Gerakan Indonesia KitaDashboard Menko · Peta Karhutla

Siaga Karhutla · pencegahan berbasis warga

Api kecil dipadamkan sebelum jadi bencana

Relawan dan anggota patroli mendaftarkan posko. Saat satelit mendeteksi titik panas baru di dekat posko atau posisi patroli, alarm langsung dikirim ke orang terdekat lewat Telegram. Warga juga bisa melaporkan api dengan foto dan koordinat.

…relawan dan anggota aktif
…anggota resmi (penunjukan)
…alarm terkirim 24 jam
…alarm yang direspons

Lapor kebakaran hutan dan lahan

Laporan berfoto diteruskan ke relawan dan anggota terdekat, lalu diverifikasi koordinator. Utamakan keselamatan dan jangan mendekati api.

Nama dan nomor hanya dilihat koordinator untuk konfirmasi, tidak ditampilkan ke publik.

Keadaan darurat

Laporan di sini tidak menggantikan saluran darurat resmi.

Yang terjadi setelah Anda melapor

  1. Titik dan foto tersimpan aman.
  2. Relawan/anggota aktif dalam radius posko menerima alarm Telegram bertanda laporan warga, belum diverifikasi.
  3. Koordinator memeriksa foto; laporan yang diterima tampil sebagai titik di Dashboard Menko (koordinat dibulatkan ±1 km).

Daftar relawan atau anggota patroli

Terbuka untuk siapa pun. Alarm aktif setelah diverifikasi koordinator. Anggota yang ditunjuk negara (surat tugas/SK) ditandai anggota resmi oleh admin.

Setelah mendaftar

  1. Simpan tautan Halaman saya yang muncul. Tautan itu kunci akun Anda, jadi jangan dibagikan.
  2. Tekan Sambungkan Telegram agar alarm masuk ke HP Anda dalam hitungan detik.
  3. Koordinator wilayah memverifikasi. Anggota yang ditunjuk instansi menunjukkan surat tugas/SK ke koordinator.
  4. Saat patroli, tekan Mulai patroli atau bagikan lokasi langsung di Telegram. Alarm di sekitar posisi Anda (radius 15 km) ikut dikirim selama 8 jam.
  5. Saat alarm masuk, tekan tombol respons (menuju, api aktif, padam, bukan api) dan kirim foto dari lokasi.

Titik panas satelit belum tentu kebakaran. Jangan memadamkan api sendirian; kabari Manggala Agni, BPBD, atau 112.

Halaman saya

Buka dari tautan pribadi yang Anda terima saat mendaftar. Belum mendaftar? Daftar di sini.

Cara kerja Siaga Karhutla

  1. Deteksi. Setiap ±5–10 menit sistem membaca titik panas terbaru dari satelit NASA FIRMS (VIIRS S-NPP, NOAA-20, NOAA-21, MODIS). Himawari-9 (setiap 10 menit) disiapkan sebagai sumber tambahan.
  2. Kelompokkan. Deteksi dalam kotak ±2 km digabung menjadi satu kejadian agar tidak membanjiri pesan.
  3. Cari yang terdekat. Hingga 5 relawan/anggota aktif terdekat, dihitung dari posko (sesuai radius masing-masing) atau dari posisi patroli (15 km), menerima alarm.
  4. Respons berjenjang dan bukti. Sesuai Manajemen Terpadu Pengendalian Karhutla: groundcheck titik panas, pemadaman awal (jet shooter) bila api kecil, lalu minta pemadaman darat atau udara bila perlu. Penerima menekan tombol respons dan mengirim foto berikut dugaan penyebabnya. Semua tercatat untuk Dashboard Menko: berapa alarm, berapa direspons, berapa padam, dan wilayah rawan yang belum punya relawan.
  5. Pencegahan. Dashboard Menko memakai tren 7 hari, peringatan cuaca BMKG, peta gambut, dan sebaran relawan untuk menandai provinsi yang perlu patroli terpadu sebelum api membesar.

Dasar: Inpres 3/2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan; UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Data resmi pemerintah: SiPongi Kementerian Kehutanan. Halaman konsep usulan kerja sama InfoHukum, belum merupakan layanan resmi pemerintah.