timbul karena perbuatan ituKronologi, keterangan ahli, bukti waktu

    Dalam perkembangan hukum, "melawan hukum" tidak hanya berarti melanggar undang-undang. Ia juga mencakup pelanggaran hak orang lain, pelanggaran kewajiban hukum pelaku, pelanggaran kesusilaan, dan pelanggaran kepatutan dalam pergaulan. Penafsiran luas ini berasal dari perkembangan peradilan sejak putusan terkenal Hoge Raad di Belanda tahun 1919, yang kemudian diikuti praktik di Indonesia. Anda tidak perlu mengutipnya dalam gugatan, tetapi memahami cakupannya membantu menyusun posita.

    Meja dengan buku dan cermin
    Foto oleh Josef Maxson di Unsplash

    Dokumen yang perlu disiapkan

    1. Identitas penggugat dan tergugat, termasuk alamat terbaru.
    2. Bukti perbuatan: foto, video, rekaman percakapan yang sah, tangkapan layar dengan riwayat lengkap, atau dokumen.
    3. Laporan atau pengaduan ke pihak berwenang, bila ada.
    4. Bukti kerugian dan perhitungannya.
    5. Somasi, bila dikirim, lihat panduan menyusun somasi.
    6. Daftar saksi dan, bila perlu, ahli, lihat saksi dan saksi ahli dalam perkara perdata.
    7. Bukti kepemilikan atau hak yang dilanggar, misalnya sertifikat atau akta.
    8. Surat kuasa khusus bila memakai advokat.

    Langkah praktis menyusun gugatan PMH

    1. Tuliskan peristiwa secara kronologis dengan tanggal. Pisahkan fakta dari pendapat.
    2. Pilih dasar yang tepat. Bila kerugian berasal dari perjanjian, dasar yang lebih tepat adalah wanprestasi. Bila bersumber dari pelanggaran di luar perjanjian, gunakan PMH. Lihat wanprestasi dan PMH.
    3. Tentukan tergugat. Pelaku langsung, atasan, perusahaan, atau instansi. Pertimbangkan pihak yang secara hukum bertanggung jawab. Bila menggugat badan atau pejabat pemerintah, periksa apakah jalurnya pengadilan negeri atau peradilan tata usaha negara.
    4. Uraikan posita per unsur. Gunakan subjudul sederhana: perbuatan, kesalahan, kerugian, hubungan sebab akibat.
    5. Hitung kerugian. Buat tabel dan rujuk bukti.
    6. Susun petitum. Contoh: menyatakan perbuatan tergugat melawan hukum; menghukum tergugat membayar ganti rugi sejumlah tertentu; menghukum tergugat melakukan atau berhenti melakukan perbuatan tertentu; membayar biaya perkara; dan subsidair.
    7. Pertimbangkan sita jaminan bila ada risiko harta dialihkan, lihat panduan sita jaminan.
    8. Daftarkan gugatan, bayar panjar, ikuti mediasi, dan siapkan alat bukti.
    9. Hadapi jawaban dan eksepsi tergugat dengan replik yang fokus, lihat panduan menyusun replik.
    10. Hadirkan saksi yang melihat atau mengalami sendiri. Kesaksian "katanya" bernilai rendah.

    Membuktikan kesalahan dan hubungan sebab akibat

    Dua unsur ini paling sering menjadi titik lemah. Kesalahan menunjukkan bahwa pelaku sengaja atau lalai. Bukti yang menolong: peringatan yang pernah disampaikan dan diabaikan, standar keselamatan yang tidak dipenuhi, atau pernyataan pelaku sendiri.

    Hubungan sebab akibat menunjukkan bahwa tanpa perbuatan itu, kerugian tidak akan terjadi. Hakim biasanya mencari keterkaitan yang masuk akal, bukan sekadar rangkaian peristiwa. Misalnya, tembok retak setelah galian dimulai bisa mencurigakan, tetapi lebih kuat bila ada penilaian ahli bangunan yang menghubungkan keduanya. Waktu kejadian, lokasi, dan alat bukti teknis penting. Karena itu pertimbangkan meminta pendapat ahli sedini mungkin.

    Perubahan aturan yang perlu Anda ketahui

    Dasar PMH dalam KUHPerdata relatif tetap. Perkembangan yang penting: bukti elektronik makin sering dipakai, tata cara persidangan makin elektronik, dan mediasi wajib. Pada sisi pidana, KUHP baru (UU 1/2023) berlaku sejak 2 Januari 2026. Bila suatu perbuatan juga tindak pidana, jalur pidana dan jalur perdata dapat berjalan terpisah. Nomor pasal pidana tidak dikutip di sini; periksa teks resmi. Bagi perbuatan oleh badan atau pejabat pemerintah, ada jalur khusus melalui peradilan tata usaha negara, lihat gugatan PTUN keputusan pencabutan izin sebagai ilustrasi.

    Kesalahan umum

    KesalahanAkibatCara menghindari
    Hanya menyebut "tergugat melawan hukum" tanpa unsurGugatan lemahUraikan empat unsur satu per satu
    Kerugian tidak dibuktikanGanti rugi ditolakLampirkan bukti dan perhitungan
    Mencampur PMH dan wanprestasi tanpa pemisahanGugatan kaburPilih dasar yang tepat
    Menggugat pihak yang salahGugatan keliru pihakPastikan siapa pelaku dan penanggung jawab
    Bukti diperoleh dengan cara melawan hukumBukti dipersoalkanPeroleh bukti secara sah
    Menunda terlalu lamaBukti hilang, kemungkinan daluwarsaSegera kumpulkan bukti

    Contoh: Seorang pemilik rumah mengalami retak pada dinding setelah tetangga menggali pondasi tanpa pengaman. Ia memotret retakan sejak hari pertama, meminta ahli bangunan menilai penyebabnya, dan menyimpan kuitansi perbaikan. Dalam gugatan, ia menguraikan perbuatan (galian tanpa pengaman), kesalahan (mengabaikan peringatan RT), kerugian (biaya perbaikan), dan hubungan sebab akibat (penilaian ahli). Hakim menilai kekuatan bukti masing-masing unsur.

    Contoh lain: Seorang pelaku usaha menggugat kompetitor yang menyebarkan kabar bohong tentang produknya. Ia menunjukkan tangkapan layar dengan tanggal, data penurunan pesanan, dan kesaksian pelanggan yang membatalkan pesanan. Karena kerugian sulit dihitung persis, ia menggabungkan data penjualan dengan permintaan pemulihan nama.

    Peringatan

    Jangan mengambil bukti dengan cara yang melawan hukum, misalnya menyadap, meretas akun, atau masuk tanpa izin. Bukti semacam itu dapat dipersoalkan, dan tindakan Anda sendiri dapat berujung masalah pidana. Gunakan cara yang sah dan minta pendapat advokat.

    Tips

    Buat folder berisi bukti yang diurutkan menurut unsur PMH: perbuatan, kesalahan, kerugian, sebab akibat. Susunan ini mempermudah penyusunan posita dan pembuktian di sidang.

    Contoh susunan posita PMH

    Agar posita mudah diikuti, susun dalam butir bernomor yang memuat satu gagasan per butir. Urutan yang membantu: pertama, kedudukan para pihak (siapa penggugat, siapa tergugat, dan hubungan di antara mereka); kedua, kronologi peristiwa; ketiga, uraian perbuatan yang dianggap melawan hukum beserta hak atau kewajiban yang dilanggar; keempat, kesalahan tergugat; kelima, kerugian yang diderita dan perhitungannya; keenam, hubungan sebab akibat; ketujuh, permintaan sita atau tindakan pengamanan bila diperlukan; dan kedelapan, kesimpulan bahwa semua unsur terpenuhi.

    Hindari kalimat panjang yang memuat banyak peristiwa sekaligus. Hindari pula kata sifat yang berlebihan, seperti "sangat keji" atau "sewenang-wenang", tanpa fakta pendukung. Hakim menilai fakta yang dapat dibuktikan, bukan kekuatan kata sifat. Cantumkan tanggal, tempat, dan nama sebanyak mungkin, tetapi pastikan akurat. Kesalahan kecil, seperti salah tanggal, dapat dimanfaatkan lawan untuk mempertanyakan seluruh uraian.

    Peran saksi dan ahli dalam membuktikan PMH

    Saksi menyampaikan apa yang ia lihat, dengar, atau alami sendiri. Ahli menyampaikan pendapat berdasarkan keahliannya, misalnya teknik bangunan, kedokteran, atau keuangan. Dalam perkara PMH yang bersifat teknis, ahli sering menentukan apakah hubungan sebab akibat terbukti.

    Siapkan daftar pertanyaan untuk saksi sebelum sidang, namun jangan mengarahkan jawaban. Saksi yang jujur dan konsisten lebih meyakinkan daripada saksi yang hafal naskah. Tanyakan juga apakah saksi memiliki hubungan keluarga atau kepentingan, karena hal itu dapat memengaruhi penilaian hakim terhadap keterangannya. Rincian lebih lanjut ada pada alat bukti perdata saksi dan surat.

    Kapan sebaiknya mencoba jalur damai lebih dulu

    Gugatan PMH bisa panjang dan melelahkan. Bila pelaku masih dapat diajak bicara, pertimbangkan musyawarah atau mediasi lebih dulu. Banyak sengketa antartetangga, antarpelaku usaha, atau antarwarga dapat selesai dengan permintaan maaf, perbaikan, dan ganti rugi yang disepakati. Kesepakatan sebaiknya ditulis dan ditandatangani, lalu bila perlu dikuatkan dalam bentuk akta perdamaian. Jalur damai tidak menghalangi Anda menggugat bila pihak lain ingkar, asalkan bukti dan kronologi tetap tersimpan rapi.

    Daftar periksa bukti per unsur

    Susun tabel yang memetakan setiap unsur PMH dengan bukti. Untuk perbuatan: foto, video, dokumen. Untuk kesalahan: peringatan yang diabaikan, standar yang dilanggar. Untuk kerugian: faktur, laporan keuangan, rekam medis. Untuk sebab akibat: kronologi, penilaian ahli. Bila satu unsur tidak memiliki bukti, pikirkan cara memperolehnya secara sah, misalnya meminta keterangan ahli atau meminta pengadilan memerintahkan lawan menunjukkan dokumen. Tabel ini juga membantu menentukan apakah gugatan layak diajukan.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apakah harus ada niat jahat? Tidak harus. Kesalahan mencakup sengaja maupun kelalaian. Namun tingkat kesalahan dapat memengaruhi penilaian hakim.

    Apakah korban yang ikut lalai tetap bisa menggugat? Bisa, tetapi kelalaian korban dapat mengurangi besar ganti rugi. Hakim menilai porsi tanggung jawab masing-masing.

    Berapa lama proses PMH? Tidak ada angka pasti. Tergantung jumlah pihak, saksi, ahli, dan jadwal pengadilan. Hindari janji kecepatan dari pihak mana pun.

    Bisakah PMH digabung dengan gugatan lain? Dapat, bila terkait dan jelas. Konsultasikan dengan advokat agar tidak kabur. Lihat gugatan kabur dan tidak dapat diterima.

    Ringkasan

    • PMH bersumber dari Pasal 1365 KUHPerdata: perbuatan melawan hukum, kesalahan, kerugian, dan sebab akibat.
    • Uraikan keempat unsur satu per satu dalam posita dengan bukti.
    • Pilih dasar yang tepat antara PMH dan wanprestasi.
    • Hitung kerugian dengan tabel dan bukti; manfaatkan ahli bila perlu.
    • Peroleh bukti secara sah dan jangan menunda.
    • Hasil tidak dapat dijanjikan.
    📌 Catatan

    Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.

    Dasar hukum

    • Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
    • HIR (Herzien Inlandsch Reglement)
    • UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

    Baca juga

    WhatsApp