Hukum Pidana

Diversi dalam Peradilan Pidana Anak: Syarat dan Alur

Terbit 5 menit bacaTim Redaksi InfoHukum

Diversi mengalihkan perkara anak dari proses peradilan ke penyelesaian damai. Pahami syarat, pihak yang terlibat, tahapan, dan hasil kesepakatannya.

Isi artikel
    ⚡ Ringkas 30 detik
    • Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses pidana ke luar peradilan.
    • Wajib diupayakan pada penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di pengadilan negeri.
    • Syaratnya antara lain ancaman pidana di bawah tujuh tahun dan bukan pengulangan tindak pidana.
    • Dilakukan lewat musyawarah dengan melibatkan anak, orang tua, korban, dan pendamping.
    Alur Diversi1Anak didugaberbuatpidana2Diversidiupayakan3Musyawarahpara pihak4Kesepakatandibuat5Disahkanpengadilan
    Garis besar proses diversi bagi anak.

    Apa itu diversi?

    Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Tujuannya mencapai perdamaian antara korban dan anak, menyelesaikan perkara di luar pengadilan, menghindarkan anak dari perampasan kemerdekaan, dan menanamkan rasa tanggung jawab pada anak.

    Dasar hukumnya adalah UU Sistem Peradilan Pidana Anak (UU 11/2012). Anak dalam undang-undang ini adalah yang telah berumur 12 tahun tetapi belum 18 tahun yang diduga melakukan tindak pidana.

    Syarat diversi

    Diversi wajib diupayakan di tingkat penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan perkara anak di pengadilan negeri. Syarat utamanya adalah tindak pidana yang dilakukan diancam pidana penjara di bawah tujuh tahun, dan bukan merupakan pengulangan tindak pidana.

    Jadi, anak yang dituduh melakukan perbuatan dengan ancaman yang lebih berat, atau yang pernah mengulang, tidak otomatis memenuhi syarat diversi. Keputusan akhirnya mengikuti ketentuan undang-undang dan pertimbangan pejabat yang menangani.

    DiversiPenyelesaian lewat musyawarahFokus pemulihan dan tanggung jawabAnak dihindarkan dari penahananPerkara tidak berlanjut ke sidangProses peradilan anakDilanjutkan ke persidanganPutusan hakim anakSidang tertutup untuk umumPidana penjara upaya terakhir
    Perbedaan penyelesaian lewat diversi dan peradilan.

    Siapa yang terlibat dan bagaimana prosesnya

    Proses diversi dilakukan melalui musyawarah yang melibatkan anak dan orang tua atau walinya, korban dan orang tua atau walinya, pembimbing kemasyarakatan, dan pekerja sosial profesional. Tokoh masyarakat dapat diikutsertakan bila perlu.

    Proses diversi pada tingkat penyidikan dibatasi waktunya, yaitu paling lama 30 hari. Jika disepakati, hasil kesepakatan dituangkan secara tertulis dan disampaikan ke pengadilan negeri untuk mendapat penetapan.

    Bentuk kesepakatan

    Kesepakatan diversi dapat berupa perdamaian dengan atau tanpa ganti kerugian, penyerahan kembali kepada orang tua atau wali, keikutsertaan dalam pendidikan atau pelatihan di lembaga pendidikan atau lembaga penyelenggara kesejahteraan sosial, atau pelayanan masyarakat. Kesepakatan harus mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak.

    Contoh: Dimas, 15 tahun, merusak sepeda motor temannya saat berkelahi. Dalam musyawarah, Dimas dan orang tuanya meminta maaf dan menyanggupi biaya perbaikan, sedangkan korban menerima. Kesepakatan ini ditetapkan pengadilan, dan perkara tidak dilanjutkan ke persidangan.

    Jika diversi gagal

    Jika diversi tidak menghasilkan kesepakatan, atau kesepakatan tidak dilaksanakan, perkara dilanjutkan ke proses peradilan pidana anak. Persidangannya tetap memakai ketentuan khusus untuk anak, seperti hakim anak, sidang tertutup, dan pendampingan.

    Pidana penjara bagi anak adalah upaya terakhir dan dalam waktu paling singkat.

    Mengapa diversi penting

    Anak yang menjalani penahanan dan pemenjaraan berisiko kehilangan pendidikan, terpisah dari keluarga, dan terpapar lingkungan yang keras. Diversi berupaya memutus risiko itu tanpa mengabaikan pemulihan korban.

    Pendekatan ini sejalan dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak, yaitu bahwa penanganan perkara anak lebih menekankan pembinaan daripada pembalasan.

    Peran orang tua dan pendamping

    Orang tua memegang peran penting karena kesepakatan menyangkut tanggung jawab keluarga. Pembimbing kemasyarakatan menyusun laporan tentang latar belakang anak, sedangkan pekerja sosial membantu menilai kebutuhan pembinaan. Pendamping hukum membantu memastikan hak anak tidak dilanggar selama musyawarah.

    Korban juga berhak menyampaikan kerugian dan harapannya. Musyawarah yang baik memberi ruang bicara bagi semua pihak tanpa tekanan.

    Siapkan Untuk DiversiIdentitas dan usia anakSurat keterangan orang tua atau waliLaporan penelitian kemasyarakatanAncaman pidana yang dituduhkanRiwayat perkara anak sebelumnyaRincian kerugian korbanCatatan kesediaan korban berdamaiPendamping hukum atau sosial
    Dokumen dan pihak yang perlu siap.

    Hal yang sering keliru

    • Mengira semua perkara anak otomatis bisa didiversikan; ada syarat ancaman pidana dan bukan pengulangan.
    • Menganggap diversi berarti anak bebas tanpa tanggung jawab; ada kesepakatan yang harus dilaksanakan.
    • Mengabaikan kesepakatan diversi yang sudah dibuat sehingga perkara dapat dilanjutkan ke pengadilan.
    📌 Catatan

    Artikel ini bersifat edukatif dan bukan nasihat hukum. KUHAP baru berlaku sejak 2 Januari 2026, sehingga rincian prosedur dapat berbeda; konsultasikan perkara Anda dengan advokat.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per 15 Oktober 2026. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu.

    Dasar hukum

    • UU 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak Pasal 7, 8, 29

    Dalam kategori yang sama

    WhatsApp