Properti

Jasa Konstruksi: Sertifikat Wajib dan Sanksi bagi Pelanggarnya

Terbit 5 menit bacaTim Redaksi InfoHukum

Kontraktor dan tenaga konstruksi umumnya wajib bersertifikat. Pahami jenis sertifikat, mengapa penting bagi pemilik rumah, dan sanksi bagi yang melanggar.

Isi artikel
    ⚡ Ringkas 30 detik
    • UU Jasa Konstruksi mensyaratkan badan usaha dan tenaga kerja konstruksi memiliki sertifikat tertentu.
    • Pemilik proyek berhak meminta bukti sertifikat sebelum menunjuk kontraktor.
    • Pelanggaran dapat dikenai sanksi administratif, dan pada kasus tertentu sanksi lain.
    • Kontraktor bersertifikat tidak otomatis bebas masalah, tetapi risikonya lebih terukur.
    Alur memeriksa kontraktor1Minta profildan izin usaha2Cek sertifikatbadan usaha3Cek sertifikattenaga ahli4Tanda tangankontrak
    Pemeriksaan sederhana sebelum menunjuk kontraktor.

    Dasar hukum jasa konstruksi

    Kegiatan jasa konstruksi diatur dalam UU 2/2017 tentang Jasa Konstruksi, yang kemudian dipengaruhi perubahan lewat undang-undang cipta kerja. Tujuannya menjamin kualitas, keselamatan, dan kepastian hukum bagi pengguna jasa maupun penyedia jasa.

    Aturan ini berlaku untuk perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pekerjaan konstruksi. Namun ketatnya persyaratan dapat berbeda tergantung kualifikasi dan risiko pekerjaan, sehingga pekerjaan kecil tidak selalu diperlakukan sama dengan proyek besar.

    Jenis sertifikat

    Dua sertifikat yang paling sering disebut adalah sertifikat badan usaha dan sertifikat kompetensi kerja. Sertifikat badan usaha menunjukkan bahwa perusahaan memenuhi persyaratan untuk menjalankan kegiatan di bidang dan kualifikasi tertentu. Sertifikat kompetensi kerja menunjukkan keahlian tenaga konstruksi, seperti pengawas atau ahli teknik.

    Untuk pekerja lapangan, uji kompetensi dilaksanakan oleh lembaga yang diakui. Bagi pemilik rumah, sertifikat adalah salah satu indikator awal untuk menilai keseriusan dan kemampuan kontraktor, bukan satu-satunya.

    Mengapa pemilik rumah perlu peduli

    Pekerjaan oleh pihak tanpa kompetensi berisiko menimbulkan bangunan yang tidak aman, retak, bocor, atau bahkan roboh. Selain kerugian materi, ada risiko keselamatan penghuni dan pekerja. Pemilik yang lalai memeriksa legalitas pelaksana sulit meminta pertanggungjawaban penuh bila ternyata kontraktor tidak mampu.

    Contoh: Pak Dimas hendak membangun ruko tiga lantai. Sebelum menandatangani kontrak, ia meminta kontraktor menunjukkan izin usaha dan sertifikat perusahaan, serta daftar tenaga ahli penanggung jawab. Kontraktor pertama tidak bisa memperlihatkannya, sehingga Pak Dimas memilih kontraktor lain yang dokumennya lengkap.

    Kontraktor legal dan tidak legalKontraktor legalAda izin usaha dan sertifikatTenaga ahli bersertifikatKontrak tertulis lengkapDapat dimintai pertanggungjawabanBerisiko tinggiTidak mau menunjukkan izinTanpa tenaga ahli jelasHanya janji lisanSulit dilacak saat masalah
    Legalitas memudahkan penagihan tanggung jawab.

    Sanksi bagi pelanggar

    Pelanggaran ketentuan jasa konstruksi dapat dikenai sanksi administratif, mulai dari peringatan tertulis, denda administratif, penghentian sementara kegiatan, hingga pencabutan izin atau pembekuan. Penyedia jasa yang menyebabkan kegagalan bangunan dapat pula dikenai sanksi, termasuk kewajiban memperbaiki dan membayar ganti rugi.

    Selain itu, apabila kelalaian menimbulkan korban, dapat timbul pertanggungjawaban pidana menurut hukum pidana. Sanksi pidana dalam UU Jasa Konstruksi juga ada pada kondisi tertentu, tetapi detailnya sebaiknya ditanyakan kepada advokat.

    Langkah bagi pemilik yang dirugikan

    Dokumentasikan kondisi bangunan, laporkan secara tertulis kepada kontraktor, dan mintalah perbaikan. Jika diabaikan, pengaduan dapat disampaikan kepada pemerintah daerah atau instansi pembina jasa konstruksi. Untuk ganti rugi, jalur perdata melalui somasi dan gugatan tetap terbuka.

    Untuk kegagalan bangunan, penilaian oleh tenaga ahli yang independen biasanya diperlukan guna menentukan penyebab dan pihak yang bertanggung jawab. Libatkan ahli sedini mungkin.

    Peran lembaga sertifikasi dan pemerintah

    Sertifikasi dilakukan oleh lembaga yang ditetapkan pemerintah, dengan pembinaan dari kementerian yang menangani pekerjaan umum. Pemerintah pusat dan daerah juga mengawasi penyelenggaraan jasa konstruksi, termasuk menindak penyedia jasa yang tidak memenuhi persyaratan.

    Bagi pemilik rumah, informasi dasar tentang kontraktor biasanya dapat dicek melalui situs resmi pembinaan jasa konstruksi atau menanyakan kepada dinas pekerjaan umum setempat.

    Keselamatan kerja pada proyek rumah

    Selain sertifikat, kontraktor wajib memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja. Bila seorang pekerja terluka di lokasi proyek, pertanyaan tanggung jawab bisa melibatkan kontraktor, pemilik, dan bahkan pihak lain. Memastikan kontraktor menyediakan alat pelindung diri dan jaminan sosial pekerja mengurangi risiko tersebut.

    Tanyakan apakah pekerja terdaftar pada jaminan sosial ketenagakerjaan. Hal sederhana ini dapat menghindarkan pemilik dari sengketa besar bila terjadi kecelakaan.

    Kegagalan bangunan

    Kegagalan bangunan adalah keadaan bangunan yang tidak berfungsi, baik sebagian maupun seluruhnya, setelah penyerahan akhir pekerjaan karena kesalahan penyedia atau pengguna jasa. Penentuan penyebab dilakukan oleh penilai ahli, dan penyedia jasa dapat dimintai pertanggungjawaban dalam jangka waktu tertentu.

    Karena risikonya besar, simpan semua dokumen proyek, termasuk gambar, hasil uji, dan laporan pengawasan, untuk waktu yang lama.

    Konsultasi dan penyelesaian lebih awal

    Semakin cepat masalah dibicarakan, semakin murah dan sederhana penyelesaiannya. Bila ragu tentang hak dan kewajiban Anda, bertanyalah kepada advokat, lembaga bantuan hukum, atau pihak berwenang setempat sebelum mengambil langkah yang sulit dibatalkan. Simpan semua dokumen dan catatan dalam satu berkas agar siap digunakan kapan saja diperlukan.

    Dokumen yang diminta dari kontraktorIzin usaha / NIBSertifikat badan usahaSertifikat tenaga ahliDaftar pengalaman proyekReferensi pemilik lamaJaminan pelaksanaan
    Cek sebelum menunjuk kontraktor.

    Hal yang sering keliru

    • Mengira semua tukang harus bersertifikat sama. Tuntutan sertifikat bergantung pada jenis dan risiko pekerjaan.
    • Menganggap sertifikat sebagai jaminan mutu mutlak. Tetap awasi pekerjaan dan periksa referensi.
    • Mengira pemilik rumah tidak dapat dimintai tanggung jawab sama sekali. Pemilik juga punya kewajiban, misalnya soal izin bangunan.
    📌 Catatan

    Artikel ini edukatif dan bukan nasihat hukum. Regulasi jasa konstruksi berkembang; periksa aturan terbaru sebelum mengambil keputusan.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per 15 Oktober 2026. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu.

    Dasar hukum

    • UU 2/2017 tentang Jasa Konstruksi
    • UU 6/2023 tentang Cipta Kerja

    Dalam kategori yang sama

    WhatsApp