Administrasi

Cara Menghitung Tenggat Hukum: Hari Kerja atau Hari Kalender?

Terbit 5 menit bacaTim Redaksi InfoHukum

Tenggat upaya hukum bisa menentukan nasib perkara. Pahami cara menghitungnya, kapan dihitung hari kalender, dan apa yang terjadi bila hari terakhir jatuh pada hari libur.

Isi artikel
    ⚡ Ringkas 30 detik
    • Tenggat yang ditulis dalam hari umumnya dihitung hari kalender, kecuali aturan menyebut "hari kerja".
    • Hitungan dimulai dari titik yang ditentukan aturan: putusan diucapkan, diberitahukan, atau diterima.
    • Jangan menunggu hari terakhir; siapkan berkas jauh sebelumnya.
    • Cocokkan selalu dengan bunyi pasal dan catatan kepaniteraan.
    Langkah menghitung tenggat1Cari aturanyang berlaku2Tentukan harimulai hitung3Cek satuanhari atau bulan4Hitung hariterakhir5Ajukan lebihawal
    Lima langkah menghitung tenggat agar tidak terlambat.

    Mengapa tenggat begitu penting

    Dalam hukum acara, tenggat adalah batas waktu untuk melakukan suatu tindakan, misalnya menyatakan banding, mengajukan kasasi, atau menjawab gugatan. Bila terlewat, hak untuk melakukan tindakan itu bisa hilang.

    Akibatnya serius: putusan dapat berkekuatan hukum tetap hanya karena upaya hukum tidak diajukan tepat waktu. Karena itu, menghitung tenggat dengan benar adalah pekerjaan pertama setelah menerima putusan.

    Hari kalender dan hari kerja

    Pada umumnya, tenggat dalam hukum acara yang ditulis "14 hari" atau "90 hari" dihitung sebagai hari kalender, yaitu semua hari termasuk Sabtu dan Minggu. Hari kerja dipakai bila peraturan menyebutnya secara tegas.

    Pembedaan ini ada pada bunyi pasalnya, sehingga jangan menebak. Bacalah kalimat aturannya kata demi kata, termasuk apakah yang disebut hari, minggu, atau bulan.

    Hari kalender dan hari kerjaHari kalenderSemua hari dihitungTermasuk Sabtu dan MingguUmum untuk tenggat acaraContoh: 14 hari, 90 hariHari kerjaHanya hari kantor bukaHarus tertulis hari kerjaLebih jarang dipakaiLibur nasional tidak dihitung
    Perbandingan dua cara menghitung tenggat.

    Dari mana hitungan dimulai

    Titik mulai berbeda-beda. Ada yang dihitung sejak putusan diucapkan di sidang, ada yang sejak putusan diberitahukan kepada pihak yang tidak hadir, dan ada yang sejak keputusan diterima atau diumumkan.

    Hari saat peristiwa terjadi biasanya tidak dihitung; hitungan dimulai dari hari berikutnya. Praktik dapat berbeda antarpengadilan, jadi tanyakan kepada kepaniteraan dan catat jawabannya.

    Bila hari terakhir jatuh pada hari libur

    Dalam praktik, jika hari terakhir jatuh pada hari Minggu atau hari libur resmi sehingga kantor pengadilan tutup, pendaftaran umumnya dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya. Namun jangan menjadikannya andalan, sebab penerapannya bisa berbeda.

    Contoh: Pak Bambang (nama fiktif) menerima pemberitahuan putusan pada hari Jumat dan tenggatnya 14 hari. Ia menghitung hari terakhirnya, menandainya di kalender, lalu mendaftar tiga hari sebelum batas itu agar aman bila ada kendala.

    Cara aman mengelola tenggat

    Buat dua tanggal pengingat: tanggal paling lambat menurut hitungan Anda dan tanggal target internal yang lebih awal. Simpan bukti tanggal terima putusan, misalnya relaas pemberitahuan atau tanda terima.

    Dengan sistem pendaftaran elektronik, bukti pendaftaran juga tersimpan secara digital. Tetap simpan tangkapan layar atau bukti unduh sebagai arsip.

    Tenggat berbulan-bulan dan tenggat khusus

    Ada tenggat yang dinyatakan dalam bulan atau tahun, misalnya masa kedaluwarsa suatu hak. Cara menghitungnya mengikuti kalender, sehingga satu bulan adalah satu bulan kalender, bukan 30 hari secara kaku. Bila ragu, hitung dengan dua cara dan ambil tanggal yang lebih awal sebagai pegangan.

    Beberapa perkara juga punya tenggat khusus, seperti gugatan ke pengadilan tata usaha negara atau keberatan atas putusan lembaga tertentu. Setiap jalur punya titik mulai dan satuan yang berbeda, sehingga tabel hitungan umum tidak bisa dipakai untuk semuanya. Periksalah aturan jalur yang Anda tempuh, lalu minta advokat memastikan hitungan Anda sebelum berkas didaftarkan.

    Yang perlu dicatat soal tenggatSalinan putusan atau pemberitahuan putusanTanggal putusan diucapkan dan tanggal diterimaBunyi pasal tentang tenggat yang berlakuTanggal target internal sebelum batas akhirBukti pendaftaran upaya hukum
    Hal yang sebaiknya dicatat agar tenggat terkendali.

    Hal yang sering keliru

    • Menganggap semua tenggat memakai hari kerja, padahal umumnya hari kalender.
    • Menghitung dari tanggal yang salah, misalnya tanggal salinan diketik, bukan tanggal yang ditentukan aturan.
    • Menunggu hari terakhir sehingga gangguan kecil seperti antrean atau jaringan membuat terlambat.
    📌 Catatan

    Artikel ini edukatif dan bukan nasihat hukum. Aturan tenggat berbeda untuk perkara perdata, pidana, tata usaha negara, dan lainnya; konsultasikan kasus Anda kepada advokat sebelum mengambil keputusan.

    📚 Sumber Rujukan

    Informasi per 15 Oktober 2026. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu.

    Dasar hukum

    • Pasal-pasal tenggat dalam hukum acara yang berlaku sesuai jenis perkara

    Dalam kategori yang sama

    WhatsApp