Administrasi

Salinan Putusan dan Cara Memantau Perkara lewat SIPP

Terbit 5 menit bacaTim Redaksi InfoHukum

Kenali apa itu salinan putusan, bagaimana memperolehnya, dan cara memantau jalannya perkara lewat Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) pengadilan.

Isi artikel
    ⚡ Ringkas 30 detik
    • Salinan putusan adalah dokumen resmi hasil putusan hakim, diminta melalui kepaniteraan atau sistem elektronik.
    • SIPP memuat jadwal sidang, status, dan ringkasan perkara yang dapat dibuka publik.
    • Isi SIPP bersifat informasi; dokumen resmi tetap salinan dari pengadilan.
    • Catat tanggal terima putusan karena sering menjadi titik hitung tenggat.
    Alur memantau perkara1Cari namapengadilan2Buka situsSIPP3Cari nomoratau nama pihak4Baca statusdan jadwal5Minta salinanresmi
    Langkah memantau perkara dan meminta salinan putusan.

    Apa itu salinan putusan

    Salinan putusan adalah turunan resmi dari putusan hakim yang dikeluarkan oleh kepaniteraan pengadilan. Dokumen ini memuat identitas para pihak, duduk perkara, pertimbangan hakim, dan amar putusan.

    Salinan resmi biasanya dibubuhi pengesahan dari panitera. Dokumen inilah yang dipakai untuk upaya hukum, eksekusi, atau keperluan administrasi seperti pengurusan di instansi lain.

    Apa itu SIPP

    SIPP adalah Sistem Informasi Penelusuran Perkara yang dikelola pengadilan di bawah Mahkamah Agung. Melalui situs SIPP tiap pengadilan, masyarakat dapat melihat nomor perkara, para pihak, jadwal sidang, tahapan, dan status perkara.

    Tampilan dan kelengkapan datanya dapat berbeda antarpengadilan. Karena itu, gunakan SIPP sebagai alat bantu pemantauan, bukan sebagai pengganti dokumen resmi.

    SIPP dan salinan resmiSIPP (informasi)Dibuka siapa saja lewat internetMemantau jadwal dan statusBisa terlambat diperbaruiBukan dokumen resmi putusanSalinan resmiDiminta lewat kepaniteraan/sistemDipakai untuk upaya hukumMemuat pertimbangan lengkapTanggal terima perlu dicatat
    SIPP untuk memantau, salinan resmi untuk dasar tindakan.

    Cara memperoleh salinan putusan

    Pihak yang berperkara dapat meminta salinan putusan melalui kepaniteraan. Untuk perkara yang didaftarkan secara elektronik, putusan umumnya dapat dikirim atau diunduh melalui akun sistem pengadilan, dan pemberitahuannya dilakukan secara elektronik.

    Ada pula salinan yang diminta pihak lain, misalnya untuk keperluan tertentu. Ketentuan, persyaratan, dan biaya dapat berbeda sehingga tanyakan langsung kepada pengadilan atau minta bantuan advokat.

    Contoh pemakaian

    Contoh: Bu Sari (nama fiktif) menggugat tetangganya. Setiap pekan ia membuka SIPP untuk melihat jadwal sidang, lalu menandai tanggal putusan di ponselnya. Setelah putusan dibacakan, ia meminta salinan resmi dan mencatat tanggal diterimanya, karena tanggal itu penting untuk menentukan tenggat upaya hukum.

    Kebiasaan sederhana ini mengurangi risiko terlewat sidang atau terlambat menyatakan sikap atas putusan.

    Batasan dan kehati-hatian

    Data pada SIPP bisa terlambat diperbarui atau mengandung kekeliruan ketik. Jangan menjadikannya satu-satunya dasar untuk menghitung tenggat; cocokkan dengan relaas, berita acara, atau pemberitahuan resmi.

    Hindari pula membagikan data pribadi pihak lain dari SIPP secara sembarangan. Informasi yang terbuka untuk publik tetap perlu digunakan dengan etika.

    Peran salinan putusan dalam upaya hukum

    Banyak pihak baru membaca putusan lengkap setelah menerima salinannya. Di sinilah pertimbangan hakim dapat dipelajari dengan teliti: apakah fakta dinilai sesuai bukti, apakah pasal yang dipakai tepat, dan apakah ada bagian yang tidak dipertimbangkan.

    Pembacaan seperti ini menjadi dasar menyusun memori banding, kontra memori, atau kasasi. Karena itu, kualitas pembacaan salinan sering memengaruhi kualitas upaya hukum yang disusun.

    Perkara elektronik dan notifikasi

    Untuk perkara yang didaftarkan secara elektronik, panggilan sidang dan pemberitahuan putusan dapat dikirim ke alamat surel atau akun yang terdaftar. Pastikan alamat itu aktif dan sering diperiksa, termasuk folder spam.

    Pemberitahuan elektronik yang sah dapat dianggap telah diterima sesuai ketentuan yang berlaku. Mengabaikannya sama berisiko dengan mengabaikan surat panggilan tertulis.

    Menyimpan dan mengamankan dokumen

    Setelah salinan diterima, simpan dalam bentuk cetak dan digital. Beri nama berkas yang jelas, misalnya jenis dokumen dan tanggalnya, lalu buat cadangan di tempat terpisah.

    Salinan putusan memuat data pribadi para pihak, jadi jangan mengunggahnya ke media sosial atau mengirimkannya sembarangan.

    Yang disiapkan saat meminta salinanNomor perkara dan nama pengadilanIdentitas diri atau surat kuasaAkun sistem pengadilan bila perkara elektronikCatatan tanggal putusan dibacakanCatatan tanggal salinan diterima
    Persiapan sederhana sebelum meminta salinan.

    Hal yang sering keliru

    • Menganggap tangkapan layar SIPP sama dengan salinan resmi putusan.
    • Menunda memeriksa SIPP sehingga tidak tahu putusan sudah dibacakan.
    • Tidak mencatat tanggal terima salinan, padahal dapat memengaruhi hitungan tenggat.
    📌 Catatan

    Artikel ini edukatif dan bukan nasihat hukum. Ketentuan administrasi dan biaya dapat berubah; periksa kepada pengadilan terkait.

    📚 Sumber Rujukan
    • Peraturan Mahkamah Agung tentang administrasi perkara dan persidangan secara elektronik — peraturan.bpk.go.id
    • Ketentuan Mahkamah Agung tentang keterbukaan informasi di pengadilan

    Informasi per 15 Oktober 2026. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu.

    Dasar hukum

    • Perma tentang administrasi perkara dan persidangan di pengadilan secara elektronik

    Dalam kategori yang sama

    WhatsApp