Hukum Digital

Jadwal Pembahasan RUU Satu Data Indonesia di DPR: Dari DIM sampai Paripurna

Terbit 4 menit bacaTim Redaksi InfoHukum

Kronologi pembahasan RUU Satu Data Indonesia di DPR menurut pemberitaan: DIM pemerintah, Panja 23 September sampai 5 Oktober 2026, persetujuan Baleg, dan pengesahan 6 Oktober.

Video ringkas 20 detik. Teks di layar, tanpa suara.
Isi artikel
    ⚡ Ringkas 30 detik
    • RUU SDI disebut usul inisiatif DPR dan disahkan pada rapat paripurna ke-9 Masa Sidang I TS 2026-2027, 6 Oktober 2026.
    • Pemerintah menyampaikan 1.338 DIM batang tubuh dan 829 DIM penjelasan.
    • Panja membahas pada 23 September sampai 5 Oktober 2026, dan Baleg sepakat pada 5 Oktober.
    • Jadwal sebelum Panja belum kami temukan, sehingga tidak disebutkan.

    Gambaran kronologi

    Menurut pemberitaan, RUU SDI adalah usul inisiatif DPR. Setelah itu, pemerintah menyampaikan daftar inventarisasi masalah atau DIM sebagai tanggapan atas materi RUU. Panitia kerja kemudian membahasnya secara rinci. Pola ini lazim dalam pembahasan RUU: dimulai dari usulan, dilanjutkan pembahasan rinci, lalu keputusan di forum tertinggi.

    Pembahasan di tingkat Panja berlangsung sejak 23 September sampai 5 Oktober 2026. Pada 5 Oktober, Badan Legislasi menyepakati hasilnya, lalu dibawa ke rapat paripurna. Ringkasan tanggal ini membantu pembaca menyusun garis waktu sendiri secara cepat.

    Pada 6 Oktober 2026, rapat paripurna ke-9 Masa Sidang I Tahun Sidang 2026-2027 mengesahkan RUU menjadi undang-undang. Seluruh rangkaian ini berlangsung dalam waktu relatif singkat menurut pemberitaan.

    Jalan RUU SDI di DPR1Usul DPRInisiatif DPR RI2DIM1.338 + 8293Panja23 Sep–5 Okt 20264BalegSepakat 5 Okt5ParipurnaDisahkan 6 Okt2026
    Menurut pemberitaan.

    DIM pemerintah

    DIM adalah daftar yang memuat tanggapan pemerintah atas setiap pasal RUU: setuju, ubah, atau hapus. Menurut pemberitaan, pemerintah menyampaikan 1.338 DIM pada batang tubuh dan 829 DIM pada penjelasan. Pembaca yang tertarik pada detail dapat membandingkan DIM dengan rumusan akhir untuk melihat perubahan yang disepakati.

    Jumlah ini menunjukkan pembahasan cukup rinci. Namun isi tiap DIM tidak kami ketahui, sehingga kami tidak dapat menjelaskan pasal mana yang berubah paling banyak. Bagi peneliti hukum, perbandingan angka DIM dengan jumlah pasal akhir dapat menjadi bahan analisis, tetapi diperlukan dokumen asli.

    Dokumen DIM dan risalah rapat biasanya dapat ditelusuri melalui situs DPR bagi pembaca yang ingin memeriksanya. Pembaca dapat mencari daftar DIM pada situs DPR atau portal legislasi bila tersedia untuk publik.

    Pembahasan Panja

    Panja atau panitia kerja adalah kelompok kecil yang membahas materi secara mendalam. Ketua Panja disebut bernama Sturman Panjaitan menurut pemberitaan. Panja biasanya bekerja dengan melibatkan perwakilan fraksi dan pemerintah untuk menyepakati rumusan pasal demi pasal.

    Pembahasan berlangsung 23 September sampai 5 Oktober 2026, atau sekitar dua pekan. Selama itu, hal yang dibahas mencakup tata kelola, kelembagaan, keamanan, sengketa, dan pidana, meskipun urutan pembahasannya tidak kami ketahui. Pembahasan yang padat itu memperlihatkan bahwa banyak isu diselesaikan dalam waktu singkat.

    Dalam pembahasan, Bab Larangan dikabarkan dihapus dan dipindahkan ke Bab Ketentuan Pidana. Perubahan struktur semacam ini penting dicatat karena memengaruhi letak pasal larangan pada naskah akhir.

    Sudah dan belum diketahuiSudah dilaporkanTanggal Panja dan BalegTanggal paripurnaJumlah DIMBelum diketahuiTanggal pengundanganTanggal berlakuJadwal peraturan pelaksana
    Status jadwal.

    Persetujuan Baleg

    Badan Legislasi menyepakati hasil pembahasan pada 5 Oktober 2026. Persetujuan ini menjadi syarat agar RUU dibawa ke rapat paripurna. Badan Legislasi berperan menyelaraskan hasil pembahasan agar sesuai dengan sistem perundang-undangan.

    Pada tahap ini, naskah sudah dalam bentuk rumusan yang siap diputuskan. Namun naskah akhir biasanya masih melalui penyelarasan bahasa dan penomoran sebelum diundangkan. Rumusan akhir inilah yang kemudian dibawa ke forum pengambilan keputusan.

    Itulah sebabnya nomor pasal yang dikutip media sebaiknya dicek lagi pada naskah resmi.

    Rapat paripurna 6 Oktober 2026

    Rapat paripurna adalah forum pengambilan keputusan tertinggi di DPR. Pada rapat ke-9 Masa Sidang I Tahun Sidang 2026-2027 itu, RUU SDI disahkan menjadi undang-undang. Keputusan paripurna biasanya diambil melalui persetujuan fraksi-fraksi dan pemerintah.

    Setelah persetujuan bersama DPR dan pemerintah, undang-undang memerlukan pengesahan dan pengundangan agar memiliki nomor dan berlaku. Tahapan setelah paripurna ini belum kami temukan beritanya. Jeda antara paripurna dan pengundangan bervariasi sehingga tidak bisa ditebak dari berita.

    Karena itu pembaca disarankan memantau pengumuman pengundangan. Pengumuman resmi tentang pengundangan akan menjadi tanda dimulainya babak berikutnya.

    Apa yang terjadi setelah pengesahan

    Pemberitaan menyebut Lembaga Penyelenggara SDI harus dibentuk paling lama satu tahun. Peraturan pelaksana juga akan dibutuhkan untuk berbagai ketentuan teknis, tetapi daftar dan jadwalnya belum diketahui. Pembentukan lembaga dalam tenggat satu tahun memerlukan peraturan dan anggaran yang belum diumumkan.

    Kebutuhan penyesuaian sistem oleh instansi masih merujuk pada Perpres 39 Tahun 2019 menurut pemberitaan, sampai aturan baru dijelaskan. Selama menunggu, instansi dapat menyiapkan inventarisasi data dan pemetaan peran internal.

    Dalam masa ini, pelaku usaha dan instansi sebaiknya memantau, bukan mengambil langkah drastis. Masa penyesuaian ini penting karena menentukan seberapa siap instansi menjalankan aturan baru.

    Cara memeriksa jadwal sendiri

    Gunakan situs resmi DPR untuk membaca berita, risalah, dan dokumen. Gunakan situs Bappenas dan portal data pemerintah untuk keterangan pemerintah. Dokumen DPR seperti risalah dan naskah akademik biasanya tersedia untuk publik pada situs resminya.

    Catat tanggal dan nama forum, bukan hanya angka, supaya mudah dicocokkan dengan dokumen resmi. Sertakan tautan sumber dalam setiap catatan agar mudah ditelusuri kembali oleh pihak lain.

    Jika ada perbedaan antara berita dan dokumen resmi, pegang dokumen resmi. Sikap kritis terhadap sumber akan membuat tulisan atau keputusan Anda lebih dapat dipertanggungjawabkan.

    Contoh kasus

    Contoh: Seorang mahasiswa hukum menyusun makalah tentang proses legislasi UU SDI. Ia membuat tabel tanggal: DIM pemerintah, pembahasan Panja 23 September sampai 5 Oktober, persetujuan Baleg 5 Oktober, dan paripurna 6 Oktober 2026. Setiap tanggal ia beri catatan sumber berita dan rencana verifikasi ke dokumen DPR. Hasilnya, makalah itu memiliki lampiran daftar tautan yang dapat diperiksa siapa saja.

    Tanggal penting23 Sep 2026: Panja mulai5 Okt 2026: Panja selesai dan Baleg sepakat6 Okt 2026: Paripurna ke-9 Masa Sidang I1 tahun: batas pembentukan lembagaTanggal berlaku: belum diketahui
    Yang tertera di sumber.

    Hal yang sering keliru

    • Mengira pengesahan paripurna sama dengan berlakunya undang-undang.
    • Mengira jumlah DIM menunjukkan jumlah pasal yang berubah.
    • Mengutip jadwal dari media sosial tanpa memeriksa situs DPR.
    📌 Catatan

    Kronologi di atas berasal dari pemberitaan. Tanggal pengesahan oleh Presiden, pengundangan, dan tanggal berlaku belum kami temukan.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per 16 Oktober 2026. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu.

    Dasar hukum

    • Undang-Undang Satu Data Indonesia (disahkan DPR 6 Oktober 2026; nomor menyusul)
    • Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia

    Dalam kategori yang sama

    WhatsApp