Beranda · Direktori · Perjanjian dan Usaha
Perjanjian dan Usaha
Arisan macet: catat putaran dan siapa yang sudah menerima
✏️ Diperbarui 10 Oktober 2026 · Tim Redaksi InfoHukum
Arisan adalah janji bergilir. Ketika macet, yang diurus lebih dulu adalah catatan, bukan label penipuan.
Arisan adalah janji bergilir. Ketika ada peserta yang macet, yang paling berguna adalah catatan yang jelas, bukan label yang tergesa-gesa. Sebelum bicara soal hukum, pahami dulu apa yang sebenarnya terjadi di lapangan: siapa menunggak, siapa sudah menerima, dan apa yang pernah disepakati.
Buku arisan
Catat siapa peserta, berapa iuran, siapa yang sudah dapat, dan siapa yang menunggak. Tanpa catatan itu, setiap orang mengingat angka yang berbeda. Buku bisa berupa catatan tangan, lembar kerja, atau tangkapan layar transfer yang disusun rapi menurut tanggal.
Contoh: Dari dua belas peserta, lima orang sudah menerima, dan dua orang menunggak dua kali iuran. Dengan catatan seperti itu, siapa yang perlu dibicarakan menjadi jelas, dan tidak perlu menyalahkan seluruh grup.
Kapan menjadi sengketa lain
Tidak membayar iuran pada dasarnya soal janji antaranggota. Namun tipu muslihat sejak awal, misalnya mengumpulkan uang dengan niat tidak membayar siapa pun, adalah persoalan yang berbeda dan bisa masuk ranah pidana. Kitab undang-undang hukum pidana baru, yang berlaku sejak 2 Januari 2026, mengatur penipuan dan penggelapan. Jangan memasang ancaman pidana hanya untuk menekan peserta.
Musyawarah dulu
Musyawarah dengan jadwal pelunasan tertulis sering lebih cepat daripada perkara. Buat kesepakatan dengan tanggal dan jumlah, lalu minta persetujuan tertulis di chat. Kesepakatan seperti ini juga mudah dijadikan bukti jika janji tidak dipenuhi.
Dasar perdatanya
Secara perdata, kesepakatan arisan dapat diperlakukan seperti perjanjian pada umumnya. Syarat sahnya ada dalam KUH Perdata, dan kesepakatan yang sah berlaku sebagai undang-undang bagi para pihak yang membuatnya. Itu sebabnya catatan kesepakatan lebih penting daripada janji lisan di awal.
Yang sering tertukar
Grup WhatsApp yang riuh bukan pengganti daftar peserta. Pesan yang saling tuduh juga bisa menjadi bukti yang merugikan Anda sendiri. Tulis yang faktual saja, dan simpan percakapan secara utuh.
Jika ada yang keluar di tengah jalan
Peserta yang berhenti di tengah arisan perlu diatur. Tentukan apakah iuran yang sudah masuk dikembalikan, dikurangi, atau dihitung sebagai bagian putaran berikutnya. Aturan ini sebaiknya disepakati sejak awal, atau dibuat tertulis begitu masalah muncul.
Contoh: Peserta yang sudah menerima putaran pertama mundur di putaran keempat. Grup sepakat bahwa ia tetap membayar sisa iuran sampai putaran terakhir, atau mengembalikan selisih sesuai aturan yang disepakati bersama.
Ketika uang dipegang satu orang
Sering kali arisan dikelola oleh satu orang yang memegang uang. Di sinilah risiko terbesar muncul. Pastikan ada catatan penyetoran dan penerimaan, dan jika memungkinkan, gunakan rekening khusus yang bisa diperiksa semua peserta. Kepercayaan tetap penting, tetapi catatan membuatnya terukur.
Batas waktu bayar di grup
Arisan yang baik punya batas waktu bayar, misalnya tanggal tertentu setiap bulan. Batas itu harus ditulis dan diumumkan sejak awal. Jika peserta sering terlambat, buat peringatan tertulis yang sopan dan tercatat, bukan sindiran di grup.
Contoh: Iuran wajib masuk setiap tanggal lima. Peserta yang terlambat dua kali mendapat pesan tertulis dari admin, dengan rincian tunggakannya. Cara itu lebih adil daripada menyindir di grup.
Yang disiapkan
- Daftar peserta dan kontak
- Riwayat iuran per putaran
- Siapa penerima tiap putaran
- Admin atau pemegang uang, disebut namanya
- Kesepakatan jadwal pelunasan, jika ada
Dasar hukum
- KUH Perdata, Pasal 1320 mengenai syarat sah perjanjian, dan Pasal 1338 mengenai kekuatan mengikat perjanjian.
- UU 1/2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yang berlaku sejak 2 Januari 2026, mengenai penipuan dan penggelapan. Rumusan pasalnya perlu dicek sendiri.
- Peraturan dapat berubah. Cek teks resmi di peraturan.go.id atau situs instansi terkait sebelum mengambil keputusan.
Dalam kategori yang sama
- Perjanjian lisan dan chat: yang masih bisa ditunjukkan
- PT, CV, dan usaha pribadi: siapa yang menanggung utang
- Nama usaha dan merek: dipakai belum tentu terdaftar
Ada masukan atau pendapat lain? Kirim lewat WhatsApp atau email [email protected].