Contoh Perjanjian Pinjaman Antarperusahaan dan Cara Mengisinya
Contoh perjanjian pinjaman antarperusahaan dan pinjaman pemegang saham: bunga, pajak, jaminan, persetujuan organ PT, subordinasi, dan konversi saham.
Isi artikel
- Pinjaman dari perusahaan induk, perusahaan satu grup, atau pemegang saham kepada PT sebaiknya dibuat tertulis, walaupun para pihaknya "orang dalam".
- Isi pokoknya: jumlah pinjaman, bunga atau alasan tanpa bunga, jadwal bayar, jaminan, cidera janji, dan persetujuan organ perseroan sesuai anggaran dasar.
- Bunga antarpihak berelasi harus wajar menurut aturan pajak. Pinjaman tanpa bunga atau bunga terlalu rendah bisa dikoreksi.
- Subordinasi dan konversi menjadi saham boleh dicantumkan sebagai pilihan, tetapi konversi tetap butuh RUPS dan akta notaris.
Apa itu perjanjian pinjaman antarperusahaan dan kapan dipakai
Perjanjian pinjaman antarperusahaan adalah perjanjian ketika satu perusahaan meminjamkan uang kepada perusahaan lain dalam satu kelompok usaha. Dalam praktik disebut intercompany loan. Bentuk yang mirip adalah pinjaman pemegang saham kepada PT miliknya (shareholder loan).
Pinjaman semacam ini sering dipakai ketika perusahaan anak butuh modal kerja cepat, belum layak mendapat kredit bank, atau ketika pemegang saham ingin menambah dana tanpa langsung menambah modal. Banyak pelaku usaha menganggapnya urusan internal sehingga cukup dicatat di pembukuan. Padahal, tanpa perjanjian, muncul banyak pertanyaan saat ada masalah: kapan jatuh tempo, berapa bunganya, apakah dana itu utang atau setoran modal, dan siapa yang dibayar lebih dulu bila perusahaan bangkrut.
Perjanjian tertulis juga dibutuhkan untuk pemeriksaan pajak, audit laporan keuangan, uji tuntas investor, dan bila kelak ada bank yang meminta pinjaman pemegang saham disubordinasikan.
Dasar hukum dalam bahasa sehari-hari
- Pinjam-meminjam uang. KUHPerdata Pasal 1754 dan seterusnya mengatur pinjam-meminjam: penerima pinjaman wajib mengembalikan jumlah yang sama pada waktu yang ditentukan. Bunga boleh diperjanjikan, dan besarnya harus ditulis.
- Syarat sah dan kekuatan mengikat. Pasal 1320 dan 1338 KUHPerdata: perjanjian yang sah berlaku seperti undang-undang bagi para pihak.
- Kewenangan organ PT. UU Perseroan Terbatas dan anggaran dasar menentukan siapa yang boleh mewakili perusahaan. Banyak anggaran dasar mensyaratkan persetujuan Dewan Komisaris untuk meminjam atau meminjamkan uang. Menjaminkan lebih dari separuh kekayaan bersih perusahaan memerlukan persetujuan RUPS.
- Benturan kepentingan. Bila direktur kedua perusahaan adalah orang yang sama, UU PT mengatur bahwa direktur yang berbenturan kepentingan tidak berwenang mewakili perseroan; perusahaan diwakili pihak lain yang berwenang.
- Pajak dan kewajaran. UU Pajak Penghasilan mengatur bahwa transaksi antarpihak yang punya hubungan istimewa harus wajar, seperti transaksi dengan pihak independen. Bunga juga merupakan objek pemotongan pajak. Ada pula batas perbandingan utang dan modal untuk pembebanan biaya bunga.
- Bahasa. UU 24/2009 mewajibkan perjanjian yang melibatkan pihak Indonesia dibuat dalam bahasa Indonesia. Bila pemberi pinjaman asing, buat versi dua bahasa.
Satu hal penting: meminjamkan uang kepada masyarakat sebagai kegiatan usaha memerlukan izin OJK. Pinjaman di dalam satu grup berbeda karena sifatnya insidental, tetapi jangan menjadikannya bisnis pembiayaan terselubung.
Isi penting yang wajib ada
- Identitas kedua perusahaan, akta, NIB, dan dasar kewenangan penanda tangan.
- Hubungan para pihak: pemegang saham, induk, atau perusahaan satu grup.
- Jumlah pokok, mata uang, tujuan penggunaan, dan cara pencairan (sekaligus atau bertahap).
- Bunga: persentase, cara menghitung (hari aktual per 360 atau 365), tanggal bayar, bunga keterlambatan. Bila tanpa bunga, tulis alasan bisnisnya.
- Perlakuan pajak: siapa memotong pajak atas bunga, bukti potong, dan pilihan gross-up.
- Jadwal pembayaran kembali, pelunasan dipercepat, dan urutan alokasi pembayaran.
- Jaminan, bila ada, dengan janji membuat akta jaminan tersendiri.
- Pernyataan persetujuan organ perseroan dan cara menangani benturan kepentingan.
- Pilihan subordinasi terhadap kreditur senior (misalnya bank).
- Pilihan konversi tagihan menjadi saham, dengan syarat RUPS dan akta notaris.
- Kejadian cidera janji dan akibatnya (percepatan jatuh tempo).
Cara mengisi langkah demi langkah
- Periksa anggaran dasar kedua perusahaan. Cari pasal tentang tindakan Direksi yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris atau RUPS. Siapkan keputusan persetujuannya dan catat di Lampiran 2.
- Tentukan wakil yang tepat. Bila satu orang menjabat direktur di kedua perusahaan, tunjuk wakil lain yang berwenang sesuai UU PT dan anggaran dasar.
- Isi jumlah dan tujuan. Tulis jumlah dengan angka dan huruf. Tujuan yang jelas membantu menunjukkan bahwa transaksi punya alasan bisnis.
- Tetapkan bunga. Gunakan pembanding, misalnya bunga kredit bank untuk debitur sejenis, dan simpan dokumen pembandingnya. Bila memilih tanpa bunga, tulis alasan dan bicarakan dengan konsultan pajak.
- Isi jadwal di Lampiran 1. Pilih pembayaran sekaligus (bullet) atau angsuran. Untuk angsuran, gunakan formulir jadwal pelunasan.
- Pilih jaminan. Bila ada, siapkan akta fidusia, APHT, gadai saham, atau jaminan perusahaan secara terpisah.
- Putuskan pasal pilihan. Subordinasi diisi bila ada bank yang memintanya. Konversi diisi bila pemegang saham ingin dapat mengubah pinjaman menjadi saham.
- Tanda tangani dan bubuhkan meterai. Simpan asli di kedua perusahaan dan catat pinjaman dalam laporan keuangan masing-masing.
Kesalahan yang sering terjadi
- Tidak ada perjanjian sama sekali. Dana pemegang saham hanya ditransfer. Saat audit atau sengketa, tidak jelas apakah itu utang, setoran modal, atau hibah.
- Bunga ditulis tanpa dasar. Angka yang terlalu tinggi bisa dianggap pengalihan laba; terlalu rendah atau nol bisa dikoreksi otoritas pajak.
- Lupa memotong pajak atas bunga. Kewajiban pemotongan melekat pada pihak yang membayar bunga.
- Penanda tangan tidak berwenang. Direktur menandatangani tanpa persetujuan komisaris yang diwajibkan AD, atau menandatangani di dua sisi sekaligus.
- Mengira konversi otomatis. Klausul konversi hanya janji. Penerbitan saham baru tetap butuh RUPS, hak pemegang saham lain untuk membeli lebih dahulu, akta notaris, dan proses di sistem AHU.
- Jaminan hanya ditulis di perjanjian. Tanpa akta jaminan yang didaftarkan, pemberi pinjaman tidak memperoleh hak kebendaan dan kedudukannya sama dengan kreditur biasa.
Contoh singkat
Kerangka ringkas berikut hanya ilustrasi. Template lengkap memuat pasal pajak, subordinasi, konversi, cidera janji, dan lampiran.
- PT A (pemegang saham 70%) meminjamkan Rp[....] kepada PT B untuk modal kerja.
- Bunga [....]% per tahun atas sisa pokok, dibayar tiap triwulan; PPh atas bunga dipotong PT B.
- Pokok dibayar sekaligus pada [tanggal], boleh dilunasi lebih awal tanpa biaya.
- Jaminan: fidusia atas persediaan PT B dengan akta notaris terpisah.
- Persetujuan: Dewan Komisaris PT A dan PT B tanggal [....].
- Subordinasi terhadap kredit Bank X: berlaku.
- Cidera janji: tidak bayar 10 hari kerja setelah jatuh tempo, pailit/PKPU, atau sita aset penting.
Versi Word dan PDF lengkap dengan lampiran jadwal pembayaran, daftar persetujuan organ perseroan, dan petunjuk pengisian tersedia di Paket Dokumen InfoHukum (Paket Korporat, Paket UMKM, dan Paket Advokat). Pembeli dapat mengunduhnya kapan saja dari Pustaka Saya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bolehkah pemegang saham meminjamkan uang ke PT tanpa bunga?
Secara perdata boleh, karena bunga hanya terutang bila diperjanjikan. Masalahnya ada di pajak: pinjaman tanpa bunga antarpihak berelasi dapat dipersoalkan kewajarannya. Ada kondisi tertentu yang dapat diterima, tetapi syaratnya teknis. Bicarakan dengan konsultan pajak sebelum memilih tanpa bunga.
Apa beda pinjaman pemegang saham dengan setoran modal?
Setoran modal menjadi modal disetor, memberi saham, dan tidak dikembalikan kecuali melalui pengurangan modal. Pinjaman adalah utang yang wajib dikembalikan dan bisa diberi bunga. Bila dicampur aduk, perlakuan akuntansi dan pajaknya kacau.
Apakah perlu akta notaris?
Perjanjian pinjaman cukup di bawah tangan dan tetap mengikat. Akta notaris berguna untuk nilai besar atau bila ingin bukti yang lebih kuat. Jaminan hak tanggungan dan fidusia wajib dibuat dengan akta PPAT atau notaris.
Apa fungsi subordinasi?
Subordinasi berarti pemegang saham setuju dibayar setelah kreditur senior, biasanya bank. Bank sering memintanya sebagai syarat kredit agar dana pemegang saham tidak ditarik lebih dulu saat perusahaan kesulitan.
Artikel ini informasi umum, bukan nasihat hukum untuk kasus tertentu. Ketentuan pajak, harga transfer, dan pelaporan utang luar negeri sering berubah dan bersifat teknis. Untuk keadaan khusus, konsultasikan dengan praktisi hukum atau gunakan layanan konsultasi InfoHukum.
- JDIH BPK (peraturan.bpk.go.id) — peraturan.bpk.go.id
- Direktorat Jenderal Pajak — www.pajak.go.id
- Direktorat Jenderal AHU Kementerian Hukum — ahu.go.id
Informasi per 24 Oktober 2026. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu.
Dasar hukum
- KUHPerdata Pasal 1754–1769 (pinjam-meminjam)
- KUHPerdata Pasal 1320 dan 1338
- UU 40/2007 tentang Perseroan Terbatas jo. UU 6/2023
- UU 7/1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana diubah terakhir dengan UU 7/2021 dan UU 6/2023
- UU 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara
- UU 10/2020 tentang Bea Meterai
Dalam kategori yang sama
- Contoh Perjanjian Hibah Program antara Yayasan dan Donor dan Cara Mengisinya
- Contoh Perjanjian Jasa Konsultan Dwibahasa Indonesia–Inggris dan Cara Mengisinya
- Contoh Perjanjian Jual Beli Barang Dwibahasa dan Cara Mengisinya
Ada masukan atau pendapat lain? Kirim lewat WhatsApp atau telepon 0813-3040-8000.