Contoh Surat Permintaan Salinan Putusan Pidana dan Cara Mengisinya
Isi artikel
Apa itu salinan putusan pidana
Putusan pengadilan adalah hasil akhir pemeriksaan di persidangan. Dokumen aslinya disimpan pengadilan. Pihak yang membutuhkan putusan dapat meminta salinan, yaitu fotokopi yang disahkan petugas berwenang. Salinan resmi biasanya diperlukan untuk upaya hukum, pengurusan administrasi, atau keperluan lain.
Perlu dibedakan antara salinan resmi dan putusan yang diunduh dari situs. Putusan dalam direktori elektronik dapat dibaca umum, tetapi tidak selalu berstatus salinan resmi. Pembahasan umum ada di salinan putusan: cara memintanya dan upaya hukum dari putusan.
Aturan dalam bahasa sehari-hari
- Terdakwa, penasihat hukum, jaksa, dan pihak yang berkepentingan dapat meminta salinan putusan menurut hukum acara. KUHAP baru (UU No. 20 Tahun 2025) berlaku sejak 2 Januari 2026. Rincian siapa yang berhak dan kapan salinan wajib diberikan perlu dicek pada teks resmi tanpa nomor pasal lama.
- Mahkamah Agung memiliki kebijakan keterbukaan informasi di pengadilan dan layanan putusan elektronik. Bentuk layanan dapat berubah, sehingga cek halaman resmi pengadilan.
- Putusan yang dipublikasikan sering menutup identitas tertentu, misalnya identitas anak atau korban. Aturan pengaburan identitas berlaku untuk perkara tertentu.
- Biaya salinan dapat berlaku menurut ketentuan pengadilan. Periksa informasi di loket atau situs resmi pengadilan.
- Waktu pengajuan upaya hukum berjalan dari putusan diucapkan atau diberitahukan. Karena itu salinan sebaiknya diminta segera. Lihat banding, kasasi, dan peninjauan kembali.
- Salinan palsu atau yang diubah adalah pemalsuan. Perbuatan itu dapat dipidana menurut KUHP baru (UU No. 1 Tahun 2023).
Kerangka surat permintaan salinan yang dapat disesuaikan
Tanda [....] harus diganti. Hapus bagian yang tidak perlu.
Kepada Yth. Ketua Pengadilan Negeri [....] (u.p. Panitera/Kepala Kepaniteraan Pidana), di [kota]
- Perihal : Permohonan Salinan Putusan Perkara Pidana
- Yang bertanda tangan di bawah ini:
- Nama lengkap : [....]
- Nomor KTP : [....]
- Alamat dan nomor telepon : [....]
- Kedudukan dalam perkara : [terdakwa / terpidana / penasihat hukum / korban / ahli waris / kuasa dari ....]
- Dengan ini memohon salinan putusan perkara pidana:
- Nomor perkara : [....]
- Nama terdakwa : [....]
- Tanggal putusan : [....]
- Tingkat putusan : [pengadilan negeri / banding / kasasi / peninjauan kembali]
- Jenis salinan : [salinan resmi putusan / petikan putusan / salinan lengkap berikut berita acara], sebanyak [....] rangkap.
- Keperluan : [pengajuan upaya hukum / administrasi / keperluan lain yang sah].
- Cara pengambilan : [diambil sendiri / dikirim ke alamat / lewat layanan elektronik bila tersedia].
- Pemohon bersedia membayar biaya yang berlaku menurut ketentuan.
- Demikian permohonan ini dibuat dengan sebenarnya.
- [Kota], [tanggal] [bulan] [tahun]
- Pemohon, [tanda tangan] [nama terang]
Penjelasan tiap bagian
Tujuan. Alamatkan kepada pengadilan yang memutus perkara, melalui kepaniteraan pidana. Untuk putusan banding atau kasasi, tanyakan kepada pengadilan tingkat pertama bagaimana cara memperoleh salinannya.
Perihal. Satu frasa singkat: permohonan salinan putusan. Jangan menambahkan keluhan.
Kedudukan. Tulis posisi Anda. Pengadilan dapat membatasi pemberian salinan kepada pihak yang berkepentingan. Korban atau ahli waris dapat diminta menunjukkan bukti.
Data perkara. Nomor perkara, nama terdakwa, dan tanggal putusan adalah tiga data kunci. Salah satu salah dapat membuat petugas mencari ulang.
Jenis salinan. Petikan putusan memuat amar, yaitu bagian yang memutuskan. Salinan lengkap memuat seluruh pertimbangan. Pilih sesuai kebutuhan.
Keperluan. Alasan yang sah membantu petugas. Misalnya untuk menyiapkan memori banding.
Cara pengambilan. Tanyakan layanan yang tersedia, termasuk pengiriman elektronik bila ada.
Biaya. Kalimat kesediaan membayar menegaskan itikad Anda. Besarnya mengikuti ketentuan resmi. Periksa informasi di loket atau situs pengadilan.
Daftar lampiran
- Fotokopi KTP pemohon.
- Surat kuasa khusus bila diwakili advokat. Lihat surat kuasa pendampingan pidana.
- Bukti kedudukan: akta kematian dan kartu keluarga bagi ahli waris, atau surat panggilan bagi korban.
- Bukti identitas terdakwa dan nomor perkara, misalnya fotokopi surat panggilan sidang atau pemberitahuan putusan.
- Surat tugas bila pemohon adalah lembaga.
Langkah praktis
- Catat nomor perkara. Lihat surat panggilan atau cari lewat sistem informasi penelusuran perkara.
- Tentukan salinan. Tanyakan apakah Anda butuh petikan atau salinan lengkap.
- Tulis surat. Gunakan kerangka di atas.
- Ajukan di loket. Datang ke kepaniteraan pidana atau layanan terpadu.
- Bayar bila diminta. Simpan bukti pembayaran.
- Ambil dan periksa. Cocokkan nama, nomor perkara, dan jumlah halaman. Pastikan ada pengesahan petugas.
- Simpan. Fotokopi untuk arsip dan simpan asli di tempat aman.
Perbedaan jenis salinan
| Jenis | Isi | Kegunaan umum |
|---|---|---|
| Petikan putusan | Ringkasan amar putusan | Administrasi dan eksekusi |
| Salinan putusan | Putusan lengkap dengan pertimbangan | Upaya hukum dan kajian |
| Salinan elektronik | Berkas digital yang dikirim lewat sistem | Penggunaan cepat bila diterima instansi |
| Putusan publikasi | Teks umum di direktori | Bacaan umum, bukan dokumen resmi |
Tanyakan kepada instansi yang meminta dokumen jenis apa yang diterima. Sebagian instansi hanya menerima salinan resmi yang berstempel.
Cara membaca salinan putusan yang Anda terima
Menerima salinan hanyalah awal. Putusan pidana memuat beberapa bagian dengan fungsi berbeda.
| Bagian | Isi | Mengapa penting |
|---|---|---|
| Kepala putusan | Irah-irah, nomor perkara, nama pengadilan | Memastikan dokumen benar |
| Identitas terdakwa | Nama, tempat lahir, alamat, pekerjaan | Mencegah salah orang |
| Dakwaan | Perbuatan yang didakwakan jaksa | Menilai cakupan perkara |
| Pertimbangan | Alasan hakim menilai fakta dan hukum | Dasar menyusun upaya hukum |
| Amar | Isi putusan: bersalah atau tidak, pidana, barang bukti | Menentukan akibat hukum |
| Penutup | Hari sidang, susunan majelis, tanda tangan | Menandai putusan sah |
Mulailah dari amar, lalu baca pertimbangan. Perhatikan apakah identitas terdakwa benar dan apakah putusan menyinggung barang bukti. Bila ada kesalahan ketik pada nama atau tanggal, tanyakan kepada kepaniteraan cara memperbaikinya.
Hubungan salinan putusan dengan tenggat upaya hukum
Upaya hukum seperti banding memiliki tenggat yang berjalan sejak putusan diucapkan atau diberitahukan. Salinan putusan membantu menyusun alasan, tetapi tenggat tidak otomatis berhenti menunggu salinan jadi. Karena itu:
- Catat tanggal putusan diucapkan dan tanggal Anda menerima pemberitahuan.
- Tanyakan kepada advokat atau kepaniteraan berapa batas waktu menurut hukum acara yang berlaku.
- Ajukan pernyataan upaya hukum tepat waktu, lalu lengkapi alasan sesudah salinan diterima, sepanjang aturan mengizinkan.
- Simpan bukti penyerahan setiap dokumen.
Karena KUHAP baru berlaku sejak 2 Januari 2026, jangan mengandalkan angka tenggat dari artikel lama. Periksa teks resmi atau tanyakan kepada pengadilan.
Jika permohonan salinan tidak ditanggapi
Kadang permohonan tertahan tanpa alasan jelas. Jangan langsung menyimpulkan ada pelanggaran. Ikuti urutan berikut.
- Tanyakan status permohonan di loket dengan membawa tanda terima.
- Tanyakan apakah ada kekurangan berkas atau biaya yang belum dibayar.
- Tulis surat pengingat singkat yang menyebut tanggal pengajuan.
- Minta bantuan layanan informasi atau pengaduan pengadilan.
- Bila tetap tidak ada jawaban, pertimbangkan pengaduan ke pengawas internal atau Ombudsman, dan konsultasikan dengan advokat.
Catat nama petugas dan tanggal setiap kontak. Catatan ini berguna bila Anda perlu menjelaskan keterlambatan, misalnya saat tenggat upaya hukum terdampak. Lihat pengaduan layanan publik Ombudsman untuk jalur pengaduan yang umum.
Salinan untuk keperluan non-pengadilan
Salinan putusan pidana juga dapat diminta untuk keperluan lain, misalnya melengkapi berkas administrasi pekerjaan atau pengurusan hak tertentu. Dalam kasus ini tanyakan lebih dulu kepada instansi penerima dokumen apa yang mereka minta: petikan, salinan lengkap, atau surat keterangan lain.
Sebagian keperluan sebenarnya tidak memerlukan putusan lengkap, melainkan surat keterangan dari kepaniteraan. Mintalah dokumen yang dibutuhkan saja. Putusan lengkap mungkin memuat data pribadi pihak lain yang tidak perlu dibagikan kepada instansi lain. Simpan salinan dengan aman dan jangan menyebarkannya di media sosial.
Kesalahan umum
| Kesalahan | Akibat | Cara menghindari |
|---|---|---|
| Nomor perkara salah | Petugas tidak menemukan berkas | Salin dari surat resmi |
| Mengira putusan unduhan sama dengan salinan resmi | Ditolak instansi | Minta salinan berstempel |
| Meminta terlambat saat tenggat upaya hukum | Kehilangan waktu | Minta segera setelah putusan |
| Tidak memeriksa isi salinan | Ada halaman hilang | Hitung halaman dan baca amar |
| Meminta untuk perkara yang dibatasi | Ditolak | Tanyakan syarat pihak berkepentingan |
Contoh: Seorang terdakwa yang divonis ingin banding. Penasihat hukumnya mengajukan surat permintaan salinan putusan, melampirkan kuasa dan fotokopi KTP, serta menyebut keperluan penyusunan memori banding. Ia mencatat tanggal pengajuan dan meminta tanda terima. Saat menerima salinan, ia memeriksa seluruh halaman sebelum menandatangani tanda terima.
Contoh: Keluarga korban ingin mengetahui pertimbangan hakim dalam perkara pencurian di rumah mereka. Mereka menulis surat dengan melampirkan kartu keluarga dan surat pemberitahuan dari jaksa. Petugas menjelaskan prosedur pemberian salinan kepada korban sesuai kebijakan pengadilan.
Kapan perlu advokat atau notaris
Notaris tidak diperlukan. Advokat berguna bila salinan dibutuhkan untuk upaya hukum, batas waktu mepet, atau pengadilan menolak permohonan. Prosedur peradilan, termasuk format resmi permohonan dan batas waktu upaya hukum, mengikuti ketentuan pengadilan dan hukum acara yang berlaku. KUHAP baru berlaku sejak 2 Januari 2026.
Contoh ini harus disesuaikan dengan fakta dan hukum yang berlaku. Jangan mengubah atau memalsukan salinan, dan jangan membayar pihak mana pun di luar biaya resmi. Jangan menunggu salinan diterima untuk memikirkan upaya hukum bila tenggat sudah dekat.
Tanyakan kepada kepaniteraan apakah amar putusan dapat diberikan lebih dahulu bila salinan lengkap belum jadi. Ini membantu Anda mulai menyusun langkah.
Perubahan aturan yang perlu diketahui
KUHAP baru (UU No. 20 Tahun 2025) berlaku sejak 2 Januari 2026 dan dapat mengatur ulang ketentuan pemberitahuan putusan serta pemberian salinan. Layanan elektronik pengadilan juga terus berkembang, sehingga sebagian proses yang dulu harus datang langsung kini dapat dilakukan daring. Periksa halaman resmi pengadilan yang bersangkutan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Siapa saja yang boleh meminta salinan putusan pidana? Terutama pihak dalam perkara. Pihak lain tunduk pada kebijakan keterbukaan dan pembatasan pengadilan.
Apakah gratis? Ketentuan biaya mengikuti aturan yang berlaku dan dapat berbeda. Tanyakan di loket.
Berapa lama salinan jadi? Waktu berbeda tiap pengadilan dan perkara. Tanyakan perkiraan saat mengajukan.
Bagaimana bila salinan belum jadi tetapi tenggat banding mendekat? Tanyakan prosedur kepada kepaniteraan dan advokat. Jangan menunggu tanpa kepastian.
Ringkasan
- Surat ini meminta salinan resmi putusan dari pengadilan.
- Data kunci: nomor perkara, nama terdakwa, tanggal putusan.
- Pilih petikan atau salinan lengkap sesuai kebutuhan.
- Bawa identitas dan bukti kedudukan.
- Periksa isi salinan saat menerimanya.
- Contoh harus disesuaikan.
Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.
- Peraturan BPK: pusat data peraturan — peraturan.bpk.go.id/
Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.
Dasar hukum
- UU No. 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana
- UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
Baca juga
- Salinan Putusan: Cara Memintanya dan Apa yang Perlu Disiapkan
- Upaya hukum pidana dihitung dari putusan, bukan dari kabar grup
- Perbedaan KUHP dan KUHAP Lama vs Baru 2026: Penipuan, Penggelapan, dan Sidang
- Panduan Sidang Pidana Sesuai KUHAP Baru 2026: Dari Pembukaan sampai Penutup
- Keterbukaan Informasi Publik: Cara Meminta Informasi ke Instansi
Ada masukan atau pendapat lain? Kirim lewat WhatsApp atau telepon 0813-3040-8000.