Bisnis, UMKM & Start-Up

Paten: Syarat Kebaruan, Langkah Inventif, dan Cara Mendaftarkan Invensi

Diperbarui

Isi artikel
    ALUR SINGKATMendaftarkan paten1Cek kebaruan denganpenelusuran awal2Jangan umumkan invensisebelum mengajukan3Susun deskripsi,klaim, abstrak, dangambar4Ajukan permohonan danbayar biaya5Permohonan diumumkandan diperiksasubstantif6Paten diberikan dandibayar biaya tahunan
    Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.

    Apa itu paten dan siapa yang terkena

    Paten adalah hak eksklusif negara kepada penemu atas invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu. Invensi adalah ide penemu yang dituangkan ke dalam kegiatan pemecahan masalah di bidang teknologi, bisa berupa produk atau proses. Selama paten berlaku, pihak lain tidak boleh membuat, menjual, atau memakai invensi itu tanpa izin pemegang paten.

    Siapa yang perlu memahami paten?

    • penemu perorangan, perajin, dan pelaku usaha kecil yang mengembangkan alat atau metode baru;
    • perusahaan dan startup yang mengembangkan produk teknologi;
    • peneliti di perguruan tinggi dan lembaga riset;
    • pelaku usaha yang khawatir produknya melanggar paten pihak lain.

    Paten berbeda dari hak cipta dan merek. Hak cipta melindungi bentuk ekspresi karya, merek melindungi tanda pembeda barang atau jasa, sedangkan paten melindungi solusi teknis. Perbandingan lebih lengkap ada pada hak cipta, desain, dan kekayaan intelektual usaha.

    Tiga syarat utama menurut undang-undang

    Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten menyebut bahwa paten diberikan untuk invensi yang baru, mengandung langkah inventif, dan dapat diterapkan dalam industri. Ketiganya harus terpenuhi sekaligus.

    1. Baru (kebaruan). Invensi dianggap baru bila tidak sama dengan teknologi yang sudah diungkapkan sebelumnya. Pengungkapan itu bisa berupa publikasi tertulis, penjelasan lisan, peragaan, penjualan, atau cara lain yang membuat teknologi diketahui publik sebelum tanggal penerimaan permohonan. Artinya, jika Anda sudah menjual alatnya secara luas atau menjelaskannya di media sosial sebelum mengajukan, kebaruan bisa hilang.

    2. Mengandung langkah inventif. Invensi tidak boleh sesuatu yang bagi orang yang ahli di bidangnya tampak jelas atau mudah diduga dari teknologi yang sudah ada. Misalnya, sekadar mengganti warna atau ukuran biasanya tidak cukup. Harus ada kemajuan teknis yang tidak sederhana.

    3. Dapat diterapkan dalam industri. Invensi harus bisa dibuat atau dipakai dalam kegiatan industri, dalam arti luas. Ide yang tidak bisa diwujudkan atau diulang tidak memenuhi syarat ini.

    Undang-undang juga memuat pengecualian: hal-hal tertentu tidak dapat dipatenkan, misalnya ilmu pengetahuan dan metode matematika murni, dan metode pengobatan. Daftar lengkapnya perlu dibaca pada teks resmi.

    Gambar cetak biru rancangan bangunan sebagai simbol karya teknis yang didaftarkan.
    Foto oleh Amsterdam City Archives di Unsplash

    Hal yang sering membingungkan tentang kebaruan

    Kebaruan bersifat mutlak pada tanggal pengajuan. Beberapa catatan penting:

    • Pengungkapan oleh siapa pun, termasuk penemu sendiri, dapat merusak kebaruan.
    • Undang-undang memberi pengecualian terbatas bila pengungkapan terjadi dalam jangka waktu singkat sebelum pengajuan, misalnya dalam pameran resmi atau forum ilmiah. Lamanya dan syarat pengecualian perlu dicek pada teks resmi, dan sebaiknya jangan diandalkan.
    • Sistem paten Indonesia menganut siapa yang mengajukan lebih dulu, bukan siapa yang menemukan lebih dulu. Karena itu, penundaan pengajuan berisiko.
    • Permohonan di negara lain dapat dijadikan dasar hak prioritas bila diajukan di Indonesia dalam jangka waktu tertentu setelahnya, sehingga tanggal pengajuan pertama tetap diakui.

    Paten biasa dan paten sederhana

    Selain paten biasa, ada paten sederhana. Paten sederhana diberikan untuk pengembangan produk atau proses yang sudah ada, asalkan memberi nilai guna praktis dan baru. Perlindungannya lebih singkat daripada paten biasa. Bagi usaha kecil yang menyempurnakan alat sederhana, paten sederhana sering lebih realistis. Bacaan pelengkap: paten sederhana dan desain industri untuk produk UMKM.

    Jangka waktu paten biasa berjalan sejak tanggal penerimaan permohonan, dan tidak dapat diperpanjang. Paten sederhana berlaku lebih singkat. Untuk menjaga paten tetap hidup, pemegang wajib membayar biaya tahunan. Lupa membayar dapat membuat paten gugur.

    Mengenal bagian-bagian dokumen paten

    Dokumen permohonan tampak teknis, tetapi logikanya sederhana. Deskripsi menjelaskan latar belakang masalah, solusi yang ditawarkan, dan cara membuat atau memakai invensi sehingga orang yang ahli dapat mengulanginya. Klaim adalah kalimat-kalimat yang menetapkan batas hak Anda. Apa yang tidak tercantum dalam klaim pada dasarnya tidak dilindungi. Abstrak adalah ringkasan singkat. Gambar memperjelas struktur atau alur.

    Kesalahan yang sering terjadi ialah menulis deskripsi seperti iklan, penuh janji, tetapi miskin rincian teknis. Pemeriksa mencari penjelasan yang konkret: bagian apa, tersusun bagaimana, dan menghasilkan efek apa. Sebaiknya minta orang lain yang tidak terlibat membaca dokumen dan menguji apakah cara kerja alat dapat dipahami.

    Pertimbangkan pula apakah Anda memerlukan satu permohonan atau beberapa. Satu permohonan pada dasarnya mencakup satu invensi atau sekelompok invensi yang saling terkait dalam satu konsep. Mencampur beberapa temuan berbeda dalam satu permohonan dapat memicu permintaan untuk memecahnya.

    Langkah praktis mendaftarkan paten

    1. Telusuri teknologi yang sudah ada. Cari di basis data paten, jurnal, dan pasar. Penelusuran awal membantu menilai kebaruan dan menghemat biaya.
    2. Rahasiakan invensi sampai diajukan. Hindari publikasi, pameran, atau penjualan sebelum permohonan masuk. Bila perlu berdiskusi dengan pihak lain, gunakan perjanjian kerahasiaan. Lihat rahasia dagang dan NDA.
    3. Tetapkan pemohon dan penemu. Pemohon bisa penemu sendiri, perusahaan, atau pihak yang menerima hak. Bila penemu karyawan, periksa paten karyawan dan invensi dalam hubungan kerja.
    4. Susun dokumen. Dokumen utama: deskripsi invensi, klaim (batas perlindungan yang diminta), abstrak, dan gambar bila diperlukan. Klaim paling menentukan luas perlindungan, sehingga penyusunannya perlu cermat.
    5. Ajukan permohonan. Pengajuan dilakukan melalui sistem Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, langsung atau melalui konsultan kekayaan intelektual terdaftar. Bayar biaya permohonan sesuai tarif resmi.
    6. Pemeriksaan administratif. Dokumen diperiksa kelengkapannya. Kekurangan harus dilengkapi dalam batas waktu.
    7. Pengumuman. Permohonan yang lolos diumumkan agar masyarakat dapat memberi tanggapan.
    8. Pemeriksaan substantif. Pemeriksa menilai apakah syarat kebaruan, langkah inventif, dan penerapan industri terpenuhi. Permintaannya diajukan dalam jangka waktu tertentu dan dikenai biaya.
    9. Pemberian paten. Bila disetujui, paten diberikan dan dicatat. Pemegang membayar biaya tahunan.

    Biaya terdiri atas biaya permohonan, pemeriksaan substantif, biaya tahunan, dan honorarium konsultan bila dipakai. Tarif resmi berubah, sehingga cek daftar terbaru.

    Perubahan aturan yang perlu Anda ketahui

    Aturan inti syarat paten, yaitu baru, inventif, dan dapat diterapkan dalam industri, relatif stabil sejak undang-undang 2016. Beberapa hal tetap perlu dicermati:

    • Undang-Undang Cipta Kerja yang kini berlaku dalam bentuk Undang-Undang 6 Tahun 2023 mengubah sebagian pasal undang-undang kekayaan intelektual. Perubahan paten terutama menyangkut pelaksanaan paten. Pembahasannya ada pada lisensi wajib dan pelaksanaan paten.
    • Layanan permohonan kini sebagian besar berbasis daring, sehingga tata cara, formulir, dan tarif sering diperbarui.
    • Pidana di luar KUHP, termasuk pidana paten, dapat berubah karena penyesuaian pidana sejak 2 Januari 2026. Periksa teks resmi.

    Biaya, waktu, dan strategi yang masuk akal

    Mengurus paten adalah investasi jangka panjang. Dari pengajuan sampai paten diberikan dapat berlangsung bertahun-tahun, dan biaya muncul bertahap: biaya permohonan, pemeriksaan substantif, jasa konsultan, serta biaya tahunan. Karena itu, putuskan lebih dulu apakah invensi Anda layak dipatenkan atau lebih tepat dilindungi dengan cara lain.

    Pertimbangkan pertanyaan berikut. Apakah produk akan dijual dalam jumlah yang membuat paten bernilai? Apakah pesaing mudah menirunya begitu produk beredar? Apakah invensi bertahan relevan selama bertahun-tahun, atau teknologinya cepat usang? Jika produk cepat usang, paten yang lama diproses mungkin tidak sepadan. Jika invensi sulit ditiru dari produk jadi, rahasia dagang bisa lebih hemat.

    Strategi umum bagi usaha kecil: mulai dari penelusuran awal yang murah, daftarkan paten sederhana bila memenuhi syarat, dan pakai hak prioritas dengan bijak bila berencana memasuki pasar luar negeri. Lengkapi dengan perjanjian kerahasiaan saat berbicara dengan calon mitra, investor, atau bengkel pembuat prototipe.

    Setelah paten diberikan, paten adalah aset yang dapat dilisensikan, dialihkan, atau dijaminkan. Pelajari kemungkinan pemanfaatannya pada lisensi wajib dan pelaksanaan paten dan kekayaan intelektual sebagai agunan. Catat pula bahwa pihak lain dapat mengajukan pembatalan paten bila syaratnya ternyata tidak terpenuhi, sehingga kualitas permohonan sejak awal sangat menentukan.

    Kesalahan umum

    KesalahanAkibatYang sebaiknya dilakukan
    Mengumumkan invensi sebelum mengajukanKebaruan hilang, permohonan ditolakAjukan dulu, publikasi kemudian
    Klaim terlalu sempit atau terlalu luasPerlindungan lemah atau ditolakSusun klaim bersama ahli paten
    Mencampur ide dengan solusi teknisDinilai bukan invensiFokus pada masalah teknis dan cara penyelesaiannya
    Terlambat membayar biaya tahunanPaten gugurCatat tenggat dan siapkan pengingat
    Tidak memeriksa pemilik hak atas invensi karyawanSengketa dengan pemberi kerjaAtur kepemilikan dalam kontrak

    Contoh: Seorang perajin mesin membuat alat pengupas kelapa dengan mekanisme baru yang lebih cepat dan aman. Sebelum memamerkannya, ia menelusuri paten dan tidak menemukan mekanisme serupa. Ia kemudian menyusun deskripsi, klaim, dan gambar, serta mengajukan permohonan paten sederhana lewat konsultan. Setelah itu barulah ia membuka alat itu di pameran usaha. Karena pengajuan mendahului pameran, kebaruan tetap terjaga.

    Contoh lain: Sebuah usaha rintisan memasang video demonstrasi produk di media sosial, lalu tiga bulan kemudian baru berniat mendaftar paten. Karena video itu sudah mengungkapkan cara kerja produk kepada publik, pemeriksa dapat menilai invensi tidak lagi baru.

    Peringatan

    Jangan mengandalkan pengecualian pengungkapan sebelum pengajuan sebagai strategi. Aturan itu sempit dan tidak berlaku di semua negara. Ajukan terlebih dahulu, baru umumkan.

    Tips

    Catat proses penemuan dalam buku kerja bertanggal: masalah, percobaan, hasil, dan siapa yang berkontribusi. Catatan itu membantu menyusun deskripsi, menetapkan nama penemu, dan membuktikan asal-usul invensi.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apakah perlu konsultan untuk mendaftar paten? Tidak wajib bagi penemu perorangan, tetapi penyusunan klaim butuh keahlian. Peran konsultan dijelaskan pada kuasa pendaftaran dan konsultan kekayaan intelektual.

    Apakah paten Indonesia berlaku di luar negeri? Tidak. Paten bersifat teritorial, sehingga berlaku di negara tempat paten diberikan. Perlindungan di negara lain memerlukan permohonan terpisah, dengan kemungkinan memanfaatkan hak prioritas.

    Apakah resep makanan bisa dipatenkan? Resep sebagai sekadar campuran bahan sering sulit memenuhi syarat langkah inventif. Banyak pelaku usaha melindungi resep sebagai rahasia dagang. Lihat rahasia dagang: syarat perlindungan dan pelanggaran.

    Apa bedanya paten dengan desain industri? Paten melindungi fungsi teknis, desain industri melindungi tampilan luar produk. Lihat desain industri: pendaftaran dan jangka waktu.

    Ringkasan

    • Paten melindungi invensi teknologi yang baru, mengandung langkah inventif, dan dapat diterapkan dalam industri.
    • Kebaruan hilang bila invensi sudah diungkapkan sebelum permohonan diajukan.
    • Alur: penelusuran, penyusunan dokumen, pengajuan, pengumuman, pemeriksaan substantif, pemberian, dan biaya tahunan.
    • Paten sederhana lebih singkat dan cocok untuk penyempurnaan produk.
    • Periksa tarif, jangka waktu, dan pengecualian pada teks resmi terbaru.
    📌 Catatan

    Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.

    Dasar hukum

    Baca juga

    WhatsApp