Kontrak Pembuatan Website atau Aplikasi: Tahapan, Bayar, Revisi, dan Serah Terima
Isi artikel
Mengapa kontrak tertulis penting
Pembuatan situs atau aplikasi bersifat abstrak. Hasilnya tidak dapat dipegang, dan penilaian "bagus" bersifat subjektif. Tanpa dokumen yang jelas, kedua pihak membayangkan hal yang berbeda. Kontrak tertulis menolong karena:
- mengubah harapan lisan menjadi daftar yang dapat diperiksa;
- membagi risiko secara adil;
- menjadi bukti bila terjadi sengketa;
- mencegah permintaan tambahan tanpa batas dan pembayaran yang tertahan.
Perjanjian di Indonesia pada dasarnya tunduk pada Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata). Perjanjian sah bila ada kesepakatan, kecakapan, hal tertentu, dan sebab yang halal. Perjanjian yang sah mengikat pihak yang membuatnya. Periksa teks resmi bila Anda ingin mengutip pasal.
Istilah yang perlu dipahami:
- Pengembang atau penyedia jasa adalah pihak yang membuat situs atau aplikasi. Pemesan adalah pihak yang membayar.
- Kode sumber (source code) adalah tulisan program yang dapat dibaca dan diubah manusia.
- Hak cipta adalah hak eksklusif atas ciptaan, termasuk program komputer.
- Serah terima adalah penyerahan hasil kerja beserta akses dan dokumennya.
- Pemeliharaan adalah perawatan setelah peluncuran, seperti perbaikan galat dan pembaruan keamanan.
Isi kontrak yang sebaiknya ada
1. Para pihak dan latar belakang
Cantumkan identitas lengkap kedua pihak, siapa yang berwenang menandatangani, dan tujuan proyek dalam satu atau dua kalimat.
2. Ruang lingkup pekerjaan
Ini bagian terpenting. Tuliskan daftar fitur, halaman, atau modul yang dibuat. Lampirkan dokumen kebutuhan, sketsa tampilan, atau daftar fitur sebagai lampiran kontrak. Tulis juga hal yang tidak termasuk, misalnya pembuatan konten, foto, terjemahan, atau integrasi dengan sistem pihak ketiga.
3. Jadwal dan tonggak (milestone)
Bagi proyek menjadi tahap: desain, pengembangan, pengujian, peluncuran. Tetapkan tanggal atau durasi tiap tahap dan apa yang harus diserahkan pada akhir tahap itu.
4. Biaya dan pembayaran
Rinci total biaya, termasuk pajak bila ada, dan tahapan pembayaran. Pola yang lazim adalah uang muka di awal, pembayaran per tonggak, dan pelunasan setelah serah terima. Cantumkan metode, rekening, tenggat bayar, dan konsekuensi keterlambatan.
5. Revisi dan perubahan
Tentukan jumlah putaran revisi yang termasuk dalam harga, berapa lama pemesan harus menanggapi, dan apa yang dianggap perubahan lingkup. Perubahan di luar lingkup dihitung terpisah dengan persetujuan tertulis.
6. Bahan dari pemesan
Pemesan biasanya wajib menyediakan teks, gambar, logo, dan akses tertentu. Tetapkan tenggatnya, dan akibatnya pada jadwal bila terlambat.
7. Pengujian dan penerimaan
Tulis kriteria hasil dianggap selesai: fitur berjalan sesuai daftar, lolos uji yang disepakati, dan masa uji pemesan dalam waktu tertentu. Bila tidak ada tanggapan setelah masa itu, hasil dapat dianggap diterima.
8. Hak cipta dan kode sumber
Tetapkan siapa memiliki kode, apakah pemesan memperoleh kode sumber atau hanya hak pakai, dan bagaimana dengan komponen sumber terbuka serta pustaka pihak ketiga. Peralihan hak cipta pada umumnya memerlukan perjanjian tertulis. Pembahasan serupa ada di hak cipta karya freelancer dan pesanan desain.
9. Data dan kerahasiaan
Atur kerahasiaan informasi pemesan dan, bila pengembang mengakses data pengguna, kewajiban melindunginya sesuai UU Pelindungan Data Pribadi. Lihat NDA: kapan diperlukan dan isinya.
10. Garansi, perawatan, dan hosting
Tetapkan masa garansi perbaikan galat, biaya perawatan berkala, dan siapa yang menanggung hosting, domain, serta langganan pihak ketiga. Pastikan domain didaftarkan atas nama pemesan.
11. Pengakhiran dan penyelesaian sengketa
Atur kondisi pembatalan, pengembalian uang muka, hasil kerja yang sudah selesai, dan cara penyelesaian sengketa, misalnya musyawarah, mediasi, atau pengadilan negeri tertentu.
Tabel: skema pembayaran yang lazim
| Skema | Cara kerja | Kelebihan | Hal yang diwaspadai |
|---|---|---|---|
| Harga tetap per proyek | Total biaya disepakati di awal | Mudah dianggarkan | Perubahan lingkup harus diatur |
| Per tonggak | Dibayar saat tahap selesai | Pembayaran terkait hasil | Definisi "selesai" harus jelas |
| Per jam atau per hari | Dibayar menurut waktu | Fleksibel | Perlu batas anggaran dan laporan kerja |
| Langganan perawatan | Biaya bulanan | Layanan berkelanjutan | Cakupan dan waktu respons harus jelas |
Contoh: Bu Rina (nama fiktif) memesan situs toko daring kepada seorang pengembang lepas. Mereka menyusun kontrak singkat berisi daftar halaman dan fitur, jadwal tiga tahap, dan pembayaran 30 persen di awal, sisanya per tahap. Kontrak menyebut dua kali revisi besar per tahap, dan permintaan tambahan dihitung terpisah. Saat Bu Rina meminta fitur baru di tengah jalan, pengembang menjelaskan bahwa itu di luar lingkup dan menawarkan tambahan biaya. Karena tertulis, perundingan berlangsung tenang. Di akhir proyek, kode, akses admin, dan domain diserahkan sesuai daftar serah terima.
Jangan membayar penuh di muka untuk proyek yang belum berjalan, dan jangan menyerahkan akses utama, seperti akun domain atau akun toko, kepada pengembang tanpa dokumentasi. Daftarkan domain dan akun penting atas nama Anda sendiri.
Serah terima yang baik
Serah terima sebaiknya tidak sekadar "sudah jadi". Buat daftar periksa yang memuat:
- alamat situs dan akses panel admin;
- akses ke hosting, domain, dan layanan pihak ketiga atas nama pemesan;
- kode sumber dan dokumentasi bila disepakati;
- daftar pustaka dan lisensi pihak ketiga yang dipakai;
- panduan penggunaan dan, bila perlu, pelatihan singkat;
- berita acara serah terima yang ditandatangani kedua pihak.
Berita acara menjadi bukti bahwa pekerjaan telah diserahkan dan diterima. Simpan salinannya.
Minta pengembang menunjukkan hasil secara bertahap, misalnya lewat tautan uji. Menyetujui tahap demi tahap lebih mudah daripada mengoreksi seluruh proyek di akhir.
Bila terjadi sengketa
Sengketa umum meliputi hasil tidak sesuai, keterlambatan, permintaan tambahan, kode tidak diserahkan, atau pembayaran tertahan. Langkah yang dapat ditempuh:
- Kumpulkan dokumen: kontrak, lampiran, percakapan, berita acara, dan bukti bayar.
- Sampaikan keberatan tertulis dengan rincian dan batas waktu perbaikan.
- Tawarkan mediasi atau pertemuan penyelesaian.
- Kirim somasi bila tidak ada tanggapan.
- Pertimbangkan gugatan wanprestasi, yaitu gugatan karena salah satu pihak tidak memenuhi perjanjian, bila perundingan gagal.
Pengembang yang tidak menyelesaikan proyek dapat dituntut mengembalikan sebagian pembayaran sesuai pekerjaan yang belum dilakukan. Pemesan yang tidak membayar meski hasil sesuai dapat digugat. Lihat pula kontrak elektronik freelance dan jasa tidak selesai. Bukti percakapan dan berkas elektronik dibahas di bukti elektronik: chat dan rekaman.
Contoh klausul yang sering menjadi sumber sengketa
Beberapa klausul sering diabaikan padahal menentukan banyak hal.
Definisi selesai. Frasa seperti "proyek dinyatakan selesai bila seluruh fitur pada Lampiran A berfungsi dan telah diuji pemesan dalam tujuh hari kerja" jauh lebih jelas daripada "bila sudah bagus".
Keterlambatan. Tentukan akibat keterlambatan dari kedua pihak. Bila pemesan terlambat menyediakan bahan, jadwal bergeser. Bila pengembang terlambat tanpa alasan sah, pemesan dapat meminta potongan atau mengakhiri kontrak menurut ketentuan yang disepakati. Klausul denda harus wajar. Lihat klausul ganti rugi dan denda dalam kontrak bisnis.
Keadaan di luar kendali. Atur apa yang terjadi bila ada gangguan besar, seperti bencana atau gangguan layanan pihak ketiga, yang menghambat pekerjaan.
Pihak ketiga dan subkontrak. Jika pengembang akan melibatkan pihak lain, cantumkan apakah diizinkan dan siapa yang bertanggung jawab atas hasilnya.
Keamanan. Tetapkan standar dasar, seperti penyimpanan kata sandi yang aman dan pencadangan data, serta siapa yang bertanggung jawab bila terjadi kebocoran setelah peluncuran.
Pelaku usaha kecil: cara praktis tanpa kontrak panjang
Tidak semua proyek memerlukan kontrak puluhan halaman. Untuk proyek kecil, dokumen dua sampai empat halaman yang memuat lingkup, harga, tahapan, revisi, serah terima, dan hak cipta sudah jauh lebih baik daripada kesepakatan lisan. Lampirkan daftar fitur sebagai tabel, dan simpan percakapan konfirmasi di surel agar ada jejak tertulis. Pastikan kedua pihak menyatakan persetujuan secara tegas, misalnya dengan tanda tangan atau konfirmasi tertulis yang dapat dibuktikan.
Kesalahan umum
- Kontrak hanya berisi harga dan tanggal tanpa daftar fitur.
- Tidak mengatur batas revisi sehingga permintaan tidak ada habisnya.
- Domain dan akun penting terdaftar atas nama pengembang.
- Tidak menyebut siapa pemilik kode sumber.
- Tidak ada berita acara serah terima.
- Mengabaikan perawatan dan keamanan setelah peluncuran.
- Memberi akses ke data pengguna tanpa perjanjian kerahasiaan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah pemesan otomatis memiliki hak cipta atas situs yang dipesan? Tidak otomatis. Hak cipta pada program dan desain pada dasarnya berada pada penciptanya, dan peralihannya biasanya diatur dalam perjanjian tertulis. Karena itu kontrak perlu menyebut apakah hak dialihkan penuh atau hanya diberi hak pakai.
Bagaimana jika pengembang menghilang di tengah proyek? Kumpulkan bukti pembayaran dan komunikasi, kirim peringatan tertulis, dan pertimbangkan somasi serta gugatan. Karena itu, pembayaran bertahap dan akses atas nama pemesan sangat membantu.
Apakah perlu meterai pada kontrak? Tergantung nilai dan jenis dokumen menurut ketentuan bea meterai yang berlaku. Periksa teks resmi dan konsultasikan bila perlu.
Ringkasan
Kontrak pembuatan situs atau aplikasi sebaiknya memuat ruang lingkup yang rinci, jadwal tonggak, pembayaran bertahap, batas revisi, kriteria penerimaan, pengaturan hak cipta dan kode sumber, kerahasiaan, garansi dan perawatan, serta penyelesaian sengketa. Daftarkan domain dan akun atas nama pemesan, buat berita acara serah terima, dan simpan semua bukti. Dengan dokumen yang jelas, kedua pihak terlindungi.
Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.
- Peraturan perundang-undangan (BPK) — peraturan.bpk.go.id
- Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual — www.dgip.go.id
Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.
Dasar hukum
- KUH Perdata tentang perikatan dan perjanjian.
- UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
- UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Baca juga
- Hak Cipta Karya Freelancer: Siapa Pemilik Desain, Ilustrasi, atau Tulisan Pesanan
- Kontrak Elektronik untuk Freelancer: Isi, Bukti Chat, Tanda Tangan, dan Pembayaran
- NDA (Perjanjian Kerahasiaan): Kapan Diperlukan dan Isinya
- Jasa yang tidak selesai: renovasi, jahit, atau servis
- Kontrak Aplikasi dan Hak Data Pengguna: Apa yang Sebenarnya Anda Setujui Saat Menekan "Setuju"
Ada masukan atau pendapat lain? Kirim lewat WhatsApp atau telepon 0813-3040-8000.