Teknologi & Hukum Digital

Hak Cipta Musik di Video TikTok dan Reels: Aman atau Tidak?

Diperbarui

Isi artikel
    ALUR SINGKATPakai musik di video dengan aman1Cek jenis akunmu:pribadi atau bisnis2Pilih lagu daripustaka resmi aplikasi3Hindari unggah audiolagu dari luar4Untuk iklan, carimusik berlisensi5Bila kena takedown,baca alasannya dulu
    Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.

    Apa itu hak cipta musik dan siapa saja pemiliknya

    Hak cipta adalah hak eksklusif yang lahir otomatis saat sebuah karya diwujudkan. Eksklusif artinya orang lain tidak boleh memakai karya itu seenaknya tanpa izin. Dalam musik, satu lagu biasanya punya beberapa lapis hak.

    Lapis pertama adalah lagu dan liriknya. Pemiliknya adalah pencipta, yaitu pembuat lagu dan penulis lirik. Hak ini sering dikelola oleh penerbit musik. Lapis kedua adalah rekaman suaranya. Pemiliknya biasanya produser rekaman atau label. Lapis ketiga adalah penampilan penyanyi dan pemain musik, yang disebut hak terkait.

    Itu sebabnya satu lagu bisa punya beberapa pihak yang berhak. Saat kamu memakai versi rekaman asli di videomu, kamu menyentuh semua lapis itu sekaligus. Lihat juga hak cipta foto dan musik di media sosial untuk gambaran yang lebih umum.

    Hak cipta atas lagu berlaku selama hidup pencipta dan berlangsung sampai 70 tahun setelah ia meninggal, menurut UU Hak Cipta. Jadi lagu lama pun belum tentu bebas dipakai. Lagu yang pencipta dan pemegang haknya sudah lama tidak ada pun, rekaman tertentu bisa masih punya hak sendiri. Karena itu jangan menyimpulkan bahwa lagu jadul pasti gratis.

    Mengapa ada lagu yang aman dan ada yang tidak

    TikTok, Instagram Reels, dan platform sejenis biasanya sudah membuat perjanjian lisensi dengan label dan penerbit musik. Lisensi artinya izin resmi untuk memakai karya dengan syarat tertentu. Karena perjanjian itu, kamu bisa memilih lagu dari pustaka di dalam aplikasi tanpa mengurus izin sendiri.

    Namun izin itu punya batas. Umumnya, pustaka musik populer ditujukan bagi pengguna biasa untuk konten non-komersial. Untuk akun bisnis, platform sering menyediakan pustaka khusus yang isinya musik bebas royalti atau yang sudah diizinkan untuk keperluan komersial. Syarat ini adalah kebijakan platform dan bisa berubah, jadi baca ketentuan terbaru di aplikasi yang kamu pakai.

    Perbedaan itu penting. Video joget di akun pribadi dengan lagu populer berbeda dari video promosi produk di akun toko dengan lagu yang sama. Yang kedua dianggap penggunaan komersial, dan di sinilah risikonya paling besar.

    GEN Z & HUKUMHak cipta musik di videotiktok dan reelsInfoHukum.com
    Ilustrasi oleh InfoHukum.com

    Aturan dalam bahasa sehari-hari

    Beberapa pegangan dari UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan aturan turunannya:

    • Pemakaian karya orang lain untuk tujuan komersial pada dasarnya perlu izin dari pemegang hak, biasanya lewat lisensi.
    • Pencipta punya hak moral. Namanya perlu disebut dan karyanya tidak boleh diubah sampai merugikan kehormatan atau reputasinya.
    • Pencipta dan pemilik hak punya hak ekonomi, yaitu hak mendapat manfaat uang dari pemakaian karyanya, termasuk memperbanyak dan menyiarkan.
    • Pengguna komersial lagu di layanan publik, seperti kafe atau acara, diwajibkan membayar royalti lewat lembaga manajemen kolektif. Aturannya ada di PP No. 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik. Peran platform digital dalam pembayaran royalti diatur lewat perjanjian lisensi mereka sendiri.
    • Ada pembatasan hak cipta untuk keperluan tertentu, seperti pendidikan, penelitian, atau kritik, asal sumbernya disebut dan tidak merugikan kepentingan wajar pencipta. Bacaan lanjut ada di penggunaan wajar dan pembatasan hak cipta.

    Satu hal yang sering disalahpahami: menyebut nama penyanyi di keterangan video, atau menulis "no copyright intended", tidak menggantikan izin. Itu hanya tulisan. Yang menentukan adalah apakah ada lisensi atau pengecualian yang sah.

    Tabel: situasi umum dan tingkat risikonya

    SituasiPerkiraan risikoCatatan
    Video pribadi, lagu dari pustaka aplikasiRendahIkuti ketentuan platform
    Video pribadi, audio lagu diunggah dari file sendiriSedang sampai tinggiPlatform bisa menghapus atau membisukan
    Akun bisnis, lagu populer dari pustaka umumSedangPustaka umum sering tidak boleh untuk komersial
    Iklan berbayar dengan lagu populer tanpa lisensiTinggiPenggunaan komersial
    Musik bebas royalti atau berlisensi untuk komersialRendahSimpan bukti lisensi
    Cover lagu dengan rekaman sendiriSedangLagu dan liriknya tetap milik pencipta

    Tabel ini gambaran umum, bukan jaminan. Nilai risiko tergantung ketentuan platform dan pemegang hak.

    Apa yang bisa terjadi bila melanggar

    Dalam kenyataan, hal yang paling sering terjadi bukan tuntutan pengadilan, tetapi tindakan platform. Videomu bisa dibisukan, dihapus, atau dibatasi jangkauannya. Akunmu bisa mendapat teguran. Bila berulang, akun bisa dibatasi atau ditutup.

    Di luar platform, pemegang hak bisa mengirim surat peringatan dan meminta ganti rugi. UU Hak Cipta juga mengatur sanksi perdata dan pidana untuk pelanggaran hak cipta, terutama penggunaan komersial tanpa izin. Besaran ancaman pidana dan dendanya perlu dilihat pada teks resmi terbaru, karena aturan penyesuaian pidana berlaku sejak 2 Januari 2026. Sengketa hak cipta juga punya jalur mediasi dan gugatan, lihat sengketa hak cipta: mediasi, gugatan, dan pidana.

    Langkah praktis agar videomu aman

    1. Cek jenis akunmu. Buka pengaturan dan lihat apakah akunmu terdaftar sebagai pribadi, kreator, atau bisnis. Akun yang menerima bayaran dari merek umumnya diperlakukan sebagai komersial.
    2. Pakai pustaka resmi di dalam aplikasi. Pilih lagu lewat fitur musik bawaan. Jangan mengunggah audio lagu dari file sendiri.
    3. Cari tanda kelayakan komersial. Banyak aplikasi menandai musik yang boleh dipakai untuk konten bisnis. Pilih yang bertanda itu bila videomu menjual sesuatu.
    4. Simpan bukti. Bila memakai musik berlisensi dari situs pihak ketiga, simpan bukti pembelian atau halaman lisensinya.
    5. Baca isi kontrak endorse. Merek sering meminta kamu memakai musik tertentu atau melarang musik populer. Lihat endorse dan paid promote.
    6. Bila ada pemberitahuan pelanggaran, baca dulu. Cari tahu siapa yang mengajukan klaim dan apa alasannya. Jangan langsung mengunggah ulang video yang sama.
    7. Ajukan sanggahan hanya bila ada dasar. Bila kamu yakin memiliki izin atau karya itu milikmu, gunakan fitur banding di platform dan lampirkan bukti.
    8. Bila menerima surat dari pihak lain, minta nasihat. Jangan membalas dengan emosi dan jangan membayar sebelum jelas kepada siapa dan untuk apa.

    Perubahan aturan yang perlu kamu ketahui

    Aturan inti hak cipta, yaitu UU No. 28 Tahun 2014, relatif stabil. Yang bergerak cepat adalah praktik royalti dan kebijakan platform. Pengelolaan royalti lagu diatur lebih rinci oleh PP No. 56 Tahun 2021, dan perdebatan tentang siapa yang wajib membayar serta berapa besarnya masih terus berkembang. Periksa informasi terbaru di sumber resmi pemerintah.

    Soal pidana, KUHP baru (UU No. 1 Tahun 2023) dan hukum acara pidana baru (UU No. 20 Tahun 2025) berlaku sejak 2 Januari 2026. Pelanggaran hak cipta tetap diatur di UU Hak Cipta, tetapi acara pemeriksaannya mengikuti hukum acara yang baru. Pelanggaran hak cipta pada dasarnya delik aduan, artinya diproses bila pemegang hak melapor. Detailnya sebaiknya dicek pada teks resmi.

    Kesalahan umum

    KesalahanAkibatCara menghindari
    Mengira "kasih kredit" sama dengan izinTetap melanggarGunakan lisensi atau pustaka resmi
    Memakai lagu populer untuk jualan di akun bisnisVideo dihapus, atau ditegur pemegang hakPilih musik berlisensi komersial
    Unggah ulang video yang sudah dihapusAkun dibatasiGanti musik, lalu unggah versi baru
    Mengambil audio dari video orang lainMelanggar hak pembuat video dan pencipta laguPakai fitur resmi pengguna ulang
    Tidak menyimpan bukti lisensiSulit membela diriSimpan tangkapan layar dan bukti beli

    Contoh: Seorang mahasiswa membuka usaha kecil jual kue. Ia membuat video proses memanggang dengan lagu populer dari pustaka umum di akun tokonya. Dua hari kemudian videonya dibisukan karena akun bisnis tidak boleh memakai lagu itu. Ia mengganti dengan lagu dari pustaka musik komersial yang ditandai aman, lalu mengunggah ulang. Tidak ada tuntutan, hanya kehilangan jangkauan beberapa hari.

    Contoh: Seorang karyawan baru membuat video rekap kantor dengan lagu hit yang ia unduh dari internet dan ia tempel sendiri sebagai audio. Perusahaannya memajang video itu di akun resmi. Pemegang hak mengirim klaim. Karena penggunaannya komersial dan audio tidak berasal dari pustaka aplikasi, perusahaan harus menghapus video dan menyelesaikan klaim itu. Pelajarannya: konten untuk pekerjaan perlu musik yang jelas lisensinya.

    Peringatan

    Jangan mengandalkan pernyataan "tidak bermaksud melanggar hak cipta" di keterangan video. Pernyataan itu tidak punya kekuatan hukum. Bila video dipakai untuk tujuan komersial, pastikan ada lisensi yang jelas sebelum diunggah.

    Tips

    Siapkan satu folder berisi musik berlisensi komersial yang sudah kamu cek syaratnya. Saat membuat konten kerja atau endorse, kamu tinggal memilih dari sana. Catat juga nama situs, tanggal, dan jenis lisensinya.

    Bila yang dipakai orang lain adalah lagu atau videomu

    Kamu juga bisa berada di posisi pemilik karya. Bila kamu membuat musik sendiri, kamu otomatis menjadi pencipta begitu karya diwujudkan. Untuk memperkuat bukti, kamu dapat mencatatkan ciptaan, seperti dibahas di pencatatan ciptaan. Pencatatan bukan syarat adanya hak, tetapi membantu pembuktian.

    Bila karyamu dipakai tanpa izin, simpan tangkapan layar dan tautannya, lalu gunakan fitur laporan hak cipta di platform. Cara ini dijelaskan juga di takedown konten pelanggar hak cipta. Bila kamu ingin karyamu dipakai pihak lain dengan imbalan, pelajari lisensi hak cipta dan jual putus.

    Soal duet, stitch, dan konten yang memakai video orang lain

    Fitur duet dan stitch membuat videomu berisi potongan karya orang lain. Fitur ini disediakan platform, jadi pemakaian lewat tombol resmi umumnya sesuai ketentuan platform. Tetapi izin dari platform tidak otomatis menghapus hak pembuat video atau pemilik lagu di dalamnya.

    Ada dua pertanyaan sederhana untuk dirimu. Pertama, apakah pembuat video asli mengizinkan fitur itu di akunnya? Kedua, apakah kamu memakainya untuk tanggapan, hiburan, atau ulasan, atau untuk mencari untung dari karya itu? Semakin besar unsur untungnya, semakin perlu izin tertulis.

    Hal yang sama berlaku untuk tren audio. Audio tren yang muncul di halaman aplikasi umumnya disediakan untuk dipakai penggunanya, tetapi syarat akun bisnis tetap berlaku. Bila ragu, pakai musik yang jelas tanda komersialnya, atau minta izin lewat pesan tertulis kepada pemegang hak dan simpan balasannya.

    Konten kerja pertama dan magang

    Banyak anak muda membuat konten untuk tempat kerja atau magang. Di sini ada dua lapis urusan hukum. Lapis pertama adalah musik yang dipakai. Lapis kedua adalah siapa pemilik video yang kamu buat. Untuk karya yang dibuat dalam hubungan kerja, hak ciptanya sering berada di pihak pemberi kerja, sesuai perjanjian. Bacaan lanjut ada di hak cipta karya karyawan.

    Karena videonya akan tampil di akun perusahaan, musik wajib aman untuk keperluan komersial. Tanyakan lebih dulu kepada atasan, siapa yang menanggung bila ada klaim. Hal ini lebih baik disepakati sebelum membuat konten daripada setelah ada surat dari pemegang hak.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apakah boleh membuat cover lagu dan mengunggahnya? Cover memakai lagu dan lirik milik pencipta. Karena itu tetap perlu izin atau lisensi. Banyak platform sudah menyediakan lisensi untuk cover tertentu, tetapi syaratnya berbeda-beda. Cek ketentuan platform, dan jangan mengambil untung dari cover tanpa kepastian izin.

    Apakah memakai potongan lagu 10 detik aman? Tidak ada aturan umum bahwa pemakaian singkat otomatis bebas. Yang dinilai adalah apakah bagian yang dipakai penting dan apakah ada izin. Patokan "sekian detik boleh" adalah mitos.

    Bagaimana kalau video kena takedown tapi aku yakin sudah benar? Ajukan banding lewat fitur resmi platform dan lampirkan bukti lisensi atau bukti bahwa karya milikmu. Jangan mengunggah ulang yang sama berulang kali karena dapat dianggap pelanggaran berulang.

    Apakah bisa dipidana hanya karena memakai lagu di akun pribadi? Dalam praktik, kasus semacam ini umumnya berakhir di tindakan platform. Pidana lebih relevan untuk penggunaan komersial skala besar atau pembajakan. Tetap, kepastian bergantung pada fakta dan teks resmi terbaru.

    Ringkasan

    • Lagu punya beberapa lapis hak: lagu dan lirik, rekaman, dan penampilan.
    • Pustaka musik di aplikasi umumnya aman untuk akun pribadi, tetapi belum tentu untuk akun bisnis.
    • Penggunaan komersial, seperti iklan dan endorse, memerlukan musik berlisensi yang jelas.
    • Menulis kredit atau "no copyright intended" tidak menggantikan izin.
    • Akibat paling umum adalah video dihapus atau dibisukan, tetapi gugatan dan laporan tetap mungkin.
    • Simpan bukti lisensi, baca kebijakan platform terbaru, dan konsultasikan ke advokat bila menerima somasi (surat teguran resmi).
    📌 Catatan

    Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.

    Dasar hukum

    Baca juga

    Dapatkan info hukum praktis setiap hari di WhatsApp

    Ikuti Saluran InfoHukum
    WhatsApp