Beranda · Direktori · Waris dan Hibah

Waris dan Hibah

Menjual tanah warisan: persetujuan yang ditanyakan dulu

✏️ Diperbarui 10 Oktober 2026 · Tim Redaksi InfoHukum

Pembeli dan notaris akan menanya siapa yang berhak menjual. Satu ahli waris yang memegang sertifikat belum tentu cukup.

ARTIKELMenjual tanah warisan:persetujuan yang ditanyakandulu
Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.
Catatan edukatif, Oktober 2026. Bukan nasihat untuk berkas, angka, atau nama pihak tertentu. Peraturan dan tenggat dibaca dari teks resmi dan dari surat yang Anda pegang.

Semua ahli waris harus sepakat

Tanah warisan yang belum dibagi pada dasarnya menjadi milik bersama para ahli waris. Karena itu, satu orang tidak bisa menjual seluruh tanah atas kemauannya sendiri. Pasal 1066 KUH Perdata mengatur bahwa tidak seorang pun yang bersama-sama memiliki sesuatu dapat dipaksa untuk tetap dalam keadaan tidak terbagi, dan pemisahannya dapat dituntut. Artinya, jalur pembagian tetap harus ditempuh dengan benar.

Urutan yang lebih aman

Uang muka dan titipan

Uang muka yang diterima satu orang sebelum semua ahli waris setuju mudah menjadi sengketa baru, baik dengan pembeli maupun dengan saudara sendiri. Simpan bukti siapa yang menerima uang, untuk apa, dan dengan persetujuan siapa. Lebih baik semua ahli waris ikut menandatangani kesepakatan awal.

Contoh

Contoh: Tiga bersaudara mewarisi sebidang tanah. Kakak tertua ingin menjual, sedangkan adik bungsu menolak. Tanpa persetujuan adik bungsu, penjualan tidak bisa berjalan dengan tenang, dan calon pembeli pun akan ragu. Solusinya biasanya dibicarakan dulu, lalu dicatat dalam kesepakatan tertulis.

Pajak yang perlu disiapkan

Penjualan tanah biasanya menimbulkan kewajiban pajak, misalnya Pajak Penghasilan atas pengalihan tanah dan bangunan, serta biaya lain yang ditentukan. Tanyakan jumlah dan kewajiban pajaknya kepada PPAT sebelum akta ditandatangani, agar tidak ada kejutan di akhir.

Mengapa pembeli selalu bertanya tentang ahli waris

Pembeli yang berhati-hati biasanya meminta bukti bahwa penjual benar-benar berhak menjual. Untuk tanah warisan, itu berarti dokumen yang menunjukkan siapa ahli waris dan persetujuan mereka. Jika dokumen belum lengkap, transaksi bisa tertunda, bahkan batal, meskipun sebagian uang sudah diterima.

Menjual tanah warisan: persetujuan yang ditanyakan dulu
Photo by Clint Patterson on Unsplash

Kuasa menjual perlu dicermati

Dalam praktik, ada ahli waris yang berhalangan hadir lalu memberikan kuasa kepada saudaranya. Kuasa seperti ini harus jelas, mencantumkan objek tanah dengan rinci, dan secara tegas memberi wewenang untuk menjual. Surat kuasa umum untuk mengurus dokumen belum tentu mencakup kewenangan untuk menjual tanah.

Hal yang bisa dicek sebelum tanda tangan

Contoh: Keluarga Pak Hendro hampir menandatangani akta jual beli, tetapi PPAT meminta surat keterangan waris dan persetujuan tertulis dari dua saudara yang belum hadir. Penundaan itu terasa merepotkan, tetapi justru melindungi semua pihak dari sengketa di kemudian hari.

Harga yang wajar dan tercatat

Harga jual sebaiknya ditentukan bersama dan dicatat dengan jelas, termasuk bagaimana uang diterima dan dibagi. Hal ini penting agar tidak ada ahli waris yang merasa tidak mendapat bagian yang seharusnya. Simpan semua kwitansi dan bukti transfer, serta catatan siapa yang menerima masing-masing pembayaran.

Jika ada kerabat yang hendak membeli, buat kesepakatan yang adil bagi semua pihak, dan jangan membiarkan tekanan waktu mengambil alih keputusan.

Yang tidak diputuskan halaman ini. Halaman ini tidak menjamin suatu jual beli sah dan tidak membuat draft akta.

Dasar hukum

Dalam kategori yang sama

Yang sudah tayang lebih lengkap

Ada masukan atau pendapat lain? Kirim lewat WhatsApp atau email [email protected].