Bisnis, UMKM & Start-Up

Incoterms: Arti FOB, CIF, EXW, dan Pembagian Risiko Pengiriman dalam Kontrak Dagang

Diperbarui

Isi artikel
    ALUR SINGKATMemilih syarat Incoterms1Tentukan modapengiriman2Pilih istilah yangsesuai kemampuan3Tulis istilah besertaversi dan tempatnya4Cocokkan dengan hargadan asuransi5Cantumkan dalamkontrak dan faktur6Simpan buktipenyerahan
    Ilustrasi edukatif, dibuat khusus untuk artikel ini.

    Apa itu Incoterms dan siapa yang terkena

    Incoterms adalah singkatan dari International Commercial Terms. Istilah-istilah ini disusun oleh Kamar Dagang Internasional (International Chamber of Commerce, ICC) dan diperbarui secara berkala. Versi yang banyak dipakai sekarang adalah Incoterms 2020. Setiap istilah menjelaskan, dalam satu singkatan, hal-hal berikut:

    • di mana penjual menyerahkan barang kepada pembeli;
    • kapan risiko kehilangan atau kerusakan barang berpindah dari penjual ke pembeli;
    • siapa yang mengurus dan membayar pengangkutan, asuransi, serta pengurusan kepabeanan ekspor dan impor.

    Penting dipahami bahwa Incoterms bukan undang-undang. Ia berlaku karena para pihak sepakat memakainya dalam kontrak. Jika kontrak tidak menyebutnya, istilah itu tidak otomatis mengikat. Incoterms juga tidak mengatur segalanya. Ia tidak menentukan kapan hak milik atas barang berpindah, tidak mengatur akibat pelanggaran kontrak, dan tidak menentukan hukum yang berlaku atau tempat sengketa. Hal-hal itu harus diatur sendiri dalam kontrak, sebagaimana dibahas pada kontrak jual beli internasional dan hukum yang berlaku.

    Yang terkena adalah penjual dan pembeli dalam perdagangan lintas negara, serta kadang perdagangan dalam negeri yang memakai istilah ini. Para eksportir pemula perlu memahaminya sebelum menyetujui harga dengan pembeli. Dasar langkah ekspor ada dalam syarat menjadi eksportir pemula.

    Aturan yang berlaku dalam bahasa sehari-hari

    Secara hukum perdata Indonesia, kontrak dibuat berdasarkan kesepakatan para pihak. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata menganut asas kebebasan berkontrak, sehingga para pihak boleh memilih syarat seperti Incoterms selama tidak bertentangan dengan hukum. Karena itulah yang menentukan adalah apa yang tertulis.

    Incoterms 2020 mengelompokkan 11 istilah. Tujuh istilah berlaku untuk semua moda pengangkutan, dan empat istilah hanya untuk pengangkutan laut atau perairan darat.

    IstilahSingkatan dariGambaran sederhana
    EXWEx WorksPenjual menyiapkan barang di tempatnya; pembeli mengurus hampir semuanya, termasuk muat dan pengangkutan
    FCAFree CarrierPenjual menyerahkan barang kepada pengangkut yang ditunjuk pembeli, di tempat yang disepakati
    FOBFree On BoardHanya untuk laut: penjual menyerahkan barang di atas kapal di pelabuhan muat; risiko berpindah di situ
    CFRCost and FreightHanya untuk laut: penjual membayar ongkos kirim sampai pelabuhan tujuan, risiko berpindah saat barang di atas kapal
    CIFCost, Insurance and FreightSeperti CFR, ditambah penjual menyediakan asuransi minimal
    CPT, CIPCarriage Paid To, Carriage and Insurance Paid ToUntuk semua moda: penjual membayar pengangkutan sampai tempat tujuan; CIP ditambah asuransi
    DAPDelivered at PlacePenjual menanggung sampai barang tiba di tempat tujuan siap dibongkar
    DPUDelivered at Place UnloadedSeperti DAP, tetapi penjual juga membongkar barang
    DDPDelivered Duty PaidPenjual menanggung hampir semua sampai tujuan, termasuk pengurusan impor

    Poin yang sering menjebak:

    1. Risiko berpindah di titik tertentu, bukan di tempat tujuan. Pada FOB, CFR, dan CIF, risiko berpindah saat barang sudah di atas kapal di pelabuhan muat. Walaupun penjual membayar ongkos kirim pada CFR dan CIF, kerusakan di tengah laut menjadi risiko pembeli.
    2. Asuransi pada CIF hanya bersifat minimal. Jika pembeli menginginkan perlindungan lebih luas, perlu kesepakatan tambahan.
    3. EXW menempatkan beban terbesar pada pembeli. Pembeli asing sering kesulitan mengurus ekspor dari Indonesia, sehingga EXW kurang cocok bila pembeli tidak berpengalaman.
    4. DDP menempatkan beban terbesar pada penjual, termasuk risiko biaya tak terduga di negara tujuan. Penjual kecil perlu ekstra hati-hati.
    5. Istilah laut jangan dipakai untuk kontainer yang diserahkan di darat. Untuk barang dalam kontainer yang diserahkan kepada pengangkut di terminal, FCA biasanya lebih tepat daripada FOB.
    Kapal kargo di laut di bawah langit biru
    Foto oleh John Simmons di Unsplash

    Langkah praktis bernomor

    1. Tentukan moda pengiriman: laut, udara, darat, atau gabungan. Moda menentukan istilah mana yang cocok.
    2. Nilai kemampuan Anda. Apakah Anda mampu mengurus pengangkutan internasional dan asuransi? Jika tidak, pilih istilah yang membebankan hal itu pada pihak lain, seperti FOB atau FCA untuk penjual kecil.
    3. Diskusikan dengan pembeli dan tentukan satu istilah, lengkap dengan tempat. Tuliskan "FOB Tanjung Perak, Incoterms 2020", bukan hanya "FOB".
    4. Hitung harga sesuai istilah. Harga CIF lebih tinggi daripada FOB karena menyertakan ongkos kirim dan asuransi.
    5. Tentukan siapa yang mengurus dokumen ekspor dan impor, serta siapa yang menanggung biaya pelabuhan di kedua ujung.
    6. Atur asuransi barang. Bila Anda penjual yang bertanggung jawab atas risiko sampai titik tertentu, pastikan asuransi mencakup periode itu.
    7. Cantumkan istilah dalam kontrak, pesanan pembelian, dan faktur secara konsisten.
    8. Simpan bukti penyerahan, misalnya dokumen muat di kapal, sebab bukti inilah yang menunjukkan kapan risiko berpindah.

    Biaya pelabuhan, penanganan di terminal, dan jasa pengurusan berbeda-beda. Tanyakan rincian kepada penyedia jasa dan jangan berasumsi bahwa suatu istilah otomatis mencakup semua biaya.

    Perubahan aturan yang perlu Anda ketahui

    Incoterms diperbarui kira-kira satu dekade sekali; versi 2010 digantikan Incoterms 2020. Perubahan yang paling terasa pada versi 2020 antara lain istilah DAT diganti DPU, dan CIP kini mensyaratkan asuransi lebih luas daripada CIF. Dampaknya: kontrak lama yang menulis "Incoterms 2010" tetap berlaku sesuai isinya, sedangkan kontrak baru sebaiknya menyebut versi secara eksplisit. Bila tidak menyebut versi, bisa timbul perdebatan versi mana yang dimaksud.

    Tidak ada perubahan hukum nasional yang membuat Incoterms wajib. Aturan Indonesia tetap menghormati kesepakatan para pihak. Namun, aturan kepabeanan dan perdagangan tentang barang yang dilarang atau dibatasi tetap berlaku apa pun istilah yang dipilih. Lihat barang dilarang dan dibatasi ekspor impor.

    Kesalahan umum

    KesalahanAkibatCara yang lebih aman
    Menulis istilah tanpa tempatTitik penyerahan tidak jelasSebut pelabuhan atau lokasi tertentu
    Menulis FOB padahal barang diserahkan di daratRisiko dan biaya tidak sesuai kenyataanPakai FCA untuk penyerahan di terminal atau pabrik
    Mengira CIF membuat penjual menanggung kerusakan di lautPembeli menanggung risiko, asuransi minimalPahami titik pindah risiko dan asuransi
    Tidak menyebut versi IncotermsPerdebatan tentang versiTulis "Incoterms 2020"
    Menyerahkan EXW kepada pembeli yang tidak berpengalamanPengurusan ekspor tersendatPilih FCA atau FOB agar penjual mengurus ekspor

    Contoh penerapan

    Contoh: Sebuah usaha mebel kecil menyepakati penjualan ke pembeli asing dengan syarat FOB pelabuhan keberangkatan. Penjual mengurus pengemasan, pengangkutan ke pelabuhan, dan dokumen ekspor. Setelah barang naik ke kapal, risiko berpindah kepada pembeli. Di tengah pelayaran, sebagian mebel rusak karena cuaca. Karena syarat FOB dan bukti muat tersimpan rapi, penjual tidak menanggung kerusakan itu, dan pembeli menuntut klaim kepada perusahaan asuransinya.

    Contoh lain: Seorang pembeli kopi menyepakati harga "CIF" tetapi tidak membaca bahwa asuransinya minimal. Ketika sebagian kopi basah karena kebocoran kontainer, nilai ganti rugi dari asuransi tidak menutup seluruh kerugian. Pembeli seharusnya sejak awal meminta cakupan asuransi yang lebih luas dalam kontrak.

    Peringatan

    Incoterms tidak menyelesaikan semua persoalan. Jangan menganggap satu istilah cukup sebagai kontrak. Tetap perlu ada klausul mengenai pembayaran, mutu barang, keterlambatan, hukum yang berlaku, dan penyelesaian sengketa.

    Tips

    Gambar alur pengiriman dari gudang penjual sampai gudang pembeli dalam satu halaman, lalu tandai titik di mana risiko berpindah dan siapa membayar setiap segmen. Menunjukkan gambar itu kepada pembeli sering lebih efektif daripada pasal panjang.

    Hubungan dengan pembayaran dan asuransi

    Pilihan Incoterms memengaruhi cara pembayaran. Bank yang membuka letter of credit biasanya meminta dokumen sesuai syarat penyerahan. Karena itu, istilah dalam kontrak, dalam L/C, dan dalam faktur harus selaras. Bahasan tentang L/C ada pada letter of credit dan pembayaran ekspor impor.

    Asuransi barang pengiriman layak dipertimbangkan walaupun istilah yang dipilih tidak mewajibkannya. Kerusakan atau kehilangan di perjalanan dapat menghabiskan keuntungan satu pesanan. Bandingkan beberapa penawaran dan baca pengecualian polis. Selain itu, bila terjadi sengketa tentang pengiriman, bukti seperti foto kondisi barang saat dimuat sangat membantu.

    Menulis klausul penyerahan yang jelas

    Kalimat kontrak tentang penyerahan sebaiknya pendek dan tidak ambigu. Contoh rumusan yang lazim: "Penyerahan barang dilakukan FOB pelabuhan muat yang disepakati, sesuai Incoterms 2020." Tambahkan siapa yang menunjuk perusahaan pelayaran, tanggal muat yang diharapkan, dan bagaimana pemberitahuan dikirim kepada pembeli. Bila ada pemeriksaan mutu oleh pihak ketiga sebelum muat, sebutkan siapa yang menunjuk dan menanggung biayanya.

    Jangan lupa mengatur kejadian yang tidak terduga. Pelabuhan bisa tutup, kapal bisa tertunda, dan kontainer bisa tidak tersedia. Pembeli dan penjual perlu menyepakati apa akibatnya, misalnya perpanjangan waktu atau hak membatalkan setelah batas tertentu. Klausul keadaan kahar (force majeure) membantu, tetapi harus menyebut peristiwa apa saja yang dianggap kahar dan bagaimana pemberitahuannya. Klausul denda dan ganti rugi dibahas dalam klausul ganti rugi dan denda dalam kontrak bisnis.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apakah Incoterms wajib dipakai? Tidak. Ia bersifat pilihan, dan berlaku bila para pihak menyepakatinya. Namun, memakainya membantu karena maknanya dikenal luas.

    Mana yang paling aman bagi penjual kecil? Tidak ada jawaban tunggal. Banyak penjual kecil merasa FOB atau FCA aman karena tanggung jawab berhenti lebih awal. Pilihan harus mengikuti kemampuan, biaya, dan kesepakatan dengan pembeli.

    Apakah Incoterms menentukan siapa pemilik barang? Tidak. Perpindahan hak milik diatur terpisah dalam kontrak dan hukum yang berlaku.

    Apakah bisa dipakai untuk penjualan dalam negeri? Bisa, bila para pihak sepakat, tetapi biasanya penjualan dalam negeri memakai istilah sendiri. Pastikan makna yang disepakati jelas.

    Ringkasan

    • Incoterms adalah istilah standar ICC tentang penyerahan barang, perpindahan risiko, dan pembagian biaya, dan hanya mengikat bila disepakati dalam kontrak.
    • Versi yang umum dipakai adalah Incoterms 2020. Tulis versi dan tempat penyerahan.
    • FOB, CFR, dan CIF hanya untuk pengangkutan laut; risiko berpindah saat barang di atas kapal.
    • Incoterms tidak mengatur hak milik, pembayaran, atau sengketa; atur hal itu dalam kontrak.
    • Simpan bukti penyerahan dan pertimbangkan asuransi sendiri.
    📌 Catatan

    Artikel ini informasi umum untuk edukasi, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus punya fakta dan dokumen yang berbeda, sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per Oktober 2026. Peraturan dapat berubah; cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait.

    Dasar hukum

    • UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan
    • Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (asas kebebasan berkontrak)

    Baca juga

    WhatsApp