Beranda · Direktori · Perjanjian dan Usaha
Perjanjian dan Usaha
Utang yang bisa ditunjuk ke bukti
✏️ Diperbarui 10 Oktober 2026 · Tim Redaksi InfoHukum
Tagihan yang hanya diingat tidak sama dengan utang yang bisa diminta bayar.
Tagihan yang hanya diingat tidak sama dengan utang yang bisa diminta bayar di pengadilan. Dalam hukum perdata, pihak yang menagih harus bisa menunjukkan peristiwa yang melahirkan utang itu.
Beban pembuktian
KUH Perdata menyebutkan bahwa setiap orang yang mengaku mempunyai hak, atau menunjuk suatu peristiwa untuk meneguhkan haknya, wajib membuktikannya. Jadi, utang yang Anda tagih perlu didukung bukti, bukan hanya ingatan atau tuduhan.
Jejak uang
Simpan transfer, kuitansi, atau pengakuan yang menyebut jumlah. Pinjaman tunai tanpa saksi dan tanpa catatan adalah yang paling sulit dibuktikan. Chat yang menyebut jumlah dan jatuh tempo juga bisa menjadi bukti tambahan, sesuai aturan pembuktian elektronik.
Contoh: Anda meminjamkan uang lewat transfer dengan keterangan pinjaman, lalu lawan membalas chat dengan kalimat nanti saya kembalikan bulan depan. Dua bukti ini saling melengkapi.
Bunga dan denda
Bunga yang tidak pernah disepakati jangan ditambahkan di akhir hanya karena marah. Pada pinjam-meminjam, bunga pada dasarnya perlu diperjanjikan lebih dulu. Jika ada bunga atau denda, tunjukkan di mana ia ditulis dan disepakati.
Riwayat pembayaran
Jika lawan sudah membayar sebagian, catat tanggal dan jumlahnya. Pembayaran sebagian sering diperdebatkan karena tidak dicatat dengan rapi oleh kedua pihak. Pengurangan yang jelas membuat sisa utang lebih mudah dihitung.
Yang sering tertukar
Mengancam akan mempidanakan penagihan, tanpa ada peristiwa pidana yang jelas, bukan cara menagih yang dibenarkan. Ancaman seperti itu bisa berbalik menjadi masalah bagi Anda sendiri.
Surat tagihan yang kuat
Surat tagihan yang baik memuat jumlah, dasar utang, tanggal jatuh tempo, dan cara bayar. Lampirkan salinan bukti. Surat yang rapi menurunkan kemungkinan perdebatan tentang angka dan memperjelas apa yang harus dibayar.
Contoh: Surat tagihan menyebut pinjaman pada tanggal tertentu, jumlah pokok, dan tanggal jatuh tempo, dengan lampiran bukti transfer. Lawan yang membaca surat itu tahu persis apa yang diminta.
Pengakuan utang tertulis
Pengakuan utang yang dibuat setelah pinjaman tetap bisa menjadi bukti, terutama bila ditandatangani dan memuat rincian yang jelas. Buat dengan tanggal yang sebenarnya, dan jangan menambahkan jumlah yang tidak pernah disebut. Pengakuan yang tidak sesuai kenyataan justru merugikan Anda sendiri.
Pengakuan utang dalam bentuk lain
Pengakuan utang tidak selalu berbentuk surat formal. Pesan singkat yang menyebut jumlah dan janji membayar, atau catatan buku kas yang ditandatangani, juga bisa membantu. Pastikan isinya jelas, bukan kalimat yang bisa ditafsirkan berbeda.
Contoh: Lawan menulis di chat: nanti saya bayar sisa pinjaman yang tiga juta itu. Pesan ini menyebut jumlah dan maksud pembayaran, sehingga lebih kuat daripada kalimat umum seperti nanti saya kembalikan.
Ketika utang sudah lama
Utang yang sudah lama tidak ditagih bisa menimbulkan persoalan pembuktian, karena ingatan dan dokumen makin sulit ditemukan. Karena itu, catat tagihan begitu muncul dan simpan semua bukti. Jangan menunggu bertahun-tahun untuk mulai mencari bukti.
Bunga yang sudah disepakati
Jika bunga sudah disepakati, tulis angka dan cara perhitungannya dengan jelas, termasuk kapan mulai dihitung. Bunga yang berubah-ubah tanpa dasar tertulis mudah dipersoalkan.
Contoh: Pinjaman disepakati dengan bunga tertentu per bulan sejak tanggal pencairan. Perhitungan tertulis yang menunjukkan dasar itu membuat lawan lebih mudah memahami tagihan Anda.
Yang disiapkan
- Bukti pencairan atau transfer
- Catatan tujuan pinjaman, jika ada
- Riwayat pembayaran sebagian
- Identitas lengkap pihak yang berutang
- Chat yang menyebut jumlah dan jatuh tempo
Dasar hukum
- KUH Perdata, Pasal 1754 mengenai pinjam-meminjam, dan Pasal 1765 mengenai bunga yang diperjanjikan.
- KUH Perdata, Pasal 1865 mengenai beban pembuktian.
- UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sebagaimana diubah UU 1/2024, Pasal 5 ayat (1).
- Peraturan dapat berubah. Cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait sebelum mengambil keputusan.
Dalam kategori yang sama
- Arisan macet: catat putaran dan siapa yang sudah menerima
- Perjanjian lisan dan chat: yang masih bisa ditunjukkan
- PT, CV, dan usaha pribadi: siapa yang menanggung utang
Ada masukan atau pendapat lain? Kirim lewat WhatsApp atau email [email protected].