Contoh Memori Banding Perdata dan Cara Mengisinya
Contoh memori banding perkara perdata: tenggat 14 hari permohonan banding, susunan keberatan per pertimbangan judex facti, dan petitum yang tepat.
Isi artikel
- Memori banding berisi alasan mengapa putusan pengadilan negeri keliru dan harus dibatalkan atau diperbaiki pengadilan tinggi.
- Yang bertenggat 14 hari adalah permohonan (pernyataan) banding, dihitung sejak putusan diucapkan atau diberitahukan.
- Memori banding tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan dan sebaiknya diserahkan sedini mungkin.
- Susun keberatan per bagian pertimbangan putusan, dengan menyebut halaman dan paragraf.
Apa itu memori banding perdata dan kapan dipakai
Memori banding adalah dokumen tertulis dari pihak yang mengajukan banding (pembanding) yang menjelaskan bagian mana dari putusan pengadilan negeri yang dianggap keliru, dan mengapa. Dokumen ini ditujukan kepada ketua pengadilan tinggi, tetapi diserahkan melalui kepaniteraan pengadilan negeri yang memutus perkara.
Memori dipakai setelah pembanding menyatakan banding dan memperoleh akta permohonan banding. Pengadilan tinggi adalah judex facti tingkat kedua: ia memeriksa ulang fakta dan hukum. Karena itu, memori banding dapat menyerang penilaian bukti, bukan hanya penerapan hukum.
Katalog InfoHukum sudah memiliki template permohonan banding dan kontra memori banding. Template memori banding ini melengkapi keduanya: permohonan banding untuk menyatakan banding, memori untuk menjelaskan alasan, dan kontra memori untuk pihak lawan.
Dasar hukum dalam bahasa sehari-hari
Dasar hukum banding perkara perdata cukup tua, tetapi masih dipakai.
- UU 20/1947 tentang Peradilan Ulangan. Berlaku untuk banding perkara perdata di Jawa dan Madura. Permohonan banding diajukan dalam 14 hari sejak putusan diumumkan kepada pihak yang berkepentingan. Untuk luar Jawa dan Madura, ketentuan banding diatur dalam RBg.
- UU 48/2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Menegaskan bahwa putusan tingkat pertama dapat dimintakan banding, dan bahwa putusan wajib memuat alasan dan dasar hukum.
- Pasal 178 HIR. Hakim wajib mencukupkan alasan hukum, mengadili semua bagian gugatan, dan tidak boleh mengabulkan lebih dari yang dituntut (ultra petita). Tiga kewajiban ini sering menjadi bahan keberatan.
- Beban pembuktian. Pasal 163 HIR dan Pasal 1865 KUHPerdata: siapa mendalilkan, ia membuktikan. Bila hakim salah membagi beban pembuktian, itu alasan banding yang kuat.
- Banding elektronik. PERMA 1/2019 sebagaimana diubah PERMA 7/2022 memungkinkan upaya hukum diajukan dan dokumennya dipertukarkan secara elektronik.
Isi penting yang wajib ada
- Kepala surat: hal, nomor dan tanggal putusan yang dibanding.
- Alamat: Ketua Pengadilan Tinggi melalui Ketua Pengadilan Negeri.
- Identitas pembanding, terbanding, turut terbanding, dan kuasa hukum.
- Uraian putusan: tanggal pengucapan, amar yang dikutip, tanggal pemberitahuan, dan nomor akta permohonan banding.
- Keberatan per bagian: eksepsi, penilaian bukti, penerapan hukum, amar ganti rugi atau biaya.
- Permohonan pemeriksaan tambahan bila ada bukti penting yang belum diperiksa.
- Petitum: menerima banding, membatalkan atau memperbaiki putusan, mengadili sendiri, biaya dua tingkat.
- Lampiran: akta banding, salinan putusan, surat kuasa tingkat banding.
Cara mengisi langkah demi langkah
- Pastikan tenggat banding aman. Cek tanggal pengucapan putusan dan, bila Anda tidak hadir, tanggal relaas pemberitahuan. Nyatakan banding dalam 14 hari.
- Minta salinan putusan lengkap. Memori tidak bisa disusun dari petikan amar saja. Anda perlu pertimbangan hukumnya.
- Petakan pertimbangan yang merugikan. Buat tabel: halaman, kutipan, mengapa keliru, bukti mana yang diabaikan.
- Isi bagian keberatan A sampai D. Hapus bagian yang tidak relevan. Kutip pertimbangan secukupnya, lalu jelaskan kekeliruannya dengan merujuk bukti dan pasal.
- Pertimbangkan pemeriksaan tambahan. Bila ada saksi atau surat yang ditolak tanpa alasan, mohonkan secara tegas.
- Rumuskan amar yang diminta. Pada bagian "mengadili sendiri", tulis amar lengkap seperti yang Anda harapkan dibaca dalam putusan banding.
- Serahkan dan minta tanda terima. Serahkan melalui kepaniteraan atau e-Court sebelum berkas dikirim ke pengadilan tinggi, lalu gunakan kesempatan memeriksa berkas (inzage).
Kesalahan yang sering terjadi
- Menyalin ulang gugatan atau jawaban. Hakim tinggi sudah membaca berkas. Yang mereka butuhkan adalah letak kesalahan putusan.
- Keberatan umum tanpa rujukan halaman. "Putusan tidak adil" tidak membantu.
- Menunda memori terlalu lama. Memori yang datang setelah perkara diputus tidak akan dipertimbangkan.
- Petitum tidak konsisten. Meminta "membatalkan" tetapi tidak menyebut amar pengganti, atau meminta perbaikan sekaligus pembatalan seluruhnya.
- Menganggap tenggat memori sama dengan tenggat banding. Yang 14 hari adalah pernyataan banding; memori tetap sebaiknya secepatnya.
Contoh singkat
Kerangka berikut hanya menggambarkan urutan. Template lengkap menyediakan bagian keberatan per pertimbangan, permohonan pemeriksaan tambahan, dan lampiran.
- Hal: Memori Banding atas Putusan PN [....] Nomor [....] tanggal [....]
- Kepada Yth. Ketua Pengadilan Tinggi [....] melalui Ketua PN [....]
- I. Putusan yang dimohonkan banding: amar "[....]"; Akta Banding Nomor [....].
- II. Keberatan: B. judex facti mengabaikan bukti P-3 s.d. P-7 (hlm. [..]); C. putusan kurang pertimbangan atas dalil [....].
- III. Petitum: menerima banding; membatalkan putusan; mengadili sendiri: [....]; biaya dua tingkat.
Versi Word dan PDF lengkap dengan struktur keberatan, contoh rumusan, dan petunjuk pengisian tersedia di Paket Dokumen InfoHukum (Paket Advokat dan Paket Mahasiswa Hukum). Pembeli dapat mengunduhnya kapan saja dari Pustaka Saya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah banding tanpa memori tetap diperiksa?
Ya. Memori banding tidak wajib, sehingga pengadilan tinggi tetap memeriksa berkas. Namun tanpa memori, Anda menyerahkan sepenuhnya kepada hakim untuk menemukan sendiri kekeliruan putusan.
Bolehkah mengajukan bukti baru di tingkat banding?
Pengadilan tinggi dapat melakukan pemeriksaan tambahan, baik sendiri maupun dengan memerintahkan pengadilan negeri. Mohonkan secara tegas dalam memori dan jelaskan mengapa bukti itu belum diajukan sebelumnya.
Apa bedanya memori banding dan kontra memori banding?
Memori dibuat pembanding untuk menyerang putusan. Kontra memori dibuat terbanding untuk membela putusan dan menanggapi memori.
Apakah putusan banding bisa lebih buruk bagi pembanding?
Pengadilan tinggi memeriksa ulang perkara, sehingga hasilnya bisa menguatkan, memperbaiki, atau membatalkan putusan. Hitung risikonya bersama kuasa hukum sebelum banding.
Artikel ini informasi umum, bukan nasihat hukum untuk kasus tertentu. Tenggat dan tata cara dapat berbeda untuk perkara khusus (misalnya kepailitan atau hubungan industrial). Untuk perkara Anda, konsultasikan dengan advokat atau gunakan layanan konsultasi InfoHukum.
- JDIH BPK (peraturan.bpk.go.id) — peraturan.bpk.go.id
- JDIH Mahkamah Agung — jdih.mahkamahagung.go.id
- Mahkamah Agung Republik Indonesia — www.mahkamahagung.go.id
- e-Court Mahkamah Agung — ecourt.mahkamahagung.go.id
Informasi per 24 Oktober 2026. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu.
Dasar hukum
- UU 20/1947 tentang Peradilan Ulangan di Jawa dan Madura
- RBg (Staatsblad 1927 Nomor 227) untuk luar Jawa dan Madura
- HIR Pasal 163 dan 178
- UU 48/2009 tentang Kekuasaan Kehakiman
- PERMA 1/2019 jo. PERMA 7/2022
Dalam kategori yang sama
- Contoh Gugatan Pembatalan Perjanjian dan Cara Mengisinya
- Contoh Jadwal Pelunasan dan Kartu Angsuran dan Cara Mengisinya
- Contoh Kontra Memori Kasasi dan Cara Mengisinya
Ada masukan atau pendapat lain? Kirim lewat WhatsApp atau telepon 0813-3040-8000.