Mengadukan Advokat ke Dewan Kehormatan: Alur dan Persiapan
Bila advokat melanggar kode etik, klien dapat mengadu ke Dewan Kehormatan organisasi advokat. Pahami alur, syarat bukti, dan hal yang bisa diharapkan dari proses itu.
Isi artikel
- Pelanggaran kode etik advokat diperiksa oleh Dewan Kehormatan organisasi advokat.
- Pengaduan dibuat tertulis dengan identitas jelas dan bukti pendukung.
- Proses etik tidak otomatis mengembalikan uang atau memutus perkara.
- Pelanggaran pidana atau perdata dapat ditempuh melalui jalur terpisah.
Siapa yang memeriksa
Undang-Undang Advokat memberi organisasi advokat kewenangan menyusun kode etik dan membentuk Dewan Kehormatan untuk memeriksa dugaan pelanggarannya. Dewan Kehormatan bekerja pada tingkat daerah dan pusat, dengan jalur pemeriksaan bertingkat.
Karena organisasi advokat dapat lebih dari satu, tentukan lebih dulu organisasi tempat advokat yang Anda adukan terdaftar. Informasi itu biasanya tercantum pada kartu anggota atau surat kuasa.
Apa yang dapat diadukan
Contoh pelanggaran etik antara lain menelantarkan perkara, menjanjikan kemenangan, membuka rahasia klien, benturan kepentingan, dan meminta honorarium yang tidak wajar. Pengaduan harus berisi perbuatan yang dapat dinilai berdasarkan kode etik.
Ketidakpuasan atas kekalahan perkara bukanlah pelanggaran etik dengan sendirinya. Putusan bergantung hakim, sehingga yang dinilai adalah sikap profesional advokat, bukan hasil akhir perkara.
Menyiapkan pengaduan
Tulis surat pengaduan yang memuat identitas Anda, identitas advokat, kronologi singkat, pasal kode etik yang diduga dilanggar, dan permintaan Anda. Lampirkan bukti seperti perjanjian jasa, kuitansi, pesan, atau surat.
Gunakan bahasa yang tenang dan faktual. Hindari tuduhan tanpa dasar atau kata yang menyerang pribadi, sebab dapat melemahkan pengaduan dan menimbulkan masalah hukum bagi Anda.
Contoh
Contoh: Pak Rudi (nama fiktif) membayar honorarium, tetapi advokatnya tidak pernah menghadiri sidang dan tidak memberi kabar selama berbulan-bulan. Ia mengumpulkan perjanjian jasa, bukti transfer, dan pesan yang tidak dibalas, lalu menyusun pengaduan tertulis kepada Dewan Kehormatan organisasi advokat tersebut.
Pengaduan yang disertai bukti runtut seperti ini lebih mudah diperiksa daripada keluhan yang hanya berupa cerita umum.
Proses dan hasil pemeriksaan
Dewan Kehormatan umumnya memanggil pihak yang diadukan dan pengadu, memeriksa bukti, lalu mengambil putusan. Sanksi yang mungkin dijatuhkan, menurut kerangka undang-undang, mencakup teguran, pemberhentian sementara, hingga pemberhentian tetap dari profesi.
Putusan etik berfokus pada pembinaan dan penegakan profesi. Pengembalian uang atau ganti rugi biasanya perlu ditempuh melalui jalur lain, misalnya penyelesaian kekeluargaan atau gugatan perdata.
Jalur hukum lain
Bila perbuatan advokat juga memenuhi unsur pidana, seperti penggelapan atau penipuan, laporan dapat disampaikan kepada kepolisian. Bila ada kerugian, gugatan perdata juga dapat dipertimbangkan.
Jalur etik dan hukum dapat berjalan sendiri-sendiri. Konsultasikan dengan advokat lain yang independen untuk memilih urutan langkah yang paling tepat bagi Anda.
Tenggat dan kesabaran
Pemeriksaan etik membutuhkan waktu karena melibatkan pemanggilan dan pembuktian. Jangan berharap putusan dalam hitungan hari, dan pastikan Anda mengikuti panggilan agar pengaduan tidak gugur.
Sambil menunggu, pantau perkara pokok Anda. Bila ada tenggat pengadilan yang berjalan, pertimbangkan segera menunjuk advokat lain agar hak Anda tidak hilang karena proses etik berlangsung.
Etika pengadu
Pengaduan dilindungi sebagai bagian dari hak untuk mencari keadilan, tetapi harus disampaikan dengan itikad baik. Jangan menyebarkan tuduhan melalui media sosial sebelum pemeriksaan selesai, karena dapat menimbulkan sengketa pencemaran nama baik.
Gunakan jalur resmi dan jaga kerahasiaan dokumen perkara Anda. Dengan sikap yang tertib, pengaduan lebih mungkin ditanggapi serius.
Hal yang sering keliru
- Mengadu karena kalah perkara, bukan karena pelanggaran sikap profesional.
- Mengirim pengaduan tanpa bukti atau tanpa identitas yang jelas.
- Mengira putusan etik otomatis mengembalikan uang klien.
Artikel ini edukatif dan bukan nasihat hukum. Tata cara pengaduan bergantung pada organisasi advokat yang menaungi advokat tersebut.
- Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat — peraturan.bpk.go.id
- Kode Etik Advokat Indonesia
Informasi per 15 Oktober 2026. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu.
Dasar hukum
- UU 18/2003 tentang Advokat, Pasal 26 (kode etik dan Dewan Kehormatan) dan Pasal 6 (tindakan yang dapat dikenai sanksi)
- Kode Etik Advokat Indonesia
Dalam kategori yang sama
- Akta Van Dading: Perdamaian yang Dikukuhkan Pengadilan
- Checklist Dokumen Saat Berkonsultasi dengan Advokat
- Direktori Putusan Mahkamah Agung: Cara Mencari Putusan
Ada masukan atau pendapat lain? Kirim lewat WhatsApp atau telepon 0813-3040-8000.