Bisnis, UMKM & Start-Up

Panduan Menyusun Perjanjian Pemegang Saham dan Klausul Keluar

Diperbarui

Isi artikel
    ALUR SINGKATMenyusun perjanjian pemegang saham1Petakan pemilik,saham, dan tujuanusaha2Daftar isu yang rawansengketa3Cek anggaran dasar danundang-undang4Susun klausul haksuara dan pengalihan5Atur deadlock danklausul keluar6Tandatangani danselaraskan anggarandasar
    Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.

    Apa itu perjanjian pemegang saham dan siapa yang membutuhkannya

    Perjanjian pemegang saham (shareholders agreement) adalah perjanjian tertulis antara para pemilik saham PT, kadang juga dengan PT itu sendiri. Isinya mengatur hubungan antarpemilik: bagaimana keputusan diambil, siapa yang boleh menjual saham, bagaimana bila investor baru masuk, dan bagaimana bila salah satu ingin keluar. Anggaran dasar mengikat PT dan semua pemegang sahamnya secara umum, sedangkan perjanjian pemegang saham mengikat para pihak yang menandatanganinya.

    Kebutuhan terbesar muncul pada:

    • usaha keluarga dengan beberapa saudara sebagai pemilik;
    • perusahaan rintisan dengan pendiri dan investor;
    • usaha patungan dua atau tiga mitra;
    • PT yang akan menerima investor baru atau penambahan modal.

    Pembahasan hak pemegang saham dasar ada pada RUPS dan hak pemegang saham. Untuk perubahan komposisi pemilik, bacalah pengalihan saham dan perubahan pengurus PT dan perubahan pemegang saham PT, jual beli saham.

    Aturan yang berlaku dalam bahasa sehari-hari

    Kerangka utamanya adalah Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU No. 40 Tahun 2007), yang telah mengalami perubahan melalui UU Cipta Kerja dan penetapannya, yaitu UU No. 6 Tahun 2023. Ide pokok yang relevan:

    1. Perseroan adalah badan hukum dengan organ: rapat umum pemegang saham (RUPS), direksi, dan dewan komisaris.
    2. Pemegang saham pada umumnya bertanggung jawab terbatas pada saham yang dimilikinya.
    3. Hak suara melekat pada saham, dan secara umum satu saham memberi satu suara, kecuali anggaran dasar menentukan lain sesuai batas undang-undang.
    4. Anggaran dasar boleh mengatur pembatasan pengalihan saham, misalnya hak mendahului bagi pemegang saham lain.
    5. Perubahan anggaran dasar dan sejumlah tindakan penting memerlukan akta notaris dan pemberitahuan atau persetujuan melalui sistem administrasi badan hukum.
    6. Perjanjian pemegang saham tidak boleh bertentangan dengan undang-undang dan anggaran dasar. Bila bertentangan, anggaran dasar dan undang-undang yang dikedepankan terhadap pihak ketiga.

    Dengan kata lain, perjanjian pemegang saham adalah lapisan kesepakatan antar-pemilik. Hal yang oleh undang-undang harus dimuat di anggaran dasar, atau yang menyangkut pihak ketiga, sebaiknya juga diselaraskan di anggaran dasar. Nomor pasal perlu diperiksa pada teks resmi sebelum dikutip.

    Bidak catur hitam dan putih.
    Foto oleh Damiano Lingauri di Unsplash

    Klausul pokok dan fungsinya

    KlausulFungsiHal yang perlu jelas
    Hak suara dan keputusan pentingMelindungi minoritasDaftar keputusan yang butuh persetujuan tertentu dan ambang suara
    Komposisi direksi dan komisarisMenjaga keterwakilanSiapa menunjuk siapa
    Pengalihan sahamMengatur siapa boleh menjualPersetujuan, pemberitahuan, masa tunggu
    Hak mendahului (right of first refusal)Pemilik lama diberi kesempatan membeli lebih duluHarga, tenggat menjawab
    Tag-alongMinoritas boleh ikut menjual dengan syarat yang samaKapan berlaku
    Drag-alongMayoritas dapat mengajak minoritas menjualSyarat, harga minimum
    Dilusi dan penambahan modalMengatur penerbitan saham baruHak memesan lebih dahulu
    DividenKebijakan pembagian labaPersentase atau pedoman
    Non-persaingan dan kerahasiaanMelindungi usahaDurasi dan wilayah
    DeadlockMengatasi jalan buntuJalur mediasi dan opsi akhir
    Klausul keluarMengatur mekanisme keluarPenilaian saham dan pembayaran
    Penyelesaian sengketaForumMusyawarah, mediasi, pengadilan, atau arbitrase

    Hak suara dan keputusan penting

    Banyak sengketa muncul karena satu pihak memegang saham mayoritas dan mengambil keputusan sendiri. Perjanjian dapat menetapkan daftar keputusan yang membutuhkan persetujuan lebih besar atau persetujuan pemegang saham tertentu, misalnya:

    • perubahan anggaran dasar;
    • penerbitan saham baru;
    • penjualan aset penting atau perubahan bidang usaha;
    • pinjaman besar atau pemberian jaminan;
    • transaksi dengan pihak terafiliasi;
    • pengangkatan atau pemberhentian direksi;
    • pembubaran perseroan.

    Ambang persetujuan harus selaras dengan batas undang-undang dan anggaran dasar. Periksa teks resmi dan tanyakan kepada notaris apa yang harus tercantum di anggaran dasar.

    Pengalihan saham dan hak mendahului

    Pengalihan saham bebas dapat membuat mitra yang tidak dikehendaki masuk. Karena itu perjanjian lazim memuat:

    1. Masa tahan (lock-up): pemilik tidak boleh menjual saham selama jangka waktu tertentu.
    2. Hak mendahului: sebelum menjual kepada pihak luar, pemilik menawarkan kepada pemegang saham lain dengan harga dan syarat yang sama.
    3. Persetujuan: penjualan kepada pihak luar membutuhkan persetujuan pihak tertentu.
    4. Pengecualian: pengalihan kepada keluarga inti atau perusahaan afiliasi dengan syarat tertentu.
    5. Tata cara: pemberitahuan tertulis, masa menjawab, dan penutupan transaksi.

    Pengalihan saham tetap membutuhkan akta pemindahan hak, pencatatan dalam daftar pemegang saham, dan pemberitahuan kepada instansi yang berwenang sesuai ketentuan. Langkahnya dijabarkan pada panduan perubahan pemegang saham di atas.

    Deadlock dan klausul keluar

    Deadlock adalah keadaan buntu ketika pemilik dengan hak suara seimbang tidak dapat sepakat. Perjanjian yang baik menyediakan tangga penyelesaian.

    1. Rapat khusus di antara pemilik dengan jangka waktu pendek.
    2. Mediasi oleh pihak netral yang disepakati.
    3. Opsi akhir, misalnya salah satu pihak membeli saham pihak lain, penjualan seluruh perusahaan, atau pembubaran.

    Klausul keluar mengatur bagaimana pemilik dapat keluar dengan tertib. Hal yang perlu ditulis jelas:

    • pemicu keluar, misalnya kehendak sendiri, meninggal dunia, pelanggaran perjanjian, atau kebangkrutan;
    • cara menilai saham, misalnya penilai independen atau rumus yang disepakati;
    • siapa yang wajib atau berhak membeli;
    • cara dan jadwal pembayaran;
    • nasib jabatan direksi atau komisaris pihak yang keluar;
    • larangan bersaing setelah keluar, dengan batas yang wajar.

    Dalam usaha keluarga, tambahkan mekanisme untuk kematian pemegang saham dan hak ahli waris; lihat saham dan usaha keluarga saat pewaris meninggal. Untuk gambaran sengketa nyata, bacalah studi kasus sengketa antar pemegang saham CV keluarga.

    Langkah praktis menyusun

    1. Kumpulkan dokumen dasar: akta pendirian, anggaran dasar, daftar pemegang saham, dan perjanjian investasi.
    2. Petakan pemilik, jumlah saham, dan kepentingan masing-masing, termasuk rencana investor baru.
    3. Daftar skenario sengketa: pemilik ingin keluar, investor baru masuk, perbedaan pendapat soal dividen, kematian pemilik, dan pemilik bersaing.
    4. Periksa anggaran dasar agar perjanjian tidak bertentangan dengannya.
    5. Susun draf klausul, mulai dari yang paling rawan.
    6. Nilai kewajaran: apakah hak minoritas dan mayoritas seimbang, dan apakah klausul dapat dilaksanakan.
    7. Diskusikan dengan seluruh pihak, lalu revisi.
    8. Libatkan notaris agar perjanjian dan anggaran dasar selaras. Perjanjian dapat berupa akta notaris atau surat di bawah tangan; akta memberi pembuktian lebih kuat.
    9. Tanda tangani dan bagikan salinan kepada semua pihak.
    10. Perbarui anggaran dasar bila ada ketentuan yang harus dimuat di sana, dan laporkan perubahan melalui sistem administrasi badan hukum.
    11. Tinjau perjanjian secara berkala, misalnya setiap ada putaran investasi.

    Perubahan aturan yang perlu Anda ketahui

    UU Cipta Kerja menambahkan kategori usaha baru, yaitu perseroan perorangan untuk usaha mikro dan kecil, dan penetapannya sebagai UU No. 6 Tahun 2023 melanjutkan perubahan itu. Perseroan perorangan hanya memiliki satu pendiri, sehingga perjanjian pemegang saham tidak relevan sampai ada pemilik tambahan. Administrasi badan hukum berlangsung secara elektronik, dan kementerian yang menangani urusan hukum telah berganti nama. Periksa situs resmi sebelum mengurus.

    KUHP baru (UU No. 1 Tahun 2023) dan KUHAP baru (UU No. 20 Tahun 2025) berlaku sejak 2 Januari 2026. Dalam konflik antar-pemilik, dugaan penggelapan atau pemalsuan dapat berubah menjadi laporan pidana. Hukum acaranya mengikuti KUHAP baru; periksa teks resmi dan pengumuman instansi.

    Kesalahan umum

    KesalahanAkibatCara menghindari
    Menunda perjanjian sampai muncul sengketaSulit sepakat saat bersitegangSusun sejak awal
    Menyalin templat asing tanpa menyesuaikanKlausul tidak sesuai hukum IndonesiaSesuaikan dengan UU PT dan anggaran dasar
    Bertentangan dengan anggaran dasarPerjanjian sulit dilaksanakanSelaraskan keduanya
    Penilaian saham tidak diaturPerdebatan harga saat keluarTulis metode penilaian
    Tidak ada penyelesaian deadlockPerusahaan lumpuhSediakan tangga penyelesaian
    Membatasi non-persaingan terlalu luasKlausul sulit ditegakkanBatasi waktu dan wilayah
    Lupa mencatat perubahan di daftar pemegang sahamHak dipertanyakanPerbarui daftar dan lapor
    Tidak melibatkan pasangan pemilikSengketa harta bersamaPertimbangkan persetujuan pasangan

    Contoh: Tiga mitra fiktif, Rudi, Sinta, dan Toni, mendirikan PT dengan komposisi saham 40, 40, dan 20 persen. Mereka membuat perjanjian pemegang saham yang mengatur keputusan penting, hak mendahului, dan klausul keluar dengan penilaian oleh penilai independen. Dua tahun kemudian Toni ingin keluar. Karena aturannya sudah ada, Rudi dan Sinta membeli saham Toni sesuai penilaian tanpa konflik panjang. Kisah ini fiktif dan tidak menjamin hasil.

    Peringatan

    Jangan menandatangani perjanjian pemegang saham yang Anda tidak pahami, terutama klausul drag-along, non-persaingan, dan penalti. Klausul ini dapat memaksa Anda menjual atau melarang Anda bekerja di bidang yang sama.

    Tips

    Tulis lampiran contoh perhitungan untuk klausul keluar dan dilusi. Angka contoh mengurangi salah tafsir antara para pihak.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apakah perjanjian pemegang saham harus berupa akta notaris? Tidak wajib, tetapi akta notaris memberi pembuktian yang kuat. Perubahan yang harus masuk anggaran dasar tetap memerlukan akta.

    Apakah perjanjian ini mengikat PT? Mengikat para pihak yang menandatangani. Agar PT juga terikat, PT dapat menjadi pihak atau ketentuan dimuat di anggaran dasar.

    Apakah pemegang saham minoritas dapat dipaksa menjual? Hanya bila ada dasar yang sah, misalnya klausul drag-along yang disepakati dan tidak bertentangan dengan hukum. Perlindungan minoritas dalam UU PT perlu diperiksa pada teks resmi.

    Bagaimana bila pihak melanggar perjanjian? Pihak lain dapat menuntut sesuai klausul, termasuk ganti rugi atau penyelesaian sengketa sesuai forum yang dipilih.

    Ringkasan

    • Perjanjian pemegang saham melengkapi anggaran dasar dengan aturan antar-pemilik.
    • Klausul pokok: hak suara, pengalihan saham, dilusi, deadlock, dan keluar.
    • Selaraskan dengan UU PT dan anggaran dasar; libatkan notaris.
    • Atur penilaian saham dan pembayaran sejak awal.
    • Hindari templat asing yang tidak disesuaikan dan klausul yang tidak dipahami.
    • Periksa teks resmi terbaru sebelum mengutip pasal atau mengubah anggaran dasar.
    📌 Catatan

    Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.

    Dasar hukum

    Baca juga

    WhatsApp