Contoh Permohonan Bank Garansi dan Kontra Garansi dan Cara Mengisinya
Contoh surat permohonan bank garansi dan pernyataan kontra garansi: jenis garansi, setoran jaminan, masa klaim, dan kesalahan yang sering terjadi.
Isi artikel
- Bank garansi adalah janji tertulis bank untuk membayar penerima jaminan bila nasabah (terjamin) tidak memenuhi kewajibannya.
- Jenis yang paling sering diminta: jaminan penawaran, jaminan pelaksanaan, jaminan uang muka, dan jaminan pemeliharaan.
- Bank hanya mau menerbitkan bila nasabah menandatangani kontra garansi: janji mengganti seluruh uang yang dibayar bank.
- Garansi "atas permintaan pertama" dicairkan tanpa menunggu pembuktian wanprestasi. Sengketa Anda dengan penerima jaminan tidak menunda kewajiban mengganti bank.
Apa itu permohonan bank garansi dan kapan dipakai
Bank garansi (BG) adalah warkat yang diterbitkan bank berisi janji membayar sejumlah uang kepada pihak penerima jaminan bila nasabah bank gagal memenuhi kewajibannya. Dalam bahasa kontrak, bank bertindak sebagai penjamin, nasabah sebagai terjamin, dan pemilik proyek atau pembeli sebagai penerima jaminan.
Perusahaan biasanya membutuhkan BG ketika mengikuti tender, menandatangani kontrak konstruksi atau pengadaan, menerima uang muka dari pemberi kerja, atau ketika masa pemeliharaan proyek dimulai. Penerima jaminan ingin kepastian bahwa bila kontraktor mundur atau lalai, ada uang yang bisa dicairkan dengan cepat tanpa harus menggugat.
Untuk mendapatkan BG, perusahaan mengajukan surat permohonan kepada bank dan menandatangani pernyataan atau perjanjian kontra garansi. Kontra garansi inilah yang melindungi bank: bila garansi dicairkan, nasabah wajib mengganti seluruh pembayaran bank, biasanya dengan memakai setoran jaminan (cash collateral) atau agunan fasilitas kredit.
Dasar hukum dalam bahasa sehari-hari
- Penanggungan dalam KUHPerdata. Pasal 1820 dan seterusnya KUHPerdata mengatur penanggungan utang (borgtocht): pihak ketiga mengikatkan diri memenuhi kewajiban debitur bila debitur tidak memenuhinya. Bank garansi lazim dipahami sebagai bentuk penanggungan ini.
- Hak istimewa penanggung. Menurut KUHPerdata, penanggung pada dasarnya baru wajib membayar setelah harta debitur disita dan dijual lebih dulu (Pasal 1831), kecuali hak itu dilepaskan. Dalam praktik, redaksi BG sering memuat pelepasan hak ini agar bisa dicairkan segera.
- Hak bank menuntut kembali. Penanggung yang telah membayar berhak menuntut kembali dari debitur. Kontra garansi mempertegas dan mempercepat hak ini, termasuk kuasa mendebet rekening.
- UU Perbankan. Memberikan jaminan bagi kepentingan nasabah termasuk kegiatan usaha bank umum menurut UU 7/1992 sebagaimana diubah UU 10/1998 dan UU 4/2023 (P2SK).
- Ketentuan BI/OJK dan bank. Bank Indonesia dan OJK menetapkan ketentuan kehati-hatian untuk transaksi rekening administratif seperti garansi. Setiap bank lalu menjabarkannya dalam kebijakan dan formulir internal. Karena itu syarat setoran, provisi, dan redaksi bisa berbeda antarbank.
- Pengadaan pemerintah. Bila BG diminta dalam pengadaan barang/jasa pemerintah, persyaratan jenis, nilai, dan masa berlakunya mengikuti Perpres 16/2018 beserta perubahannya dan dokumen pemilihan.
Isi penting yang wajib ada
- Identitas perusahaan pemohon, nomor rekening, dan dasar kewenangan penanda tangan.
- Jenis garansi: penawaran, pelaksanaan, uang muka, pemeliharaan, atau jenis lain.
- Nilai garansi dan dasar perhitungannya (persentase dari nilai penawaran, kontrak, atau uang muka).
- Nama dan alamat penerima jaminan, nama pekerjaan, serta nomor dokumen dasar (dokumen pemilihan, surat penunjukan, atau kontrak).
- Masa berlaku, masa pengajuan klaim, dan sifat pencairan (tanpa syarat atau bersyarat).
- Jaminan untuk bank: setoran tunai yang diblokir atau pemakaian plafon fasilitas dengan agunan.
- Kontra garansi: kewajiban mengganti, kuasa mendebet, denda keterlambatan, berakhirnya tanggung jawab, dan penjamin tambahan bila ada.
- Daftar lampiran: legalitas perusahaan, KTP/NPWP penanda tangan, dokumen dasar, redaksi garansi yang diminta.
Cara mengisi langkah demi langkah
- Salin persyaratan dari dokumen sumber. Buka dokumen tender atau kontrak, cari bagian yang mengatur jaminan, lalu salin jenis, nilai, masa berlaku, dan redaksi yang diminta apa adanya.
- Tanyakan syarat bank. Mintalah daftar dokumen, besaran setoran jaminan, provisi, dan biaya administrasi. Isi angka itu sebagai isian, bukan perkiraan.
- Isi identitas pemohon. Pastikan penanda tangan adalah direksi yang berwenang menurut anggaran dasar. Bila anggaran dasar mensyaratkan persetujuan dewan komisaris untuk memberi jaminan atau memakai aset, siapkan persetujuannya.
- Pilih sifat pencairan. Bila penerima jaminan meminta garansi tanpa syarat, pilih opsi itu. Pahami risikonya sebelum menandatangani.
- Lengkapi kontra garansi. Isi nilai setoran jaminan, nomor rekening yang diblokir, jangka waktu mengganti, dan denda. Hapus pasal penjamin tambahan bila tidak ada.
- Tandatangani dan bubuhkan meterai. Pernyataan kontra garansi diberi meterai Rp10.000. Bila ada penjamin perseorangan yang menikah tanpa perjanjian pisah harta, mintalah tanda tangan pasangan.
- Periksa warkat yang terbit. Cocokkan nama, nilai, tanggal, dan redaksi dengan permintaan penerima jaminan sebelum diserahkan. Mintalah penerima jaminan mengonfirmasi keaslian ke bank bila perlu.
- Pantau tanggal berakhir. Setelah proyek selesai, mintalah pengembalian asli warkat atau surat pembebasan agar setoran jaminan dapat dilepas.
Kesalahan yang sering terjadi
- Redaksi garansi tidak sesuai. Masa berlaku kurang beberapa hari atau nama paket berbeda sudah cukup membuat penerima jaminan menolak garansi, bahkan menggugurkan penawaran.
- Mengira garansi tanpa syarat bisa ditahan. Bila penerima jaminan mengajukan klaim sesuai redaksi, bank membayar. Upaya hukum terhadap penerima jaminan berjalan terpisah.
- Lupa masa klaim. Banyak garansi masih bisa diklaim beberapa hari setelah masa berlaku berakhir. Setoran jaminan baru dilepas setelah masa ini lewat.
- Penanda tangan tidak berwenang. Pernyataan yang ditandatangani manajer tanpa kuasa direksi mudah dipersoalkan dan sering ditolak bank.
- Menerima BG palsu. Penerima jaminan perlu mengonfirmasi keaslian langsung kepada bank penerbit melalui saluran resmi, bukan lewat nomor yang tertera di warkat saja.
Contoh singkat
Kerangka di bawah hanya ilustrasi. Template lengkap memuat data garansi, lampiran, pernyataan kontra garansi, dan pasal penjamin tambahan.
- Nomor: [....] · Perihal: Permohonan Penerbitan Bank Garansi
- Kepada Yth. Pimpinan [bank] Cabang [....]
- Jenis: Jaminan Pelaksanaan · Nilai: Rp[....] ([....]% nilai kontrak)
- Penerima jaminan: [instansi/perusahaan] · Kontrak Nomor [....]
- Berlaku [tanggal] s.d. [tanggal], klaim paling lambat [....] hari setelahnya
- Jaminan: setoran tunai [....]% diblokir pada rekening [....]
- Lampiran: Pernyataan Kontra Garansi bermeterai.
Versi Word dan PDF lengkap dengan surat permohonan, pernyataan kontra garansi, pasal penjamin tambahan, dan petunjuk pengisian tersedia di Paket Dokumen InfoHukum (Paket Korporat, Paket UMKM, dan Paket Lengkap). Pembeli dapat mengunduhnya kapan saja dari Pustaka Saya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa bedanya bank garansi dengan asuransi jaminan (surety bond)?
Bank garansi diterbitkan bank, sedangkan surety bond diterbitkan perusahaan asuransi atau penjaminan. Keduanya sering diterima dalam pengadaan, tetapi penerima jaminan berhak menentukan bentuk yang diterima. Periksa dokumen pengadaan atau kontrak.
Apakah setoran jaminan selalu 100%?
Tidak selalu. Nasabah dengan fasilitas kredit dan agunan memadai bisa memakai plafon tanpa setoran penuh. Nasabah tanpa fasilitas lazimnya diminta setoran tunai sebesar nilai garansi. Besarannya ditentukan kebijakan bank.
Bisakah garansi diperpanjang?
Bisa, dengan permohonan perpanjangan kepada bank sebelum masa berlaku habis dan, bila perlu, persetujuan penerima jaminan. Perpanjangan dikenai biaya dan kontra garansi lama biasanya tetap berlaku untuk perpanjangannya.
Bagaimana bila menurut kami klaim penerima jaminan tidak adil?
Segera beri tahu bank secara tertulis dan konsultasikan dengan advokat. Untuk garansi tanpa syarat, bank tetap terikat membayar klaim yang sesuai redaksi; sengketa pokok dengan penerima jaminan diselesaikan melalui jalur yang disepakati dalam kontrak.
Artikel ini informasi umum, bukan nasihat hukum untuk kasus tertentu. Ketentuan bank garansi diatur juga oleh ketentuan Bank Indonesia, OJK, dan kebijakan masing-masing bank yang dapat berubah. Untuk keadaan khusus, konsultasikan dengan advokat atau gunakan layanan konsultasi InfoHukum.
- JDIH BPK (peraturan.bpk.go.id) — peraturan.bpk.go.id
- Otoritas Jasa Keuangan — www.ojk.go.id
- Bank Indonesia — www.bi.go.id
Informasi per 24 Oktober 2026. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu.
Dasar hukum
- KUHPerdata Pasal 1820–1850 tentang penanggungan utang
- UU 7/1992 tentang Perbankan jo. UU 10/1998 jo. UU 4/2023 tentang P2SK
- Ketentuan BI/OJK tentang prinsip kehati-hatian dan transaksi rekening administratif
- Perpres 16/2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya
- UU 10/2020 tentang Bea Meterai
Dalam kategori yang sama
- Contoh Perjanjian Lisensi Hak Cipta Lagu dan Konten dan Cara Mengisinya
- Contoh Perjanjian Lisensi Rahasia Dagang dan Cara Mengisinya
- Contoh Perjanjian Pelunasan Utang Dagang Bertahap dan Cara Mengisinya
Ada masukan atau pendapat lain? Kirim lewat WhatsApp atau telepon 0813-3040-8000.