Bisnis, UMKM & Start-Up

Contoh Perjanjian Keagenan dan Cara Mengisinya

Diperbarui

Isi artikel
    ALUR SINGKATMenyusun perjanjian keagenan1Tentukan kewenanganagen dan wilayah2Tetapkan komisi dancara menghitungnya3Atur target,pelaporan, danlarangan4Atur pemutusan dankomisi yang tertunda5Tandatangani dansiapkan dokumenlegalitas
    Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.

    Apa itu perjanjian keagenan

    Keagenan adalah hubungan di mana satu pihak, yang disebut agen, mewakili pihak lain, yang disebut prinsipal, untuk memasarkan atau menjual produk. Agen menerima imbalan berupa komisi atau fee. Contohnya agen penjualan produk makanan, agen perjalanan, atau agen properti.

    Perbedaan dengan bentuk lain penting karena akibat hukumnya berbeda.

    BentukSiapa yang membeli barangSiapa menanggung risiko stokImbalan
    AgenKonsumen membeli dari prinsipal melalui agenPrinsipalKomisi
    DistributorDistributor membeli dari prinsipalDistributorSelisih harga
    ResellerReseller membeli dari pemasokResellerSelisih harga
    DropshipperPenjual meneruskan pesananPemasokSelisih harga

    Pembahasan umum ada di perjanjian agen, distributor, dan reseller. Bandingkan juga dengan contoh perjanjian reseller.

    Aturan dalam bahasa sehari-hari

    • Keagenan tidak memiliki satu undang-undang tunggal. Dasarnya adalah hukum perjanjian dalam KUHPerdata, terutama ketentuan tentang pemberian kuasa, serta ketentuan tentang makelar dan komisioner dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. Para pihak bebas mengatur isi sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang.
    • Agen bertindak dalam batas kuasa yang diberikan. Tindakan di luar kuasa bisa tidak mengikat prinsipal. Karena itu kewenangan perlu dirinci.
    • Untuk agen atau distributor barang dan jasa tertentu, instansi perdagangan mengatur pendaftaran atau tanda daftar. Lihat surat tanda pendaftaran agen dan distributor. Periksa ketentuan terbaru karena perizinan berusaha berbasis risiko berubah.
    • Agen asuransi, agen perjalanan, atau agen properti dapat memiliki aturan sektor tersendiri, misalnya wajib berlisensi. Lihat agen asuransi wajib berlisensi.
    • Agen yang menjual kepada konsumen tunduk pada UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen untuk informasi yang disampaikan.
    • Klausul eksklusivitas, pembatasan wilayah, dan larangan menjual produk pesaing dapat dinilai dari sisi UU No. 5 Tahun 1999 tentang persaingan usaha. Periksa teks resmi.
    • Pemutusan kerja sama sepihak tanpa dasar dapat menimbulkan tuntutan ganti rugi. Lihat pemutusan kerja sama dealer atau agen sepihak.
    CONTOH SURAT & PERJANJIANPerjanjian keagenanInfoHukum.com
    Ilustrasi oleh InfoHukum.com

    Kerangka perjanjian keagenan yang dapat disesuaikan

    Berikut kerangka umum. Tanda [....] harus diganti dengan data Anda.

    • PERJANJIAN KEAGENAN Nomor: [....]
    • Pada hari ini, [hari], tanggal [....], bertempat di [kota], yang bertanda tangan di bawah ini:
    • 1. [Nama Perusahaan], NIB [....], alamat [....], diwakili [Nama Lengkap], jabatan [....], selanjutnya disebut Pihak Pertama (Prinsipal).
    • 2. [Nama Lengkap/Perusahaan], NIK/NIB [....], alamat [....], selanjutnya disebut Pihak Kedua (Agen).
    • Pasal 1 Penunjukan. Prinsipal menunjuk Agen untuk memasarkan [produk/jasa] di wilayah [....]. Penunjukan ini [eksklusif/tidak eksklusif].
    • Pasal 2 Kewenangan. Agen berwenang [mencari pelanggan, menawarkan, menerima pesanan untuk diteruskan]. Agen tidak berwenang [mengubah harga, memberi garansi tambahan, menerima pembayaran atas nama Prinsipal kecuali ....].
    • Pasal 3 Harga dan syarat penjualan. Penjualan dilakukan sesuai daftar harga dan syarat Prinsipal yang berlaku.
    • Pasal 4 Komisi. Agen berhak atas komisi [....]% dari nilai penjualan bersih yang telah dibayar lunas oleh pembeli, dibayarkan paling lambat tanggal [....] bulan berikutnya.
    • Pasal 5 Perhitungan dan laporan. Agen menyampaikan laporan [mingguan/bulanan]. Prinsipal menyampaikan rekap komisi.
    • Pasal 6 Target. Target penjualan [....] per [periode]. Bila tidak tercapai selama [....] periode berturut-turut, Prinsipal dapat [menegur/mengurangi wilayah/mengakhiri perjanjian].
    • Pasal 7 Kewajiban Agen. Agen bertindak jujur, memberi informasi benar kepada calon pembeli, tidak membuat pernyataan yang menyesatkan, dan menjaga nama baik produk.
    • Pasal 8 Kewajiban Prinsipal. Prinsipal menyediakan bahan promosi, pelatihan produk, dukungan layanan, dan membayar komisi tepat waktu.
    • Pasal 9 Larangan. Agen tidak mengalihkan keagenan, tidak menjual produk pesaing [dalam wilayah dan jangka yang disepakati], dan tidak memakai merek di luar yang diizinkan.
    • Pasal 10 Kerahasiaan. Para pihak menjaga data pelanggan, harga, dan strategi usaha.
    • Pasal 11 Jangka waktu. Perjanjian berlaku [....] tahun sejak [tanggal] dan dapat diperpanjang dengan kesepakatan tertulis.
    • Pasal 12 Pengakhiran. Salah satu pihak dapat mengakhiri dengan pemberitahuan tertulis [....] hari. Pengakhiran seketika dapat dilakukan bila terjadi pelanggaran berat yang tidak diperbaiki dalam [....] hari setelah teguran tertulis.
    • Pasal 13 Komisi setelah berakhir. Komisi atas penjualan yang telah disepakati sebelum berakhirnya perjanjian tetap dibayar [....].
    • Pasal 14 Keadaan memaksa. Keterlambatan karena keadaan di luar kendali tidak dianggap pelanggaran.
    • Pasal 15 Penyelesaian perselisihan. Musyawarah; bila gagal, [mediasi/arbitrase/pengadilan negeri ....].
    • Pasal 16 Penutup. Dibuat rangkap dua bermeterai cukup.
    • Pihak Pertama: [meterai] [tanda tangan] [nama]. Pihak Kedua: [tanda tangan] [nama].

    Penjelasan tiap pasal

    Penunjukan dan eksklusivitas. Jelaskan wilayah dan apakah agen satu-satunya. Eksklusif memberi perlindungan agen tetapi mengikat prinsipal. Tulis dengan hati-hati.

    Kewenangan. Pasal paling penting. Tentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan atas nama prinsipal. Jika agen tidak boleh menerima uang, tegaskan. Pihak ketiga yang beritikad baik dapat mengira agen berwenang bila batasan tidak jelas.

    Harga dan syarat. Agen mengikuti harga prinsipal. Jika agen boleh memberi diskon, tulis batasnya.

    Komisi. Tentukan dasar hitung: nilai bruto atau bersih, setelah dibayar atau saat dipesan, dan tenggat bayar. Perselisihan komisi adalah yang tersering dalam keagenan.

    Laporan. Agar kedua pihak dapat mencocokkan data.

    Target. Target yang tidak realistis menjadi alasan memutus. Tulis akibatnya secara bertahap.

    Kewajiban Agen. Larangan pernyataan menyesatkan melindungi konsumen dan prinsipal.

    Kewajiban Prinsipal. Prinsipal juga punya kewajiban, termasuk pembayaran tepat waktu dan dukungan.

    Larangan. Larangan menjual produk pesaing perlu batas wilayah dan waktu yang masuk akal.

    Jangka waktu dan pengakhiran. Pemutusan sepihak tanpa pemberitahuan sering memicu sengketa. Atur masa pemberitahuan dan hak yang tersisa.

    Komisi setelah berakhir. Tentukan nasib komisi atas penjualan yang sedang berjalan, agar tidak hilang begitu saja.

    Penyelesaian perselisihan. Pilih forum yang realistis.

    Daftar lampiran yang lazim

    • Daftar produk, harga, dan syarat penjualan.
    • Peta atau uraian wilayah agen.
    • Tabel komisi dan contoh perhitungan.
    • Salinan identitas dan legalitas usaha.
    • Izin atau lisensi agen bila diwajibkan sektor.
    • Pedoman penggunaan merek dan promosi.
    • Formulir laporan penjualan.

    Langkah praktis

    1. Tentukan model hubungan. Agen, distributor, atau reseller.
    2. Periksa kewajiban izin atau lisensi untuk sektor Anda.
    3. Susun kewenangan agen dengan rinci.
    4. Hitung komisi dengan contoh angka.
    5. Sepakati target yang realistis dan akibatnya.
    6. Atur pengakhiran dan komisi tertunda.
    7. Tandatangani dan simpan dokumen.
    8. Jalankan dengan pelaporan tertib dan rekonsiliasi berkala.

    Contoh perhitungan komisi

    Angka berikut hanya ilustrasi dan harus disesuaikan dengan perjanjian Anda.

    KeteranganNilai
    Penjualan yang dipesan melalui agen bulan iniRp [50.000.000]
    Pesanan dibatalkan atau direturRp [5.000.000]
    Penjualan bersihRp [45.000.000]
    Yang sudah dibayar lunas pembeliRp [40.000.000]
    Komisi [5]% dari yang dibayar lunasRp [2.000.000]
    Sisa Rp [5.000.000] belum dibayarKomisi menyusul saat dibayar

    Contoh ini menunjukkan mengapa dasar hitung harus jelas. Jika komisi dihitung dari pesanan, bukan dari pembayaran, angka menjadi lain dan risiko agen menerima komisi atas penjualan yang gagal bayar berubah. Tulis juga siapa yang menanggung bila pembeli tidak membayar, sehingga tidak ada kejutan di akhir bulan.:

    Kesalahan umum

    KesalahanAkibatCara menghindari
    Kewenangan agen tidak dirinciTindakan di luar kuasa menimbulkan sengketaTulis yang boleh dan tidak
    Dasar hitung komisi kaburSengketa jumlahBeri rumus dan contoh
    Tidak mengatur komisi setelah berakhirKomisi hilangAtur tenggat dan syarat
    Eksklusif tanpa batasMenghambat prinsipalBatasi wilayah dan waktu
    Agen menerima pembayaran tanpa izinDana tercampurTentukan rekening dan wewenang
    Tidak memeriksa lisensi sektorKerja sama bermasalahPeriksa kewajiban sektor
    Hanya lisanSulit dibuktikanBuat tertulis

    Kapan perlu advokat

    Perjanjian sederhana dapat disusun sendiri. Gunakan advokat bila:

    • agen menjual produk bernilai besar atau menerima uang atas nama prinsipal;
    • ada eksklusivitas wilayah luas atau larangan bersaing;
    • sektor teregulasi, seperti keuangan, kesehatan, atau perjalanan;
    • kerja sama mirip waralaba karena ada biaya awal dan sistem bisnis;
    • terjadi sengketa komisi atau pemutusan. Lihat studi kasus kontrak distributor eksklusif diputus;
    • ada indikasi penggelapan uang atau penipuan, yang kini mengikuti KUHP baru (berlaku sejak 2 Januari 2026) dan hukum acara pidana baru UU No. 20 Tahun 2025. Format resmi dokumen perkara mengikuti ketentuan pengadilan dan hukum acara yang berlaku.

    Contoh penerapan

    Contoh: Sebuah produsen minuman menunjuk seorang agen di satu kabupaten. Agen mencari kedai dan restoran, mengumpulkan pesanan, dan meneruskannya ke produsen, yang mengirim dan menagih langsung. Agen menerima komisi sekian persen dari penjualan yang sudah dibayar. Perjanjian menegaskan agen tidak menerima uang tunai dari pembeli, kecuali ke rekening produsen, dan mengatur komisi untuk pesanan yang tertunda saat perjanjian berakhir.

    Contoh: Seorang agen menerima uang pembayaran dari pembeli lalu memakainya untuk keperluan lain, dengan alasan komisinya belum dibayar. Karena perjanjian tidak mengatur wewenang penerimaan uang, kedua pihak saling menuduh. Pelajarannya, tentukan siapa yang boleh menerima pembayaran, dan selesaikan sengketa komisi lewat jalur yang disepakati, bukan menahan dana.

    Peringatan

    Contoh dalam artikel ini harus disesuaikan dengan produk, sektor, dan hukum yang berlaku. Agen yang memakai uang prinsipal tanpa hak dapat menghadapi tuntutan perdata dan pidana. Prinsipal yang memutus kerja sama sepihak tanpa dasar dapat dituntut ganti rugi.

    Tips

    Lakukan rekonsiliasi komisi dan penjualan tiap bulan secara tertulis. Selisih kecil yang dibiarkan menumpuk biasanya menjadi sengketa besar di akhir kerja sama.

    Perubahan aturan yang perlu diketahui

    Aturan pokok keagenan dalam KUHPerdata dan KUHD relatif stabil. Yang berubah adalah perizinan berusaha, pendaftaran agen dan distributor, serta perdagangan melalui sistem elektronik, sebagian akibat UU No. 6 Tahun 2023 dan peraturan pelaksananya. Periksa ketentuan terbaru di instansi perdagangan dan sektor Anda. KUHP baru (UU No. 1 Tahun 2023) mengatur penipuan dan penggelapan dengan nomor pasal baru sejak 2 Januari 2026. Ketentuan pidana di luar KUHP dapat disesuaikan oleh UU No. 1 Tahun 2026, sehingga periksa teks resmi.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apa beda agen dan distributor? Agen mewakili prinsipal dan menerima komisi, biasanya tanpa stok. Distributor membeli barang lalu menjualnya kembali atas nama sendiri.

    Apakah agen perlu izin? Tergantung sektor dan bentuk kegiatan. Beberapa sektor mewajibkan lisensi atau pendaftaran. Periksa aturan sektor Anda.

    Bolehkah prinsipal memutus tanpa alasan? Perjanjian biasanya mengatur masa pemberitahuan. Pemutusan sepihak tanpa dasar dapat dipersoalkan, tergantung isi perjanjian dan fakta.

    Apakah komisi tetap dibayar setelah perjanjian berakhir? Itu tergantung perjanjian. Karena itu atur tegas komisi atas penjualan yang sudah dilakukan atau sedang berjalan.

    Ringkasan

    • Keagenan adalah penunjukan agen untuk memasarkan produk prinsipal dengan imbalan komisi.
    • Rinci kewenangan agen, wilayah, komisi, target, dan pengakhiran.
    • Bedakan agen dari distributor dan reseller karena risiko dan aturannya berbeda.
    • Periksa kewajiban lisensi atau pendaftaran menurut sektor.
    • Gunakan advokat untuk nilai besar, eksklusivitas, atau sektor teregulasi.
    • Contoh dalam artikel harus disesuaikan dengan fakta dan hukum yang berlaku.
    📌 Catatan

    Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.

    Dasar hukum

    • Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek), bagian pemberian kuasa dan perikatan
    • Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (Wetboek van Koophandel)
    • UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
    • UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat
    • UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
    • UU No. 20 Tahun 2025 tentang Hukum Acara Pidana (berlaku sejak 2 Januari 2026)

    Baca juga

    WhatsApp