Bisnis, UMKM & Start-Up

Contoh Formulir Pendaftaran Anggota Koperasi dan Cara Mengisinya

Terbit 6 menit bacaTim Redaksi InfoHukum

Contoh formulir pendaftaran anggota koperasi dan surat pernyataan menaati AD/ART: data anggota, simpanan pokok dan wajib, dan persetujuan data pribadi.

Isi artikel
    ⚡ Ringkas 30 detik
    • Anggota koperasi adalah pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
    • Syarat menjadi anggota diatur dalam anggaran dasar; formulir tidak boleh menambah syarat yang bertentangan.
    • Keanggotaan berlaku setelah simpanan pokok dibayar sesuai AD dan dicatat dalam buku daftar anggota.
    • Sertakan persetujuan pengolahan data pribadi sesuai UU 27/2022.

    Apa itu formulir pendaftaran anggota koperasi dan kapan dipakai

    Formulir pendaftaran anggota adalah permohonan tertulis seseorang untuk bergabung menjadi anggota koperasi. Formulir ini dipakai setiap kali koperasi menerima anggota baru setelah koperasi berdiri.

    Formulir ini biasanya dipasangkan dengan surat pernyataan bahwa calon anggota bersedia menaati anggaran dasar (AD), anggaran rumah tangga (ART), dan keputusan rapat anggota. Pernyataan itu penting karena anggota koperasi bukan sekadar nasabah. Ia ikut memiliki koperasi, punya hak suara, dan memikul kewajiban.

    Template ini memuat formulir data calon anggota, tabel simpanan, daftar kelengkapan, kolom keputusan pengurus, surat pernyataan kesediaan menaati AD/ART, dan persetujuan pengolahan data pribadi.

    Dasar hukum dalam bahasa sehari-hari

    • Anggota sebagai pemilik dan pengguna jasa. UU 25/1992 tentang Perkoperasian beserta perubahannya menegaskan bahwa anggota koperasi adalah pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
    • Syarat diatur AD. Persyaratan menjadi anggota ditetapkan dalam anggaran dasar. Untuk koperasi primer, anggotanya orang perseorangan yang mampu melakukan tindakan hukum.
    • Keanggotaan tidak dapat dipindahtangankan. Anda tidak bisa "menjual" status anggota kepada orang lain.
    • Simpanan pokok dan simpanan wajib. Keduanya bagian dari modal sendiri koperasi. Besarnya ditetapkan sesuai AD dan keputusan rapat anggota.
    • Hak dan kewajiban. Anggota berhak menghadiri rapat, memberi suara, memilih dan dipilih, serta memperoleh layanan. Anggota wajib mematuhi AD/ART dan keputusan rapat serta berpartisipasi dalam kegiatan usaha.
    • Data pribadi. UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi mewajibkan koperasi menjelaskan tujuan pengolahan data dan menjaga keamanannya.

    Isi penting yang wajib ada

    • Identitas koperasi dan nomor badan hukum.
    • Data calon anggota: nama, NIK, tempat dan tanggal lahir, alamat, kontak, pekerjaan, rekening.
    • Kontak keluarga untuk keperluan administrasi bila anggota meninggal dunia.
    • Besarnya simpanan pokok, simpanan wajib, dan cara pembayarannya.
    • Unit layanan yang akan dimanfaatkan.
    • Daftar kelengkapan dokumen.
    • Kolom keputusan pengurus, nomor anggota, dan pencatatan di buku daftar anggota.
    • Surat pernyataan menaati AD/ART dan persetujuan pengolahan data pribadi.

    Cara mengisi langkah demi langkah

    1. Serahkan salinan AD/ART lebih dulu. Calon anggota perlu membacanya sebelum menandatangani pernyataan.
    2. Isi data diri sesuai KTP. Periksa NIK dan alamat. Data yang salah menyulitkan pembayaran SHU dan pengembalian simpanan.
    3. Isi kontak keluarga. Jelaskan bahwa ini untuk administrasi, bukan pengganti ketentuan hukum waris.
    4. Isi tabel simpanan. Pakai angka yang sudah ditetapkan rapat anggota. Bila boleh diangsur, tulis jumlah angsurannya.
    5. Lengkapi dokumen. Centang kelengkapan yang diserahkan.
    6. Tanda tangan pemohon. Formulir dan surat pernyataan ditandatangani calon anggota sendiri.
    7. Keputusan pengurus. Pengurus memutuskan menerima atau menolak, memberi nomor anggota, dan mencatat di buku daftar anggota.
    8. Simpan arsip. Simpan formulir asli dengan aman; batasi akses ke data pribadi.

    Kesalahan yang sering terjadi

    • Mencampur anggota dengan nasabah. Ada koperasi yang melayani pinjaman kepada bukan anggota tanpa dasar. Ini rawan masalah perizinan dan pengawasan.
    • Menjanjikan imbal hasil tetap. Simpanan koperasi bukan deposito bank. Janji bunga tinggi yang tetap sering menjadi pintu masuk koperasi bermasalah.
    • Simpanan tidak dicatat. Anggota tidak menerima bukti setoran, sehingga sulit menuntut pengembalian ketika berhenti.
    • Potong gaji tanpa kuasa. Di koperasi karyawan, pemotongan gaji harus didukung kuasa tertulis dari anggota.
    • Mengumpulkan data berlebihan. Misalnya meminta foto KK, slip gaji, dan nama ibu kandung tanpa kebutuhan jelas.

    Contoh singkat

    Kerangka ringkas berikut hanya ilustrasi. Template lengkap memuat tabel simpanan, kolom keputusan pengurus, dan surat pernyataan.

    • Kepada Yth. Pengurus Koperasi [nama].
    • Saya, [nama], NIK [....], mengajukan permohonan menjadi anggota.
    • Simpanan pokok Rp[....]; simpanan wajib Rp[....] per bulan, dibayar [cara].
    • Lampiran: KTP, pas foto, bukti setoran simpanan pokok.
    • Pernyataan: bersedia menaati AD/ART dan keputusan rapat anggota.
    • Persetujuan pengolahan data pribadi untuk administrasi keanggotaan.
    📄 Template lengkap

    Versi Word dan PDF lengkap dengan surat pernyataan menaati AD/ART, persetujuan data pribadi, dan petunjuk pengisian tersedia di Paket Dokumen InfoHukum (Paket Korporat dan Paket Lengkap). Pembeli dapat mengunduhnya kapan saja dari Pustaka Saya.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apakah pengurus boleh menolak calon anggota?

    Boleh bila calon tidak memenuhi syarat dalam AD/ART, misalnya tidak berdomisili di wilayah kerja atau bukan karyawan perusahaan tertentu. Tuliskan alasannya agar transparan.

    Bisakah simpanan pokok diambil kapan saja?

    Umumnya tidak. Simpanan pokok dan simpanan wajib baru dapat diambil kembali ketika keanggotaan berakhir, sesuai AD/ART, dan dapat diperhitungkan dengan utang anggota kepada koperasi.

    Apakah badan usaha bisa menjadi anggota koperasi primer?

    Koperasi primer pada dasarnya beranggotakan orang perseorangan. Badan hukum koperasi dapat menjadi anggota koperasi sekunder. Periksa AD dan ketentuan terbaru.

    Perlukah meterai pada surat pernyataan?

    Tidak wajib untuk keabsahan, tetapi meterai lazim dibubuhkan agar dokumen siap dipakai sebagai alat bukti.

    Catatan

    Artikel ini informasi umum, bukan nasihat hukum untuk kasus tertentu. Syarat keanggotaan dan besarnya simpanan berbeda di setiap koperasi. Sesuaikan formulir dengan AD/ART dan keputusan rapat anggota koperasi Anda.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per 24 Oktober 2026. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu.

    Dasar hukum

    • UU 25/1992 tentang Perkoperasian beserta perubahannya (antara lain UU 6/2023 tentang Cipta Kerja)
    • PP 7/2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM
    • UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi
    • UU 10/2020 tentang Bea Meterai

    Dalam kategori yang sama

    Dapatkan info hukum praktis setiap hari di WhatsApp

    Ikuti Saluran InfoHukum
    WhatsApp