Pengampuan Orang Dewasa yang Tidak Cakap: Syarat dan Akibatnya
Syarat dan prosedur pengampuan bagi orang dewasa yang tidak mampu mengurus dirinya atau hartanya, siapa yang bisa mengajukan, dan tugas pengampu.
Isi artikel
- Pengampuan adalah penetapan pengadilan untuk melindungi orang dewasa yang tidak mampu mengelola urusannya.
- Dasarnya Pasal 433 KUH Perdata: gangguan jiwa atau keborosan.
- Pengampu mewakili dan harus bertanggung jawab; transaksi besar perlu izin.
- Pendampingan yang lebih ringan perlu dipertimbangkan lebih dulu.
Apa itu pengampuan
Pengampuan atau curatele adalah penetapan pengadilan yang menyatakan seseorang tidak lagi cakap melakukan perbuatan hukum tertentu, lalu menunjuk pengampu untuk mewakili dan mengurus kepentingannya. Pengampuan diperuntukkan bagi orang dewasa. Berbeda dengan perwalian anak, pengampuan dimaksudkan melindungi orang yang kondisinya membuat ia sulit mengambil keputusan.
Alasan dan dasar hukum
Pasal 433 KUH Perdata menyatakan bahwa orang dewasa yang selalu dalam keadaan dungu, sakit otak, atau mata gelap harus ditempatkan di bawah pengampuan, walaupun kadang cakap menggunakan pikirannya. Orang dewasa juga dapat ditempatkan di bawah pengampuan karena keborosan.
Pasal 434 memberi hak mengajukan kepada setiap keluarga sedarah, dan pasangan. Pasal 435 menyinggung peran jaksa dalam hal tertentu seperti ketertiban umum. Permohonan diajukan ke pengadilan negeri, dan pengadilan mendengar keluarga serta orang yang dimohonkan.
Akibat hukum pengampuan
Orang di bawah pengampuan kedudukannya mirip anak di bawah umur dalam hal perbuatan hukum, sehingga pengampu yang mewakili. Pasal 446 KUH Perdata menyatakan akibat berlaku sejak putusan, dan perbuatan hukum orang tersebut setelahnya dapat dibatalkan. Karena akibatnya berat, pengadilan memeriksa dengan teliti dan umumnya meminta keterangan dokter ahli.
Contoh: Bu Tuti (nama fiktif) mengalami demensia berat. Anak-anaknya khawatir ia menandatangani surat jual tanah tanpa memahami. Mereka mengajukan permohonan pengampuan dengan surat dokter. Setelah penetapan, anak sulung ditunjuk sebagai pengampu dan setiap transaksi besar harus melalui izin pengadilan.
Tugas dan batas wewenang pengampu
Pengampu wajib mengurus orang dan harta yang diampu dengan baik, mencatat harta, dan tidak mengambil keuntungan pribadi. Transaksi besar seperti menjual rumah umumnya memerlukan izin pengadilan. Pengampu juga harus mempertimbangkan keinginan dan martabat orang yang diampu semampu mungkin.
Perkembangan: hak penyandang disabilitas
UU 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas menegaskan hak penyandang disabilitas untuk diakui sebagai subjek hukum yang setara. Karena itu pengampuan dipandang sebagai langkah terakhir; bila memungkinkan, dukungan pengambilan keputusan, pendampingan, atau kuasa terbatas lebih dulu dipertimbangkan. Pendekatan ini terus berkembang dalam praktik peradilan.
Kapan pengampuan berakhir
Pengampuan berakhir bila alasannya hilang, misalnya orang tersebut sembuh, atau karena meninggal. Pihak berkepentingan dapat mengajukan pencabutan ke pengadilan dengan bukti medis terbaru. Simpan catatan perkembangan kondisi agar pengadilan dapat menilai.
Contoh langkah praktis bagi keluarga
Keluarga yang menghadapi anggota dengan gangguan kognitif biasanya bingung memulai dari mana.
- Periksakan ke dokter atau psikiater dan minta surat keterangan tertulis.
- Rundingkan di keluarga besar siapa yang akan menjadi calon pengampu.
- Konsultasikan ke advokat atau lembaga bantuan hukum tentang alternatif yang lebih ringan.
- Bila perlu, ajukan permohonan ke pengadilan negeri disertai bukti.
- Setelah penetapan, catat harta dan buat laporan berkala.
Contoh: Pak Hasan (nama fiktif) mengidap gangguan jiwa berat dan sering menandatangani kontrak yang merugikan. Istrinya mengajukan pengampuan agar transaksi dapat dikendalikan, dengan pengawasan pengadilan atas penjualan aset.
Etika dan martabat orang yang diampu
Pengampuan bukan hukuman. Orang yang diampu tetap manusia yang berhak dihormati, didengar pendapatnya, dan dilibatkan sesuai kemampuannya. Pengampu yang baik berkomunikasi dengan sabar, menjelaskan keputusan yang diambil, dan tidak memanfaatkan harta untuk kepentingan sendiri. Keluarga besar dapat membantu mengawasi.
Hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengajukan
Pengampuan mengurangi kebebasan seseorang, sehingga perlu dipikirkan masak-masak. Tanyakan pada diri sendiri: apakah ada cara yang lebih ringan, misalnya kuasa untuk urusan tertentu atau pendampingan oleh keluarga yang dipercaya? Apakah kondisi orang tersebut bersifat tetap atau dapat membaik? Siapa yang paling layak menjadi pengampu dan bagaimana mengawasinya?
Biaya perkara, waktu sidang, dan tekanan emosional keluarga juga patut diperhitungkan. Berbicara dengan psikolog atau pekerja sosial dapat membantu keluarga menyiapkan diri. Jika keluarga berselisih, bawa persoalan ke mediasi lebih dulu agar permohonan di pengadilan tidak berubah menjadi konflik terbuka.
Hal yang sering keliru
- Mengira keluarga otomatis berwenang mengurus harta tanpa penetapan.
- Menganggap pengampuan sama dengan perwalian anak.
- Mengajukan pengampuan tanpa bukti medis yang jelas.
Pengampuan menyangkut hak dasar seseorang. Konsultasikan ke advokat atau dokter ahli, dan pertimbangkan alternatif yang lebih ringan bila memungkinkan.
- KUH Perdata, Pasal 433-446
- UU 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas — peraturan.bpk.go.id
Informasi per 16 Oktober 2026. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu.
Dasar hukum
- KUH Perdata Pasal 433
- KUH Perdata Pasal 434
- KUH Perdata Pasal 446
Dalam kategori yang sama
- Cerai di Luar Pengadilan Tidak Sah: Apa Akibatnya?
- Cerai Gugat: Yang Perlu Disiapkan Saat Sidang Pertama
- Cerai karena Ditinggal Pergi Bertahun-tahun: Syaratnya
Ada masukan atau pendapat lain? Kirim lewat WhatsApp atau telepon 0813-3040-8000.